Pengusaha Produk Menyusui Bayi Urban Mom

Profil Pengusaha Edric Eng Cha dan Kristine Gonzales 



Apa dibayangkan kamu tentang ibu menyusui. Sebuah kerepotan tetapi sangat penting untuk dilakukan. Oleh karena itu bisnis dijalankan sepasang pengusaha ini berhasil. Mereka, Edric Eng Cha dan Kristine Gonzales, memulai usaha berkaitan dengan ibu menyusui.

Semua produk dijabarkan mereka sebagai jalan. Bagaimana seorang ibu menjaga tumbuh kembang bayi. Ini tidak cuma produk mempermudah menyusui. Tetapi juga produk makanan ramah bayi. Apakah kamu akan terkejut mendengar roti susu ibu ataupun selimut menyusui?

Roti susu ibu merupakan produk bebas susu buatan. Bukan susu sapi bukan pula susu bubuk kemasan. Keduanya memulai bermodal 100.000 peso. Menjual aneka produknya lewat toko online sendiri. Gonzales menyebutkan semua bermula dari inspirasi sepupu Edric. Dan kemudian berlanjut menjadi satu thesis kuliah mereka.

"Kami melihat bagaiman dia takutnya tentang anak terakhirnya," ujar Gonzales. Ini semua karena sepupunya mengalami kesulitan hamil -jadi hanya punya satu anak.

Bisnis serius


Ia melanjutkan mereka lantas membuat penelitian. Mereka bergabung dengan grup online. Tujuannya adalah mengobservasi dan meneliti ibu muda sekarang. Wanita sekarang, sebagai ibu, lebih memilih memegang anak mereka sendiri. Kalau dulu sih ibu memilih meninggalkan anak ke pengasuh.

Sebuah kesadaran mengenai ibu harus merawat anak sendiri. Oleh karena itulah, mereka menyiapkan cara mudah merawat putra- putri mereka sendiri. "Urban Mom fokus ke produk buatan lokal," imbuh Gonzales. Ia menyebutkan produk mereka mempermudah hidup ibu mudah dan gampang.

Mereka fokus ke produk ibu merawat bayi. Lebih fokusnya ke produk menyusui bayi. Produk andalan yang mereka suguhkan seperti Milking Treats: Produk jajan yang meningkatkan jumlah asi dikeluarkan ibu. Ini sangat populer bagi ibu yang keluar susunya sedikit.

Untuk penjualan Urban Mom menjual online. Mereka aktif mengikuti banyak bazar seperti Baby and Family Expo, Ustepreneur, dan Babypalooza. Kedepan produk Urban Baby masih memilik masa depan buat lebih tumbuh.

"Produknya masih terbatas terdistribusi, perusahaan menginginkan satu cara memperluas distribusi," tutur ia kembali.

Tidak ada agen penjualan lebih hebat dari ibu sendiri. Karena mereka tau tentang kehamilan mereka sendiri. Mereka tau tentang apa terbaik buat anak mereka. Meski mereka berdua belum menjadi pasangan ibu dan ayah. Bisnis mereka menjadi bisnis pertama layaknya anak butuh perhatian ekstra.

Mereka bahkan membolos kuliah buat mengikuti bazar. Justru kesulitan kuliah mereka menjadi cara unik melampaui batas mereka sendiri. Mereka mendapatkan tekanan nyata ketika berbisnis nyata. Namun masih dianggap pengalaman berharga bagi mereka dan bisnis mereka, Urban Mom.

Bisnis berlanjut mereka membuka toko khusus ibu. Ketika teman sekuliah bingung mengerjakan skripsi atau thesis. Maka keduanya sudah mengaplikasikan dan membuka usaha sendiri.

Bisnis Urban Mom lebih dari sekedar menjual kue. Hari ini, mereka menjual selimut menyusui, botol buat menyusui, dan lainnya membantu ibu merawat bayi. Inspirasi mereka adalah ibu sekarang yang mulai sadar merawat bayinya sendiri lebih utama.

Berawal dari sepupu Erick yang susah punya anak. Selepas delapan tahun akhirnya memiliki anak bayi. Lalu kita diamkan saja anak satu- satunya. Tentu tidak. Oleh karena itulah, Urban Mom melahirkan banyak hal buat membantu ibu muda, inilah kisah pengusaha produk ibu menyusui anak.

Blog Fasion Dunia We Wore What Dari Hobi

Profil Pengusaha Daneille Bernstein 


 
Berawal sebuah blog bernama We Wore What. Yang mana dia harapkan, awalnya, menjadi sebuah tempat buat foto- foto fasion miliknya. Dia menyukai foto. Dan bermaksudkan menangkap gaya anak muda aslinya New York seperti dirinya. Talenta Danielle Bernstein ternyata lebih dari sekedar memfoto saja.

Selera berpakaian miliknya membawa dia ke depan kamera. Wanita kelahiran 28 Mei 1992 ini memutuskan untuk memperdalam hobinya. Dia adalah mahasiswi Fashion Institute of Technology -jurusan periklanan dan marketing-, yang hobinya memfoto teman satu kampus fasion nya.

Mahasiswi rajin


Ketika dia pindah ke kampus FIT. Dia menemukan dunia berbeda. Bayangkan sebagai kampusnya para desainer atau ahli fasion. Banyak hal menarik perhatian Danielle dimata kamera. "Saya membawa kamera saya dan segera memfoto para mahasiswa fasion," ujarnya kepada Barneys.com

We Wore What mengambil nama unik dari www (internet) itu sendiri. Blog tersebut menangkap fasion para anak muda New York. Dalam perjalanannya dia kemudian diundang memfoto gaya urban buat acara New York Fashion Week. Dia malah tertangkap difoto oleh banyak fotografer karena gayanya.

Dalam perjalannya blogging, Danielle menyadari bahwa fasion tentang personal style lebih menarik. Banyak pembaca lebih tertarik apa yang dia pakai sendiri. Pakaian apa, make- up apa, sepatu apa, dari ujungnya kepala sampai kaki Danielle.

Akhirnya dia merubah gaya blognya. Dia lebih fokus ke gaya fasion dia sendiri. Berkeliling Kota New York, Danielle berpetualang mengenakan fasionnya sendiri.

"Hubungan paling penting dalam hidup kamu ialah hubungan kamu dengan diri mu sendiri. Karena apapun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi diri kamu sendiri," singkatnya.

Dimulai sejak enam tahun lalu semuanya bermula. Dari hobi berubah menjadi full- time blogger dan menjadi bisnis. Membangun brand diri sendiri sebagai sosok fasion stylist. Dia selalu mencoba jujur dengan gayanya berpakaian sendiri.

Selain melalui blog, Danielle lantas masuk ke ranah sosial media. Ia merambah Instagram langsung melejit dengan 1,4 juta pengikut. Dia juga aktif posting di Snapchat. Tugasnya hanyalah menunjukan apa yang dia lakukan keseharian. Inilah penggabungan antara blog dengan segala artikel dan di kehidupan pribadi sosial media.

Tahun 2012, Refinery29 menamakan dia salah satu blogger stylist masa depan, dan menjadi awal membuka mata dunia. Maka tidak salah jika Macy's -sebuah brand- mengajak Danielle bekerja sama. Dia kemudian mempromosikan dirinya dalam lebel mereka. Gaya Danielle pribadi tercetak melalui kerja sama tersebut.

Memasuki Desember 2016 Danielle berubah. Dia mulai mengerjakan tentang topik interior design dan juga pakaian pria. "We Wore What menjadi brand gaya hidup," tuturnya. Danielle juga mulai mengerjakan brand sepatu sendiri. Juga membuka bagian lain blog seperti We Traveled Where dan We Ate What.

"Saya ingin bisa membagi bagian lain saya tidak hanya soal fasion," ungkap Danielle. Juga termasuk menulis buku dibalik kisah sukses blognya.

Meski sosial medianya besar. Faktanya dia memiliki tim kerja masih kecil. Seorang fotografer profesional akan mengambil gambar buat blognya satu kali seminggu. Dan tim inti kerjanya hanya ada dia, manajer proyek, dan intern. Dia sih berharap dapat mempekerjakan lebih banyak orang lagi.

Barapa dia dapat dari blog fasionnya. Antara $5.000 sampai $15.000 buat postingan bersponsor. Nilanya bisa naik atau turun tergantung jeda waktu kontrak dan fokus produknya.

Casing Handphone Batik Berbahan Bambu Omzet 100 Juta

Profil Pengusaha Nurlita Afrizal



Casing handphone asal China sudah marak. Nah, mengusung budaya kental, Nurlita menjajal masuk diantara ketatnya bisnis tersebut. Dia menciptakan kesempatan lewat batik. Nurlita menciptakan casing telephon yang bermotif batik dan wayang. Biar lebih unik, Nurlita menggunakan bahan bambu agar terkesan lebih budaya.

Kenapa dari bambu ternyata ada alasan. Nurlita mungkin pernah mempelajari jam tangan kayu. Lewat bahan bambu maka dia lebih mudah berproduksi. Lantaran bambu lebih cepat tumbuhnya. Kemudian satu fakta menarik adalah bambu lebih dingin jika dijadikan casing handphone.

Bayangkan dalam 1- 3 tahun sudah dapat ditebang. Usaha ini kemudian diberinya nama Batik Geek. Ia lalu menjelaskan kenapa bisnis casing handphone. Ternyata Nurlita pernah berjualan aneka aksesori handphone dulu. Kalah saing Nurlita justru membuat casing handphon buatan dirinya sendiri, unik.

Bisnis kreatif


Dia dibantu seorang teman dekat Afrizal. Usaha bermodal Rp.3 jutaan bermula di tahun 2012 silam. Uang tersebut merupakan hasil lomba perencanaan bisnis. Kalau dapat dibilang, Nurlita sama sekali tidak keluar uang hanya bermodal kertas proposal. Mereka langsung mencari bahan mengaplikasikan rencana mereka.

Tahun 2009 Nurlita pernah berjualan online. Salah satunya ya dia berjualan aksesoris handphone impor. Lalu tahun 2012 barulah dia berbisnis serius lewat brainstorming dan penelitian. Kebetulah saat kuliah ada tugas membuat business plan hingga akhirnya dilombakan.

Awalnya Nurlita menjual casing handphone garsing. Waktu itu saingannya banyak sekali. Dia menjual lebih mahal yakni Rp.80- 100 ribu, padahal di pasaran harganya antara Rp.10- 50 ribu. Yah kalau orang tau ini pastilah mereka akan memilih membeli ke tempat lain.

Disisi lain batik tengah booming layaknya casing garsing. Dia lantas berpikir kenapa tidak membuat serupa tapi tak sama. Ia kemudian membuat pola batik original lewat ukiran. Mahasiswa Universitas Telkom ini lantas menceritakan apa kesulitanya: Banyaknya model handphone menjadi masalahnya.

Permintaan banyak tetapi Batik Geek hanya memproduksi buat produk tertentu. Jadinya Nurlita harus siap mengecewakan antusias masyarakat Indonesia. Casing dijual kisaran Rp.300- 400 ribu. Per- harinya telah memproduksi 30 sampai 50 casing handphone. Omzetnya jangan kaget ya bisa sampai Rp.50- 100 jutaan.

Ia menyebut tidak cuma Indonesia. Berkat kekuatan internet, bisnisnya mampu merambah pasar Jerman, ia bahkan memiliki reseller sendiri. Untuk penghargaan mereka pernah diikutkan ke proyek Little Bandung ke Paris oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Nama negara kawasan Eropa, terutama Jerman, Belanda dan bahkan sampai Korea, sudah menjadi peminat usaha casing batik ini.

Bisnis proposal


Banyak dilakukan agar business plan mereka sukses. Menyempurnakan bisnis diatas kertas bukanlah satu perkara mudah. Penilitan soal bahan sudah dilakukan Afrizal. Bagaimana dasar pembuatan, desain motifnya, serta ikon ponselnya. Afrizal lantas traveling ke beberapa daerah di Indonesia.

Ia menyebut motif tribal. Tahun 2011 sampai 2012 masih ramainya motif aztec dan tribal. Dan ketika tengah berpergian ke penjuru Indonesia, ia menyadari Indonesia memiliki potensi soal motif. Banyak desain dapat ia gunakan dari Sabang sampai Marauke. Sekalian mereka melestarikan budaya lokal milik Indonesia lah.

Proses pembuatan terbilang singkat awal- awal. Casing bambu Afrizal lantas memenangkan Entrepreneurstar 2012 oleh SBM ITB di Jakarta. Karena peringkat dua mereka mendapatkan uang Rp.3 juta. Memanfaatkan internet dia semakin agresif memasarkan produknya.

Di Juni 2012, mereka resmi melakukan test market, dan responnya diluar dugaan. Permintaan akan casing handphone mereka melonjak. Bahkan mampu masuk ke toko retail, yakni di toko- toko alun- alun Grand Indonesia, ada di People Project by Localfest di Kuningan City dan The Addict Menado dan di Surabaya.

