Biografi Pengusaha Sukses Sukamdani Sahid Gitosardjono Pendiri Hotel Terbesar di Indonesia

Biografi Pengusaha Sukses -  Pemilik nama lengkap Sukamdani Sahid Gitosardjono ini merupakan pendiri dari Hotel terkemuka di Indonesia. Memang untuk namanya sendiri kurang begitu dikenal, namun Hotel Sahid miliknya merupakan hotel uang sangat familiar di telinga masyarakat. Hotel Sahid merupakan salah satu hotel terbesar di Indonesia.

Sukamdani Sahid Gitosardjono merupakan seseorang dibalik berdirinya Hotel Sahid. Pria asli pribumi ini meraih kesuksesan melalui perjuangan yang keras tanpa kenal lelah. Pria asli pribumi ini lahir di Solo Jawa Tengah pada tanggal 14 Maret 1980. Pria yang kini berusia 35 tahun ini merupakan anak dari pasangan Sahid Joko Sentono dan Sadina. Semasa kecil Sahid menghabiskan waktunya di Sukoharjo Solo Jawa Tengah.

Kedua orang tuanya yang memiliki jiwa wiraswasta akhirnya turun kepada Sahid. Ayahnya yang memiliki usaha jahitan dan ibunya yang memiliki toko kecil kecilan mengenalkan Sahid pada dunia bisnis. Kecintaannya pada dunia bisnis sudah terlihat semenjak Sahid kecil. Semasa kecil Ia mulai membantu menjual bahan bahan dagangan di toko ibunya. Sifat Sukamdani yang tidak boros membuatnya lebih suka menabung uang hasil jerih payahnya ketimbang menghabiskannya untuk membeli jajan.

Hasil dari tabungannya digunakan Sukamdani untuk membeli ayam. Ayam tersebut kemudian mulai diternakkan Sahid. Setekah ayam terkumpul dan jumlahnya cukup banyak kemudian Ia menjualnya. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli kambing, kambing dengan jumlah banyak kemudian di jual dan dibelikan sapi. Seperti itulah langkah yang dilakukan Sahid hingga akhirnya Ia mulai belajar berinvestasi.

Sebelum membuka bisnis perhotelan Sahid membuka bisnis percetakan di Jakarta. Ketika itu Sahid bertemu dengan Juliah anak dari Mangkunegaran yang akhirnya menjadi isterinya pada 27 Mei 1953. Dibantu dengan sang isteri Sahid mulai menggerakkan bisnis percetakannya. Sahid mengawali semuanya didampingi isterinya, mulai dari membeli bahan baku hingga antar jemput pesanan dari konsumen.

Gayanya yang supel membuat Sahid mampu mengelola jaringan bisnis yang baik. Imbasnya yang terlihat adalah bisnis percetakannya yang semakin ramai. Dengan banyaknya orderan pada percetakan, Sahid mampu mengumpulkan modal untuk membuka bisnis percetakan.

Memiliki bisnis percetakan yang sudah mampu berjalan secara autopilot tidak membuat Sahid berpuas diri. Ia kemudian mendirikan Akademi Grafika dan Sekolah Tinggi Grafika pada tahun 1965. Setelah membuka bisnis tersebut Sahid melebarkan sayapnya dengan mendirikan Hotel yang diberi nama Hotel Sahid.

Menggunakan modal awal dari hasil bisnis percetakannya, Sahid membangun hotel dengan kerja keras. Bertahun tahun bisnis hotelnya semakin berkembang pesat dan memiliki banyak cabang. Hingga saat ini Sahid telah memiliki lebih 14 cabang diseluruh Indonesia. Sahid memegang teguh kejujuran dan kedisiplin untuk menjadi kunci keberhasilannya dalam menggerakkan seluruh bisnisnya.

Baca juga : Biografi Hary Tanoesoedibjo Pemilik MNC Group

Biodata Sukamdani Sahid Gitosardjono

Biografi Pengusaha Sukses Sukamdani Sahid Gitosardjono
Nama Lengkap : Sukamdani Sahid Gitosardjono
Profesi : Pengusaha
Agama : Islam
Tempat Lahir : Solo, Jawa Tengah
Tanggal Lahir :14 Maret 1928
Anak :
Dra KR Ay Hj Sarwo Budi Wiyanti,
Hj Exacty Budiarsi MBA,
KRT H Nugroho Budisatrio MBA BET
KRT Ir H Hariyadi Budisantoso MM,
Hj Sri Bimastuti Handayani
Warga Negara : Indonesia

