Biografi Tri Rismaharini – Walikota Surabaya yang Mendunia

risma walikota surabaya
Tri Rismaharini
Jika Jokowi adalah mantan Walikota Solo yang diseBut sebagai Walikota terbaik di dunia maka Surabaya punya Tri Rismaharini yang juga dinobatkan sebagai Walikota terbaik sedunia. Siapa sebenarnya sosok Bu Risma (panggilan Tri Rismaharini) dan bagaimana sepak terjangnya. Berikut ini akan dibahas profil, biodata dan Biografi Tri Rismaharini.

Tri Rismaharini atau juga sering ditulis Tri Risma Harini atau Bu Risma adalah Walikota Surabaya wanita pertama yang menjabat untuk periode 2010-2015 menggantikan Bambang DH yang kemudian menjadi wakilnya.

Kelahiran Hingga Dicalonkan Menjadi Walikota Surabaya

Bu Risma dilahirkan di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 20 Oktober 1961. Bu Risma menjabat sebagai Walikota diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan atau PDIP. Awalnya Bu Risma adalah Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) di Surabaya sejak 2005.

Bu Risma yang alumni Teknik Arsitektur ITS ini terBukti berhasil menjadi kepala DKP. Hal ini ditunjukkan sejak dipegang oleh beliau Surabaya menjadi kota yang lebih bersih, adem dan hijau. Hal ini memBuat beliau memiliki track record baik untuk dicalonkan menjadi Walikota. Namun sebenarnya Bu Risma enggan dicalonkan karena menurut beliau pertanggungjawabannya luar biasa berat di akhirat kelak.

Setelah didesak oleh PDIP yang mengusungnya akhirnya Bu Risma bersedia dengan meluruskan niat bahwa menjadi Walikota adalah amanah dan jalan mencapai surga.

Resmi Jadi Walikota dan Prestasinya

Mulai 28 September 2010 Bu Tri Rismaharini resmi mejabat sebagai Walikota Surabaya. Sejak saat itu sepak terjang BU Risma semakin kelihatan. Yang paling menonjol adalah pengelolaan pertamanan Surabaya yang lebih baik lagi sebagai contoh adalah Taman Bungkul yang awalnya tak pantas diseBut taman disulap oleh Bu Risma menjadi taman yang indah dan menjadi tempat rekreasi gratis untuk warga Surabaya.

Taman Bungkul juga telah diakui dunia dengan diterimanya penghargaan sebagai taman terbesar se Asia Tenggara. Selain taman Bungkul, taman –taman yang awalanya sudah tak terurus juga disulap oleh Bu Risma menjadi taman yang indah penyejuk kota Surabaya. Surabaya juga menjadi kota terbersih se Indonesia dengan menyabet gelar Piala Adipura tiga kali berturut-turut dari tahun 2011, 2012, dan 2013. Sebelumnya Surabaya selalu luput dari penghargaan Adipura ini sejak 2005.

Bu Risma juga ditetapkan sebagai nominasi Walikota terbaik di dunia 2012 dengan penghargaan World Mayor Prize oleh The City Mayors Foundation.

Prestasi BU Risma lainnya adalah memangkas anggaran birokrasi yang berbelit, memberikan tunjangan kesehatan bagi warga yang kurang mampu serta menambah anggaran pendidikan sebesar 35 % dari APBD dimana prosentase ini lebih tinggi dari anggaran pendidikan nasional. Bu Risma juga merubah tempat-tempat lokalisasi menjadi tempat yang lebih berguna dan dipastikan tidak lagi menjadi lokalisasi karena telah disulap menjadi taman kanak-kanak.

Menurut Bu Risma, membangun fisik Surabaya itu mudah namun membangun warganya itu yang jauh lebih sulit. Karena tiap orang punya otak dan kemauan sendiri-sendiri yang terkadang sulit diatur.

Berikut ini adalah sepak terjang nyata Bu Risma selama menjabat sebagai Walikota Surabaya :



1.       Rela basah kuyup berhujan-hujanan pantau banjir Surabaya

Ketika Bulan Desember adalah musim penghujan dimana Bulan itu rawan bagi kota besar seperti Surabaya terkena banjir. Ketika itu Bu Risma langsung memantau pintu-pintu air di beberapa titik seperti Jagir, Kayun, Patemon, Patuah dan Simo juga Bozem Morokrembangan.

"Saya langsung turun mengajak sopir hujan-hujan. Setelah menerima informasi banjir, saya langsung menuju pintu-pintu air," kata Risma kala itu.

Bu Risma juga tegas segera menyuruh untuk memperbaiki pompa yang rusak agar Surabaya tak sampai banjir. Beliau juga nekat memBuka sendiri pintu air dengan berbasah-basahan.

2.       Langsung mengecek pohon yang tumbang saat hujan.

Ketika hujan dan angin kencang, rawan sekali pohon tumbang disepanjang jalan Surabaya yang rindang. Bu Risma pun turun tangan langsung ke lokasi menginstruksikan ke anak Buahnya agar membereskan sisa ranting yang masih berserakan agar tak mengganggu jalan juga agar tak masuk sungai.

Bu Risma juga ikut melaksanakan sendiri hal itu bersama anak Buahnya sambil berseru , "Ayo-ayo cepet-cepet. KeBuru banjir nanti yang di sana".

Ketika itu Bu Risma memantau di daerah Ahmad Yani hingga Gayung Kebonsari dimana air sempat meninggi hampir meluap ke jalan raya.