Tips sukses seorang pengusaha muda. Inilah beberapa tips kamu dapatkan dari Afrizal. Jika kamu bingung akan ide bisnis, carilah sesuatu yang disukai. Apabila kamu sudah memiliki ide bisnis jangan ditunda. Mulai suatu bisnis secepat mungkin, jalankan satu ide dulu sampai maksimal, barulah mengembangkan unit lainnya.

Biografi Restu Anggraini Desainer Hijab Muslim Internasional

Profil Pengusaha Restu Anggraini 


 
Berawal dari sosial media kemudian berlanjut sampai manca negara. Siapa sangka sosok mungil tersebut dulunya hanya seorang EO. Kini, siapa tidak kenal Restu Anggraini. Pengusaha muda kali ini memang mulai dari postingan Facebook. Waktu itu namanya sosial media dan blog happening banget buat anak muda.

Tidak mudah baginya menemukan jati diri. Terutama di bisnis fashion, beruntung dia memulai lebih awal dari pesaingnya berbisnis hijab. Tahun 2010 dia bekerja sebagi event organizer, bagian menawarkan produk jadi sudah pengalaman lah. Kreatifitas dituntut selalu dimiliki Restu sebagai EO, namun siapa sangka arah tujuan berubah.

Dia bersema tiga orang kawan memilih bisnis hijab. Perempuan Jakarta, 18 Maret 1987, memang hobinya segala sesuatu tentang fashion. Dia sering ikutan lomba fashion show dari RT sampai kelurahan. Pernah ia mengikuti lomba desain baju tetapi tidak menang.

Bisnis trendy


Siapa sangka dia yang belum pernah menang lomba desain sukses. Ini karena selama perjalanan dia selalu mengasah keahlian. Disela waktu dia mulai membuat baju kerja kepada rekan kerjanya. Teman kantor mulai merasa Restu memiliki kelebihan. Aliran pesanan mulai meluap membuat optimisme kepada Restu.

Tahun 2010, seperti penulisa tulis diatas, dia memutuskan keluar dari pekerjaan. Dia berharap nanti berbisnis fasion sendiri. Sadar bahwa keahliannya masih kurang Restu tidak buru- buru. Ia mengambil kursus desain dulu di Esmod, Jakarta.

Keputusannya tepat pada 2011 lahirlah brand RA by Restu. Wanita berhijab yang akrab dipanggil Etu ini lalu mulai memasarkan produknya online. "Awalnya itu aku jualan lewat teman- teman terus makin kesini sosial media lagi happening, Facebook, blog, dari situ terus meluas," paparnya kepada Dream.co.id

Bermodal uang Rp3 juta perjalanan Etu dimulai. Mereka mulai mendesain dress, outer, celana, sampai rok. Namun dia cuma membatasi tidak lebih 10 buah masing- masing. Kemudian diunggah ke Facebook lantas mendapatkan respon positif. Sebuah kepuasan bajunya disukai, apalagi desainer baju muslim belum banyak.

Ia sendiri sulit menyatuka tiga kepala. Selera tiga sekawan ini memang beda soal fashion. Beruntung konsep klasik hijab mereka usung disambut baik. Bisnis yang berawal sebagai sambilan ini dijalankan maki bersuka hati. Mereka mulai ikutan bazar di mal. Walau minoritas baju muslim mereka laris manis meski ketat.

Etu semakin yakin menekuni bisnis fashion. Kenekatan Etu didukung kemauan belajar terus. Alhasil sampai ke tahun 2014, dia meluncurkan brand lagi bernama ETU, antusias mengiringi tumbuhnya bisnis hijab yang diprakarsai Restu Anggreini ini.

Bisnis hijab


Memulai berbisnis ketika hijab belum seramai sekarang. Etu menemukan tujuannya dan terus berkembang lagi. Wanita yang berhijab sejak bangku SMP ini, mengakui hijab bukanlah sekedar fasion baginya. Bagi seorang desainer menjadi pembuat baju muslimah merupakan ladang syiar.

Kaedah baju sesuai syari seperti tidak ketat. Serta bagaimana menjadikan ini pakaian sehari- hari. Dia lebih mencontohkan ke dirinya sendiri sebagai wanita karir. Memang susah membuat pakaian kerja muslimah kala dia bekerja dulu. Inspirasi justru datang dari pakaian muslim pria dengan cutting enak, kancing, dan kupnat.

Kan pakaian muslim pria longgar. Namun dipadu padankan dengan warna- warna cerah. Etu mencoba untuk keluar dari kesan hijab monoton. Sayangnya, dalam perjalanan kedua teman Etu tidak dapat melanjutkan perjalanan bersama. Etu tetap mantab melanjutkan berbisnis hijab sendirian dan sampai ke titik tertingginya.

Titik puncaknya mungkin ketika memasuki Jakarta Fashion Week 2015. Namanya sebagai desainer pakaian muslim mulai diakui. Dia juga sempatkan belajar di Pale Art Studio. Berlanjut dia mengikuti program yang bertajuk Indonesia Fashion Forward. Brand ETU sendiri digadang sebagai brand utamanya ke pasar luar negeri.

Etu lantas tampil di ajang bernama Virgin Australia Melbourne Fashion Festival 2016. Namanya didukung segenap lapisan masyarakat dan pemerintahan, seperti dari Perusahaan Gas Negera.

Tidak mudah berbisnis hijab


Dia memulai pusat produksi di Bandung. Begitu permintaan meningkat, dia memindahkan produksinya ke Jakarta. Pengalaman dijiplak sudah menjadi hal biasa. Saking seringnya, maka Etu disarankan buat langsung mendaftarkan hak cipta. Jangan setengah- setengah mengurus ijin usaha kamu dafatarkan merek di Dirjen HAKI.

Agar memperlancarkan usahanya dibidang fasion. Ia mengangkat pegawai asal Malang dan Pekalongan, yang dianggapnya baik soal menjahit. Sekarang sudah gampang karena sudah kenal satu sama lain. Inilah kenapa usaha Etu semakin berkembang karena prinsip kekeluargaan diusung soal perekrutan pegawainya.

Kan enak kalau penjahit satu sama lain sudah kenal. Konsep kasual diangkat Etu melalui brand RA, buat formalnya maka ETU menjadi cakupan. Inti desainnya tidak bertumpuk- tumpuk. Siluet penampilan dibikin minimalis namun sesuai kaidah Islami.

Jika melihat kesuksesan Etu sekarang pasti kedua temannya sayang. Andai saja keduanya memilih melepas pekerja. Andai mereka tidak ikut pindah kantor. Namun, justru ketika seorang Etu "terpaksa", cita rasanya semakin tergali lebih dalam berekspolrasi dibanding ketika dia bekerja bertiga.

Dia juga ikutan Hijabers Community. Nah melalui itulah, dia membukan toko pertama yakni di Muse 101 FX Plaza Sudirman, Jakarta Selatan. Enaknya memiliki toko asli ketimbang toko online: Dia lebih leluasa buat berpromosi dari mulut ke mulut. Juga ada cross costumer dari dua brand bikinannya saling melengkapi.

Konsep hijab diberikan Etu adalah tidak cuma hijaber. Tidak cuma mereka yang sudah berhijab. Tetapi bagi mereka yang mau berhijab sudah dia sediakan. Tidak cuma toko sendiri, ia menyulap halaman belakang rumahnya, menjadi tempat produksi dari penjahitan dan finishing dikerjakan puluhan karyawan.

Fasion masa depan


"Pebisnis itu harus satu tujuan dengan para pegawainya," ungkapnya. Ia tidak memposisikan sebagai atasan mereka. Mereka dianggap Etu menjadi patner kerja. Ibu dua anak ini dibantu sang suami memperbesar lagi pasaran bisnis.Ia selalu meriset market place Indonesia serta trend kekinian.

Bahkan sudah mempunyai rencana bisnis hingga ke 2030 mendatang. Ia tidak mencari uang semata. Tetapi bagaimana mengembangkan masyarakat dalam bidang fasion. Terbukti dia tercatat melakukan kerja sama dengan perusahaan Jepang, mengembangkan produk berbahan daur ulang plastik atau ultra sweet.

Berkat visi go internasional, dia pernah mengikuti Tokyo Fashion Week 2015 dan Mercedez- Benz Fashion Week Tokyo (MBFWT). Seperti dilansir dari gomuslim.co.id dia menampilkan 10 busana dari 12 busana dia siapkan. Tidak cuma berbisnis dia juga fokus merubah fasion itu sendiri secara keseluruhan bukan cuma hijab.

Contohnya ETU bekerja sama dengan Toray Industries asal Jepang. Ia memanfaatkan teknologi mereka buat membuat pakaian muslim. Nama Ultrasuede adalah bahan kulit sintetis yang menyamai kulit asli. Dia sungguh beruntung mendapatkan akses ke teknologi dan event di Jepang waktu itu secara keseluruhan.

Tetapi disayangkan, untuk masalah desain, dia terkendala akan penjiplakan model. Kualitas barang pun aspal karena harganya murah. Awalnya dia sebal tetapi mau bagaimana lagi. Dia menganggap saja bahwa produk bikinannya disukai masyarakat semua. Meski kini sukses mendapatkan dukungan dia sempat jatuh bangun sendirian.

Ia sempat dipandang sebelah mata ketika akan go internasional. Hanya kepercayaan bahwa produk miliknya serta Indonesia pada umumnya layak mendapatkan tempat. Inilah modal Etu tetap berusaha menggapai visi bisnisnya sampai ke luar negeri. Ia menyadari sifat meremehkan justru milik orang Indonesia sendiri.

Alhasil terciptalah pemikiran pesimis dikalangan pengusaha muda sendiri. Etu sendiri memiliki keinginan lebih dari sekedar menciptakan. Dia ingin menggelar fashion show sendiri ke luar negeri. Perasaan ini dibawah jadi dia bisa menghilangkan pesimisme sendiri dan masyarakat terhadap kualitas produk dalam negeri.

Ia menghimbau masyarakat buat percaya kepada karya anak bangsa. Lebih lanjut dia memberikan wejangan buat pengusaha muda seperti kita bahwa potensi bisnis fasion masih luas. Janganlah cepat puas akan hasil, dan beranilah mengambil keputusan mendalami kewirausahaan bukan sekedar want to be entrepreneur.

Menjahitkan Rok di Instagram Chandra Annisa

Profil Pengusaha Chandra Annisa 


 
Sukses jualan rok Chandra Annisa bukan biasa. Karena pengusaha muda satu ini menciptakan rok custom. Usaha ber- brand HDCK ini mampu merebut perhatian masyarakat. Padahal tuturnya bahwa usaha ini mulai dengan bermodal minimalis. Yaknilah apapun selama kamu bekerja keras meski modal minim tidak masalah.

Dia berkisah bermodal Rp.35 ribu. Awal Annisa merasa berjualan rok punya prospektif. Lebih- lebih bisa membuat rok sendiri. Kelihatan mudah dan bahannya sederhana. Sejak 2014, dia lantas menawarkan bisnis berkonsep rok custom, yang mana rok dipesan sesuai keinginan, dari ukuran, bahan, dan modelnya.

Bukankah strategi tersebut bukan hal baru. Kebanyakan wanita pasti sudah terbiasa menjahitkan sendiri ke tukang jahit. Strategi Annisa ditambah memanfaatkan internet mempermudah transaksi.

Bisnis internet


Uang Rp.35 ribu dibelikan bahan sifon. Kemudian kain dijahitnya dan itulah rok contoh buat dipamerkan ke sosial media. Contoh rok dipamerkan ke teman- teman. Mereka tertarik lantas memesan. Lantaran awalnya tidak ada modal, Annisa mengakali dengan mengisyaratkan uang muka 50%, dari harga satuannya itu Rp.55 ribu.

Rok ber brand HDCK memiliki kepanjangan hope, do, create, dan keep alive. Inilah visi dari bisnis yang ia jalankan sampai sekarang. Konsep open order diberikan beserta periode waktu tertentu. Rok dibuat sekitar 2 hari sampai 5 harian. Pemesanan pun meningkat drastis ketika memasuki masa Ramadhan.


Sukses Annisa bukan tanpa sebab. Dia mencoba mempermudah jasa menjahitkan. Model contoh kemudian ia kembangkan menjadi 15 model. Bahan digunakan mulai kain sifon Jepang, kain satin valvet, satin Jepang, atupun kain jersey, katun, tutu, sandwash dan wedges.

Harga rok sudah jadi berkisar Rp.45 ribu sampai Rp.120 ribu. Untung diperoleh Annisa lumayan mencapai 40% -nya. Pemasaran paling utama melalui Instagram @hdckhardware, juga melalui aneka bazar seperti hal di car free day Malang. Atau kegiatan lainnya, yang bertujuan menonjolkan brand miliknya itu.