Pendidikan
  • Volkschool di Sukoharjo, 1935-1941
  • Ko Gakko (sekolah rakyat), tamat 1945
  • Ambachtschool (sekolah teknik negeri) di Sukoharjo, 1945
  • SMP Arjuna, Solo, 1945
  • HIS Kasatrian, 1945
  • Akademi Perniagaan Indonesia (API) Jakarta, 1955
  • Gelar Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Ekonomi dan Sosial, Pendidikan dan Ekonomi dari European University, Antwerpen, Belgia, 12 November 1986
  • Gelar Profesor Guru Besar dalam Ilmu Ekonomi dari Luohe University, Henan, Republik Rakyat China, Tahun 1997
  • Gelar Profesor Kehormatan dari Peking University, Beijing, Republik Rakyat China, 14 November 2001.
Karier
  • Pegawai negeri pada Pamong Praja Sukoharjo dan Kementerian Dalam Negeri di Jakarta, 1945-1953.
  • Anggota Staf Pemerintah Militer Kabupaten Sukoharjo, KDM/BODM Sukoharjo, Divisi III, Diponegoro, 1945-1950.
  • Menjadi pengusaha di berbagai bidang, 1952-sekarang
  • Pengusaha/presiden direktur/presiden komisaris/pemilik perusahaan-perusahaan dalam Sahid Group, 1953-sekarang.
  • Pendiri/pemilik/pengurus berbagai yayasan yang bergerak di bidang pendidikan, kesejahteraan dan sosial, kebudayaan/spiritual, 1965-sekarang.
Jabatan kenegaraan
  • Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), 1987-1999.
  • Wakil Ketua Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri pada Dewan Pertimbangan Agung (DPA), 1993-1998.
Penghargaan
  • Bintang Mahaputra Utama, 1993
  • Bintang Gerilya, 1990
  • Satyalancana Pembangunan untuk keberhasilan membina dan mengembangkan koperasi/koperasi unit desa dan pengusaha kecil, 1996
  • Satyalancana Kebaktian Sosial, 1996
  • Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan I, 1959
  • Satyalancana Peristiwa Perang Kemerdekaan II, 1959
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer I, 1959
  • Satyalancana Gerakan Operasi Militer VI, 1959
  • Surat Tanda Jasa Pahlawan dalam Perjuangan Gerilya Membela Kemerdekaan Negara Republik Indonesia, 1959
  • Satyalancana Penegak, 1971
  • Bintang Legiun Veteran Republik Indonesia, 1992
  • Piagam Sebutan Pewaris Kehormatan Miniatur Indonesia "Indonesia Indah" Warana Bhakti dan Krida Bhakti, 1975
  • Penghargaan Anugerah Wisata Indonesia dari Menteri Pariwisata, Pos dan Telekomunikasi, 1988
  • Piagam Bhakti Koperasi dan Pengusaha Kecil dari Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil, 1995
  • Penghargaan Investasi Wreksa Parahita dari Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua BKPM, 1995
  • Piagam Penghargaan Upakarti atas pengabdian membina dan mengembangkan industri kecil dan kerajinan, 1996
  • Penghargaan Tertinggi Musyawarah Nasional Kadin Indonesia Tahun 1988
  • Penghargaan Peniti Emas Peringatan HUT ke-25 Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), 1997
  • Anugerah Karya Bhakti Utama Wisata dari Perhimpunan HOTEL dan Restoran (PHRI), 1997
  • Piagam dan Bintang Budaya dari Pusat Lembaga Kebudayaan Jawi Surakarta, 1996
  • Piagam Penghargaan dan Mendali Perjuangan Angkatan 45, 1995
  • Piagam Penghargaan dan Mendali Kamar Dagang dan Industri Tingkat I Jakarta, 1997
  • The Order Of The Rising Sun, GOLD and Silver Star dari Pemerintah Jepang, 1993
  • People's Friendship Ambassador (Duta Persahabatan Rakyat) dari The Chinese People's Association for Friendship with Foregn Contries Republik Rakyat China, 1994
  • Syariah Award dari PT Bank Muamalat, Majelis Ulama Indonesia dan Bank Indonesia, 2003.
  • Piagam Gelar Kehormatan Pangkat/Sesebutan Kanjeng Raden Haryo (KRH), dari SIJ Mangkunagoro VIII, 1987.
  • Piagam Gelar Kehormatan Pangkat/Sesebutan Kanjeng Pangeran (KP), dari SISKS Pakoe Boewono XII, Keraton Surakarta Hadiningrat, 16 September 2001.
Demikian biografi pengusaha sukses pendiri hotel sahid. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mempelajari dari kisah perjalanan yang sukses mengembangankan Hotel.

Investor Mica Tan Memulai Sejak Umur 13 Tahun

Profil Pengusaha Maria Francesca Tan 



Memulai bermimpi merupakan hal terbaik. Hingga dia menemukan ada kesalahan dalam mimpinya. Ia pun memilih mundur meraih mimpi lain. Maria Francesca "Mica Tan" berharap dirinya kelak akan menjadi dokter. Masih berusia 6 tahun sebuah kewajaran untuk anak sekecil itu. Sampai dia melihat sisi lain, itu tidak seindah terlihat.

Dia mengingat bagaimana setiap hari dia bertanya ke ayah. Berapa uang dihasilkan ayah saat pulang bekerja. "Suatu hari, dia bercanda berkata dia menghasilkan nol," kenang gadis kecil Mica. Kenapa pertanyaan itu terlontar ternyata ada sebab. Dia sudah kadung ingin menghasilkan uang sendiri.
Menjadi dokter bukanlah solusi. Bukan juga menjadi aktor seperti kebanyakan mimpi anak- anak. Hingga ia berumur 13 tahun, masih masa pencarian bagaimana menghasilkan banyak uang. Ia terobsesi menghasilkan uang sendiri, apalagi semenjak membaca buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki.

Sejak berumur 13 tahun, percaya atau tidak, Mika sudah belajar tentang saham waktu itu. Bahkan dia sudah aktif trader sejak umur segitu.

"Saya adalah tipikal anak usia 13 tahun di sekolah saya berseragam dan ransel ketika saya memutuskan untuk pergi ke Bursa Efek Filipina sehingga saya bisa mencari pelatihan dan seminar tapi sayangnya itu hanya tersedia untuk lulusan sekolah," kata Mika.

