Blog Fasion Dunia We Wore What Dari Hobi

Profil Pengusaha Daneille Bernstein 


 
Berawal sebuah blog bernama We Wore What. Yang mana dia harapkan, awalnya, menjadi sebuah tempat buat foto- foto fasion miliknya. Dia menyukai foto. Dan bermaksudkan menangkap gaya anak muda aslinya New York seperti dirinya. Talenta Danielle Bernstein ternyata lebih dari sekedar memfoto saja.

Selera berpakaian miliknya membawa dia ke depan kamera. Wanita kelahiran 28 Mei 1992 ini memutuskan untuk memperdalam hobinya. Dia adalah mahasiswi Fashion Institute of Technology -jurusan periklanan dan marketing-, yang hobinya memfoto teman satu kampus fasion nya.

Mahasiswi rajin


Ketika dia pindah ke kampus FIT. Dia menemukan dunia berbeda. Bayangkan sebagai kampusnya para desainer atau ahli fasion. Banyak hal menarik perhatian Danielle dimata kamera. "Saya membawa kamera saya dan segera memfoto para mahasiswa fasion," ujarnya kepada Barneys.com

We Wore What mengambil nama unik dari www (internet) itu sendiri. Blog tersebut menangkap fasion para anak muda New York. Dalam perjalanannya dia kemudian diundang memfoto gaya urban buat acara New York Fashion Week. Dia malah tertangkap difoto oleh banyak fotografer karena gayanya.

Dalam perjalannya blogging, Danielle menyadari bahwa fasion tentang personal style lebih menarik. Banyak pembaca lebih tertarik apa yang dia pakai sendiri. Pakaian apa, make- up apa, sepatu apa, dari ujungnya kepala sampai kaki Danielle.

Akhirnya dia merubah gaya blognya. Dia lebih fokus ke gaya fasion dia sendiri. Berkeliling Kota New York, Danielle berpetualang mengenakan fasionnya sendiri.

"Hubungan paling penting dalam hidup kamu ialah hubungan kamu dengan diri mu sendiri. Karena apapun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi diri kamu sendiri," singkatnya.

Dimulai sejak enam tahun lalu semuanya bermula. Dari hobi berubah menjadi full- time blogger dan menjadi bisnis. Membangun brand diri sendiri sebagai sosok fasion stylist. Dia selalu mencoba jujur dengan gayanya berpakaian sendiri.

Selain melalui blog, Danielle lantas masuk ke ranah sosial media. Ia merambah Instagram langsung melejit dengan 1,4 juta pengikut. Dia juga aktif posting di Snapchat. Tugasnya hanyalah menunjukan apa yang dia lakukan keseharian. Inilah penggabungan antara blog dengan segala artikel dan di kehidupan pribadi sosial media.

Tahun 2012, Refinery29 menamakan dia salah satu blogger stylist masa depan, dan menjadi awal membuka mata dunia. Maka tidak salah jika Macy's -sebuah brand- mengajak Danielle bekerja sama. Dia kemudian mempromosikan dirinya dalam lebel mereka. Gaya Danielle pribadi tercetak melalui kerja sama tersebut.

Memasuki Desember 2016 Danielle berubah. Dia mulai mengerjakan tentang topik interior design dan juga pakaian pria. "We Wore What menjadi brand gaya hidup," tuturnya. Danielle juga mulai mengerjakan brand sepatu sendiri. Juga membuka bagian lain blog seperti We Traveled Where dan We Ate What.

"Saya ingin bisa membagi bagian lain saya tidak hanya soal fasion," ungkap Danielle. Juga termasuk menulis buku dibalik kisah sukses blognya.

Meski sosial medianya besar. Faktanya dia memiliki tim kerja masih kecil. Seorang fotografer profesional akan mengambil gambar buat blognya satu kali seminggu. Dan tim inti kerjanya hanya ada dia, manajer proyek, dan intern. Dia sih berharap dapat mempekerjakan lebih banyak orang lagi.

Barapa dia dapat dari blog fasionnya. Antara $5.000 sampai $15.000 buat postingan bersponsor. Nilanya bisa naik atau turun tergantung jeda waktu kontrak dan fokus produknya.

Usaha Golf Pengusaha Veteran Amerika

Profil Pengusaha Michael Pascucci 



Seorang pengusaha veteran biasa tanpa sorotan. Dibelantika entrepreneurship sekarang, nampak butuh lebih dari sekedar saran pengusaha kekinian. Contoh Michael Pascucci memiliki banyak bisnis bagus dan sukses. Ia menciptakan banyak peluang bisnis sendirian. Tidak ada salahnya kita mendengar kisahnya yang sedikit ini.

Lulusan Manhasset High School, rambut putih tidak bisa berbohong, seorang pengusaha yang telah masuk umurnya ke 70 -an. Ia ingat betul dikala muda dia seorang pemain football. Badan kekar 235 pound yang jadi alasan Michale menjadi lineman.

"Dia membuat suara lucu ketika berlari. Dia membuat semacam suara motor," kenangnya dalam artikel di newsday.com.

Maka dia akan mengeblok temannya itu. "Jika kamu menekan helm ke arah kanan, dia akan bergerak ke arah kiri," imbuhnya. Hari ini tidak ada sepantaran dirinya yang berlari lebih jauh darinya. Dirunut perjalanan bisnis dimulai ketika berbisnis batu bata. Lantas dia membuka bisnis penyewaan mobil dan memilik stasius tv lokal.

Dia selalu sukses loh. Hingga dia mampu membeli tanah sangat luas di Peconic Bay, Southampton. Mantan tukang takel ini berlari mengeliling labirin dan mencapai titik baru, Sebonack Golf Club, dimana mendapatkan penghargaan Women's Open pada 2013.

Bisnis golf


Sejatinya dia tidak suka golf. Katanya nih, ayah Michael Pascucci adalah pegawai golf, lebih tepatnya ayah yang bernama Ralph, pria kelahiran Naples, Italy, adalah siswa drop out dan cuma buat menjadi pemungut bola. "Dia coba mengajari saya golf. Saya berpikir golf merupakan olah raga orang kaya, jadi saya tidak minat."