Dalam event tertentu ia memberikan potongan khusus. Diskon termasuk buat pemesanan 3 potong rok yang khusus dijahitkan ini. Meski permintaan membludak, Annisa mengaku masih terbatas memproduksi. Patut disayangkan, namun dia optimis mampu mengembangkan bisnisnya.

Ia pun bertekat memperbanyak produksi lewat mesin baru. Annisa tengah mengumpulkan modal. Dia kelak berharap mampu memproduksi rok satu stok aneka ukuran. Jadilah pelanggan tidak butuh waktu lama buat menunggu jahitan. Dalam sebulan dia bisa membuat beberapa kemudian diupload ke sosial media internet.

Persaingan terbilang super ketat buat bisnis rok. Itulah kenapa dia menghadirkan rok custom. Memiliki satu dimensi berbeda soal desain. Pelayanan konsumen juga diperhatikan Annisa. Peluang masih terbuka karena orang butuh pakaian terutama wanita. Produk fasion memang tidak pernah akan mati jika ke depan.

"Kuncinya harus mengikuti perkembangan fasion," ujarnya. Carilah celah diantara keinginan konsumen ke depannya.

Situs Penyewaan Perlengkapan Bayi Inspirasi

Profil Pengusaha Rinastuti Trapsila Putri 


 
Bisnis penyewaan apa belum banyak. Mungkin jawabannya bisnis penyewaan perlengkapan bayi. Ini kisah seorang pengusaha bernama Rinastuti Trapsila Putri. Yang berbisnis penyewaan perlengkapan bayi lewat media internet. Dia membaca dilema ibu rumah tangga memenuhi kebutuhan sang bayi.

Bukanlah bohong harga kebutuhan bayi lebih mahal. Harga perlengkapan bayi bahkan lebih mahal dibanding harga susu formula. Sebut saja boks bayi, kereta dorong bayi, atau tempat duduk bayi buat mobil, alat bantu belajar bayi, atau meja bayi tinggi, kesemuanya itu mahal kan.

Dilema tersebut dibaca Rina melalui bisnis ini. Tambahan lagi, padahal kalau beli baru, usia pakai juga sudah tanggung tidak lebih dari dua tahun. Kan dibanding keluar banyak uang dan sia- sia, mending kita menyewa ke Rina begitulah kiranya.

Bisnis jarang


Selain menggerus kantong juga makan tempat. Apalagi kalau sudah tidak dipakai mau ditaruh dimana nanti. "Solusi ya sewa perlengkapan bayi! Jauh lebih ekonomis," paparnya. Kalau harga sewa dijamin lebih murah. Kalau sudah tidak terpakai lagi ya tinggal dikembalikan ke Rina.

Dilema ibu muda mengilhami Bunda Rina. Target awal Rina adalah masyarakat Kota Surabaya. Lewat satu situs bernama www.sewaperlengkapanbayisurabaya.com, dirinya menyiapkan sewa perlengakapan mulai dari baby walker, baby bouncer, boks bayi, boks bayi oval, buggy walker, carseat, high chair, stoller juga.

Dia mengatakan tinggal telephon saja. Barang nanti akan diantarkan. Kalaupun sudah habis masa sewa kan tinggal telephon memperpanjang. Rina juga mengatakan pihaknya akan datang sendiri. Kalau sudah waktu menyewa habis akan ada orang mengambil ke rumah, mudah kan?

Berbagai perlengkapan tinggal ditaruh di website. Kontak buat dihubungi juga sudah ada. Kalau ditanya apa kiat sukses pengusahanya: Mengalir saja mengikuti usaha. Tidak ada kiat khusus. Hal terpenting menurutnya justru di pelayanan. Haruslah supel dan ramah kepada pelanggan yang bertanya.

Tidak cuma menghubungi buat menyewa. Terkadang pelanggan malah ikutan curhat rumah tangga. Dengan senang hati Bunda Rini mendengarkan. "Syukur- syukur bisa memberi jalan keluar," tambahnya. Hubungan kekeluargaan menjadi landasan bisnis Rini. Kehangatan Bunda membawa promosi baik dari mulut ke mulut.

Promosi sederhana tersebut ternyata ampuh. Dia sendiri enggan berkata soal keuntungan. Namun, yakinlah bahwa usaha ini terbilang masih luas pasarnya. Dan masih dapat dikembangkan ke kota- kota lain. Lumayan buat ibu lain membantu suami agar dapur keluarga mengepul.

Jualan Aksesori Bayi Beboo Awalnya Cuma Laku Dua Juta

Profil Pengusaha Syahrial Suryandana 



Menjadi pengusaha tidak harus monoton. Tidak melulu usaha kuliner ataupun pakaian wanira -seperti hijab atau batik. Kami mencatat beberapa pengusaha sukses meraup untung lewat usaha aksesoris bayi. Salah satunya pengusaha bernama Syahrial Suryandana, pemilik brand Beboo, bisnis tempat duduk khusus bayi.

Pria Surabaya, Jawa Timur, yang mengawali usahanya dari mainan bayi. Pengusaha satu ini menemukan ide menganai alat memberi nyaman bayi. Beboo memasarkan aksesoris bayi berumur sampai 3 tahun. Produk bikinan Syahrial berbahan kain aman, mulai produk baby harness, topi menyusui, kemudian gendongan bayi.

Kesemuanya merupakan produk buatan lokal. Dimulai sejak November 2011, bermodal gajinya sebagai seorang karyawan. Kain dirajut sendiri dibantu karyawan tambahan. Namun, ujung- ujungnya kesulitan untuk menjaga kualitas, alhasil dia menyerahkan pembuatan seluruhnya ke konveksi.


Bermula dia membeli mesin dahulu. Kemudian mendapatkan penjahit, dia mulai memproduksi sendiri namun susah menjaga kualitas. Syahrial lantas memberikan pembuatan ke konveksi. Jujur modal usaha dijalankan olehnya tinggi yakni Rp.50 juta. Itupun ternyata masih harus nambah Rp.10 juta.

Sayangnya, dalam produksi Beboo tidak untung, malah harus mengadakan aneka promosi, kemudian datang ke pameran bayi. Memajukan usaha sendirian bukanlah hal mudah. Apalagi Syahrial mengusus usaha yang berbasis lokal. Usahanya hanya mengantungi omzet Rp.2 jutaan per- bulan.

Tetapi dia mau langsung menyerah. Aneka cara promosi dilakukan agar brand -nya dikenali. Hasilnya ya dia mampu menaikan omzet sampai Rp.40 juta per- bulan. Dia menyebut omzet stabil antara Rp.30 juta sampai Rp.40 juta. "Kadang pernah Rp.20 juta," kenangnya. Namun dia mampu mengatasi semua melalui promosi tepat.

Dia mengatakan usahanya akan laris memasuki akhir tahun. Nah kalau lebaran malahan susah menjual lebih banyak -berbending bisnis pakaian dewasa. Pemasaran fokus lima pulau Indonesia, ditambah Malayasia dan Filipina. Untuk sasaran pasar mereka ibu muda yang barulah berumah tangga.

Pemasaran melalui online di www.bebooland.com. Penjualan menjadi praktis, cocok buat ibu muda paham akan teknologi, konsumen tidak perlu repot ke toko, cukuplah memesan melalui internet. Pasarnya ibu muda sibuk tidak mau diurus pihak ketiga. Memang produk Beboo mudah penyimpananannya dibanding lain.

Cakupan lebih luas menjadi alasan Syahrial fokus online. Penjualan ke luar negeri digunakan memanfaatkan pos. Perlengkapan bayi Beboo dijual antara Rp.157 ribu sampai Rp.250 ribu. Paling murah adalah produk topi wrape, atau topi khusus ibu menyusui. Topi tersebut digunakan ke bayi agar dapat disusui.

Mimpi besar Syahrial bagaimana memperluas cakupan produk Beboo. Termasuk memperluas pasaran ke bayi umur sampai 5 tahun.

Rendang Resep Nenek Enaknya Omzet 300 Juta

Profil Pengusaha Ivan Daryana 



Bisnis rendang memang menguntungkan. Semenjak namanya masuk dalam daftar makanan terenak di dunia. Rendang kini sudah merambah pasar ekspor. Inilah kisah suami- istri pembuat rendang enak. Kisah seorang Ivan Daryana (40) dan istrinya, Intan Rahmatillah, tak menyangka mampu meraup omzet hingga ratusan juta.

Alkisah Ivan hanyalah pegawai biasa bekerja keras. Gajinya mapan bekerja di sebuah perusahaan besar. Ia meski begitu meresa tidak nyaman. Memang harusnya cukuplah uang pekerjaan sebagai karyawan Garuda Maintenance Facility (GMF- AeroAsia). Dia sudah cukup bergelimangan harta ketika menjadi karyawan.

Namun, sekali lagi, terasa menjanggal dalam benak Ivan. Meski bergaji tinggi pekerjaan tersebut dirasa ia tidak cocok. Padahal Ivan bekerja sesuai bidang dipelajarinya sewaktu kuliah. Dia sendiri adalah lulusan S-2 ITB Teknik Industri, dan memilih keluar resign, kembali ke kampung halaman di Bandung tercinta.

Ia ingin memulai hidup baru. Keingan terkuat ialah membuka usaha sendiri. Namun tidak semudah berkata, dia tidak pernah mewujudkannya. Keinginan tidak ditunjang keadaan. Alhasil hanya menjadi pengangguran tidak bekerja. Sampai Ivan ditawari mengajar menjadi dosen sebuah perguruan tinggi swasta.

"Akhirnya saya memutuskan untuk mengajar dulu," kenang Ivan. Menurut Indotrading.com sebagai dosen, maka pendapatan didapat berbeda ketika menjadi pegawai. Bukannya naik malah turun pendapatan Ivan tidak besar.

Bedanya dia tidak terjebak rutinitas kantor. Jam mengajar pun lebih fleksibel. Karena kebebasan itulah dia mampu membangun rencana mau usaha apa. Kebanyakan dosen memilih mengerjakan proyek. Tetapi dia lebih memilih membuka usaha sendiri.

Sayangnya ide bisnis tidak kunjung muncul. Pengennya berbisnis bermodal sedikit tetapi menghasilkan. Ia akhirnya mendapatkan ide ketika mudik ke rumah nenek. Nenek sang istri yang merupakan keturunan asli Padang. Ketika itu dia sedang menikmati makan di rumah nenek. "Disana disajikan rendang unik," ia lanjut.

"Rendang berbentuk kubus, warna gelap nyaris hitam, dan kering tidak ada minyak," imbuhnya. Walau dia sempat ragu mencicipi tetapi rasanya luar biasa. Rendang buatan nenek sangat enak. Rasanya berbeda dari rendang selama ini dia cicipi.

Berbisnis resep


Istrinya Intan berkata itu merupakan resep keluarga. Katanya nenek Intan justru rendang asli malah begitu. Dia kemudian mengenang dulu. Ayah Ivan pernah meminta rendang bikinan nenek istrinya. Dan ayah Ivan bilang kalau rendang seperti ini susah dicari, dan hanya ada di Padang.

Yah padalah dia sudah lama mendengar tentang rendang tersebut. Namun barulah sadar bahwa rengdang ini benar- benar berbeda. Dan ketika dia mencicipi pertama kali, justru ketika dia membutuhkan ide bisnis maka inilah jawaban atas kengototan seorang Ivan Diryana.

Ayah Ivan adalah seorang dosen yang suka mengerjakan proyek ke Padang. Dari sanalah ayah sadar akan cita rasa sebenarnya rendang Padang, berbeda dengan anaknya Ivan. Singkat ceritanya dia memutuskan buat berjualan rendang. Ide bisnis ini ditelusuri lewat sang istri tentang bagaimana cara membuat rendangnya.

Sang istri kemudian meminta resep bagaimana cara membuatnya. Butuh waktu hingga Intan dinyatakan lulus dari sang nenek. Karena resep turun menurun Intan butuh restu keluarga buat dikomersilkan. Beruntung Ivan diperbolehkan dan akhirnya bisa tersenyum lepas.

Usaha ini kemudian dimulai tahun 2011 berlabel Rendang Nenek. Usaha mereka membuat rendang daging bermodal resep nenek. Brand -nya sederhana yaitu rendang Padang, yang dibikin merupakan hasil resep turun- menurun dari sang nenek. Dibutuhkan modal Rp.1 juta diproduksi sendiri dengan peralatan seadanya.

Ivan tidak memiliki mesin apapun. Kemasan sederhana plastik membuatnya bertahan beberapa hari saja. Ia tidak pantang menyerah. Hasil berjualan disisihkan diputarkan menjadi modal. Menabung sampai mereka punya 1 freezer, 2 vacuum sealer, dan 12 kompor 24 titik api.