3.       Ikut merapikan lalu lintas yang macet.

Ketika melewati ruas jalan tertentu dan disana terkena macet, maka Bu Risma serta merta turun dari mobilnya untuk ikut membantu mengatur lalu lintas yang macet.

Suatu hari beliau pernah telat menghadiri suatu pertemuan karena harus ikut mengatur lalulintas. "Mohon maaf bapak iBu sekalian, saya datang telat. Saya tadi harus ngatur lalu lintas karena macet parah," kata Risma.

4.       Menegur Bonek ketika kerusuhan sepakbola

Ketika terjadi pertandingan sepakbola sudah hal biasa selalu terjadi kerusuhan (fakta lho). Itu juga terjadi ketika berlangsung pertandingan di Gelora 10 Nopember. Kerusuhan itu sempat memakn korban 1 orang suporter tewas.

Mengetahui hal itu BU Risma langsung menghadapi para Bonek dan juga pengurusnya. Dengan agak emosi beliau mengatakan, “Cukup sudah Rek, ini yang terakhir. Sampai kapan lagi harus seperti ini. Lihat keluarganya, kasihan. Ini korban anak tunggal," ujar Risma di depan Bonekmania dari ASP (Asosiasi Suporter Persebaya).

"Semua itu ada garis pembatasnya masing-masing, jangan ditemBus, jangan dilawan. Kemarin sudah lima dan saya pantau terus update dari anggota sampai tak bisa tidur," lanjut Risma lagi.

Bu Risma tak mau warganya mati konyol gara-gara kerusuhan sepakbola yang seharusnya tak perlu terjadi. Menurut Bu Risma boleh-boleh saja menyukai suatu kesebelasan apalagi itu adalah milik daerahnya namun tak perlu ada kerusuhan apalagi hingga memakan korban.

5.       Turun tangan langsung me- Razia ABG mesum di diskotek



Ketika ada razia ABG mesum di diskotek, Risma juga ikut turun tangan. Beliau sungguh geram terhadap ABG-ABG yang tertangkap basah berbau alkohol dan melakukan adegan mesum.

Bu Risma juga tak setuju jika para ABG itu menyalahkan orang tuanya yang bercerai hingga terjun ke dunia hitam. Menurut Bu Risma itu hanyalah alasan menyalahgunakan keadaan.

"Masih banyak orang lain yang menderita, kalian itu jangan menyalahkan keadaan, baju kamu masih bagus, coba lihat di sekitar kalian," kata Risma.

"Kamu jangan gaya-gayaan. Kalian itu masih di bawah umur, pakai acara pergi ke diskotek segala, mau jadi apa kalian?," tegasnya dengan nada tinggi.

6.       Menemui dan Melabrak Tersangka Penjual Gadis ABG

Ketika terdengar kabar ditangkapnya seorang iBu rumah tangga Ayu Puji Astuti yang telah terBukti melakukan jual beli anak dibawah umur, Bu Rism langsung menuju ke Mapolrestabes Surabaya. Disana Bu Risma langsung menumpahkan kemarahannya pada sang iBu muda ini.

"Yang kamu tawari itu kan cuma anak kecil. Di suruh apa-apa ya mau, wong dia nggak ngerti apa-apa. Coba anak kamu ditawari permen, biar beracun ya mau aja, wong anak kecil," tegas Risma dengan nada keras sambil menunjuk ke arah tersangka.

"Kamu itu perempuan, lah kok tega-teganya menjual anak orang. Kamu nggak ngerti dosa apa, apa kamu nggak punya agama, makanya nggak ngerti dosa?" lanjut Risma dengan nada kesal.

7.       Memulangkan Para PSK ke Daerah Asalnya

Bu Risma langsung memimpin acara pemulangan 45 Pekerja Seks Komersial ke daerahnya dari sejumlah tempat lokalisasi. Bu Rism ajuga menasehati mereka sbb:

"Jangan pernah berfikir, saya Bukan bagian dari sampeyan (kalian), tapi berifikirlah bahwa sampeyan-sampeyan itu juga bagian dari saya. Sehingga bisa berBuat baik seperti yang orang lain lakukan," kata Risma dalam pidatonya di hadapan para PSK yang sebagian menutup wajahnya dengan cadar.

"Semua orang pasti berBuat salah, jadi jangan berkecil hati. Kalau sekarang sampeyan menutup wajah, ke depan sampeyan akan berani membanggakan diri sebagai bagian dari masyarakat umumnya. Suatu saat nanti, saya ingin sampeyan-sampeyan bertemu dengan saya dan menceritakan keberhasilan sampeyan," kata Risma bijak.

8.       Bekerja mulai pukul 05.30

Bu Risma berangkat kerja mulai pukul 05.30. Pekerjaan pertama yang dilakukan adalah memunguti sampah disepnjang jalan yang ia lihat ada sampah. Kemudian dilanjutkan bekerja urusan kantor. Sering juga langsung terjun ke lapangan. Bu Risma sore hari menyempatkan bermain dengan anak kecil di sekitar taman, Bu Risma melempar bola ke anak-anak itu sambil berkata “Hari sudah sore, waktunya pulang dan belajar.”

Ketika gelap, Bu Risma kerap patroli ke taman-taman dan penjuru Surabaya. Jika kedapatan ada anak dibawah umur yang masih keluyuran maka beliau langsung memarahinya dan menyuruhnya pulang. Jika kedapatan lalu lintas macet maka sering Bu Risma turun ikut mengatur lalu lintas.