Sayangnya tumbuh waktu dia semakin tidak begitu mengikuti ayah. Titik balik "pembrontakan" golf terjadi ketika dia bekerja di sebuah perusahaan konstruksi, Kings Point, milik Abraham Levitt. Dimana dia melihat dia dan ayahnya di lapangan golf. "Dia melihat ayah saya bekerja keras (di lapangan golf)," kenang Michael.

Lantas Abraham Levitt bertanya kepada Michael,"Seberapa kamu begitu mau bekerja sebagai kontraktor?" ujarnya.

Nah, Michael lantas lulus kuliah di Bucknell, dan sang ayah membantunya membangun bisnis konstruksinya sendiri, yang kemudian berlanjut ke bisnis penggadaian.

"Cara saya berbisnis dengan selalu berkata, bekerja dengan uang lebih ringan (bisnis penggadaian) dibanding bekerja dengan tembok (konstruksi)," imbuh Michael. Ide bisnis tersebut baru muncul di akhir 1970 -an, dan dia mulai berbisnis sampai menyewakan mobil.

Tahun 1997, Michael Pascucci menjual bisnis penyewaan mobil dimana dia dirikan di tahun 90 -an, dan ia mengantungi $670 juta.

Sejak saat itu, maka dia dikenal sebagai pengusaha pemilik lebih dari 20 bisnis berbeda -dalam wawancara dia mengakui "menghabisi" beberapa jika tidak berjalan- termasuk bisnis ternarnya di bidang golf, Sebonack Golf Club, salah satu 100 tempat golf terbaik di Long Island, New York.

Tips bisnis buat kamu: Michael menjelaskan ada tiga hal perlua diperhatikan agar sukses seperti dia. Pertama kamu harus mencari kebutuhan -satu hal yang sudah ada atau yang belum ada. Kemudian carilah solusi dari kebutuhan tersebut sebaik mungkin untuk diimplementasikan.

"Jadi sekarang pekerjakan orang terbaik kamu dapat beli," imbuhnya. Jangalah pernah merendahkan standar kamu sekalipun. Standarisasi dalam hal berbisnis serta mencari pegawai. Tetapi tidak cukup, jujur dia akan mengatakan intuisi menjadi cara lain mencapai kesuksesan.

Dia percaya akan karakteristik agar sukses. Itu adalah integritas, kejujuran, keterus terangan, kemauan untuk membantu orang dan mau menyediakan produk terbaik yang pelanggan butuhkan.

Jual Buah Sayuran Sisa Tetapi Masih Segar

Profil Pengusaha Evan Lutz 



Masalah Amerika adalah membuang- buang makanan. Fakta meski masih banyak orang kelaparan, negara besar masih banyak membuang- buang sayuran dan buah dengan berbagai alasan. Sudah banyak pengusaha mencoba untuk mendobrak tradisi ini mulai tran organik dan jus buah.

Salah satunya, Evan Lutz, pengusaha muda berumur 23 tahun yang masuk acara Shark Tank. Itu loh acara seperti Berani Jadi Miliarder. Bisnisnya bernama Hungry Harvest yang fokus mendistribusikan kembali buah dan sayuran sisa -tetapi masih layak dimakan orang. 

Masalah mereka, buah dan sayur itu, terlalu jelek buat dimakan, kok bisa?

Bisnis unik


Tradisi untuk selalu mengambil produk terbaik. Ketatnya pemilihan sayuran membuat buah dan sayur tidak cantik akhirnya terbuang tidak terjual. Petani menjadi pemilih karena memang distributor diharuskan untuk memilah sayuran dan buah- buahan berfisik bagus, selain tidak ditumbuhi penyakit.

Alhasil petani tidak akan mendistribusikan buah jelek. Tradisi ini pula yang menyebabkan tidak mudah bagi pebisnis agro dari negara seperti kita masuk ke Amerika. Susah karena sangat ketat. Sementara itu aneka makanan fast- food mudah didapatkan. Aneh.

Kembali ke Evan Lutz, pengusaha muda asal Baltimore, dengan bangga menunjukan bisnis miliknya yang kita bisa bilang sederhana. Setiap bok buah dan sayuran jelek maka akan disisihkan satu bok buat disumbangkan ke orang kelaparan. Visi -nya tidak ada lagi makanan terbuang dan orang kelaparan di Amerika Serikat.

Fokus mengambil makanan jelek, dirinya dan beberapa tim Hungry Harvest mampu mendistribusikan sampai 1,2 ton produk untuk dipasarkan. "Kenapa mendonasikan jika kamu tidak menghasilkan?" ujar salah satu juri Shark Tank, Kevin O'Leary.

Memang Kevin terdengar tidak memiliki fokus mengolah. Ia lebih memilih mendistibusikan makanan jelek itu kembali. Hitungan 40% makanan Amerika tidak dimakan sebenarnya cukup. Itu karena distributor mall tidak mau menjual buah atau sayur dengan warna kurang segar, tidak berbentuk bagus, padahal kalau dimakan ya aman.

Model bisnis Hungery Harvest ialah membeli langsung ke petani dan juga distributor besar. Dimana satu bok akan dihargai Evan $15- $55 per- minggu (tergantung ukuran) dan itu sudah termasuk aneka bahan- bahan bumbu. Sebuah perusahaan fokus mengurangi makanan terbuang sia- sia di tempat sampah.

Dalam seminggu penjualan, Hungry Harvest mampu menjual $37.000 sampai $104.000. Sayangnya, jika kita hitung Hungry Harvest sama sekali tidak untung bersih. Bahkan tekor $20.000 padahal kala itu jumlah pelanggan sudah 500 orang. Salah satu juri Shark Tank lantas mengomentari lebih dalam tentang bisnis ini.

Barbara Corcoran mengkritik dia terlalu mencintai ide dan tidak rakus. Maksudnya bisa penulis jelaskan ia terlalu menikmati menjadi orang sosial, bukan pengusaha. Sosok yang terlalu menikmati mengurangi jumlah makanan terbuang dan kelaparan, tetapi disisi lain tidak mempedulikan keberlangsungan perusahaan itu.

Evan dalam acara tersebu sebenarnya hampir kalah. Karena ia menunggu Kevin O'Leary agar mau memberi modal. Dalam proposal diajukan ia menawarkan 5% saham atau senilai $50.000. Dan beruntungnya salah satu juri yaitu Robert Herjavec tertarik, dan memberikan $100.000 atau senilai 10% saham perusahaan.