Berbekal itu kemasan lebih bagus sehingga awet sampai 6 bulan. Ivan benar- benar memperhatikan betul soal pengemasan. Rendang Nenek memiliki 7 varian rasa yaitu ada rendang paru, daging, hati, limpa, ayam suwir, jengkol bahkan jamur tiram.

Omzetnya rata- rata Rp.100 juta, bulan puasa mencapai Rp.300 juta, dan memproduksi kurang lebih 1 ton daging. Ini belum termasuk varian rasa. Dengan cekatan dia langsung memilih mengetes pasar online lewat situs gratisan Multiply. Ketika belum berbungkus benar Ivan sempat deg- degan ketika berjualan online.

"Khawatir terlambat keburu basi," kenangnya.

Berkembang pesat


Perubahan kemasan serta proses produksi merubah segalanya. Ivan juga memperbaruhi sistem penjualan. Ia tidak lagi khawatir cuma kuat seminggu. Kini pemasaran online melalui website berbayar dot com. Kebetulan dia paham membuat website sedikit. Maka jadilah website sederhana sementara www.rendangnenek.com.

Perlahan tapi pasti mengumpulkan uang. Dia menabung agar bisa membeli vacuum sealer loh. Alat berkelas industri membuatnya bukan sekedar UMKM. Dibantu Dinas Perindustrian dan Perdagangan lewat serangaki pelatihan pengemasan produk.

Rendang ayam dan sapi mampu bertahan 6 bulan. Sementara rendang lainnya bertahan sampai sebulanan. Hanya bermodal uang gaji dosen dan untung dari penjualan, Ivan merangkak menjadi pengusaha berkelas nasional.

Usaha Rendang Nenek terus berkembang. Dulu cuma berbekal dapur, sebuah kompor, dan kulkas pribadi buat menyimpan daging. Sekarang dia merombak ruang bawah rumahnya menjadi pabrik. Yang mana bisa mengolah sampai 50kg daging per- hari.

"Alhamdulillah perlahan kami terus kembangkan usaha Rendang Nenek ini," jelasnya. Kekuatan dalam hal pengawasan produksi menjadi andalan.

Penjualan sudah menyebar sampai Aceh dan Papua. Untuk pembelian tersebar datangnya dari Jabodetabek dan Bandung. Penjualan ke luar negeri seperti Brunei Darusalam, Jepang, Prancis, Jerman, dan negara asal Eropa.

Marketing unik


Dia menjual ke luar negeri lewat jalur nitip. Mereka pembeli setia yang rela bayar mahal. Rendang Nenek lalu berkeliling ke negara- negara tersebut. Bersama ada 8- 10 orang pegawai direkrut memenuhi pemesanan Ramadhan sampai Lebaran. Mereka senang karena mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tambahan.

Kebanyakan mereka merupakan lulusan SD atau SMP. Mereka itu ibu- ibu bersuamikan tukang bangunan, tukang ojek atau sudah tidak punya. Semua berkat kegigihan sekarang bisa membantu banyak orang biar bisa makan.

Ia berkisah awalnya banyak orang gagal paham. Waktu itu belum seramai sekarang. Orang belum paham apa itu rendang kemasan. Memang rendang bisa dikemas seperti mie instan. Kemudian datang dari apakah rendang buatannya halal dimakan. Apalagi waktu itu dia masih memproses mengembangkan penjualan dulu.

Modalnya pas- pasan bukanlah kendala baginya. Dia bertahap membiayai semua bermodal gaji dosen. Ivan menghadapi masalah ditribusi sampai harga sapi mahal. "Hal paling menyulitkan ketika harga daging sapi yang terus meningkat," jelasnya.

Usahanya membesar karena fokus ke masa depan. Dia bahkan berhasrat agar rendangnya go international. Tetapi sebelum itu dia ingin rendangnya menyebar sekala nasional dulu. Baginya pasar lokal masih belum dia kelola baik. Maka dia menargetkan agar mampu bersaing masuk ke pasar retailer- retailer modern.

Kunci sukses


Konsistensi merupakan kunci sukses lain. Sukses juga jangan sampai membuat kamu sombong. Sebelum ia mengerjakan Rendang Nenek. Ditelisik oleh IndoTrading ternyata dia pernah berbisnis lain. Tepatnya tidak jelas apa, tetapi dia gagal dikarenakan tidak konsisten.

Berkat dukungan istri maka dia mampu tetap konsisten. Jangan berharap untung di tahun pertama. Janganlah fokus mendapatkan keuntungan sebesarnya. Janganlah berpindah ke usaha lain harus benar- benar jalannya benar dulu. Bangunlah sistem lakukan aneka perbaikan dalam berbagai hal. "Profinya Insha Allah mengikuti."

Perhitungan matang juga tidak dapat dipungkiri. Perhatikan segmen pasar, Ivan mengingatkan bahwa masih banyak UMKM yang ugal- ugalan soal penjualan. Pemasaran bukan soal promosi saja. Tetapi soal nantinya membangun daya saing. Belajarlah banyak teori pemasaran kemudian praktikan ke bisnis langsung.

Berkat itulah, kini, mereka merambah ritel modern melalui supermarket di Bandung, contohnya Setiabudi Supermarket. Juga membukan cara jualan keagenan ada 20 agen menjual ke berbagai daerah.

UMKM tidak cuma membantu pengusaha seperti Ivan. Tetapi memberikan harapan baru bagi ekonomi di Indonesia. Bayangkan dia mempunyai seorang pegawai umur 55 tahun lulusan SD. Maka hanyalah di UKM dirinya masih bisa menghasilkan uang ditengah kebutuhan hidup makin mahal.

Dukungan pemerintah dirasa Ivan dibutuhkan. Adanya kebijakan mendukung UMKM sangat dinantikan. Ia menambahkan kalau ingin Indonesia maju, maka perhatikan UMKM. Katanya kenapa membuang anggaran harusnya berikan ke UMKM bukan cuma pengusaha besar.

Dia menjelaskan janganlah memaksakan. Jangan memaksakan gaya hidup seperti orang kaya. Kalau belum waktunya memiliki barang mahal, jangan dipaksakan. Bekerja keras sampai ke posisi tersebut. Kalau tidak bisa liburan ke luar negeri, ya jangan dipaksakan.

Jangan karena ingin iPhone nekat membeli nyicil. Orang Indonesia kebanyakan gaya hidup dulu, gak apa yang penting kekinian, nyicil sampai tahunan gak masalah. Jangalah bergaya cuma buat persepsi orang saja. Nah, beerkat menabung dan tidak gaya hidup mewah, kini Ivan mampu mengantungi omzet sampai Rp.300 juta!

Biografi Inspiratif Robert Herjavec Shark Tank

Biografi Pengusaha Juri Shark Tank



Juri Shark Tank satu ini telah membuktikan fakta tentang imigran. Bahwa imigran siapapun mampu merubah nasib. Dan juga bisa merubah dunia tempatnya menetap tinggal. Kelahiran Kroasia, sebelumnya Yugoslavia, 14 September 1962 merupakan pemilik Herjavec Group. Yang nilai kekayaanya naik tetap dari angka $200 juta.

Dia adalah pengusaha asal Kanada. Seorang investor handal sekaligus penulis buku. Dia semakin terkenal ketika dia menjadi salah satu juri Shark Tank.

"Terkadang itu terasa kamu tidak layak masuk kesana," kutip Herjavec, merujuk kepada keadaanya sebagai orang imigran.

Herjavec tumbuh di Zbjeg. Namun terpaksa meninggalkan negeranya karena sang ayah. Ceritanya bahwa ayah Herjavec merupakan toko vokal. Alhasil, pada umur delapan tahun, tanpa tau sebabnya maka dia ikut dibawa keluarganya keluar dari wilayah konflik

Satu keluarga kemudian sampai di daerah bernama Halifax bermodal satu koper, dan uang $20. Bagianya ia merasa hidup sangatlah sulit. Waktu itu dia hanya bocah biasa, yang bahkan tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Transisi hidup memang sulit dimana dia lantas tinggal bersama nenek di sebuah pertanian.

Merasakan hidup sebagai petani harus mengikuti tradisi sekitar. Diantara tetangga baru yang sama bekerja jadi petani, dia menemukan fakta bahwa keluarga Herjavec lebih miskin, dimana dia merasa minder akan hal tersebut untuk bersosialisasi sebagai masyarakat ekonomi lemah.

Dia mengenang sang ayah bekerja di pabrik. Menghasilkan kurang lebih $76 seminggu -atau setara $464,26 jika tidak terpengaruh inflasi- di 2015. Dia kemudian mengenang "bully" dirasakan ketika sekolah. Pernah ia mengadu kepada ibu karena diejek teman sekelas karena miskin.

Bayangkan ayah Herjavec bekerjanya jalan kaki. Dia mengumpulkan uang ongkos naik angkot, sampainya di rumah, ketika dia mendengar ucapan sang anak. Ayah Herjavec berkata,"jangan pernah mengeluh," yang mana menjadi kata bijaknya hidup sampai sekarang.

Dia sangat mengagumi sang ayah. Dia menjulukinya "pria tangguh, yang sangatlah tangguh." Perkataan sang ayah akan jangan mengeluh mendorong dia maju. Keinginan akan membangun kemapanan semakin tumbuh. Tambahan dorongan lain ialah ketika dia mendapti sang ibu ditipu mentah- mentah.

Bayangkan seorang salesman datang, mengajak ibunya membeli alat pembersih debu seharga Rp.500, dan itu setara gaji ayah seminggu. Kejadian tersebut mendorong Herjavec harus lebih cerdas. Pemikirannya ialah dia bersumpah tidak mau lagi orang tua ataupun dia dimanfaatkan orang lagi.

Tahun 1984, dia lulus kuliah dari University of Toronto, dengan latar pendidikannya Ilmu Bahasa Inggris dan juga Ilmu Politik. Dia bekerja agar mampu mencukupi keluarga. Dia mengambil aneka pekerjaan dengan gaji mepet upah minimum di 1990 -an, seperti menunggui meja, mengantar koran, menjadi sales, debt collector.

Imigran sukses


Dia mendeskripsikan dirinya sebagai "Imigran dalam kapal". Merujuk pada imigran Timur Tengah yang mulai masuk ke Eropa melalui kapal- kapal kecil. Umur delapan tahun dia merasakan sendiri ikut ayahnya masuk ke Kanda menghindari penjara.

Dia mengenang bagaimana dia tidur di basement. Cuma punya satu sepatu terpasang dikakinya. Mungkin ia merasakan kemerdekaan di negara baru. Namun perasaan emosional melanda transisi hidup Herjavec. Dia menginjak dunia baru berbeda. Herjavec bahkan dibully teman sekelas karena hidup miskin sebagai imigran.

Ia bahkan dipukuli karena memakai pakaian tidak keren. "Ketika saya berkata kepada ibu saya, dia lantas berkata, "Robbie, tidak ada seorangpun di dunia lebih baik dari kamu dan kamu tidaklah lebih baik dari siapapun di dunia"," ia berkata kepada majalah Entrepreneur bahwa mengeluh tidak ditolerir.

Tumbuh besar dia sempat merasa minder. Dia merasa semakin seperti orang asing di negeri asing. Sempat ia melihat ayah berangka kerja berjalan kaki. Ayahnya bekerja menjadi tukang sapu di sebuah pabrik. Lalu ia menjadi saksi ibunya ditipu tukang jual mesin penyedot debu.

"Saya menyadari bahwa dibandingkan orang lain, kami sangatlah miskin," kenangnya. Umur 14 tahun muncul rasa ambisi untuk menjadi multi- miliarder, karena ia ingin memberikan kehidupan keluarga lebih baik.

Ia ingin lebih dari bayangan kosong keluarga tentang "kembali ke Kroasia". Dia tidak mau keluarganya malah kembali kesana dan memulai dari nol (lagi). Herjavec menginginkan hidup diatas semua pikiran liar tersebut. Dia lantas berkata kepada orang tuanya bahwa dia akan menjadi bos.

Seseorang yang tidak akan dipecat dan bisa bersantai. Bukan hidup seperti pekerja pabrik bersama ayahnya dulu. Dia ingin menjadi seseorang yang bebas menentukan jadwalnya sendiri. Dia mau menjadi entrepreneur. Bekerja seadanya seperti cerita diatas, dia mulai bekerja lebih keras agar menjadi sosok seperti di citakan.

Karir bisnis


Karir di bidang perfilman dimulai sejak dini. Dia bekerja di belakang kamera di berbagai rumah produksi. Ia kemudian menjadi asisten direktor, filmnya seperti Cain and Abel dan The Return of Billy Jack. Karirnya di bidang ini mengalami puncak sebagai produser siaran langsung Olympic Musim Dingin XIV untuk Global TV.