9.       Berwawancara Langsung Dengan Warga

Bu Risma juga sering meluangkan waktu untuk berbincang dengan warga S
urabaya melalui radio. Bu Risma dengan sabar meladeni segala pertanyaan warganya mulai dari penggusuran, saluran got yang tersumbat bahkan pernah juga ada pertanyaan yang kurang sopan dilontarkan padanya. Yah... selalu ada pro dan kontra walau itu nyata-nyata baik.

Itulah beberapa aksi real yang dilakukan Bu Risma sebagai Walikota Surabaya. Ide-ide kreatifnya memBuat pertumBuhan ekonomi Surabaya meningkat lebih dari 7,5 persen sejak memimpin pada 2010 silam. Ia pun diganjar penghargaan bergengsi, Women Leader Award 2012 dari Globe Asia.

Pro Kontra Kepemimpinan Risma

Sesuatu pasti ada pro dan kontranya bahkan untuk hal yang sudah terBukti benar sekalipun. Termasuk juga Bu Risma. Ketika masa kepemimpinannya masih berumur satu tahun, beliau pernah hampir dijatuhkan oleh anak Buahnya sendiri.

Adalah Wisnu Wardhana, kepala DPRD Surabaya yang berusaha menjatuhkan Risma dengan menggunakan hak angketnya.  Menurut Wisnu Bu Risma telah melanggar peraturan dengan menaikkan tarif iklan dan baleho yang biasa terpampang di tengah-tengah kota.

Namun Bu Rism beralasan bahwa itu Bukan menyalahi aturan malah itu akan menguntungkan kota Surabaya sendiri. Dengan menaikkan tarif iklan maka investor dan pebisnis akan berpikir ulang kali jjika mau beriklan dengan baleho atau papan iklan. Sehingga mereka akan memilih iklan di surat kabar dan media elektronik. 

Dengan begini Surabaya akan terhindar dari hutan iklan yang sering mengurangi indahnya pemandangan kota.
Dalam kasus pemakzulan Risma ini, mendagri ikut campur tangan dan mengatakan bahwa Bu Risma masih Walikota Surabaya yang sah dan upaya pemakzulan Risma adalah hal uang mengada-ada. Itu hanyalah upaya pihak yang sirik dan iri akan prestasi Bu Risma.

Terakhir diketahui bahwa upaya pemakzulan Bu Risma itu terjadi karena Bu Risma menolak pembangunan jalan tol tengah kota. Bu Risma lebih memilih pembangunan jalan tol frontage road dan MERR-IIC (Middle East Ring Road) yang akan menghuBungkan area industri Rungkut hingga ke Jembatan Suramadu via area timur Surabaya. Menurut Bu Risma ini akan memBuat pemeratan kesejateraan di Surabaya juga.

Kedekatan Dengan Jokowi

Bu Risma juga bersahabat dengan Gubernur DKI, Jokowi. Selain karena se-partai yaitu PDIP, Bu Risma juga mirip Jokowi yang benar-benar bekerja untuk rakyat. Jokowi juga memuji Bu Risma sebagai pemimpin yang berani, tegas dan lincah melayani masyarakat. Jokowi dan Risma juga seusia. Mereka sering bertemu untuk berdiskusi berbagai masalah.

Bakal Capres RI 2014

Ada slentingan bahwa BU Risma juga digadang-gadang menjadi gubernur Surabaya bahkan Capres 2014. Menanggapi hal ini Bu Risma mengatakan bahwa dirinya tidak berambisi politik. Sebab, menurutnya, menjadi walikota, gubernur, bahkan presiden adalah tanggung jawab yang luar biasa. Tak hanya soal memecahkan masalah, seperti banjir, "tapi bagaimana membantu orang berkembang dan menjadi sukses."

Biodata Bu Risma

Nama
:
Ir. Tri Rismaharini, M.T
Tanggal Lahir
:
20 Oktober 1961.
Tempat Lahir
:
Kediri, Jawa Timur, Indonesia
Partai Politik
:
PDI Perjuangan
Suami
:
Djoko Saptoadji
Almamater
:
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya
Profesi
:
Birokrat di Pemkot Surabaya
Agama
:
Islam

Riwayat Pendidikan

SMP Negeri X Surabaya (1976)
SMU Negeri V Surabaya (1980)
S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (1987)
S-2 Manajemen Pembangunan Kota Surabaya ITS (2002)

Riwayat Karir

Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000)
Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Disbang (2001)
Kepala Cabang Dinas Pertamanan (2001)
Kepala Bagian Bina Bangunan (2002)
Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005)
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (2010)
Wali Kota Surabaya (2010-2015)


Yuk Baca Biografi Dibawah Ini. Bagus-Bagus Lho....
Biografi Mahfud MD – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Yang Bersih Dari Korupsi | Capres RI 2014
Biografi Jokowi – Gubernur DKI Jakarta | Capres 2014
Biografi Gita Wirjawan – Capres Indonesia 2014 | Pendiri Ancora Capital
Biografi Kate Middleton – Istri Pangeran William
Biografi Pangeran William – Putera Pertama Lady Diana dan Suami Kate Middleton
Biografi Lady Diana – Putri Cantik dari Inggris
Biografi Evan Dimas – Pemain Muda Berbakat dalam Sepakbola Indonesia
Biografi Diego Michiels – Pemain Naturalisasi Yang Mulai Bersinar
Biografi Rahmad Darmawan – Pelatih Sepakbola Terbaik Indonesia
Biografi Indra Sjafri – Pelatih Timnas Garuda Muda

Biografi Rahmat Sastro Sugito – Pencipta Sotoji | Soto Jamur Instan

pengusaha muda indonesia
Rahmat Sastro Sugito
Kita semua orang Indonesia pastilah kenal soto. Makanan  yang berkuah dengan irisan lauk didalamnya. Biasanya akan sering dimakan kala musim dingin karena bentuknya yang berkuah. Di setiap daerah pasti memiliki makanan khas soto dimana berbeda-beda jenisnya. Seperti soto Betawi, soto Madura ataupun coto Makassar. Semua itu adalah soto namun berbeda isinya.