Tidak mau mundur dia belajar sendiri. Dia sudah tidak mau bermimpi menjadi dokter lagi. Untungnya, suatu ketika seorang wanita asal Regina Capital, firma broker, yang menganggap dia serius dan mau mengajarinya. Itu merupakan titik balik terbesar dalam hidupnya.

Akses trading


Berkat mentornya itulah dia mendapatkan akses ke pasar saham. Mica terus belajar sampai umur 18 tahun. Ia terus belajar bahkan lewat berbagai buku tentang trading. Wanita itu bernama Mrs. Martia Limlingan yang menyabut dan duduk disebelahnya. "...dan selanjutnya itulah disaat saya mulai diajari tentang pasar saham."

Tokoh inspirasi seorang Mica Tan adalah Donald Trump. Dia bahkan mengikuti jejak sang idola lewat kuliah di Fordham University, New York. Sukses membawa dia masuk ke tempat kuliah bergengsi itu. Namun, dia mulai mengalami kegalauan, perasaan aneh menghinggapi benaknya.

"Jika saya mau menjadi miliarder, saya harus menyukai belajar lewat miliarder asal Filipina," tandasnya. Ia akhirnya memutuskan tidak melanjutkan kuliah. Tetapi sebelum membatalkan keberangkatan ke New York, Mica menyempatkan diri berbisnis dagang.

"Dua bulan sebelum berangkat ke New York saya memutuskan membiarkannya pergi dan memulai bisnis distribusi, " kata pengusaha muda ini.

Baginya berbisnis langsung berarti kampus dunia nyata. Kehidupan nanti akan menjadi universitas, menjadi satu sekolahnya. Lulus sekolah dia langsung berbisnis menjadi distributor independen perusahaan minuman. Ia juga mulai belajar investasi malaikat menggabungkan pemilik modal dan pemilik usaha.

Masa itulah dia mulai berpikir memanggil teman, guru, dan pemilik industri. Meyakinkan mereka agar mau mendirikan satu perusahaan MFT Group of Companies di 2014. Ia sangat menghargai mereka para top eksekutif perusahaan. Pasalnya, mereka yang meyakinkan uang mereka kepada gadis berusia 20 tahun.

Investasi hybrid


Dasar investasi MFT Group ialah investasi hybrid. Mereka menarget perusahaan yang sudah berjalan lebih dari tiga tahun dan stagnan. Banyak alasan meliputi bisnis mereka yang berhenti berkembang. Maka itulah ia akan hadir bukan menyasar perusahaan startup baru lahir.

Dibanding investasi malaikat lain, usaha dijalankan oleh Mica tergolong beresiko tinggi. Tetapi dia menyebut bukan sekedar uang, keinginan membantu pengusaha lain tumbuh merupakan panggilan. Untuk itulah dia juga mengajar tempat belajarnya dulu Regina Online Investing, bersama membantu perusahaan bermasalah.

Terdengar anek kisah Mica Tan memang berbeda. Menurut penulisa sosok Mica mampu menjadi contoh buat kamu mendidik anak. Ia juga meyakinkan bahwa seorang entrepreneur harus siap mengambil resiko. Itu termasuk ketika dia memilih lari ke pasar saham, menolak pendidikan bergengsi, malah memilih berjualan saja.

"Melakukan hal- hal saya takuti untuk lakukan. Cari niche anda sendiri dan menjadi lebih baik. Kelilingi diri anda dengan orang- orang yang lebih baik daripada anda karena anda akan belajar banyak dari mereka."

Kenapa harus membantu bisnis kecil. Mica memiliki jawaban unik: Kita bisa berbicara tentang menubuhkan bisnis, membuat uang bekerja untuk kita, tetapi itu akan menjadi lebih dari sekedar itu. Istilahnya kalau sudah menjadi entrepreneur penuh passion tujuan kita adalah membuat sebuah bisnis bekerja.

Dia hanya membantu orang yang terjatuh. Kita akan membantu mereka yang membutuhkan asisten. Menjadi bekal bagi mereka naik keatas. Mica senang melihat bisnis kembali berjalan dan menghasilkan uang bukan sekedar soal keuntungan.

Sebagai inspirasi dia membeberkan jadwal detailnya. Dia bangun sangat pagi mengkondisikan diri. Berjalan ke kantor, ia akan berbicara dengan patner bisnis meski melalui telephon. Sesampai duduk di kantor, maka dia akan mengecek laporan keuangan, legal, dan aktif ke bagian marketing.

"Saya memiliki pertemuan sarapan, makan siang, dan makan malam setiap hari - saya pastikan untuk tidak pernah makan sendirian, " katanya

Hari- hari Mica mengenai berbicara dan menangani banyak orang, pekerja pabrik, pemilik bisnis dan klien, investor potensial, serta pemilik bisnis. Meski melelahkan tetapi dia menemukan energi. Dia menginginkan mendukung bisnis di Filipina. Tujuan utama Mica mendorong entrepreneur muda membangun negara Filipina.

CEO Citibank Fokus Menjadi Bankir Sejak Muda

Profil Pengusaha Batara Sianturi


 
Mencari bangkir terbaik di tahun 2015, maka layak disandang Batara Sianturi. Yang melejit berkat dipilihnya Indonesia Best Brand 2015 Majalah SWA. Bahkan judul artikelnya bagus, "Sang Meteor yang Terus Melesat". Ia mengakui sejak muda sudah memilih bankir. Berbagai jenjang pendidikan terbaik dilaluinya.