Herjavec mendapatkan penghargaan termuda meliput Olympic. Mencari pekerjaan dibidang produksi, ia lantas mendaftar ke perusahaan Logiquest menjual produk IBM, namun karena tidak sesuai pengalaman maka dia ditolak. Herjavec tidak putus asa malah menawarkan bekerja selama enam bulan tanpa gaji.

Karena dia bekerja gratis maka Herjavec mencari sambilan. Bekerja keras lalu naik pangkat sangat jauh yakni menjadi Jendral Manajer di Logiquest. Di 1990 -an, dia dipecat oleh perusahaan, lantas mendirikan perusahaan sendiri bernama BRAK Systems, perusahaan keamanan internet Kanda, berkantor di basement rumah.

Kemudian BRAK Systems sendiri dijual ke AT&T Canada di Maret 2000 senilai $30,2 juta. Dan setelah tiga tahun pensiun, serta menumpang tinggal di rumah ayahnya bersama tiga anaknya, akhirnya Herjavec menemukan satu lagi perusahaan bernama Herjavec Group di 2003.

Bisnisnya meliputi keamanan jaringan internet, menjual dan memanajemen layanan provider, dimana dia jadi CEO perusahaan. Perusahaan ini tumbuh sangat cepat dan menjadi provider IT terbesar Kanada, menurut Branham Group. Herjavec Group (THG) memiliki tiga pegawai di 2003 jadi 150 pegawai pada tahun 2013.

Total pertumbuhan perusahaan 630% dari 2007- 2014 lalu. Dari penjualan yang cuma $400 K pada 2003 menjadi $125 juta masuk 2012. Perusahaan mencapai target penjualan lebih dari $500 juta.

Mimpinya menjadi imigran sukses telah tercapai. Dia selalu percaya akan hidup sukses dan akhirnya sukses melebihi imajinasi terliar. Hidup baginya terbagi dua, orang yang sudah ditakdirkan Tuhan sukses sejak lahir dan mereka yang menjangkaunya kesuksesan.

"Saya salah satu diantara orang yang sukses karena menanggung luka di kehidupan mereka, yang tau bahwa mereka tidak akan mampu bertahan lagi dan mau merubah nasib," imbuhnya kepada Entrepreneur.com

Menjadi imigran, kemudian mendapatkan kewarganegaraan Kanada tidak mudah. Dia tidak seketika jadi warga negara karena entrepreneur. Butuh waktu contoh saja entrepreneur salain dirinya. Mereka harus siap menghadapi perbedaan budaya dan bahasa, dan norma hidup sementara tetap berusaha agar sukses.

Menurutnya tidak sangatlah sulit menjadi entrepreneur imigran. Susah buat mencampur di tempat tinggalnya sekarang. Namun tidak berarti menghentikan kamu mencari tempat menjadi sukses. "Tidak masalah siapapun kamu atau darimana pun kamu," Herjavec menambahkan lagi.

Pada dasarnya dalam hati terdalam orang tidak peduli. Tidak peduli warna kulit. Tidak peduli tentang apa agama ataupun jenis kelamin. Mereka cuma peduli berapa nilai kamu taruh dalam kehidupan.

Hidup biasa


Pilihan terbaik seorang Herjavec bukanlah memilih berbisnis awal. Bukanlah belajar bahasa baru agar bisa menyatu dengan lingkungan. Bukanlah pula menjual perusahaan ke AT&T untuk jutaan dollar. Adalah dia memutuskan untuk menolak virus dia sebut hidup biasa. Menolak hidup biasa saja dalam bentuk apapun itu nanti.

"Dunia tidak menghargai kebiasaan," ujar Herjavec. Kamu harulah menjadi hebat untuk sesuatu. Tidak ada namanya cukup baik. Cuma ada terbaik ataupun kata lebih hebat. Pengusaha besar bermata biru savir, sekarang berumur 52 tahun, kini menduduki posisi sebagai pemilik perusahaan keamanan internet.

Dengan sagala macam masalah dilalui. Dia pernah bekerja menjadi penjual koran loh. Juga pernah bekerja menjadi kolektor utang. Dia pernah bekerja menjadi pembersih lantai bergaji $76 per- minggu. Herjavec memang hidup berkecukupan tetapi dia ingin lebih.

Umur 14 tahun dia "digigit" serangga entrepreneurship. Dia lantas menyatakan keinginan menjadi pengusaha kepada kedua orang tua. Ayahnya lantas memberikan saran. Ayah Herjavec menunjuk jabatan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja. Tetapi sosok tersebut tidak membuat Herjavec berpuas.

"Bagi orang tua saya, orang itu adalah sosok paling sukses mereka tau karena dia adalah sosok yang tidak akan dipecat dan pekerja keras."

Tanpa adanya mentor membuat dia cukup kesulitan. Dia ingin menjadi orang yang tidak peduli akan gajinya ataupun sewa. Ingin menjadi seseorang sukses dan besar. Dia kemudian menyasar buku- buku menjadi sang mentor. Sasarannya tidak lain adalah kisah- kisah biografi pengusaha.

Dari sanalah dia menemukan tidak seorang pun peduli akan orang biasa. Kesuksesan adalah bisa dihitung. Ia mau menjadi sukses dan menghasilkan banyak uang. Atau apapun yang mendefinisikan kesuksesan tersebut. "Lakukan satu hal dan lakukan itu lebih baik dari siapapun," jelasnya. "Lakukaan apapun buat menjadi paling hebat."

Jika tidak mau, maka kamu tidak akan pernah melihat titik potensi kamu. Kamu tidak akan pernah sukses buat menghidupkan mimpi kamu.

"Temukan talenta kamu, jadilah hebat dan lakukan hal hebat dari telanta kamu sendiri. Jika kamu lakukan, tidak cuma kamu akan sukses, kamu akan mendapatkan kepuasan pribadi dan mencukupi sesuatu uang tidak dapat beli."

Catatan: foto diatas adalah fotor Robert Herjavic di rumah lamanya

Situs Resep Makanan Jepang Terbesar Cookpad

Profil Pengusaha Akimitsu Sano



Tidak banyak diketahui tentang seorang Sano. Ialah dibali situs aneka resep terbesar Jepang, Cookpad.com, yang sudah memulai sejak bangku kuliah. Pria 42 tahun ini jarang berbicara kepada media masa. Ia memiliki sedikit biodata bisa disusuh oleh media, bahkan sekelas Forbes.com

Kuliah di kampus terkenal Jepang, Keio University, asik mengerjakan Cookpad. Tahun 2012 meninggalkan tugas sebagai CEO mengerjakan aneka akuisisi. Ia mengakuisisi Minanno Wedding, situs review buat tempat pernikahan Jepang, dan Cucumbertown, blog platform buat aneka makanan asal Amerika, untuk nilai tidak diketaui.

Menurut Wikipedia semua dimulai dari perusahaan bernama Coin Ltd pada Oktober 1997. Kemudian ia meluncurkan Kitchen@coin tempat berbagi resep makanan. Kemudian namanya berubah menjadi Cookpad pada 1999 dan tahun 2002 mulai membuka ruang bagi pengiklan masuk.

Bisnis memasak


Tiga tahun situs milik Akimitsu Sano telah mencapai 12 kali lipat. Dia mampu merubah Cookpad masuk jajaran 55 situs paling dilihat di Jepang. Usahanya memang ambisius. Sejak awal dia sudah melihat diluar apa orang lihat sebagai situs resep masakan Jepang.

Data dihimpun menyebutkan situs ini dikunjungi setangah wanita di Jepang. Umur antara 20 -an sampai 30 -an, dimana penghasilan diperkirakan $122 juta dan tahun 2016 mencapai $150 juta. Kemenangan situs ini ternyata merupakan cerminan wanita Jepang, yakni banyak ibu rumah tangga kesukaran bersosialisasi.

"Banyak ibu rumah tangga memiliki kekurangan dalam koneksi ke sosial -and Cookpad memberikan satu link - jadi disanalah banyak peluang," ujar Takahiro Kazahaya, pakar analisis dari Deutsche Bank di Tokyo, Jepang.

"Itu bukan berarti orang sekarang tidak mau memasak," Sano menambahkan dalam wawancara bersama Japan Times, tahun 2008 silam. 

Lanjut dia bahwa ibu muda sekarang tidak memahami cara memasak. Bukan karena tidak mau memasak tapi tidak mendapatkan ilmunya dari generasi sebelumnya. Sano sendiri meyakini memasak membantu satu keluarga menyatu. 

Sano sendiri suka memasak atau dimasakan oleh istrinya. Di kantornya juga ada sebuah dapur raksasa yang seukuran industri buat seluruh pegawai. Ia sendiri tidak mau makan kecuali orang dikenalnya membuatkan ia makanan.

Percaya diri, Cookpad.com masuk ke bursa efek Jepang, dimana sahamnya naik 80% semenjak diluncurkan dulu. Dimana saham dipasarkan mencapai 20% saham. Sementara Sano memiliki saham mencapai 44% yang membuatnya memiliki kemampuan merubah susunan eksekutif Cookpad.com, dan disinilah masalahnya.

Cookpad.com memiliki 58,8 pengguna -dan menyimpan 2,1 juta resep masakan khas Jepang- contohnya saja pancake sotong khas, tetapi tidak juga menafikan masakan khas Jepang layaknya Bolognese ataupun Cheesecake.

Kegaduhan bisnis


Ia mengejutkan semua pemilik saham. Sebagai pemilik 44% saham membuatnya memiliki kuasa. Pada bulan Januari 2016 dia membuang semua jajaran direksi utama. Alasanya Sano merasa perusahaan mulai tidak lagi fokus di bisnis utama. Akibatnya saham jatuh 23% dalam satu hari dan kabarnya ada pertarungan hebat di dalam.

Sebagai situs yang memiliki pengguna 85 juta hal ini menganggu. Jalannya roda bisnis Cookpad dibutuhkan tetap dalam jalur. Pada Februari, Sano setuju tidak mengusik beberapa orang, dimana ini merupakan hasil dari perpinjangan panjang pertemuan pemilik saham.

Ia sendiri ingin kembali menjadi direktur. Sayangnya, banyak staf merasa tidak mau jika ia kembali ke bagian tersebut. Banyak orang percaya direksi sebelumnya telah menjalankan tugas bagus. Harga saham semakin turun karena ributnya perusahaan di dalam.

Pada 10 Mei, pendapatan turun sampai 73%. Bahkan mereka mencoba menjual bagian dari perusahaan itu. Sebuah kekecewaan kenapa Sano melontarkan proposal tersebut. Sebuah proposal yang berisi kekecewaan pribadi Sano terhadap kinerja perusahaan dan mencoba mengambil alih.

Meski coba diganjal, Sano tetap mendapatkan kedudukan direktur kembali, di dalam proposalnya terdapat rasa kecewa sebagai pendiri bahwa perusahaan mulai melupakan bisnis utama. Ia juga menambahkan lagi mereka yang bekerja di kantor diluar Jepang memiliki visi kurang.

Ia menginginkan kembali bisnis mereka di memasak. Dia berpikir bahwa manajemen dulu tidak cukup dalam hal berpikir ekspansi keluar.

Masalah sebenarnya


Dimulai sejak 1998, Cookpad menjadi pemain sentral situs berbagi resep, dan memiliki lebih dari 60 juta pengguna lokal, yang mana kebanyakan wanita. Tidak cuma masakan Jepang, mereka juga memiliki resep khas Amerika sentuhan Jepang, yang aneh. Mereka punya burger hitam dari kacang atau mufin kelapa.

Sejak membuka diri melalui IPO, perusahaan telah tumbuh berkali lipat sejak 2009. Dan nilai iklan bisnis dari situ resep ini mencapai $1,5 miliar. Pada tahun 2012 Sano memutuskan mundur sebagai presiden, dan digantikan mantan pemilik Kakaku.com, yang diakuisisnya, yaitu Yoshiteru Akita, untuk menyendiri sendiri.

Tidak banyak diketahui apa dilakukan oleh Sano. Namun Akita sukses berekspansi ke bisnis review layanan pernikahan, dimana memperlebar dari tujuan semula Sano. Sementara itu Sano dikabarkan tengah membuka cabang di Amerika, dan mengakuisi Cucumbertown sebagai satu aset perusahaan.

Tiba- tiba Sano mendadak "berilusi" bahwa para eksekutif tengah bermain. Mereka tidak fokus mengerjakan fokus bisnis mereka yakni di bidang masakan. Padahal Sano sendiri mengambil keputusan untuk mengakusisi beberapa usaha diluar resep.

Ia meminta merubah susunan direksi perusahaan. Aneh, memang dia bisa, namun akan menjadi masalah utama jika dia lakukan. Apalagi Sano dianggap tidak jelas dalam kebijakannya. Padahal banyak perusahaan besar memegang saham di Cookpad.com, sebut saja Citigroup.Inc, Seven & I Holding.Co, Sharp Corp.