Soto pun selalu ada di setiap tempat baik itu di rumah, restoran, cafe, kedai, sampai warung kaki lima.

Membuat Soto Instan

Dengan familiarnya makanan ini membuat seorang Rahmat Sastro Sugito, pemuda asal  Depok ini memiliki ide untuk membuat bentuk instan dari soto namun masih tetap memperhatikan nilai gizinya.

Sebenarnya alasan awal Rahmat membuat soto instan bukan berdasarkan makanan soto itu sendiri nmaun karen alasan di daerahnya banyak sekali petani jamur dan jika sedang musimnya, harganya pasti anjlok. “Awalnya banyak petani jamur. Nah, kalau sedang panen harganya kan jadi murah. Kalau diolah harganya jadi stabil,” katanya.

Rahmat pun kemudian memadukan jamur dengan soto. Rahmat mmebuat percobaan kira-kira jamur apa yang cocok dipadukan dan ternyata ketemu jawabannya yaitu jamur tiram. “Sebelumnya sempat dicoba segala jenis jamur, ada tiram, kancing, akhirnya setelah dipertimbangkan yang paling bisa diterima pasar adalah jamur tiram,” akunya.


Karena ini adalah Soto Jamur Instan maka Rahmat membrand produknya dengan “Sotoji”. Rahmat menaungi produknya dengan mendirikan PT Tri Rastra Sukses Sejahtera. Perusahaan nya ini masihlah sebuah perusahaan kecil dengan kemampuan produksi hanya 40 dus setiap harinya. Namun Rahmat mengatakan akan membeli mesin dari Malang sehingga ia bisa memproduksi lima kali lipatnya.

Cara Pemasaran

Ketika disinggung keuntungannya, Rahmat hanya mengatakan bahwa untuk tahun pertama belum ada untung yang signifikan karena masih melebarkan pasar. Rahmat sendiri mengatakan bahwa cara pemasaran Sotoji yaitu dijual dengan cara siap saji di kedai-kedai selain itu juga dijual dengan cara dijual di warung kecil.
Kedainya sendiri masih berada di sekitar Depok.

Untuk lebih memasyarakatkan lagi produknya, Rahmat juga menggelar lomba blog yang bertema segala hal tentang Sotoji. Ini adalah pemasarann yang sangat jitu karena selain praktis dari segi dana juga sangat bisa ditekan.

Me-Waralaba-kan
Kedepannya, Rahmat berencana untuk mem-franchise kan usahanya. Untuk bentuk dan konsepnya masih dalam proses pengembangan. Dia juga berencana akan terus berekspansi ke pasar lokal yang menurutnya memiliki banyak peluang. “Masuk pasar luar memungkinkan kenapa tidak. Tapi fokus di pasar Indonesia karena saat ini kemungkinan terbuka masih sangat luas,” katanya lagi.

Yuk Baca Biografi Yang Tak Kalah Bagus Berikut Ini :
Biografi Fauzan – Pendiri dan Pemilik Usaha Kaos Khas Medan
Biografi Fauziah – Pengusaha Kain Songket Yang Berpenghasilan 100 Juta Per Bulan
Biografi Peres Ariranto Pangabean – Mendulang Emas dari Hobi Mendaki Gunung
Biografi Susan Boyle – Perawan Tua Yang Mencengangkan di Ajang Britains Got Talent 2009
Biografi Prita Widya Putri – Pendiri Nefertiti Shop | Pebisnis Fashion
Biografi Muhadi – Mantan Kondektur yang Memiliki Perusahaan Bus Dedy Jaya
Biografi Fauzi Saleh – Mantan Satpam Yang Menjadi Pengusaha Properti Sukses
Biografi Soedono Salim | Liem Sioe Liong | Om Liem – Taipan No 1 Indonesia
Biografi Erick Thohir – Pengusaha Indonesia | Presiden Klub Inter Milan
Biografi Fusajiro Yamauchi – Pendiri Nintendo, Permainan multimedia Modern

Biografi Sisilia Mbimbus – Pahlawan Air Bersih Dari NTT


Sisilia Mbimbus, Seorang ibu rumah tangga berhasil memberdayakan warga desanya berkat air bersih. Ia juga menjadi sebab menurunnya jumlah anak putus sekolah di desanya. Ia berani mendobrak tradisi yang ada yaitu wanita tak boleh ikut campur dalam urusan dusun, namun Sisilia berhasil membuktikan bahwa peran wanita tidak hanya di rumah namun di masyarakat juga bisa berperan penting. Berikut ini Biografi Sisilia Mbimbus.

“Saya takut sekali saat itu, Saya bisa dikutuk leluhur!” Kata Sisilia Mbimbus 43 tahun. Sebenarnya apa yang telah dilakukan wanita dusun itu sehingga takut membuat leluhurnya murka? Sisilia dinilai berdosa melanggar adat istiadat kalau berani-berani menjadi ketua Organisasi Pengelola Air Minum (OPA).


Maklum, adat istiadat dusun Pasat, desa Pong Majok, Kecamatan Lembor, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, tempat tinggal Sisilia, melarang kaum wanita mengurus dusun. Segala sesuatunya termasuk jabatan  ketua OPA, biasanya diemban kaum lelaki. Itupun tidak sembarang lelaki, kalau bukan seorang kepala suku, haruslah seorang kepala pemerintahan minimal ketua RW.