Bisnis sosial


Sejak awal dia memang ingin menjadi pengusaha. "Saya ingin menjadi seorang pengusaha sepanjang hidup saya," katanya. "Tapi lebih dari itu, tujuan saya adalah untuk menjadi pengusaha sosial, untuk memberikan kembali kepada masyarakat dalam beberapa cara."

Sebelum masuk masa senior kampus University of Maryland's Robert H. Smith Business School, Evan sudah dikenal dengan aktifitas sosial, termasuk menjadi pekerja di organisasi Food Recovery Network. Dia mengambil makanan sisa di tempat makan kampus dan mendonasikan itu ke penampungan.

Dimana kemudian organisasi tersebut mengadakan dana CSA, mereka menciptkan tempat berjualan yang menjual aneka makanan sisa. Sepuluh hari berlalu, 500 mahasiswa membeli dari sana, dan inilah awal ide ia miliki sekarang.

" Saya menyadari ini adalah jauh lebih besar dan dapat ditingkatkan ke model bisnis untuk -profit," katanya. " Toko kelontong akan menolak seluruh produk jelek di truk, dan itu gila karena mereka penuh dengan hal fantastis, buah- buahan segar dan sayuran."

Memang sudah banyak perusahaan mengambil cara berlangganan. Seperti ada BirchBox buat kosmetik dan StitchFix untuk pakaian. Hungry Harvest akan memberikan tiga bok dengan aneka buah dan sayur langsung ke depan pintu. Tiga bok akan dipilih pelanggan satu bok berisi buah dan sayuran.

Perusahaan akan menawarkan apa yang ada. Karena itu pelanggan akan dapat memilih buah dan sayur jika tidak sesuai bisa bilang. Sayur atau buah yang membuat alergi tentu bisa ditolak. Untuk satu bok pembelian maka ada dua pound untuk diberikan ke masyarakat lewat organisasi Moveable Feast dan Maryland Food Bank.

Hungry Harvest juga mengadakan pasar petani bebas di tempat seperti Barat Baltimore. Dimana perusahaan sudah naik 700 pelanggan. Hal tersulit baginya meyakinkan bahwa sayur dan buah dijual segar. Menurut dia alasan sayuran ditolak karena ukuran dan bentuk random sekali. Padahal bisa saja apa yang dijual Evan lebih segar.

Dia sendiri sudah sering ngomong dengan investor. Tetapi untuk berbicara dengan pengusaha sekelas juri di Shark Tank beda. Ini sama halnya seperti mengajukan proposal investasi, bahkan tanpa editing karena reality show, jadi butuh dramatisir. "Ini merupakan pekerjaan mereka untuk membuat dramatis," tutur dia.

Life is Good Kaus Sederhana Memotivasi Hidup

Profil Pengusaha John dan Bert Jacobs 


 
Bert dan John Jacobs merupakan dua bersaudara dari enam orang anak. Sebuah pertanyaan selalu terngiang dalam benak mereka. Apa yang akan mereka lakukan dengan hidup mereka? Sebuah pertanyaan sederhana setiap malam yang menggugah hati dua anak nakal ini.

Mereka adalah dua bersaudara pendiri bisnis kaus Life is Good. Brand kenamaan dengan omzet mencapai $100 juta. Mereka terlahir dari keluarga menengah di Boston. Ketika masuk Sekolah Dasar, kedua orang tua mereka hampir mati karena kecelakaan mobil, maka pertanyaan tersebut diatas pantas ditanyakan.

Sang ibu menderita patah tulang dan utuh. Sementara ayah mereka kehilangan tangan kanannya. Karena satu kecelakaan merubah ayah mereka menjadi keras. "Dia banyak sekali berteriak ketika kami lulus sekolah," John berkata kepada Business Insider. Dan hidup tidaklah sempurna kembali.

Kedua bersaudara tersebut merasakan susah tinggal di rumah. Tetapi ibu mereka, Joan, masih percaya akan hidup itu baik. Life is good. Setiap malam mereka duduk bersama buat makan malam. Joan akan bertanya kepada ke enam anaknya yaitu apa hal baik kamu rasakan seharian itu.

Satu pertanyaan sederhana merubah suasana. Dan tanpa mereka sadari hidup mereka, penuh dengan energi positif, kelucuan, dan hari itu menjadi hari paling aneh mereka. John mengatakan sebuah pelatihan mental agar tidak menjadi sosok bermental korban. "Oh, kamu tidak akan percaya hal buruk ini terjadi kepada saya hari ini."

Ketika pulang sekolah bukannya berbicara tentang tugas sekolah. Bukan tentang dimarahi guru, tetapi akan bercerita tentang lucunya potongan rambut teman sekelas, ataupun pekerjaan menarik selain apa yang telah mereka gagal lakukan. Optimis merupakan hal terbaik dimiliki keluarga mereka sampai sekarang.

Life is good


Mereka berdua merupakan dua termuda dari enam bersaudara. Mereka dalam sebuah buku Life is Good, menjelaskan hidup mereka sempurna sekali tidak sempurna. Rumah mereka tidak punya penghangat. Para anak- anak juga lebih menyenangi bermain di luar. Ketika jam makan mereka akan berlari ke meja makan.

Ibu mereka akan bertanya, "ceritakan sesuatu yang baik terjadi hari ini." Daripada komplain tentang sesuatu menyebalkan terjadi, mereka memilih bercerita positif. Tidak ada cerita tentang berkelahi dengan anak lain dan juga masalah pelajaran.

Tahun 1988 menjadi awal perjalanan mereka selama tujuh hari. Dimana John ketika itu mau sekolah dalam rangka pertukaran pelajar. Hingga mereka berkeliling mencari tujuan hidup. Mereka mulai kehilangan uang simpanan. Cuma ada peta usang Amerika dari kakak mereka, Allan. "...dengan rencana khusus tidak ada rencana."

Tidak cuma berenang di danau indah Southern California, bertemu teman baru, dan bermain basket pinggiran pantai Venice Beach. Jika saja mereka tidak melakukan perjalanan ke tempat baru, orang baru, dan sebuah pengalaman, mungkin mereka tidak akan membuka pola pikir tidak mungkin mereka memulai berbisnis.

Tidak ada alasan mereka berdua tidak berbisnis. Keduanya kan bersaudara bisa melakukan bisnis bersama -meskipun terdengar gila ketika itu bagi teman mereka.