Setelah SMP dan SMA di Kanisius, yang tergolong sekolah terbaik, maka pilihan Batara melanjutkan ke Amerika. Sejak muda sudah memiliki tujuan spesifik. Di Amerika, Batara mendapatkan tiga gelar ilmu pasti yakni Sarjana Teknik Kimia dan Polimer / Makromolekul Science dari Case Western Reserve University.

Dilanjut mendapatkan gelar Teknik Kimia dari Steven Institute of Technology. Soal keuangan diambilnya di St. John's University mengambil gelar bidang keuangan. Pemilihan tempat kerja dipilihkan perusahaan yang dianggapnya terbaik Citibank. Reputasi Citibank baik serta mampu mendukung karir Batara secara pasti.

Angka 26 tahun itu memang menunjukan pengabdian. Batara mengaku mendapatkan lingkungan mendukung selama di Citibank. Dia mendapatkan kesempatan dinamis menjajaki jenjang karir. Motivasi bagu buat karir mendatang paparnya kepada Kontan. Citibank memberikan kesempatan Batara belajar menjadi bankir yang profesional.

Bertahun bekerja bersama Citigroup, New York. Nama Batara melesat ketika ditaruh ke asalnya Indonesia. Ia pernah tercatat menjadi Direktur Keuangan Citibank Indonesia tahun 1992. Di Kurun waktu 1995- 1996, Batara sempat ditugaskan di Citibank Australia. 

Citibank Group memberikan Batara banyak kesempatan. Ia menduduki jabatan tinggi General Cross Border Mortgage. Fokus kerjanya adalah menyangkut kredit kepemilikan properti. Dia pun rajin mengikuti pameran properti serta mendorong pembelian. Bahkan pertumbuhan portfolio pembelian bahkan diatas 20% di tahun pertama.

Komitmen, ketekunan, dan keuletan bekerja. Dia sambil bercanda berseloroh bekerja 24 jam dirasa tidak cukup.Jejak karir paling menonjok ialah ketika bekerja di Citibank Hungaria. Di Desember 2007, Batara diangkat menjadi CEO dan CCO Citibank. Total 2.000 pegawai dipegang Batara di kawasan Baltik dan Balkan.
 
Meski sukses dia tetap menjaga sopan santun karena merupakan pendatang. Termasuk ketika ia ditugaskan menjadi CEO Citibank Filipina. Batara hadir dan diterima para pelaku usaha di Filipina. Jika ditanya siapa pendorong kesuksesan dia sekarang. Maka dia menyebut adalah dibantu oleh tim kerja handal dai Citibank.

"Saya pikir kesuksesan seseorang tergantung dari dirinya dan timnya, serta dukungan keluarga dan dukungan orangtua," paparnya.

Bicara tentang bekerja ke luar negeri, maka Batara mengiyakan adanya perasaan kangen. Tetapi juga sudah menjadi pengalaman menarik. Batara belajar banyak tentang budaya serta tradisi setiap lingkungan kerja. Ia tidak menampik sebagai pemimpin harus rela berkorban. Gunanya membentuk pemimpin baru meneruskan tugas.

Pemimpin butuh banyak tenaga bekerja keras tetap semangat. Batara tidak mau jadi banyak bicara memilih untuk langsung bekerja. "Sikaplah yang menentukan jabatan anda," ujar Batara. Dia mengingatkan menjadi bankir ialah masyarakat. Sedangkan pemegang saham, pegawai, dan klien menjadi pendorong kinerja.

Gaya kepemimpinan dinamis, cepat mengambil keputusan mendapat hal terbaik. Dia menyebut tidak perlu plin- plan mengambil keputusan. "Tak perlu plin- plan jika mengambil keputusan," aku Batara, yang kini telah menjabat CEO Citibank Indonesia berkat pengalaman 27 tahun menjadi bankir.

Nurul Indah Khasanah Mengolah Ikan Tuna Jadi Abon

Profil Pengusaha Ikan Tuna



Mengolah aneka ikan menjadi abon memang enak. Ialah Nurul Indah Khasanah, warga Sleman- Yogyakarta yang sukses mengolah tuna menjadi abon. Lantaran suami asal Palembang mau tidak mau Indah mengolah ikan tuna menjadi aneka sajian. Termasuk mengolahnya menjadi sambel lingkung atau abon.

Ia mempelajari aneka olahan ikan. Dibuka sejak 2007 silam, usaha ini terbilang melajut pesat, dibantu suami memulai semuanya dari nol. Sebelum menjual ke khalayak ramai, Indah mencoba kegemarannya memasak lewat lidah tetangga, saudara, siapapun diluar sana.

"Awalnya saya tawarkan ke saudara, tetangga, teman," tutur Indah. 

Menyeriusi bisnis abon tuna tidak sedikit modal dikeluarkan oleh Indah. Total 20 juta rupiah dikeluarkan untuk memulai usaha Khansa Food. Mulai dari pengemasan abon modern, penyantuman lebel, pendaftaran ijin usaha dilalui. Dua tahun berjalan omzet usahanya mencapai Rp.90 juta per- bulan.

Marketing luar kota


Uniknya dia tidak menjual abon tuna ke Palembang. Padahal tentu orang disana sudah tidak asing dengan olahan seperti itu. Tetapi justru disanalah rahasia sukses Indah memasarkan. Ijin diberikan oleh pemerintah daerah Sleman, Yogyakarta.