Sano mulai propektif akan pemilik saham minoritas. Dia telah mengambil orang dari luar perusahaan, yang disebut sebagai independen, tetapi tidak seindependen itu. Memang sebagai pemilik saham 44% Sano sudah menunjukan kekuatannya. Meski begitu akan menjadi masalah jika sampai dia salah mengambil keputusan.

"Mereka (pemilik saham utama) bisa melakukan apapun mereka suka (jika serius)... tetapi kasus seperti ini sangat langka," ujar Ishida, pengamat ISS, karena bisa membuat pemilik saham melepas saham dan untung karena pemegang saham utama ketiga masih melihat potensi Cookpad.com

Akbar Karikatur Dituduh Menipu Sukarnya Bisnis Online

Profil Pengusaha Akbar Satriawan



Bisnis online sering dituduh menipu. Memang dunia digital memberikan kemudahan total. Tetapi tidak semua orang memiliki kemampuan. Yakni kemampuan membedakan dunia nyata dan internet. Beberapa malah kerepotan mengerjakan bisnis mereka disini. Dunia internet memberikan kemudahan juga kesukaran.

Seperti kisah pemilik Akbarkarikatur. Dia mendapatkan banyak komplain tentang pesanan. Banyak mereka komplain bahkan merasa tertipu. Orderan tanpa didukung sumber daya manusia. Padahal Akbar katanya menyanggupi pesanan tetapi sulit dihubungi dan gagal memenuhi pesanan. 

Padahal sudah mengirimkan uang pembayaran. Penulis tidak menjudge tetapi menyoroti fenomena. Dalam berbisnis dibutuhkan profesionalisme. Ingat bahwa pembeli adalah raja. Maka sebagai pengusaha layaknya tidak menjanjikan jika tidak sanggup.

Bisnis cerdik


Kamampuan membuat karikatur digital Akbar berbuah bisnis. Kisah pengusaha bernama Akbar Satriawan, seorang pengusaha muda asal Semarang. Bekal kemampuan menggambar digital. Akbar lantas iseng buat memasarkan karyanya lewat sosial media. Salah satu hasil karyanya yang menarik ialah ketika Pilkada Kota Semarang.

Akbar menggambar karikatur buat salah satu calon Wali Kota. Setelah gambar selesai, kemudian dapat ia perbanyak diatas kaos. Nah, lewat ajang inilah, nama Akbar semakin dikenal sebagai pembuat kaos asal Semarang. "Saya mulai serius membisniskan gambar karikatur digital sejak 2011 silam," jelas Akbar.

Pada awalnya dia mulai membuat blog sendiri. Diunggah kemudian dikomentari orang bahwa hasil karyanya bagus. Berjalan waktu dia mulai mengembangkan konsep kaos printing. Sebelum itu Akbar mendapatkan banyak job membuat gambar buat web Pemprov.

Lambat laun dia juga dikenal sebagai ahli dekor. Salah satunya menjadi pendekor aksesoris gambar untuk Achmad Dhani Masterpiece Karaoke. Kemudian menggambarkan ke kaos buat dipasarkan lewat berbagai event. Melalui bisnis kaos printing usahanya mulai menggurita tidak cuma online.

Tahun 2004 barulah kaos karikatur Akbar dipasarkan. Dengan pengalaman seadanya dia mencari tau, cara bagaimana sih menempelkan gambar ke kaos. Bagaimana dia menjahit, mendesain, dan bagaimana caranya menjual ke orang banyak.

Ia menyasar pasar backpacker awal. Dia menganggap pasar ini masih sepi. Memang kala itu demam traveling semacam ini belum booming. Kaos berkata- kata dan gambar simple diunggah Akbar. Isinya kebanyakan tentang sindiran untuk menikmati hidup dengan traveling. "Anda kerja, saya libur. Anda libur, saya liburan."

Kalau Akbar lebih memilih menjadi pelopor. Dia tidak suka mengikuti demam acara televisi. Seperti kaos yang bertuliskan My Trip My Adventure ataupun National Geography. Akbar memilih membuat gambar yang original dengan tulisan nyeleneh khas.

Pria asli Wonosobo, kelahiran 29 April 1990 ini, memang memiliki idealis dalam berkarya. Jiwa kesenian di dirinya lebih kental dibanding sekedar bisnis. Karya gambar Akbar lain seperti menggambar hewan- hewan yang hampir punah seperti gambar badak bercula satu.

Ia mendapatkan inspirasi selama menjadi backpacker. Ya Akbar memang hobi bertraveling jadi pantaslah kalau dia tau betul. Anak ketiga pasangan Supardi dan Yuli memang suka bepergian ke beberapa negara. Terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Bangkok. Dari sanalah ide tentang gambar dan kata muncul.

Uniknya, Akbar menjelaskan, untuk memberikan kesan spesial setiap desain diproduksi maksimal 22 kaos jadi benar ekslusip.

Bisnis online


Akbar juga mengadakan lomba quotes kata- kata unik. Melalui Instagram berhastag mengajak konsumen ikutan membikin kata- kata unik. Pemenang lomba akan mendapatkan dua kaos gratis. Satu kaos berdesain kata pemenang sendiri, dan satunya lagi bebas memilih. "Satu dengan desain quote tersebut, satu lagi bebas memilih."

Alumnus Universitas Dian Nuswantaro (Udinus) tahun 2014 ini, semakin eksis berbisnis lewat perpanduan antara sosial media dan nyata. Belum ada setahun sudah menghasilkan puluhan juta. Tidak cuma masuk ke pasaran Semarang tetapi juga luar Jawa, mulai Sulawesi, Kalimantan, sampai ke Papua.

Bahkan pernah dia mendapatkan pesanan sampai 150 potong dari Hong Kong. Memanfaatkan internet bagi Akbar adalah memperluas pasaran sekarang. Dia juga rajin bertemu konsumen langsung. Salah satunya yaitu lewat ajang Car Free Day Jalan Pahlawan Semarang.

Harga ditawarkan Akbar juga kompetitif. Yakni Rp.55 ribu untuk kaos lengang pendek dan harga Rp.65 ribu buat lengan panjang. Walau murah tetapi margin untung dihasilkan pria gondrong ini besar. Mungkin ini berkat uniknya karya Akbar.

Dia dibantu empat karyawan mampu mengerjakan 3 lusin per- hari. Baru setahun berbisnis omzet Akbar sudah menyentuh puluhan juta. "Kalau omzet bulanannya sudah cukup buat memenuhi kebutuhan sehari- hari dan uang saki backpackeran," selorohnya.

"Rencananya, akhir tahun mendatang, mau plesiran ke Turki sekalian bulan madu," tutup Akbar. Mungkin ini alasan utama kenapa Akbar menjadi sukar melayani. Disisi lain dia masih di luar negeri -seperti kasusnya dia katanya sedang di Bangkok tidak ada sinyal- sementara internet tidak pernah tutup.

Pabrik Hanger Pakaian Rajawali Raup Ratusan Juta

Profil Pengusaha Joko Ibrahim 


 
Menjadi pengusaha tidak disangka- sangka. Siapa sangka niat hati menyenangkan calon mertua, eh ternyata, malah menjadi bisnis berbuah ratusan juta. Inilah kisah Joko Ibrahim seorang pengusaha alat rumah tangga. Ia menceritakan awal kisah dia sama sekali tidak berniat menjadi pengusaha muda.

Dia awalnya berkunjung ke rumah kekasih di Dusun Ngunut, Tulungagung. Ternyata calon mertua Joko itu pengusaha alat rumah tangga. Dan kebanyakan warga dusun memang pengrajin peralatan rumah tangga. Satu kecamatan tersebut menjadi sentra alat rumah tangga. 

Kan kalau dia bisa membuktikan diri, siapa tau makin mudah. Jadi mudah buat Joko melamar sang kekasih. Lalu dia menawarkan diri untuk menjualkan hanger buatan calon mertua. Pria lulusan IAIN Wali Songo ini lantas menawarkan tetangga, kebetulah dia tengah melanjutkan sekolah Universitas Paramadina Jakarta.

Tawaran tersebut diterima senang hati. Jadilah Joko pengusaha alat rumah tangga dadakan. Ditawarkan itu ke tetangga tempat dia bertempat. Tidak cuma berhenti disitu saja, ia lantas membidik pasar internet melalui situs gratisan.

Bisnis siapa sangka


Joko sendiri bukan orang susah. Lahir dari keluarga berkecukupan membuat dia bisa bersekolah tinggi. Dia pun mengingat masa kecil menyenangkan. Ayah Joko sendiri adalah seorang kepala sekolah. Mereka sudah memiliki sepetak sawah. Kemudian ibu Joko merupakan penjual tanaman palawija.

Tumbuh menjadi pemuda biasa sampai berkuliah. Waktu kuliah di Semarang, ia juga aktif mengikuti aneka kegiatan kemahasiswaan. Berkat itu dia memiliki kemampuan komunikasi baik. Dalam hal membangun relasi juga mudah.

Itulah kenapa, ketika lulus 2003, pekerjaan bagus dapat digenggam Joko yakni menjadi manajer sebuah yayasan pendidikan di Solo. Namun karir dijalani Joko sangat lambat. Lima tahun berlalu kemudian ditawari beasiswa S-2, tanpa berpikir panjang Joko mengiyakan berkulih kembali ke Jakarta.

Sambil kuliah sambil bekerja. Joko bekerja di sebuah kantor pengacara. Disaat bersamaan juga menemukan wanita kekasihnya, yang sekarang istrinya, Prisa Ani Yulia.

Prisa sendiri merupakan warga Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur. Ketika berkunjung ia melihat orang tua kekasihnya mengerjakan hanger kawat. Sebuah usaha yang kelihatannya maju karena banyak pekerjaan tiap hari. Dia mencoba mengambil hati mertua. Joko sampai rela berhenti dari kantor pengacara.

"Sebab, bisa jualan sambil pacaran lebih menyengangkan,"cletuknya.

Ketika di Jakarta dia menjual melalui internet. Ternyata hanya berbekal situs penjualhanger.multiply.com bisa menghasilkan banyak pesanan. Transaksi online dijalankan Joko sudah seperti sekarang. Selepas membayar transfer barang akan langsung dikirim. Untuk penjualan dengan syarat tertentu tidak dipungut biaya mengirim.

Dia baru tau dahsyatnya berjualan hanger. Apalagi penjualan alat rumah tangga melalui internet kan masih sangat jarang. "Hasilnya lumayan," imbuh Joko. Produk dijual Joko masih produk hanger kawat biasa tidak ada spesial.

Penjualan melalui internet berbeda dari langsung. Ketika menjual rumah ke rumah, bayangkan Joko hanya mampu menjual 2- 3 calon pembeli. Dan ketika ia pindah berjualan dari multiply. Bayangkan dia melayani pembeli sampai belasan. Jika pembeli langsung membeli sedikit, pembeli internet akan membeli jauh lebih banyak.

Makin banyak dibeli


Suatu hari dia kedatangan seorang pembeli asal Korea. Ternyata dia merupakan pemilik laundry asal Korea. Ia pun menawarkan kerja sama bisnis menarik. Dia menginginkan hanger dibuat khusus. Kemudian datanglah seorang kawan menawarkan contoh hanger khusus. Hanger sesuai dengan keinginan pengusaha Korea itu.

Sang pengusaha laundry menginginkan hanger khusus. Bukan hanger kawat bekas, namun hanger dengan ukiran di gagang. Joko lantas membuat sampel. Kemudian beberapa contoh tersebut diberikan kepada si pengusaha Korea tersebut. Akan tetapi pemesan tersebut tidak kunjung memesan. Ia merasa dikecewakan sekali.

Namun, apa sudah berlalu tinggal pelajaran, banting stir Joko menawarkan hanger sama ke orang lain. Sabar dia menawarkan ke beberapa laundry. Hasilnya satu pesanan datang dari laundry di Nusa Tenggara Barat pada Mei 2009 silam. Tidak tanggung mereka memesan sampai 250 unit hanger.

"Saya senang sekali, tetapi juga bingung," ia berlanjut. Pasalnya Joko belum berproduksi sebanyak itu. Pria kelahiran 19 Maret 1980 ini lantas memberitau kesusahan ke pacar. Sang calon mertua ternyata merespon masalah ini mengejutkan.

Calon mertua menawarkan modal Rp.2,5 juta kepada Joko. Maksudnya agar dia dapat membelikan mesin cetak buat hanger. Untuk menambah modal usaha, ia menarik uang tabungan Rp.5 juta, lantas dibeli gulungan kawat dan bahan kimia buat mewarnai hanger. Sukses besar Joko memenuhi pesanan tersebut tepat waktu.

Kisah berlanjut dia membuat kembali hanger berdesain sama. Dia bekerja bersama empat orang karyawan yang dipinjamkan mertua. Kisah berlanjut tetapi tidak sesuai harapan dia. Pesanan malah kembali sepi tidak ada pesanan banyak.