Awalnya Sisilia segera menolak jabatan itu. Tetapi tenyata jutru para tetua dusun sendiri yang mendesaknya. Karena menyangkut kasus istimewa maka diadakanlah upacara adat, “Ini upacara adat untuk permisi pada leluhur agar tidak dikutuk,” kata Sisilia.

Tak pelak lagi, Sisilia memang warga istimewa bagi dusun Pasat. Ia menjadi motor penggerak bagi pemberdayaan warga desa. Betapa tidak, Dususn Pasat boleh dibilang kurang beruntung bila dibandingkan dengan desa sekitarnya. Kondisi tanahnya kering kerontang. Warga Pasat harus berjalan beberapa kilometer untuk mandi, mencuci atau untuk urusan kakus.Untuk pertanian warga desa hanya mengandalkan perkebunan jagung.

Padahal desa-desa lainnya di kecamatan Lembor terkenal sebagai lumbung padi untuk kawasan Manggarai Barat. Kemiskinan pun menyergap Dususn Pasat. Warganya lebih banyak menjadi buruh tani di desa tetangga. Tak hanya miskin dusun Pasat juga sering terkena wabah penyakit karena lingkungan yang tak bersih.

Berjuang Mendapat Air Bersih

Kondisi inilah yang membuat Sisilia sangat prihatin. Tetapi apa yang dapat dilakukann seorang ibu rumah tangga yang hanya sempat mengecap pendidikan kelas dua SD? Sisislia ternyata memulai perjuangannya dari hal yang tampak sepele yaitu menyediakan air bersih bagi warga Pasat.

Setelah meminta bantuan dari sana sini, Sisislia akhirnya mendapat bantuan dari LSM dimana setahun kemudian LSM tersebut bersama warga Pasat membangun instalasi air bersih yang mata airnya bersala dari desa tetangga. Pipa airnya mencapai 4km.

Warga Pasat sendiri menghimpun dana hingga 4 juta ketika itu, untuk membeli air dari desa tetangga. “Ibu Sisilia termasuk berhasil dalam memimpin warga desabdalam membangun dan memelihara instalasi pengelolaan air bersih,” kata kepala suku setempat.

Begitu air bersih mengalir, kehidupan warga pun perlahan mulai membaik. Yang menggembirakan anak-anak semakin rajin ke sekolah. Jumlah anak yang putus sekolah menurun drastis. “Sejak adanya pengelolaan air bersih, angka drop out sekolah semakin berkurang,” tutur Sisilia.

Ternyata sebelumnya banyak anak yang berjuang mandi dan akhirnya tak kebagian air sehingga tak bisa pergi ke sekolah. Betapa tidak, mereka harus berjuang berjalan 2 km untuk mendapat air bersih sebelum ini. Waktu dan tenaga banyak tersita yang akhirnya mereka malas pergi ke sekolah.

“Sekarang setiap pagi saya memukul gong agar anak segera mandi dan pergi ke sekolah. Sudah banyak anak Pasat yang juga melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi,” kata Sisilia. Ia juga mengadakan gerakan bersih lingkungan.

Selama ini warga Pasat tak punya jamban keluarga karena tak ada air.Jika punya hajat, mereka mmebuangnya di alam bebas. Kini setelah air bersih mengalir, 65 kepala keluarga diwajibkan membuat jamban.

Program lainnya, Sisislia juga mendorong warga bergotong royong membangun dan memperbaiki rumah warga yang jauh dari syarat kesehatan. “Kebanyakan pria Pasat adalah tukang batu dan tukang kayu. Mereka biasanya membangun rumah orang lain untuk upah. Jadi mereka bergotong royong membangun rumah masing-masing yang layak huni dan sehat,” katanya.

Menuju Swasembada

Selain untuk bersih-bersih, Sisislia juga mengarahkan warga untuk bercocok tanam. “Daripada tiap tahun para warga menjadi buruh panen di desa tetangga, lebih baik mandiri, bisa beli beras dan belanja sendiri. Inikan lebih terhormat,” Sisilia menambahkan. Kini banyak hasil sayuran terutama kacang panjang di Ruteng dan Labuhan Bajo di kabupaten yang berasal dari Pasat.

Untuk menjaga kesinambungan jaringan air besih itu. Sisislia meminta warganya beriuran 2000 per keluarga. Iuran ini langsung dipegang oleh bendahara OPA yang diawasi langsung oleh ketua suku. Setiap bulan selalu di cek jumlah pengeluaran dan saldonya. “Dana itu utamanya untuk biaya pemeliharaan jaringan pipa air bersih. Selain itu juga dapat dipinjamkan kepada anggota untuk membeli benang atau kain tenun. Hasilnya dijual kepasar,” kata Sisislia.


Karena berbagai prestasi itulah, Sisislia terpilih kembali menjadi ketua OPA untuk tahun ini. Sisilia adalah pahlawan yang telah menyelamatkan dusun Pasat dari keterpurukan.