Awal sekali, sebelum perjalanan, ketika kedua bersaudara ini mulai pindah dari rumah dan mereka mulailah menjual aneka kaus dibawah nama Jacob's Gallery dan dijual di jalanan Boston.

"Langsung sukses? Bahkan tidak sampai," terang dia.

Mereka menyadari bahwa anak kampus mampu menjadi pasar baik. Hanya saja mereka tidak dapat terkait dengan brand mereka. Mereka lantas membeli mobil fan Playmouth Voyager untuk $12.000. Mereka lantas bergerak mengunjungi banyak kampus.

Mereka lantas menamai The Enterprise padahal cuma berdua dan kaus. Banyak orang lalu berpikir ini mobil yang hebat. Padahal mereka banyak kesulitan karena kendaraan tidak bagus. "Kami mencoba dan gagal seratus kali," imbuhnya. Penjualan tidak mencapai target mereka harapkan padahal sudah memakai mobil.

Apakah karena desain jelek, apakag mahasiswa tidak punya uang, atau karena mereka bangun pukul 1 pagi dan bertanya,"mau membeli kaus?". Entahlah, mereka berdua cuma meyakini bahwa kamu akan sukses atau gagal dan belajar -kedua hal tersebut sama- sama memenangkan sesuatu.

Umur 20 tahun masih bekerja separuh waktu. Mereka hidup dari satu cek ke cek lain. Pacar Bert lantas minta putuh karena ibunya menyadarkan dia. "Dia hampir berumur 30 tahun, dan dia masih berbagi mobil dengan saudaranya. Kamu butuh menyadarkan diri," ujar pacarnya.

Bisnis motivasi


Hidup bersama seorang ibu hebat -yang menyanyi di dapur, bercerita cerita bergambar, dan berakting seperti tokoh di buku fiksi. Apapun masalah mereka akan hadapi bersama. Pelajaran didapat dua bersaudar ini ialah apapun terjadi kebahagiaan tidak bergantung oleh keadaan.

"Dia memperlihatkan kami optimisme adalah pilihan berani kamu bisa buat setiap harinya, terkhusus ketika menghadapi berbagai kemalangan," lanjutnya.

Tagline bisnis mereka adalah "Life is not perfect. Life is not easy. Life is good." Maka ketika mereka telah memiliki bisnis besar. John dan Bert menanyakan hal sama kepada pegawai mereka. "Ceritakan kami suatu yang baik." Ketika mereka bercerita tentang pengalaman menyenangkan, maka ide muncul dalam semangat.

Kemudian pegawai mereka akan lebih semangat sukses. Mereka malah tidak menunda akan bekerja. Kisah ini tidak semudah dibayangkan. Mungkin Life is good bagi mereka tetapi perjalanan bisnis mereka cukuplah rumit.

Pertanyaan sang ibu menjadi pendorong mereka berjalan jauh. John dan Bert Jacobs melakukan perjalanan selama seminggu dari California ke Boston di 1988. Waktu itu mereka masing- masing umur 20 tahun dan 23 tahun melakukan perjalanan merubah hidup. Mereka lantas berbisnis dengan berjualan kaos di jalanan saja.

Dari asrama kampus lantas tidur di jalanan. Mereka berpindah dari PB&J dan tidur di mobil kami. Bisnis ini dimulai selama 5 tahun tetapi tidak menunjukan kesuksesan. Dalam perjalanan, namanya anak muda mereka merasaka gejolak berita negatif. Berkembanglah bisnis kaus berkonsep Life is Good dan mulai terlihat hasil.

Awal berbisnis mereka mengambil nama Jacob's Gallery. Mereka melalukan travling lama sampai ke East Cost menjual kaus ke anak kampus. Bisnis mereka dilema, mereka menyadari bahwa uang di bank mereka tinggal $78. Ketika bisnis mereka menjadi Life is Good menjadikan bisnis mereka lebih ngejreng dan laris.

"Kami mencari bertahun- tahun untuk, "what do we stand for?"," ucap John. Ide tersebut lantas ditaruh  ke dalam desain. Respon pun datang cepat seperti mereka harapkan.

Mereka menamai ulang bisnis mereka. Rebranded menjadi Life is Good, hingga dalam setahun, mereka telah mampu mengantungi $1 juta penjualan. Dan kini mereka telah menjual sampai $100 juta -menjual produk itu ke 4.500 toko retail berbeda.

Bisnis jiwa


Mereka selalu kuat meski banyak orang meragukan. Justru ketika kamu disepelekan, menjadi pengusaha itu berarti siap untuk membuktikan bahwa mereka salah. Mereka semakin bersemangat buat berbisnis kembali. Mereka tidak mau pulang kerumah, mencari jalur aman, dan melupakan disana potensi besar belum digali.

Pola pikir inilah membawa mereka tetap berpesta. Selepas melewati satu tempat maka mereka akan siap menjadi tempat pesta -seberapa pun penjualan dicapai. Pesta menyenangkan dengan bir gratis serta cerita hangat tentang perjalanan mereka. Tamu akan datang mencari hiburan disisi lain memberikan saran buat kaus mereka.

Menggunakan uang tanpa berpikir bahwa mereka gagal. Hasilnya mereka kehilangan banyak uang. Dengan sisa uang di Bank sejumlah $75 seperti kami ceritakan diatas -mereka kembali akan berpesta walaupun itu berarti pesta terakhi mereka.

Ketika mereka pulang mereka membahas desain baru. Disana mereka membahas tentang berita negatif di berbagai media masa. Apa sulit menjadi positif di jaman sekarang yang begitu penuh kenegatifan. "Tetapi bisa saja mungkin disana ada seseorang yang selalu gembira apapun terjadi kepada merek?" mereka berandai.

Kemudian John menggambar sosok itu. Seseorang dengan janggut berbaret dan kacamata tersenyum lebar itu seperti seniman. Desain mereka ternyata terjual super laris di pesta "terakhir" mereka. Satu komen sangat mengena yaitu "Orang ini mampu menemukan arti hidup". Inilah awal lebih jelas tentang kaus Life is Good nanti.

Mereka mulai mengeprin 48 kaus, dan menjual mereka di jalanan Cambridge pada 1994, Massachusetts. Kaus ini terjual dalam waktu sejam -bahkan dua lagi terjual milik mereka pribadi. "Orang menyadari akan ini dan mereka membeli.Tidak butuh penjelasan lebih lanjut," tulis mereka di buku.