Pertama kali jualan produknya tidak disambut. Dia menyebut alasan utama terlalu mahal. Bagaimana tidak ia menjual seharga Rp.12.000- Rp.20.000 cuma dapat 100 gram. Selain itu olahan ikan masih asing di lidah masyarakat Yogyakarta.

Butuh waktu enam bulan sampai nama Abon Tuna Khansa Food dikenal. Sampai pemasaran masuk ke 35 supermarket. Pemasaran lain melalui toko online tidak terbatas di Yogyakarta. Indah juga mengerahkan 23 agen buat memasarkan produknya. Dia menjual sampai ke Jakarta, Bali, Malang, Padang, Kalimantan, dan Singapura.

Awal dia mengerjakan secara manual seperti orang memasak biasa. Lalu semakin besar permintaan maka ia mendapatkan dukungan empat buah mesin pengolah. Seharian Khansa Food mampu mengolah 30- 90 kg abon dikerjakan oleh empat pegawai.

Pertumbuhan bisnis abon ikan tuna menjanjikan. Ia bahkan sudah berproduksi sampai 800 kg. Untuk itu ia membutuhkan tidak kurang 50 kg daging tuna. Indah mendapatkan ikan tersebut dari pemasok asal Sadeng, Gunung Kidul, ataupun bahkan dari Bali. Jenis tuna diolah ialah ikan tuna sirip putih dan juga ikan tuna sirip kuning.

Setiap ikan juga dibatasi cuma yang beratnya diatas 50 kg. Alasannya kalau dibawah itu maka akan mudah jadi hancur karena serat daging kecil. Alumni Universitas Teknik Merdeka, 1998 ini, menyebutkan proses tersebut bisa dibilang mudah.

Cara membuat abon ikan tuna: Pertamanya suwiran ikan tuna direbus sampai lunak dulu. Lalu ditiriskan kemudian dimasukan ke alat penghancur ikan. Sampai ikan lembut selepas itu digoreng bersamaan bumbu serta santan sampai mengering dan diabon. Sudah kering barulah dimasukan dalam kemasan sendiri sesuai takaran.

Wanita kelahiran 1972 ini menyebut nama abon ya sambel lingkung. Karena dia orang Sleman, maka soal cita rasa menyesuaikan rasa lokal. Abon ikan tuna Palembang bercita rasa Sleman. Cita rasa yang disajikan rasa asin dan pedas, tidak ada manis karena menurut mantan pegawai properti ini, orang tidak terlalu suka.

Untuk semakin menambah cakupan pembeli, Indah juga mendatangi aneka ruang promosi, termasuk datang ke Pekan Raya Jakarta 2009 silam. Hasilnya laris manis selama 16 hari menghasilkan 1 juta per- hari. Indah juga mendapatkan tawaran agensi. Melihat peluang semakin besar maka Indah mengeluarkan modal lebih.

"Doakan saja semakin maju," ujar Indah.

Sukses Khansa Food merambah aneka olahan lain. Tidak cuma olahan ikan tuna dijadikan abon, Indah lalu menambahkan aneka nuget, bakso, otak- otak. Indah menegaskan bahwa produk olahan dari Khansa Food tanpa bahan pengawet. Perusahaan menggunakan aneka rempah- rempah khas nusantara.

"Saya tidak bisa sebutkan apa saja rempah- rempahnya karena rahasia perusahaan," jelas Sarjana Arsitektur ini.

Alasan kenapa memilih ikan tuna karena kulit tebal. Mengandung Omega 3 dan Omega 6 berkhasiat buat memperkecil resiko jantung dan meningkatkan kecerdasan. Alasan lain ikan tenggiri terlalu mahal, ikan gabus terlalu banyak duri, lalu ikan marlin sulit didapat. Mimpi selanjutnya ialah memperluas jaringan sampai luar negeri.

Biografi Hendy Setyono Pengusaha Sukses Kuliner Kebab Turki Baba Rafi

Biografi Pengusaha Muda - Hendy Setyono adalah pemilik bisnis kuliner kebab Baba Rafi. Memulai usaha dengan ide yang tidak sengaja melintas dalam pikirannya nyatanya mampu menghantarkan Hendy menuju puncak kesuksesan. Awal perkenalannya dengan kebab terjadi pada tahun 2003 ketika Hendy mencicipi masakan Timur Tengah. Mencicipi keaslian masakan kebab kedai yang tersedia Qatar. Kepergiannya ke Qatar bukan dilakukan dengan sengaja untuk mencari ide bisnis, Ia hanya melakukan kunjungan kepada ayahnya yang bekerja diperusahaan minyak.

Sejak perkenalan pertamanya dengan kebab, pria kelahiran Surabaya 30 Maret 1983 ini memiliki keinginan untuk mengenalkan kebab di Indonesia. Alasan Hendy membuka bisnis kuliner berupa kebab karena rasanya yang enak dan juga pesaing yang masih sedikit. Selain itu peluang dari masyarakat Indonesia yang berketurunan Arab maupun orang Indonesia yang pernah mencicipi kebab ketika beribadah haji.