Baca Juga Biografi Berikut :
Biografi Elang Gumilang – Kontraktor Perumahan Khusus Orang Miskin
Biografi Wahyu Aditya – Menjadi Pengusaha Muda dari Hobi Menggambar
Biografi Firmansyah Budi Prasetyo – Pemilik Tella Krezz, Menuai Rupiah Dengan Menaikkan Gengsi Singkong
Biografi Hendy Setiono – Pemilik dan Pendiri Kebab Turki, Hobi Makan Sumber Penghasil Rupiah
Biografi Henky Eko Sriyantono – Pemilik Bakso Cak Eko, Sukses Setelah 10 Kali Bangkrut
Biografi Denni Delyandri – Pemilik Kek Pisang Villa, Oleh-Oleh Khas Batam
Biografi Syammahfuz Chazali – Menyulap Kotoran Sapi Jadi Emas
Biografi Saptuarai Sugiharto – Pemilik Kedai Digital, Sukses Dengan Rumus ATM Dan PISS
Biografi Jerry Aurum – Fotografer Profesional yang Sukses Merubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan
Biografi Sinta – Melawan Kemiskinan Dengan Keripik Pisang

Biografi Syammahfuz Chazali – Menyulap Kotoran Sapi Jadi Emas

Syammahfuz Chazali
Ayo coba tebak!! ! Apa beda kotoran sapi dan emas?
Kotoran sapi di jijik-i manusia sedang emas di sayang-sayang manusia.
Tapi jika kotoran sapi itu bisa menjadikan yang bergelimang emas, apakah juga masih di-jijik-i?
Hahhh!!! Gimana caranya, apa pake tongkat ajaib lalu disulap. (mentang-mentang warna kotoran sapi sama-sama kuningnya dengan emas he he he).

Tapi bener. Ini telah dibuktikan oleh Syammahfuz Chazali. Ia adalah sang pesulap itu. Ditangannya, kuningnya kotoran sapi bisa sama berharganya dengan kuningnya emas. Berikut ini kisah sukses dan Biografi Syammahfuz Chazali.

Biografi

Kotoran itu sumber rupiah. Mungkin itulah yang berada di benak Syammahfuz Chazali atau akrab di sapa Syam ini. Tentu saja bukanlah bentuknya yang indah atau aromanya yang wangi. Dimana-mana namanya kotoran ya... berbau gak enak dan menjijikkan. Kotoran adalah limbah yang mengganggu lingkungan.
Fakta inilah yang menggelitik Syam. Ia mengolah dan mengangkat harkat kotoran sapi atau tlethong (bahasa Jawa) menjadi bernilai ekonomis. Syam kemudian bereksperimen dan berhasil mmebuktikan bahwa tlethong bisa memberi manfaat baru bagi perkembangan industri gerabah dan keramik di Indonesia. Hasil riset Syam mengagumkan. Sebagai bahan campuran, tlethong bisa mmebuat gerabah lebih kuat, warna cemerlang dan beratnya bisa lebih ringan hingga dua kilogram.

Gagasan Awal

Syam memperoleh ide ini awalnya adalah saat merenung ketika buang hajat. Tiba-tiba saja terbesit di benaknya untuk menjadikan ampas perut itu sebagai campuran pembuatan keramik. Pria kelahiran Medan 5 November 1984 ini teringat kenyataan bahwa tanah yang kering dan tandus bisa menjadi bagus jika dicampur dengan kotoran sapi.

‘Renungan kloset’ itu terus menggugah rasa ingin tahunya sehingga ia terus mencari referensi tentang per-tlethong-an melalui buku-buku, teman-temannya ataupun internet. Dari penelitian sederhana yang ia buat, selain bertekstur lembut dan berserat, kotoran sapi juga mengandung Silikat (semacam bahan perekat) hingga hampir 10%. Dari sisnilah Syam mengemukakan gagasannya untuk menjadikan tlethong sapi sebagai bahan campuran pembuatan gerabah.

Sebulan setelah riset pribadinya, Syam kemudian menggandeng teman kuliahnya sejumlah empat orang untuk meneliti lebih lanjut tentang tlethong. Syam menamai tim kecilnya ini dengan FAERUMNESIA. Nama ini berasal dari istilah peternakan yang berarti kotoran dari lambung sapi. Maklumlah Syam adalah mahasiswa Sossial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian UGM, sehingga tertarik dengan hal ini.

Secara bisnis, tim yang selanjutnya berkembang menjadi kelompok bisnis ini melihat kotoran sapi belum sepenuhnya dimanfaatkan dengan baik. Padahal menurut perkiraan mereka, dalam setahun peternakan di Indonesia bisa menghasilkan kotoran sapi sekitar 6 juta ton dan hampir semuanya terbuang sia-sia.

Ditolak Karena Judul Jorok

Karena ingin mengikuti pekan kreativitas mahasiswa, tim ini ngebut menyelesaikan proposal penelitiannya. Namun sayang, proposalnya ditolak dewan juri karena judulnya jorok. Dengan lugunya mereka membuat judul Kotoran Sapi, ya jelas saja ditolak he he he.

Dari situ mereka belajar pentingnya pencitraan. Tanpa putus asa mereka kemudian memperbaiki proposalnya dan mengikutkan di lomba yang lain. Hasilnyapun tak mengecewakan, mereka berhasil meraih juara dan proposalnya disetujui oleh DUE-Like Batch IV UGM dan mereka mendapat kucuran dana sebesar 3,5 juta untuk dana eksperimen lebih lanjut.

Betapa girangnya Syam dan kawan-kawan. Akhirnya hasil penelitiannya mendapat apresiasi. Dengan dibantu oleh pengrajin gerabah setempat yaitu Purwanto, mereka melakukan uji coba untuk menentukan komposisi yang pas antara kotoran sapi dan tanah liat agar hasilnya optimal. Tentu saja tlethong tersebut sebelumnya sudah dicampur dengan bioactivator agar tidak gatal dan hilang bau busuknya. Dengan bioactivator tersebut, tlethong berubah menkadi humat yang memerlukan waktu satu bulan.