Dua bersaudara ini bersemangat atas hasilnya. Mereka berharap kaus mereka dapat dilihat lebih banyak Ini cikal bakal The Enterprise penuh semangat. Mereka berkeliling Boston tanpa hasil. Sampai ada sebuah toko bernama Cape Cod. Nancy, pemilik toko, meminta 24 kaus dan berkata,"Siapa nama orang tersenyum ini?

"Jake" mereka sepakat menamai ditempat kepandekan dari Jacobs. Kemudian mereka menemukan hal yang mengejutkan. Jake berarti sebuah kata memiliki arti lengkap "semuanya akan baik- baik saja." Kaus terjual dalam dua minggu. Di akhir minggu, Life is Good terjual sampai kaus senilai $87.000.

Ternyata permintaan naik dan mereka mengambil pegawai pertama. Kerrie Gross, seorang pemuda berumur 23 tahun yang tinggal di apartemen dibawah mereka. Ketika mereka menggaet Manajer maka mereka penuh percaya diri memberi gaji $17.000. Untung, di akhir tahun, mereka mencapai penjualan $262.000 jadi bisa menggaji.

Percaya diri akan penjualan mereka. Life is Good kemudian ditempatkan di kantor berbeda yakni dalam satu kontainer dengan tinggi 40 kaki pada 1996. Sebuah desain menarik untuk kaus menarik semenarik judul Life is Good.

Mereka kemudian menempelkan pengingat lucu,"tolong bayar tepat waktu jadi kami bisa menyalakan lampu dan membayar staf toko kami."

Pada 1997, mereka sampai dengan penjualan $1 juta, dan akhirnya mampu menggaet tiga pegawai kembali ke kantor asli mereka Needham, Massachusetts, dimana mereka mulai membangun kultur perusahaan yang menerima humor kantor. Tertawa menenangkan mampu mendorong kita berkomunikasi dan menyelesaikan masalah.

Life is Good melebarkan produk mereka selain kaus. Dimana mereka telah memiliki 160 pegawai, terjual di 4.500 toko, dan berdonasi 10% dari pendapatan mereka. Mereka mengarahkan optimisme menjadi jalan bagi perusahaan mencapai kesuksesan.

"Kami ingin menyebarkan pesan ini dan membantu orang memahami kedalaman apa artinya," kata John l. "Ini bukan berarti bahwa hidup adalah mudah atau kehidupan yang sempurna. Ini bahwa hidup itu baik. "

Awal Aplikasi Hotel Airbnb Menyewakan Tempat Kamu

Biografi Pengusaha Brian Chesky 



Ia berpikir bahwa orang seperti dirinya normal masuk kampus seni. Tetapi tidak normal baginya selepas dia kuliah, menjadi pengangguran, dan dalam lima sampai enam tahun kini berubah menjadi miliarder. Di tahun 2008, Brian Chesky tidak paham teknologi ataupun situs TechCrunch. Apa yang ia lakukan spontanitas dari rasa ingin.

Orang tua mana yang mau anaknya jadi pengangguran. Seorang sarjana Arsitektur Industri, masuk 1999, di Rhode Island School of Design dimana dia memang sangat tertarik akan arsitektur landscape ataupun desain. "Bisnis kami bukanlah (menyewakan) rumah," ujarnya. "Bisnis kami adalah keseluruhan perjalanan."

Chesky adalah seorang Yahudi. Kelahiran 29 Agustus 1981, tumbuh di Niskayuna, New York, merupakan anak laki- laki Deborah dan Robert H. Chesky. Dimana kedua orang tuanya merupakan pekerja sosial. Dia punya seorang kakak perempuan Allison.

Ketika muda, dia sudah tertarik akan seni, membangun replika dari lukisan, dan desain, lebih tepatnya dia mendesain ulang sepatu dan mainan.

Bisnis dari mana saja


Mencari identitas hingga ia menemukan sekolah desain industri. Dia sempat berpikir disini belajar tentang apa empati dan menjadi CEO kelak. Metodenya adalah bagaimana menaruh diri kamu di sepatu orang lain. Yah dimana jika sekolah lain berbicara tentang analisa data, maka, Chesky menyebut disini kamu belajar terbalik.

Selepas kuliah sempat bekerja di perusahaan desain industri di Los Angeles. Hanya saja, dalam setahun dia menyadari menjadi pegawai selamanya bukanlah apa keinginan dia. Dalam hati kecilnya, perasaan untuk ia memulai entrepreneurship mengemuka meski dalam batasan proyek kecil- kecilan. Dan dia berpikir sejenak:

"Kenapa mereka yang melakukan bukanya saya?" pikirnya. Hal mendasar menurutnya hasil mengamati ialah mereka melakukan sesuatu sementara dia tidak.

Chesky ingin mengambil resiko juga kan. Ia menyebutnya satu momen atau dua ketika seseorang akan siap melangkah ke masa entrepreneurship. Sebuah pilihan besar dan akan merubah masa depan seorang pria di masa mendatang.

Semuanya merupakan rantai panjang sebuah pilihan. Dimulai suatu ketika dia bersama seorang kawan tidak mempunya uang karena pengangguran. Memilih merentalkan rumah sewa mereka di San Fransisco karena telat bayar uang sewa. Kala itu bertepatan dengan sebuah pristiwa konfrensi desain internasional, dan semua hotel penuh.

Tidak lagi bekerja, membawa Chesky berkendara dengan mobil Honda Civic -nya. Sampai dia "tersesat" di San Fransisco. Bertemulah dia dengan teman lama Joe Gebbia, yang kemudian saling berbagi uang sewa. Ya tetapi ternyata dikantung Chesky hanya $1.000 dimana dia harus membayar $1.150 ke Gebbia.

Padahal sudah dibagi dua loh. "Jadi saya punya masalah matematika -dan saya seorang pengangguran," ia berujar. Sudah dua minggu berada di kota tersebut belum menemukan titik temu. Di Oktober 2007, katanya akan ada konfrensi internasional desain, dan semua hotel ditawarkan pihak panitia sudah sangat penuh.

Jadi dia dan Gebbia memutuskan, kenapa tidak merubah rumah sewa mereka jadi kamar dan memberikan satu layanan sarapan untuk uang sewa?