Hendy kemudian melakukan berbagai eksperimen, dan menyimpulkan bahwa kebab khas Turki merupakan yang paling enak dan paling cocok dengan cita rasa Indonesia. Hendy kemudian mengusung trade mark berupa “Kebab Turki Baba Rafi”. Setelah kembali ke Indonesia, Hendy memulai rencana bisnisnya dengan penyusunan strategi bisnis. Pria yang pernah menuntut ilmu di jurusan Teknik Informatika ITS selama 4 semester ini kemudian mencari rekan bisnis untuk menunjang usahanya. Hendy kemudian bertemu dengan Hasa Baraja dan memulai berbagai persiapan untuk bisnis kebabnya.

Hendy dan Hasan melakukan beberapa perubahan pada kebab agar lebih cocok untuk dipasarkan, yaitu dengan mengurangi aroma cengkeh dan lada yang sangat kuat serta mengurangi ukuran porsi kebab yang terlalu besar. Untuk mendapatkan racikan resep yang sesuai dengan selera masyarakat Indonesia dibutuhkan waktu hingga tiga bulan.

Bermodalkan 10 juta rupiah, Hendy berhasil mengoperasikan gerobak kebab pertamanya pada September 2003. Kesulitan diawal usahanya juga telah dilalui Hendi, mulai dari uang yang dibawa kabur karyawan, gonta-ganti karyawan hingga terpaksa harus berjualan sendiri. Mengusung visi kualitas adalah segalanya, Baba Rafi membuat tim khusus untuk quality control terhadap kualitas rasa disetiap outlet, kebersihan hingga value produk. Penambahan line khusus pengaduan konsumen juga dipilih sebagai strategi pemasaran.

Inovasi juga dipilih untuk menjaga kualitas produknya. Pemasakan daging dengan diasap, menyediakan berbagai varian rasa adalah cara Baba Rafi menarik hati konsumennya. Keberhasilan Hendy ditunjukan dengan banyaknya mitra yang ingin bergabung, hingga saat ini outlet Kebab Turki Baba Rafi telah mencapai angka 375 outlet dengan omset sekitar 16 miliar tiap tahun.

Selain kebab, PT Baba Rafi Indonesia juga memiliki usaha kuliner lainnya seperti 5 outlet Piramizza di Surabaya dan Roti Maryam Aba-Aba sebanyak 45 outlet yang tersebar di Jawa dan Bali. Lebih dari 10 penghargaan telah diraih Hendy karena kesuksesannya menggerakkan bisnis kulinernya.

Biodata Hendy Setiono Pengusaha Sukses Kuliner 

Biografi Hendy Setyono Pengusaha Sukses KulinerNama Lengkap : Hendy Setiono
Profesi : Pendiri & Presiden Direktur Baba Rafi Enterprise
Agama : Islam
Tempat Lahir : Surabaya
Tanggal Lahir : Rabu, 30 Maret 1983
Pasangan : Nilam Sari
Anak : Rafi Darmawan, Reva Audrey Zahifa, Ready Enterprise
Ayah : Ir. H. Bambang Sudiono
Ibu : Endah Setijowati
Zodiac : Aries
Warga Negara : Indonesia
Situs : hendysetiono.com

PENDIDIKAN
  • Diploma Lanjutan E-Commerce Komputer Informatika Sekolah Pendidikan Singapura, (2003-2004)
  • Diploma E-Commerce Sekolah Pendidikan Informatika Komputer Singapura, (2002-2003)
  • Teknik Informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) (tidak tamat), (2000-2002)
  • SMU Negeri 5 Surabaya, (1997-2000)
  • SMP Vidatra Bontang Kalimantan Timur (1994-1997)
  • Sekolah Dasar Twinbrook Maryland Amerika Serikat, (1992-1994)
  • SD YPVDP Bontang Kalimantan Timur (1989-1992)
KARIR
  • Presiden Direktur PT. Baba Rafi Indonesia - Pendiri Waralaba Bisnis "Kebab Turki Baba Rafi", telah beroperasi lebih dari 750 Outlet di Indonesia dan Malaysia.
  • Presiden Direktur PT. Piramida Zahira-Pendiri Waralaba Bisnis "Piramizza", sekarang beroperasi lebih dari 75 Outlet di Indonesia.
  • Presiden Direktur PT. Panen Raya Indonesia - "Ayam Bakar Mas Mono", Restoran Ayam Panggang operasi 15 outlet di Indonesia.
  • Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Kewirausahaan - Indonesia Kamar Dagang dan Industri.
  • Motivator dan Mentor Bisnis Kewirausahaan.
PENGHARGAAN
  • Pemenang "Anugerah Peduli Pendidikan di Perusahaan Categorized" - Departemen Pendidikan Nasional Indonesia (2010)
  • Pemenang Ernst & Young Entrepreneur Of The Year - "Spirit Award Khusus Wirausaha 2009" - oleh Ernst & Young Waralaba Terbaik untuk Investasi 2009" - oleh Majalah SWA.
  • Pemenang "Penghargaan Pengusaha Muda Waralaba Indonesia" - oleh Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang "Waralaba TOP 30 ASEAN Terbaik" - Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang "Pemasaran Terbaik - Waralaba Indonesia Of The Year 2009" - oleh Majalah Info Waralaba.
  • Pemenang "Penghargaan Kewirausahaan Pasific Asia 2009" - Posisi Kategori-oleh Enterprise Asia dari Malaysia 2008.
  • Pemenang "Kewirausahaan Asia Pasifik Awards 2008" - Kategori Paling Menjanjikan - oleh Enterprise Asia dari Malaysia.
  • Indonesia Ambasador untuk "Forum Iklim Pemimpin Muda Asia" - oleh British Council.
  • Pemenang "Penghargaan Tahunan Kepemimpinan Most Favorite 2008" - oleh Leadership Award 2008.
  • TOP 10 Waralaba Indonesia dari tahun 2008 Tahun" - oleh Majalah Info Waralaba 2007.
  • Inspirator "Suara Perubahan" - oleh A Mild Live Soundrenaline 2007
  • Pemenang "Wirausaha Muda Mandiri 2007" (Pengusaha Muda Mandiri 2007)-Kategori Pasca Sarjana dan Alumni - Bank Mandiri.
  • Pemenang "Best Achievement - Pengusaha Muda Penghargaan 2007" - Bisnis Indonesia.
  • Pemenang "Franchise Terbaik 2007" dalam F Lokal & B Kategori - oleh Pengusaha Majalah.
  • Pemenang "Manusia Prestasi of The Year 2007" - oleh Yayasan Citra Profesi Indonesia.
  • Pemenang "Penghargaan Pengusaha Indonesia Terbaik 2007" - dengan Penghargaan Profesional Indonesia (IPA).
  • Pemenang "Indonesian Best Start Up Perusahaan 2007" - Penghargaan oleh Yayasan Prestasi Indonesia.Pengusaha Jawara 2007" - oleh KONTAN.
  • Pengusaha Terbaik Asia di bawah 25 tahun" - oleh BusinessWeek (2006)
  • 10 People Of The Year 2006" - oleh Majalah TEMPO.
  • Pemenang "Enterprise 50" - Pengusaha Hottest pada tahun 2006 - oleh Majalah SWA.
  • Pemenang "Citra Pengusaha Berprestasi Indonesia Abad 21" - oleh Profesi Indonesia. (2006)
  • Pemenang "Kecil dan Menengah Penghargaan Bisnis Pengusaha Indonesia" (ISMBEA 2006 oleh Menteri untuk Kerjasama & UKM Indonesia.
  • Pemenang 1 "Rencana Bisnis Pengusaha" di Petra Universitas Surabaya  (2005)
  • Juara 1 dalam "Membuat Uang Dengan Persaingan Tidak ada" di Makassar. (2005)
Demikian Biografi tentang Hendy Setyono pengusaha “Kebab Turki Baba Rafi” yang sukses dibidang kuliner. Semoga dengan informasi diatas pembaca biografipengusaha.com dapat mengenal lebih dekat sosok pengusaha mudah yang sukses Hendy Setyono.