Hasilnya cukup mengejutkan. Bahn baku yang terdiri dari tanah liat kuning dan tlethong yang dibuat gerabah menjadikan bobot gerabahnya lebih ringan 2 kilo jika dibandingkan dengan menggunakan campuran tanah liat dan pasir. Selain itu gerabah juga warnanya lebih cerah dan tidak mudah pecah saat di bakar hingga 90 derajat celcius. Selain itu pengerukan tanah liat juga bisa dikurangi. Jika tanah liat terus menerus dikeruk maka dikhawatirkan akan merusak lapisan subur tanah.

Peluang Bisnis Terbuka

Tim Ferumnesia patut berbangga hati. Pasalnya, mereka tak harus menunggu lulus kuliah untuk bisa mmeperoleh uang. Beberapa tawaran bisnis pun muncul baik dalam negeri ataupun luar negeri. Di dalam negeri seperti adanya pemesanan 1000 dekomposter rumah tangga dari Universitas Tri Sakti. Dan yang dari luar negeri seperti pesanan humat dari Brunei Darussalam sebesar 60 ton per hari guna membuat bahan baku bangunan seperti batako.

Karya Syam dan kawan-kawan memberi dua manfaat besar bagi masyarakat. Pertama masalah limbah teratasi dan kedua meningkatkan kualitas gerabah. Syam mematok harga 1000 rupiah per kilogram untuk humat bahan baku gerabah. Harga ini jauh lebih murah jika dibanding harga tanah liat bercampur pasir.

Syam juga mengembangkan bisnis ini untuk membuat genteng dan batako yang lebih kuat. Dari sinilah bisnis Syam dan tim Ferumnesia terus berkembang. Pundi-oundi emas pun berhasil mereka cetak dari kotoran sapi yang menjadi bahan baku gerabah. Tentu saja setelah gerabah hasil produksinya itu dijual dan di-uang-kan setelah itu dirupakan emas batangan. Bukan mencetak emas dari kotoran sapi he he he.

Yang perlu digaris bawahi, gerabah yang dihasilkan tidak boleh gerabah yang digunakan untuk menaruh makanan seperti membuat piring, gelas, kendi, dan lain-lain karena bahan dasarnya yang dari kotoran sapi. Takutnya akan menjadikan tak higienis. Gerabah yang bisa dibuat dari kotoran sapi seperti genting, batako, dekomposter dan yang non makanan pokoknya.

Syam juga mematenkan hasil temuannya ini namun ia mempersilahkan pihak lain yang mau memanfaatkan temuan ilmiahnya ini asal minta izin terlebih dahulu agar tak menjadi masalah dikemudian hari.
Dari kisah sukses Syam diatas, penulis bisa menarik kesimpulan bahwa tak ada yang sia-sia di dunia ini. Bahkan kotoran pun masih bisa dimanfaatkan jika mau mempelajari cara dan menemukan ilmunya. So...jangan anggap rendah lagi tlethong ya...

Syam...Syam...Bisa Aja....

Biodata
Nama : Syammahfuz Chazali
TTL : Medan, 5 November 1984
Pendidikan : S1 Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, UGM
Nama Usaha : PT. Faerumnesia

Menginspirasi bukan biografinya, Yuk dibaca biografi yang tak kalah menarik berikut ini :
Biografi Saptuarai Sugiharto – Pemilik Kedai Digital, Sukses Dengan Rumus ATM Dan PISS
Biografi Jerry Aurum – Fotografer Profesional yang Sukses Merubah Keterbatasan Menjadi Kekuatan
Biografi Sinta – Melawan Kemiskinan Dengan Keripik Pisang
Biografi Nur Annisa Rahmawati – Pemilik Butik Online Annisa, Menembus Dunia Dengan Internet
Biografi Yohan Tirtawijaya – Konsultan Arsitektur Sukses Indonesia
Biografi Yoris Sebastian Nisiho – Pendiri OMG Creative Consulting, Mereguk Kesuksesan Dari Kreativitas
Biografi Salman Azis Alsyafdi – Pendiri Warnet Gue, Mulai Usaha Tanpa Uang
Biografi Asri Tadda – Blogger Kaya Raya Dari Indonesia
Biografi Andi Sufariyanto – Pendiri Konglomerasi Adila Group, Berbisnis Untuk Pensiun Muda
Biografi Bayu Reksa Nugraha – Pemilik Banana Crispy, Berdagang Sejak SD

Biografi Mohammad Baedowy – Pemulung Kaya Raya

Mohammad Baedowy
Jika orang menganggap sampah sebagai barang yang menjijikkan, bagi Baedowi justru sebaliknya, sampah adalah harta karun. Dengan sampah kini ia bergelimang rupiah. Meski harus hengkang sebagai auditor di sebuah bank asing dan menjadi ‘pemulung’. Usaha yang dirintisnya sukses, sebagai juragan sampah yang mampu mengeksppor 2 kontainer biji sampah plastik ke China setiap minggu dengan omset menggiurkan.

Setiap kesuksessan itu memang perlu diperjuangkan. Kerja keras dan peras keringat Baedowy selama bertahun-tahun membuktikan itu. Berawal ditahun 2000 saat ia membidik peluang bisnis sampah plastik. Meski ia mantan seorang pekerja kantoran yang setiap hari berdasi, Baedowy sama sekali tak merasa risih harus bercengkrama dengan tumpukan sampah. Bahkan iapun tak ragu berkeliling  berburu sampah ke setiap wilayah siang dan malam.