Masalahnya mereka tidak punya cukup kasur. Hanya ada tiga matras dimiliki Gebbia. Jadilah mereka lalu memberi nama bisnis mereka Airbed and Breakfast. Akhirnya ada tiga orang menyewa matras mereka dan berbagi ruangan. Semua berkat website sederhana yang agar dipaksakan keberadaanya.

Mereka membayar $80 per- malam mendapatkan sarapan di pagi hari, siap makan. Chesky menawarkan menjadi guide. Alhasil uang dikumpulkan mampu menutupi biaya sewa mereka. "Ini tidak akan menjadi bisnis; hanyalah cara untuk membayar sewa apatemen," Chesky memberi satu penekanan.

Ketika seseorang terlalu akademis memberi layanan, mereka meberi kebutuhan langsung.

"Bagi kami, masalah kami adalah kami tidak tau bagaimana menyewakan, kami punya ruang lega dan kami mau bertemu orang baru. Jadilah kami membuat ide ini," jelasnya sederhana tentang bisnis awal Airbnb.

Apa yang dilakukan mereka mendapatkan perhatian sebuah blog desain. Mereka menjadi sorotan singkat di tengah konfrensi internasional itu. Beberapa bulan kemudian satu lagi pendiri Airbnb mulai bergabung. Pada Februari 2008, seorang teknisi arsitektur, Nathan Blecharczyk ambil bagian di perusahaan belum jelas ini.

Nathan sendiri memang seorang teknisi handal. Maka pada Agustus 2008 lahirlah situs sederhana bernama Airbedandbreakfast.com. Yang pada akhirnya menjadi platform online menyewakan rumah lebih gampang. Chesky adalalah pemimpin atau CEO, sementara Gebbia fokus di desain dan tentu Nathan untuk teknologi.

Untuk mendapatkan dana maka berbagai marketing dilakukan. Yang paling menarik ialah Chesky bersama dengan rekannya membuat marketing sereal. Bersamaan mereka memperkenalkan bisnis mereka sebagai Airbed & Breakfast, dalam acara pemilihan calon presiden kala itu untuk Partai Demokrat.

Mereka lantas membuat sereal berkardus gambar calon, yaitu Obama O's dan Cap'n McCains. Mereka lalu menjualnya seharga $40 per- bok. Mereka berhasil menjual 500 boks dan menaruh itu menjadi modal bagi Airbed & Breakfast. Sayangnya, bisnis mereka kurang menarik, dan mereka harus makan sisa sereal setiap hari.

Karena berniat tidak berbisnis. Jadi sereal cuma menjual dua jenis sereal saja. Banyak ahli asal Silicon Valley meremehkan Airbnb pertama kali. Namun, ide mereka cemerlang, hingga ia bersama pendiri lain dipanggil tampil di Y Combinator, diman mereka bertemu dengan investor ternama yaitu Paul Graham.

Mereka memotong nama menjadi "Airbnb" di musim semi 2009 dan meluaskan pasaran. Tidak cuma rumah, apartemen kamu, kastil, kapal, bahkan rumah pohon boleh dipajang di situs mereka. Mereka juga mendapatkan pendanaan tambahan $20.000 dan dari Sequoia Capital, dan akhirnya mereka berhenti makan sereal lama.

Bisnis menebak masa depan


Bukan perkara mudah berbisnis online. Pada musim panas 2009, Chesky dan kawan memutuskan untuk siap menarik fee. Biaya tambahan berupa booking fee, Airbnb meminta persentasi kecil dari pemilik tempat dan lebih besar sedikit untuk pelanggan.

Beruntung hitungan mereka cocok. Jadi situs mereka tumbuh pesat, dan membawa 15 orang baru menjadi karyawan mereka. Jika berbicara tentang bisnis apa dimiliki Chesky adalah kepemimpinan sendiri. Dia tidak memiliki kemapuan manajemen menonjol. Hanya saja, beda dengan kita semua, dia tau dimana dia harus memulai.

"Itu seperti istilahnya, apa yang saya tau?," dia berkata. Tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain tetapi terus masuk lebih dalam. Chesky belajar dua cara: pertama lewat trial and error, atau kedua ialah dia mau tidak mau harus belajar akan satu aspek lebih dalam lagi.

Daripada memilih topik spesifik. Dia memilih mencari sumber utama yang membahas satu topik secara jelas dan terperinci, lalu langsung bertanya ke orang berkaitan. "Jika kamu mengambil sumber tepat, kamu akan melangkah lebih cepat," dia melanjutkan. Gaya ini diulang oleh Chesky terus- menerus sampai mampu.

Sebelum memiliki kantor, Chesky lebih memilih tempat yang disewakan oleh aplikasinya. Dia tinggal di dalam Airbnb. Memang prinsip bisnis Chesky adalah merasakan sendiri layanan atau produk kita miliki dulu sendiri. Hingga ia menemukan arti penting sebuah kantor, terutama bagaimana informasi dapat masuk langsung.

Akan tetapi satu hal hilang. Dua orang lantas berangkat ke New York. Mereka mencoba strategi baru agar listing naik drastis. Lewat layanan door- to- door fotografi memberika perbedaan. Mereka memfoto tempat di berbagai sudut New York. Hasilnya pemesanan khusus kota tersebut naik 2x- 3x dari pemesanan biasa.

Dalam setahun, 2011 -an, perusahaan naik 800 persen untuk pemesanan malam, dengan jumlah pesanan yang tersebar di 89 negara. Sampai akhir 2011 telah menembus angka satu juta pemesanan. Airbnb lantas memberikan Social Connections, memberikan kamu tempat berbagi pengalaman menyewa di Airbnb.

Ini termasuk verifikasi tambahan buat penyewa dan pemberi sewa. Di titik inilah, perusahaan melaju pesat dan membuat Airbnb menjadi pilihannya. Airbnb melalukan akuisisi pertama dengan membeli situs yang sama seperti mereka di Jerman, Accoleo. Wow, Airbnb masuk ke jajaran perusahaan senilai $1 milair, dan terus naik.

Airbnb memang fokus membuat ekositem. Melalukan serangkain pendekatan ke kebutuhan. Bahkan ketika ada masalah kriminal di rumah Airbnb. Secara sigap Chesky membuat tim costumer service 24 jam, melepas beberapa staf dipindahkan menangani keluhan vandalisme, pencurian, atau masalah narkoba.