Biografi James Riady Pengusaha Terkaya di Indonesia

Biografi Pengusaha Sukses - James Tjahaja Riady atau lebih akrab disapa dengan James Riady merupakan pria Tionghoa Indonesia yang lahir pada tahun 1957 di Jakarta. James Riady merupakan anak dari seorang pengusaha sukses Mochtar Riady. James yang merupakan suami dari Aileen Hambali ini didaulat untuk menjadi penerus kedua dari perusahaan Ayahnya, Lippo Grup. Pada usia 18 tahun, James sudah melakukan perjalanan ke beberapa Negara, diantaranya Ia pernah tinggal selama 4 tahun di Macau, 8 tahun di Australia dan kemudian terbang ke Amerika.

James kemudian bekerja di Irving Trust Bangking Company selama 1 tahun. Dan kemudian berpindah ke Arkansas AS untuk mendirikan Worthen Bank. Ayah dari Stephanie Riady, John Riady, Stephen Riady dan Henry Riady ini menjabat sebagai wakil ketua Grup Lippo. James menaungi Lippo Grup yang beranggotakan para konglomerat dan merupakan grup konglomerat terbesar dengan kekayaan nomor satu di Indonesia.

James Riady merupakan seorang bankir berkemampuan tinggi dengan predikat sebagai pewaris tunggal kekayaan milik ayahnya Mochtar Riady. Kemampuan yang Ia miliki untuk merancang jalan bisnis yang akan digunakan sangat cepat, tepat serta inovatif. Ditambah karakternya yang tenang dan selalu murah senyum membuat James disegani banyak orang. Karakter dan kemampuan inilah yang sekiranya membuat James layak untuk menempati posisi CEO dari Lippo Group. Dibantu dengan Markus Parmadi serta Roy Tirtadji, James menyusun strategi untuk mengembangkan bisnis ayahnya tersebut.

Sikap solidaritas yang dimiliki James terlihat dengan bantuan yang terus Ia berikan melalui wahdah HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia. James memberi edukasi melalui contoh nyata, yaitu Bank Lippo yang merupakan tulang punggung dari Group yang Ia kembangkan. Pada bank Lippo James mengaku bahwa keluarganya memberikan saham 50% dengan perkiraan 10 tahun kedepan sahamnya menyusut menjadi 30% dan begitu seterusnya. Cara ini merupakan strategi jangka panjang yang diterapkan James Riady dalam menjalankan roda kepemimpinannya di Lippo Group.

Selain fokus dalam mengembangkan bisnis keluarga, James juga aktif dalam bidang sosial dengan tetap berdiri dibawah naungan bendera Lippo Group. Ia memiliki kemudian mendirikan sebuah pendidikan terpadu untuk menyalurkan minatnya di bidang sosial ini, melalui Sekolah Pelita Harapan (SPH). Dengan adanya SPH ini, James memulai untuk mewujudkan cita-citanya yaitu memiliki 10 sekolah untuk kalangan menengah dan 100 sekolah untuk kalangan rendah.