Namun daya juang Baedowy cukup kokoh. Ia seorang pejuang tangguh dan pantang menyerah. Ia nekad berbisnis dengan modal awal sekitar 50 juta yang dipakai untuk beli mesin, sewa lahan dan membuat bangunan sederhana. Di tahun kedua akhirnya dewi fortuna pun menyapa, bisnis yang ditekuninya semakin berkembang. Kini bijih sampah hasil olahannya diekspor ke China. “Satu kali ekspor bisa mencapai 20 ton. Setiap satu minggu bisa satu sampai dua kontaineran. Mengenai keuntungan ya kira-kira 500 rupiah per kilogram, “ ujar pria berusia 37 tahun ini. Dalam sehari mesin buatannya mampu menggiling hingga 3 ton bahan baku sampah plastik meski rata-rata hanya satu ton saja per harinya.

Ujian Bisnis
Baedowy Berburu Sampah

Kesuksesan yang direguknya tentu tidaklah instan. Di tahun pertama, ia harus menemui beberapa kendala yang hampir saja membuatnya pesimis. “Kendala pasti adalah, bagi saya setidaknya ada dua hal teknis dan non teknis. Non teknis berupa ujian mental. Bisa dibayangkan, saya ini seorang sarjana, mantan pegawai bank yang sellau berdasi, tiba-tiba harus jadi pemulung tukang sampah, rasa-rasanya setiap orang pun akan malu tak terkecuali orang tua saya. Soal teknisberupa mesin yang selau ngadat. Hampir di satu tahun pertama saya disibukkan dengan membetulkan kondisi mesin agar bisa tampil prima, “ kilahnya.

Bahkan yang lebih tragis, sebelum itu, ia harus rela hengkang dari rumah kontrakannya karena tak kuat membayar uang sewaan. “Itu adalah masa yang paling menyedihkan dalam kehidupan saya. Saat itu, saya harus menitipkann istri dan anak-anak saya ke rumah orang tua saya. Sepertinya, peristiwa itu akan sellau teringat dalam benak saya,” kilahnya setengah mengeluh.

Tapi itu adalah dulu, sebelum ia menemukan sampah sebagai lumbung rejekinya. Baginya, semua itu dijadikan sebagai bahan pelajarann untuk beranjak menjadi lebih baik. Faktanya dengan kerja keras dan restu orang tua, meski dari sampah namun ia bisa menyedot rupiah. “Satu hal yang penting bagi saya, restu orang tua, itulah yang mendongkrak saya hingga berhasil,” aku ayah tiga anak ini.

Pemulung dan Mitra

Setelah 10 tahun berlalu, kini bisnis Baedowy semakin bergairah. Untuk bahan baku ia berdayakan lebih dari seratus pemulung. Bukan hanya itu, iapun sudah menggalang kerja sama dengann lebih dari 80 mitra kerja yang terhampar dari Aceh hingga Papua. “Saya bangga bisa memberdayakan para pemulung dan ibu-ibu disekitar pabrik pengolahan sampah. Selain itu, karena saya sudah menggalang dengan lebih dari 80 mitra di seluruh Indonesia, secara otomatis masyarakat disekitarnya pun turut diberdayakan. Di setiap satu pabrik bisa mempekerjakan lebih dari 60 orang,” imbuh pria lulusan Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Merdeka Malang ini.

Untuk mitra kerja , tak segan ia memberikan pelatihan dari nol hingga menjadi piawai yang diadakan di seluruh kota. “Setiap mitra yang membeli mesin dari saya, saya berikan training hingga bisa, bahkan sampah hasil olahannyapun saya siap beli,” ungkap pemilik CV Majestic Buana Group yang bermarkas di jalan raya Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi ini. Selain memberdayakan para pemulung, yang patut ditiru adalah ia tak pernah lupa sedekah. Secara rutin, Baedowy pun sering mengadakan acara tasyakuran dan sedekah pada anak-anak yatim piatu.


Kini selain berbisnis peraih beragam penghargaan seperti Dji Sam Soe Award, Kalpataru dan lainnya ini disibukkan dengan mengajar dan memberikan kuliah umum di beberapa universitas di tanah air. “Sampah adalah masalah besar bangsa kita. Tapi kalau diolah secara baik dan tepat dengan teknologi tepat pula, sampah pun bisa menjadi rupiah. Saya berobsesi untuk menyebar luaskan pengetahuan saya ini kepada seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Wahhh Semakin Termotivasi Ya Membaca Artikel Diatas, Yukkk Baca Juga Biografi Berikut Ini:
Biografi Rifa Ariani – Pendiri Sekolah Elit Global Mandiri
Biografi Jimmy Iskandar – Fotografer Profesional Potret 5 Presiden
Biografi Hisyam Said Bawahab – Pedagang Es Jadi Milyuner
Biografi Yoshida Goro – Pencipta Canon Kamera Tercanggih di Dunia
Biografi Zacharias Janssen – Penemu Mikroskop Optik Pertama
Biografi Nadhifah Jufri – Pendiri ALIB Moslem Store
Biografi Hj. Sias Mawarni – Pemilik Ragusa Es Italia, Membuka 22 Cabang Tanpa Modal Pinjaman.
Biografi Roihatul Jannah – Penemu Helmiat Bonceng Bocah
Biografi Martini – Buruh Bangunan Menjadi Eksportir Sukses
Biografi Ligwina Poerwo Hananto – Tak Betah Menganggur, Ingin Lebih Bermanfaat, Mendirikan Quantum Magna Financial