Tahun 2011, selebriti dunia, Ashton Kutcher bergabung dengan perusahaan sebagai penasehat.

Masalah utama Airbnb muncul. Ketika seorang pemilik tempat berinsial EJ mendapati rumahnya dirampok oleh penyewa. Semua hilang kosong tidak berbekas. Ia pun komplain ke perusahaan. Layaknya perusahaan yang sejenis seperti Uber, maka itu dianggap kesalahan sendiri oleh perusahaan Airbnb. Sayang ini malah berbalik.

Menolak membantu EJ malah berujung hujatan. Sampai perusahaan akhirnya meminta maaf kepada EJ dan mau membantu apapun agar hidupnya lebih mudah. Tidak berhenti hal serupa kembali terjadi. Dan, Airbnb akhirnya mengeluarkan dana $50.000 sebagai garansi bagi pemilik tempat agar tetap nyaman menyewakan tempat.

Airbnb membuat gebrakan lewat aplikasi Android. Waktu itu mereka sudah memiliki 2 juta pemesan telah menggunakan layanan mereka, dengan 120.000 pemesanan di situs.

Airbnb pun menjadi salah satu sponsor Olimpic musim panas di Londong, Inggris, pada 2012. Disaat yang bersamaan perusahaan melakukan akuisisi Crashpadder. Komunitas Airbnb juga tumbuh pesat hingga butuh pengamanan akhirnya lahir garansi pemilik tempat senilai $1 juta.

Ketika terjadi bencana angin topan Sandy, membuat ratusan rumah rusak, Airbnb meminta pemilik tempat sewa di New York menurunkan harga sewa. Tahun 2012, secara tertulis, Airbnb telah mengalahkan hotel berbintang lima Hotel Hiltons, dalam hal pemesanan mencapai 300.000 permintaan di 192 negara berbeda.

Saran untuk lulusan kuliah baru?

"Saya akan berkata, jangan dengarkan orang tua. Mereka adalah hubungan paling penting di dunia, tetapi seharusnya anda jangan mengambil saran karir mereka, dan saya menggunakan mereka menjadi jembatan untuk semua tekanan di dunia."

Satu hal lagi dia menjelaskan. Apapun karir kamu maka berasumsi lah kamu akan gagal total. Maka itulah, kamu tidak akan bekerja berdasarkan obsesi sukses, uang, dan karir cemerlang. "Kamu hanya akan lakukan itu berdasarkan apa kamu cintai."

Bisnis Kasur Berteknologi Mutahir Merek Casper

Profil Pengusaha Neil Parikh dan kawan 



Seorang salesman akan berbicara cepat. Dimana dia akan memberikan banyak pilihan. Hingga kamu akan membeli dengan harga telah mereka tentukan. Disisi lain butuh penyegaran di produk. Sedangkan beberapa produk membutuhkan sentuhan khusus layaknya matras. Inilah kisah sukses perusahaan matras bernama Casper.

Perusahaan senilai industri $14 juta, dimana Casper memberikan inovasi distrup industri matras biasa yang menjual secara tradisional. Bisnis Casper unik yakni menjual satu jenis matras, tanpa fee, dan masa coba selama 100 hari percobaan. Ini bekerja loh bisnis Casper menjual $1 juta dalam satu bulan pertama.

Kemudian perusahaan asal New York ini mendapatkan dukungan modal kapital senilai $70 juta. Apakah ada masalah ternyata menurut salah satu pendirinya, Neil Parikh, semua terletak dibawah kasurnya.

Jika menyebut bisnis Casper ingin merusak sistem bisnis permatrasan. Yah memang sejak awal inilah satu tujuan perusahaan startup ini. Namun, semenjak itu pula, para pendiri perusahaan ingin lebih ke bagaimana mereka menciptakan industri tentang tidur, bukan tempat tidurnya.

Bisnis matras atau kasur ini memang banyak model. Faktanya semua cuma menawarkan model dan semua pada dasarnya sama saja. Kamu tidak berharap 35 model berbeda tetapi tidur kamu tetap sama. Berbeda dengan membeli mobil, dimana kamu punya data tentang kekuatan, hemat bahan bakar, AC -nya, tetapi matras?

Ketika mencoba berbagai macam matras atau kasur. Pendiri Casper, Neil Parikh, membeberakan apa yang dibutuhkan masyarakat adalah backup. Produk memory foam memang penuh dukungan, tetapi panas dan tidak terlalu empuk. Jadilah mereka menambahkan latex dalam garis pinggirnya. "...dan memilik paten."

Luke Shewin, Chief Creative Office Casper dan salah satu pendiri, ia terbangun di kamar lantai empatnya dan mulai berpikir tidak sanggu membawa kasur berukuran besar ukuran queen's size. "Jadi bagaimana jika kita bisa mengkompres matras menjadi seperti bok sebesar lemari es?" jelas Luke.

Lalu bagaimana jika mereka bisa mengirim matras itu lewat jasa pengiriman biasa. Ditambah bagaimana jika kamu bisa mencobanya dulu di rumah. Jika tidak suka maka pihak Casper akan mengambil gratis. Memang beberapa perusahaan sudah melakukan itu. Tetapi berapa jumlah perusahaan meminta tambahan fee untuk pengembalian.

Bayangkan seorang pasangan yang memposting di Youtube tentang matras milik mereka. Mereka merasakan pengalaman menakjubkan dari pemesanan, pingiriman, dan layanan purna- jual. Inilah tujuan utamanya. Para pelanggan akan terus bicara positif lewat sosmed dan mungkin mereka akan membeli beberapa set dan bantal.

Pengembalian karena tidak puas sangat rendah. Mereka juga memberikan beberapa matras sebagai donasi kepada pihak badan amal. Ini akan lebih menguntungkan dibanding membersihkan dan menjual kembali yang mana memakan waktu antar negara bagian.

Bisnis teknologi


Membeli matras atau kasur biasanya setiap delapan sampai sepuluh tahun sekali. Perusahaan kasur tidak akan mikir siapakah kamu -produk mereka akan tetap dijual. Tetapi bagi Casper, bisnis mereka merupakan satu bisnis jangka panjang.