Bertahan sabar


Ia sempat menawarka ke eksportir. Namun ditolak karena waktu itu belum punya mesin. Ia sempat bersedih cuma dia tetap semangat. Dia merasa bertanggung jawab bahwa dia sanggup. Keinginan memajukan usaha mertua membuat dirinya lebih bersemangat. Alhasil pesanan hanger baru membuka peluang bisnis pembuatan sendiri.

Hanya saja, bagaimana jika ternyata pesanan kembali sepi ya? Padahal dia barulah menikah. Juga masih ada stok 30.000 hanger. Mereka pasangan suami istri baru terpaksa berhemat. Mereka memenuhi kebutuhan hidup dari pesanan hanger yang sepi.

Tidak mau lama- lama berdiam diri. Apalagi sampai gila karena pesanan tidak kunjung datang. Joko memiliki ide brilian. Dibukannya buku YellowPage, mencari- cari internet, bagaimana dia bisa menemukan pasar lain potensial.

Akhirnya Joko membuat surat penawaran, ditawarkan hangernya kepada 7 laundry dari Bali dan Makassar. Startegi seperti ini ternyata tidak sia- sia. Pesanan mulai berdatangan. Namun, ketika sudah bersemangat, ia menemukan tidak se- "wah" dibayangkan. Dimana tidak setiap saat mereka akan butuh hanger tergantung musim.

Tujuh bulan berlalu, hingga Joko mampu menguasai pasar hendak dicapai. Joko akhirnya mampu memetakan calon pelanggan.

Masuk Idul Fitri 2009, pesanan mulai menaik, dan pesanan datang salah satunya Simply Fresh. Ya laundry besar tersebut memesan hanger ke Joko. Selain Simply Fresh, ada nama Martinizing Dry Cleaning memesan hanger juga. Dua bulan stok hanger produksinya habis tanpa sisa di gudang.

Simply Fresh Yogya pun secara teratur memesan hanger dari Joko. Kemudian sejak itu lahirlah nama produk Rajawali Hanger. Secara rutin mereka memasok hanger 8.000 buah ke Simpy Fresh setiap bulan. Kemudian dari Marinizing Dry Cleaning memesan sampai 2.000 unit setiap bulan.

Visioner bisnis


Rajawali Laundry masuk pasar ritel berbekal semangat. Bayangkan mereka memproduksi sampai 360.000 hanger setiap bulan. Juga termasuk masuk ke pasar grosir. Ternyata banyak orang membeli peralatan rumah tangga disana. Tidak berhenti di hanger, banyak orang meminta dipasok sapu, keset, dan kemoceng.

Melihat potensi itulah dia mulai mencari produk lagi. Dia menampung produk karya warga Desa Ngunut. Ia melalui perusahaan Rajawali Hanger berekspansi. Dari menjual aneka peralatan kebersihan, Joko lantas masuk ke bisnis pembuatan peralatan dapur sampai 100 jenis.

Ia menjalin kemitraan dengan pengrajin sekitar. Dia bertindak sebagai distributor. Kemitraan memasok alat- alat dapur. Dari empat orang karyawan pinjaman mertua, Joko merekrut empat lagi karyawan lepas buat membantu dia. Omzet jangan ditanya, Joko mampu meraup omzet sampai Rp.250 juta per- bulan.

Semua karena tidak cuma lokal. Joko bahkan mendapatkan tawaran ekspor. Joko mengekspor sampai ke Kanada lewat PT. Seven Continent, dimana mereka merupakan pemasok display buat produk ke Amerika seperti Lea Jeans. Tidak berhenti dia mendapatkan tawaran ekspor lain dari dua perusahaan asing.

Tetapi dia cuma mau jika bisa dikerjakan disela- selag kesibukan. Joko sendiri lebih nyaman berhubungan langsung dengan pelanggan, baik website, Twitter, ataupun Facebook. Meskipun begitu dia tetap merekrut orang buat menjalankan marketing. Karena itu merupakan kunci sukses sebuah perusahaan berbisnis.

Meski efek internet membantu, nyatanya, penjualan tidak 50% datang dari internet. Semua justru kerena ia memiliki kedekatan langsung ke konsumen. Cuma bedanya sekarang dia telah membangun citranya. Sudah memiliki brand awareness berkat internet. Kini, dia sibuk mengunjungi mereka bahkan ke seluruh Indonesia.

"Mungkin banyak yang bilang itu buang- buang duit tapi yang penting bisa menjaga hubungan baik," imbuh dia.

Menjalin hubungan dengan pengrajin rumahan sulit. Ia mengakui mereka cenderung sensitif. Ketika dia mulai menyusun data untuk keperluan jaringan distribusi. Mereka melihat Joko penuh curiga. Apalagi ketika mulai dia beralasan mengambil gambar dan banyak bertanya.

"Mereka tidak mau kalau sekedar kita tanya- tanya dan ambil gambar tanpa membeli," Joko menjelaskan lagi.

Oleh karena itulah setiap survei, maka Joko akan membeli barang dari mereka. Tujuh bulan lamanya sampai dia benar- benar menyusun data base. Dia akhirnya mampu memetakan produk apa saja. Dia juga mulai menyusun rencana pendekatan. Lantaran kebanyakan mereka sudah memiliki pengepul sendiri jadi susah.

Dia akhirnya mendekati pengepul juga. Mereka adalah pemberi orderan kepada perajin. Pendekatan dalam hal bagaimana meningkatkan penjualan. Serta memberikan sedikit pelatihan pengembangan produk. Karena mereka kebanyakan memproduksi satu jenis produk sesuai pesanan.

Mereka memang terbiasa memproduksi apa adanya tanpa inovasi. "Saya ajarkan bagaimana pengemasan, ukuran, atau pengembangan model baru," ia menjelaskan lebih lanjut. Joko sendiri ingat betul bagaimana ia berawal. Sebagai pembuat hanger pemula berbekal kawat bekas dibentu seadanya.

Dia berharap mitra juga merasakan pengalaman. Bagi Joko, kesuksesan milik siapa saja, bukan mereka yang terlahir kaya ataupun keturunan tertentu. Siapapun mau bekerja keras pasi bisa. Memulai usaha adalah soal keberanian. Keberanian mengambil keputusan penting dan fokus akan apa pekerjaan kita.

Pemilik PornHub Sejarah Situs Porno Dunia

Profil Pengusaha Dibalik Situs Porno 



Sudah pernah mendengar MindGeek. Tidak, bagaimana kalau kamu mendengar nama PornHub. Yap inilah perusahaan dibalik situs porno populer tersebut. MindGeek sendiri memiliki PornHub. Sayangnya, mereka tidak memiliki dua situs porno nomor 1 dan 2 di dunia. Apalagi kalau bukan kamu tau lah XVideo dan juga XHamster.

Sejarah porno gratis


Kita tidak akan membahas mengenai isinya. Kita akan membahas sedikit terntang sejarang pornografi situs seperti YouTube. Berawal dari YouTube waktu itu, pada tahun 2005, muncul lah ide membuat satu situs yang mirip tetapi berisi konten dewasa.

Dimulai kurang lebihnya, pada musim panas 2006, muncul tiga situs porno sejenis: PornoTube, RedTube, dan YouPorn. Tetapi mereka bukanlah milik MindGeek. Mereka datang entah dari mana tetapi PornHub berbeda. Menurut informasi PornHub didirikan pemilik MindGeek -sekaligus pemilik studio film Brezzer.

Munculnya YouPorn (terutama) membuat gaduh studio film porno mapan. Konten yang diupload gratis telah sampai membuat pemilik Brezzer gerah. 

Bisnis situs porno gratisan ini menjual iklan dan terbukti menghasilkan jutaan dollar. Kegerahan studio ingin menjatuhkan situs porno terutama situs YouPorn. Termasuk Ouissam Youssef pemilik studio porno pertama berbasis internet ini. Disaat bersamaan Vivid menuntut YouPorn ke pengadilan dan Youssef memilih peluang lain.

Disaat bersamaan dia berteriak tentang anti- pembajakan. Disisi lain, bersama rekannya lain sesama pendiri Brazzer, Matt Keezer, mereka mendaftarkan atas nama domain PornHub untuk $2.750. Mereka diam- diam mencoba berbisnis di bisnis situs porno gratis. Sementara Youssef duduk santai menuntut anti- pembajakan.

PornHub berdiri dibelakang perusahaan InterHub, dibelakang sekali Brezzer. Bahkan kalau bisa dibilang ia, Ouissam, tidak memegang PornHub langsung bahkan Brazzer seolah anti kepada itu. Menelisik lebih jauh berdirinya Brazzer empat tahun kebelakang. Nama mereka tidak setenar Vivid Entertainment sang Rajanya Bokep.

Mereka merupakan ahli teknologi asal Montreal. Mereka hobi berdiskusi dewasa di bar. Youssef dan juga Stephane Manos yang memulai pornografi. Ide bisnis tersebut kemudian mengajak Kazzer, yang sama- sama alumni Concordia University. Untuk awalan, mereka bersama saudaranya Youssef membuat bisnis TGP dan MGP.

Isitilah ini dipakai buat situs gambar porno. Yang kemudian mereka beri nama antara lain Jugg World, Ass Listing, KeezMovie, dan XXXRated Chicks. Mereka lantas memilih fokus ke wanita dewasa buka lagi soal dada besar.

"Mereka terkajut, wow, pasar dada besar sangat besar," ujar Feras Antoon, CEO perusahaan sekarang. Lalu mereka menyadari pasaran wanita dewasa lebih menggairahkan. Maka dari itulah mereka mulai terkenal akan konten porno wanita dewasa aka MILF.

Mereka menghasilkan banyak uang. Hasilnya kelihatan sangat mudah membuat bisnis perusahaan tumbuh. Antoon bahkan menyebut mereka tumbuh super pesat. Mereka lantas membuat berbagai situs afiliasi porno dari Jugg Cash dan tentunya studio porno sendiri Brazzers.

Mereka merubah pornografi selamanya. Untuk memperkuat bisnis berbayar mereka Brazzers. Youssef serta teman bahkan menyewa produser dari Los Angles, dan Las Vegas. Brazzers dikenal sangat prefeksionis dalam hal pembuatan konten dewasa. Mereka juga dikenal yang memperkenalkan implan payudara kesini.

"Mereka tidak pernah berpikir akan tumbuh sangat besar," ujar Antoon, yang dikenal sebagai pendiri tetapi dibalik dia masih ada lagi. Siapa sangka akan sukses. Mereka lantas meluncurkan aneka situs lain seperti hal JugFuckers, DoctorAdventures, RacksAndBlacks dan lainnya. Sebagai tambahan maka Brazzer punya satu saudara.

Situs berbayar lainnya muncul, Mofos, fokus kepada wanita yang mau melakukan hubungan seks ekstrim. Ia menyebutkan mereka pekerja keras. Mulai dari tidur di kantor, bekerja di akhir pekan, kemudian akhirnya mampu beli rumah di pinggiran kota Montreal. Mereka semakin membesar butuh banyak lagi tenaga agar kuat.

Bisnis keluarga


Butuh lebih banyak tenaga orang. Mereka tidak perlu jauh mencari pengikut setia. Cukup keluarga, teman, tetangga, teman sekolah -para loyalis yang dapat belajar seiring waktu. Sebut saja Antoon yang ternyata kakak ipar Manos.

Setiap tahun perusahaan tumbuh dua kali lipat. Dari 80 orang pegawai di 2007, 150 di 2008, dan 250 orang di 2009, bahkan menurut Wikipedia jumlahnya sekarang 1.000+. Youssef pemimpin dikenal sebagai sosok visioner berbisnis apapun. Manos seorang penjual dan motivator. Keezar ahlinya dalam hal search- engine optimization.

"Dia masternya," tutur Antoon. Contoh bukti kehebatan mereka dalam hal SEO terlihat nyata. Untuk kata kunci sex dan porno mereka jagoan. Meski tidak nomor satu, dalam situs Google, mereka mampu bertahan sampai puluhan tahun posisi 2 atau 3.

Mereka berbisnis menghasilkan banwitch paling tinggi. Bahkan melebihi Twitter, Facebook, atau Amazon. Lucunya meski berbisnis dengan nama MindGeek. Mereka menyebutkan sebagai pioner masa depan dalam hal pengunjung. Mereka sama sekali tidak menjelaskan darimana datangnya pengunjung sebegitu banyaknya.

MindGeek menyebut diri sebagai perusahaan periklanan maupun SEO. MindGeek adalah provider porno global. Atau secara kasarnya mereka raja bokep internet. Bahkan disebutkan mereka memonopoli komditi porno. Bahkan mereka mampu menempatkan industri studio porno dalam kontrol konten mereka tidak lain.