Kini 3 sekolah telah berdiri di beberapa daerah. James juga aktif dalam dunia olahraga, terbukti Ia pernah menjabat sebagai ketua di bidang dana PBSI. James juga menjabat sebagai wakil manajer saat Piala Tomas dan Uber berlangsung. Menjadi sponsor utama di kejuaraan bulutangkis di Hongkong pada tahun 1996.

Biodata James Riady


Biografi Pengusaha James Riady CEO Lippo Group
Nama Lengkap : James Tjahaja Riady

Lahir : Tahun 1957

Tempat Lahir : Jakarta

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Kristen

Profesi : Pengusaha

Istri : Aileen Hambali

Anak : John Riady, Stephanie Riady, Stephen Riady & Henry Riady

Seperti Itulah biografi singkat James Riady , seorang pengusaha muda yang sukses yang saat ini menjabat CEO Lippo Group . Diharapkan biografi ini dapat memberikan motivasi dan insipirasi kepada banyak orang terkhusus kepada pembaca biografipengusaha.com untuk terus berkarya sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Semoga bermanfaat.

Biografi Pebisnis Tirto Utomo Pendiri Perusahan Aqua Indonesia

Biografi Pengusaha - Tirto Utomo yang lahir dengan nama Tiongkok Kwa Sien Biauw merupakan pebisnis yang lahir di Wonosobo 9 Maret 1930. Tirto Utomo merupakan pengusaha besar yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Kepopulerannya diraih berkat keberhasilannya menjalankan bisnis Aqua Golden Missisipi. Tirto Utomo meninggal pada 16 Maret 1994 dan dimakamkan di area pemakaman Tionghoa daerah Wonosobo.

Dalam perjalanan hidupnya Tirto Utomo menghabiskan waktu diberbagai daerah di Indonesia. Tirto Utomo pernah bersekolah di HBS Semarang, merupakan sekolah setingkat SMA. Tidak sampai lulus, Ia kemudian masuk ke SMAK St. Albertus Malang. Lulus dari bangku SMK, Tirto Utomo melanjutkan pendidikan ke bangku kuliah di Universitas Gadjah Mada. Namun dalam perjalanan meraih gelar sarjana di salah satu universitas ternama tersebut, Ia tidak mampu meraihnya hingga akhirnya berpindah ke Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Di masa kuliah, Ia masih menyempatkan diri untuk mencari uang dengan bekerja di surat kabar harian Sin Po. Pekerjaan yang dilakoninya tidak main-main, karena Ia mampu menjabat hingga menjadi pimpinan redaksi. Selain di Sin Po, Tirto Utomo juga pernah berkarir di majalah Pantja Warna. Sukses di dunia jurnalistik, pada tahun 1959 Tirto Utomo memutuskan berhenti.

Keputusan yang diambilnya kemudian kian membulatkan tekad dan semangatnya untuk segera menamatkan kuliah di Universitas Indonesia dan bekerja agar dapat menghasilkan uang untuk dirinya dan keluarganya. Kemauannya untuk cepat lulus akhirnya membuahkan hasil, tak lama setelah itu Tirto Utomo lulus dan langsung mengirimkan surat lamaran kerja ke sebuah perusahaan ternama yang bergerak di bidang perminyakan, Pertamina. Setelah diterima di Pertamina, Tirto Utomo ditempatkan di daerah Pangkalan Brandan Sumatra.

Aqua didirikan Tirto Utomo dengan latar belakang yang terlihat di lingkungan kerjanya. Warga di sekitar tempat Tirto bekerja menggunakan air sungai untuk berbagai keperluan dari mandi hingga minum. Tirto kemudian berinisiatif untuk mendirikan perusahaan air dengan di bekali ketekunan. Selain itu, bekal yang dirain di Pertamina sebagai ujung tombak di bagian pemasaran membuatnya lebih mudah untuk mendapatkan relasi. Pada usia 48 tahun, Tirto Utomo mengambil keputusan yang mengejutkan yaitu pensiun dini. Setelah pensiun dini, Tirto Utomo memutuskan untuk fokus mengembangkan perusahaan milik pribadi yang sebelumnya telah dirintis. Perusahaan seperti PT. Aqua, PT Baja Putih hingga restoran Oasis.

Di awal merintis perusahan PT. Golden Missisipi, Tirto mendapatkan modal dari hasil patungan bersama Slamet Utomo adik iparnya berjumlah 150 juta rupiah. Jumlah ini terhitung sangat besar pada tahun 1973 dan dengan label produksi Aqua. Dengan karyawan pertama berjumlah 38 orang, Tirto terus membesarkan perusahannya hingga sekarang.

Biodata Tirto Utomo


Biografi Pebisnis Tirto Utomo Pendiri Perusahan Aqua Indonesia
Nama Lengkap : Tirto Utomo
Tanggal Lahir : 9 Maret 1930
Tempat Lahir : Hindia Belanda
Meninggal : 16 Maret 1994 (umur 64)
Istri : Lisa Utomo (Kwee Gwat Kien)
Almamater : Fakultas Hukum Universitas Indonesia
Demikian biografi singkat Tirto Utomo sosok pengusaha Indonesia yang sukses mendirikan Perusahaan Aqua Golden Mississipi pada tahun 1973. Semoga dapat memberikan motivasi dan insipirasi kepada banyak orang terkhusus kepada pembaca biografipengusaha.com untuk terus berkarya sesuai dengan bidang keahlian masing-masing.