Mereka melakukan pembajakan tetapi "dilegalkan". Bahkan sudah menjadi tabu buat membahas MindGeek sebagai monopoli konten porno. Seolah akan ada masalah jika kamu membahas mereka. Mulai dari situs lain selain PornHub, mereka sudah mempunyai RedTube, YouPorn, yang menghasilkan iklan miliaran dollar.

Kembali ke Desember 2007, ketika Vivid menuntut PornoTube. Rumor tentang kepemilikan Brazzers akan situs PornHube berkembang. "Kedok" mereka tidak lagi serahasia kamu bayangkan. Tetapi masih tabu jika membahas mereka disini. Ketika mengkoneksikan nama domain dan nama perusahaan tercantum munculah.

Kecurigaan bahwa Brazzer merupakan bagian dari aneka tube tersebut. Dengan percaya diri mereka tidak mau menerima itu. "Itu akan 100 persen bertolak belakang dengan inti bisnis utama kami (studio porno.red)," tuturnya.

Mereka telah berhasil mengurangi pengunjung situs porno berbayar lain sampai 50%. Disisi lain, mereka juga menjaga serta membuat aneka akuisisi bisnis sejenis. Bisnis lendir mulai dari gratisan dan berbayar dimiliki oleh MindGeek menjadi monopoli. Banyak perusahaan studio porno merasakan betul adanya monopoli ini.

Tidak mau kalah, bahkan Brazzers memanjakan kita lewat situs porno gratisan lain. Sebut saja nama Tube8, ExtremeTube, menambah kekacauan. "Kami menyebut mereka kesatria keyboard," ujar Antoon.

Bisnis porno terbesar


Mereka memiliki banyak situs porno dan delapannya masuk 10 besar (bersaing ketatnya dengan Xhamster dan Xvideo). Meski perusahaan memberikan layanan pelaporan. Dimana studio porno bisa melaporkan pengupload yang mengupload film ilegal, faktanya tidak semua perusahaan memiliki waktu buat mensortir itu.

Bayangkan dalam sehari upload video porno mampu menembus jutaan. Efeknya penjualan DVD porno telah turun 50%, produksi film turun 75%, puncaknya pada 2008 dimana pembajakan besar- besarnya terjadi oleh situs tube ataupun torrent, dan tambah banyaknya porno buatan sendiri atau porno sendiri.

Efeknya banyak artis porno menjadi prostitut. Mereka nyambi menjadi panggilan sementara produksi film jadi terhenti tidak tumbuh.

Jatuhnya studio porno membuat MindGeek menjadi produser. Mereka membeli banyak studio dengan harga miring contohnya DigitalPlayground di 2012. Bersama nama besar Hustler, Vivid, maka nama MindGeek menjadi pemain juga di porno tradisional. Tetapi tidak sehat buat ekosistem bisnis porno itu sendiri jadinya.

Bayangkan produser membuat film buat diupload gratis. Meski dari perusahaan sama tapi sakitnya tuh disini. Produser mengeluh ini layaknya jebakan vampir saling menghisap darah. Produser nanti diupah kecil dibajak sementara MindGeek menghasilkan besar. Pemain bokep tidak mempunya pilihan lain kecuali bekerja untuk MindGeek.

Masa lalu MindGeek sendiri penuh intrik layaknya cara bisnis mereka. Dulu, di 2009, perusahaan masih dibawah Manos dan Youssef, dan Secret Service (polisi Amerika.red) menangkap akun bank MindGeek sneilai $6,4. Akibatnya asetnya dijual ke investor asal Jerman, Fabian Thylam, dimana namanya menjadi Manwin.

Kemudian di April 2011, Manwin mendapatkan utangan rahasia dari Wall Street Colbeck Capital, senilai $362. Dengan berbiaya hutang perusahaan mulai ekspansi besar- besaran dengan akusisi situs tube lain. Mereka juga mulai memproduseri film porno mandiri. Thylman menafaatkan bebas pajaknya Belgium atas Jerman.

Ia mendapatkan banyak keuntungan untuk memutar modal. Akhir 2013, ia membawa kembali nama Ferras Antoon dan David Tassilio, pemain lama yang kini bekerja di pusatnya Montreal. Apakah MindGeek dapat dihentikan? Hampir mustahil, kecuali menyangkut porno anak, dan mereka sadar akan tidak masuk kesana.

"Itu bisa menyeret semua pamain industri porno jika terjadi (MindGeek jatuh)," tutur blogger Lux Alptraum.

Cari Barang di Situs Sulit OXL Nya Filipina

Profil Pengusah RJ dan Arianne David 


 
Tahun 2006 mereka tengah menikmati liburan mereka di Tagtay, Filipina. Mereka lantas berbincang tentang bisnis website. RJ David seorang teknisi mekanik. Ia hanya developer website dan seorang freenlancer bisa otodidak. Sementara itu pacarnya Arianne delos Reyes bekerja di UCPB departemen teknologi, belajar ilmu komputer.

RJ tengah menangani klien asal Korea. Tujuan RJ adalah menciptakan banyak website untuk tujuan komersil. Ia menemukan lewat trafik, makin banyak pengunjung datang, mereka bisa menawarkan iklan. Dimana pihak klien yang memintakan dibuatkan website menjual iklan ke luaran sana.

Ternyata banyak orang butuh mengiklankan di internet. Sejak paham akan hal itu, RJ memutuskan mencoba menciptakan lompatan bisnis. Dalam perjalanan membuat website buat sendiri RJ dan Arianne didukung oleh keluarga soal apapun. Sampai mereka benar mampu hidup mandiri dan menghasilkan uang karena resign.

Untuk awalan mereka akan menjual iklan gratis. Memberikan tempat buat kamu menjual produk lama kamu. Orang bisa jual atau membeli barang apapun. Orang pun dapat mengklasifikasikan produk berdasarkan apa kategori disiapkan, dari aksesoris, furnitur, pakaian bahkan rumah ataupun mobil bisa.

Namanya "Sulit" memberikan makna worth it atau berharga -diambil dari bahasa Filipina sulit na sulit. Lantas namanya ditaruh di website bernama Sulit.com.ph. Mereka secara terbuka bersaing dengan Ebay, Buy&Sell, 88DB, dan Auction.ph. Berkat pengalaman ditambah keberuntungan Google membuat RJ menemukan titik.

Bisnis online


Waktu tepat ditambah pemilihan kata hebat. Ditambah lagi keahlian RJ dalam hal SEO membuat situsnya gampang ditemukan mbah Google. Uang modal untuk domain sebesar Rp.600 ribuan dan hosting senilai kalau dirupiahkan Rp.170 ribuan untuk sewa selama enam bulanan, atau totalnya sampai Rp.800 ribuan.

Dimana mereka, RJ dan Arianne, sepakat bekerja bersama di kamar RJ. Total RJ serta pacarnya dapatkan makan gratis, listrik gratis, sampai mereka benar- benar menghasilkan. Untuk pertama- tama soal marketing RJ membuat software. Tujuannya menangkap alamat email dari situs lain buat dikirimi email viral.

Dia mendapatkan 100.000 email lantas mengirim ajakan. Ajakan bagaimana jika mereka mengecek website buatan mereka. Dari jumlah email tersebut, hanya 22 orang mendaftar, dan 50 orang lagi disetiap email yang terkirim. Lantas dibuatlah program Nokia 3210 dimana menangkap nomor hp ketika menscan iklan disana.

Waktu itu tidak ada smartphone, jadi tidak salah jika dia mendapatkan banyak pengunjung dan banyak orang terheran- heran.

Iklannya gratis cuma terbatas 65.000 karakter dimana pesain miliki 160 karakter. Bulan pertama berlalu, ia mendapatkan iklan pihak ketiga senilai $5, kemudian naik $25 dan seterusnya sampai $125. Bulan ketiga sampai melonjak trafiknya mencapai angka tidak terduga.

Bukan hanya bertahan akan kategori, mereka justru membuka kategori lain hingga mencapai 100 kategori. Kemudian kategori kemudian mencapai 300, tetapi hilang tinggal 200 -an. Pasalnya beberapa kategori bisa menyulut masalah seperti guns & ammo atau barang personal, dimana tidak ada lisensi atau keamanan yang terjamin.

Mereka bekerja sendiri. Dua orang ini mulai menjadi marketing, developer, menjadi programer bersama. Mereka pun menikah pada tahun 2008. Nama Sulit lantas menjadi Netpreneur Connection Enterprise.Inc, dimana memiliki 90 pegawai bekerja di gedung dua lantai di Ortigas.

Sulit.com.ph lantas mengadakan kerja sama dengan Myriad Investment Holding pada Agustus 2009.

RJ menjelaskan siapa pemakai situs mereka: Umur antara 18- 35 tahun, dimana 57% adalah pria sedangkan sisanya 43% adalah wanita. Kategori populer mulai mobil dan real estate. Dimana 85% merupakan warga Metro Manila, diikuti warga Cebu, Rizal, Bulacan, dan Davao.

RJ David menyebutkan Sulit.com.ph memiliki 2 juta member terdaftar, 2 juta pageview, dan memiliki jumlah pengunjung rata- rata 700.000 pengunjung unik. Pengunjung lewat mobile bertambah dimana waktu itu ia menyebutkan 1,8 juta pageview dan 112.000 pengunjung unik.

Bisnis miliaran

Setiap saat website milik mereka akan mencari saran. Feedback diminta agar mengetahui pola belanja dari warga Filipina. Mendaftar disini gratis, tetapi buat kamu yang mau iklannya lebih menonjol dan tampi setiap kali bisa membayar langganan. Melalui cara ini pula RJ mencoba mengelimansi penjual nakal memasang iklan palsu.

Sulit juga memberikan feedback kepada penjual. Dimaksudkan untuk mengindentifikasi dokumen penjualan agar lebih melegalkan.

Disini merupakan tempat terbaik menurut RJ bagi para pengusaha online. Bagaimana mereka menjual lebih banyak. Tujuan RJ melalui website nya adalah agar orang Filipina tidak menyimpan barang. Bagaimana jika menjualnya untuk membantu orang lain dan diri sendiri.

Ini termasuk membantu mereka merapikan rumah. Dengan menjual beberapa barang bisa menghemat tempat kan? "Item ini bisa dijual untuk menghasilkan uang buat keluarga," imbuh RJ.

Sekarang ini, perusahaan Sulit telah menjadi bagian dari OXL. Menjadi satu bagian perusahaan besar yang menyebar bahkan ke Indonesia. OXL fokus mengakuisisi atau memerger situs sejenis dan mengklasifikasi mereka menjadi satu brand. Merubah nama dari Sulit ke OXl menurutnya punya keuntungan juga kerugian.

Penginvastasi merupakan Naspers di tahun 2009. Perusahaan asal Afrika ini memang sudah minat di bidang internet. Salah satunya juga termasuk ikut masuk ke saham OXL tahun 2010. Untuk pertama kali RJ sempat berpikir akan menjadi brand global dengan Sulit. Ingin kayak Google ataupun Facebook, tetapi ia sadar sulit.

Menurutnya ketika nama Sulit sudah berarti beda di Indonesia. Semuanya menjadi sulit bagi perusahaanya untuk menjadi brand global. "Kami menyadari merubah nama akan memberikan efek jangka panjang dan akan memberikan sakit sebentar," tutur dia.

Ia sendiri menyimpan rahasia berapa OXL membayar untuk merger. Tetapi sumber menyatakan mereka bisa menghasilkan jutaan peso dari iklan. Sulit mendominasi industri iklan disana. RJ menyebutkan ada dua jenis pengusaha online: Mereka yang punya potongan besar dari pie kecil, atau memiliki potongan kecil dari pie besar.

"Kami merupakan terakhir, kami tidak masalah menjadi bagian kecil dari perusahaan global," ia tambahkan.

Banyak cara bagi startup buat tumbuh seperti sekarang. RJ menjelaskan waktu awal mereka harus siap buat berjaga bergantian. Ada banyak tugas seperti menyeleksi iklan, menjawab pertanyaan, dan banyak sekali hacker mencoba menyusup. Mereka bekerja bergantian karena Arianne masih bekerja di Bank waktu itu.

Ketika setahun berlangsung, dimana iklan dari pihak ketiga mulai berdatangan dan menghasilkan uang cukup, maka Arianne memilih berhenti. Dari berbisnis cuma berdua, mereka lantas memiliki 129 pegawai, dimana mereka memiliki kantor di Manila dan Cebu dengan situsnya sendiri www.cebu.oxl.ph, dengan 5000 listing tiap hari.

Banyak penghargaan diraih RJ di bidang teknologi bisnis. Termasuk Technopreneur Award of the Second Go Negosyo Technoentrepreneurship Summit tahun 2013, dan banyak lagi. Ia sangat senang menjadi sosok inspirasi bagi pengusaha teknologi. "Mereka semakin mudah setiap tahun," imbuhnya.