Berbeda perusahaan lain, Casper memberikan pertanyaan dan senang menanggapi hal tersebut. Sebut saja apakah mereka butuh bok. Atau apakah matras mereka cocok dengan dipan yang sudah siap. Casper akan melakukan kegiatan diskusi. Mereka bahkan tau siapa saja yang memakai dan atau jumlah anak, binatang peliharaan.

Mungkin aneh tetapi Casper fokus di kenyaman tidur kita. Bahkan mereka seolah ingin apa saja menganggu tidur kita. "Bagaimana saya mengubah orang ini menjadi advokat terbesar kami?" Ia menambahkan bahwa Casper Lab memiliki data pelanggan. Mereka berjumlah 15.000 orang dalam soal pengembangan produk sendiri.

Mereka (pelanggan) datang ke acara event Casper, mencoba matras baru berupa prototipe, dan mereka itu seolah menjadi terobsesi akan tidur. Mereka mengirimkan data tidur mereka. Lalu mencoba produk baru lalu Casper akan memberi tau mastras mana cocok buat kamu.

"Kami menganggap perusahaan kami perusahaan teknologi dulu," lanjutnya.

Mereka menciptakan software bagaimana materialnya. Kemudian komponen matras apa dan bagaimana itu divisikan dan kapan dibangun. Dan ketika orang belum mendapatkan matrasnya karena kurir pengiriman belum sampai. Maka mereka akan menghubungi langsung bahkan sebelum kamu mengecek nomor resi.

Mereka menjual langsung ke kostumer. Tidak ada struktur biaya bagia Casper. Mereka telah siap akan hal lebih besar yakni material dan nilai kembali. Dimana batas penjualan akan capai $1000 dimana pelanggan akan membeli kasur pertama mereka senilai $500.

Casper menyebutkan lingkungan tidur. Ya jadi ketika mereka mulai mengerjakan matras, maka tangan kreatif mereka masuk ke bantal dan aksesoris lain. Ketika kamu bertanya bagaimana mereka memproduksi itu. Mereka menyebut ada 100 ketebalan berbeda dalam bahan baik untuk matras, bantal, dan pelanggan sudah coba.

Butuh waktu 16 bulan buat satu bantal. Mereka menghitung jumlah bulu angsa bantal yaitu 90 persen dan 110 bahan lain. Mereka juga telah memperhitungkan kenyamanan melebihi perlengkapan tidur yang orang lebih merasa nikmat yakni hotel. Untuk mengecek kenyamanan pelanggan Casper menyediakan satu lampu tracker.

Ketika bisnis Whole Foods menawarkan gerakan makanan sehat. Maka Casper melakukan gerakan agar tidur sehat.

Depresi Kuliah Hukum Tidak Menjanjikan Memilih Jus Buah

Profil Pengusaha Annie Lawless 




Sekitar lima tahun lalu lah, Annie Lawless, sedang merasakan betul malah bangun dari tempat tidur. Pasalnya dia adalah mahasiswi hukum dan tidak menyenangkan. Meski begitu dia mengerjakan hal hebat di kelasnya. Dia termasuk mahasiswa baik.

Akan tetapi ia menemukan titik deperesi tentang apa yang dia tidak pernah rasakan.

Dia tau sesuatu haruslah dirubah. Tanpa memikirkan mungkin terburuk sebagai pegangan, tiba- tiba Annie memutskan keluar dari sekolah alias drop- out.

Ia sadar dia butuh inspirasi, daripada letih, karena sesuatu. Dia kemudian ingat tentang satu hal. Kegemaran dia akan nutrisi karena menderita celiac. Sejak kecil dia sudah belajar segala tentang nutrisi buat kesehatan sendiri. Dia belajar tentang makan bernutrisi lewat dijus, terutama cold press juicer.

Apakah itu yaitu bagaimana mengejus tanpa menimbulkan panas. Dimaksudkan agar tidak mempengaruhi vitamin, mineral, dan enzimnya. Sejak saat itu Annie sudah belajar berbagai cara mengejus dengan benar

"Kami tidak melakukan ini untuk membuat uang atau memiliki perusahaan besar. Kami hanya mau berbagi tentang apa kami cintai dengan orang lain dan berharap mereka juga akan suka," tuturnya dalam wawancara bersama The Every Girl.

Pengusaha sehat


Dia tidak pernah membayangkan bisnis akan sukses. "Kami tidak pernah berpikir Suja akan menjadi seperti sekarang," ujar dia. Annie tidak pernah membayangkan usaha berawal dari dapur akan seperti ini. Hari ini, ia malah mengajak teman sesama mahasiswa hukum, agar menjalankan entrepreneurship seperti dia sekarang.

Ikuti mimpi kalian, tujuan kalian, kejar dengan penuh passion, itulah dia harapkan dari kita. Annie Lawless lantas bercerita tentang perjalanan kuliahnya. Kuliah hukum sangat menyita waktu daripada dia bayangkan. Annie merasakan butuh namanya penghilang stress karena kejenuhan.

Ia mengerjakan yoga secara religius sejak 16 tahun. Melanjutkan dia berbisnis studio yoga bernama La Jolla. Tidak dinyana melalui bisnis dia bertemu dengan banyak orang. Bukannya fokus ke sekolah hukum, malah Annie belajar pelajaran mengajar, bekerja dibelakang meja, dan dia akhirnya menjadi guru disana.

Dia menikmati bekerja dan wirausaha. Itu adalah pengalaman sangat menyenangkan dan mencinta bekerja. Ia menderita penyakit yang membuat autoimmune menyerang kulit. Pada saat itu dia mendapatkan obat berupa krim steroid setiap malam agar tidak gatal. Akan tetapi penyakit lain datang yang bernama Celiac's disease.

"...yang saya tidak pernah saya dengar dan tidak tau apapun tentang itu," imbuhnya. Waktu itu gluten adalah hal tidak baik bagi tubuhnya, sementara makanan bebas zat gluten jarang di pasaran.

Di Arizona jujur tidak ada namanya toko semua makanan. Tidak ada makanan bebas zat gula, maka mulai lah dia belajar tentang nutrisi dan menjalankan diet khusus. Beryukur karena berkat itu dia sembuh dari satu penyakitnya yaitu eczema -penyakit kulit tersebut- dengan bantuan diet bebas zat gula atau gluten.

Pengalaman menjadi titik temu bisnis selepas itu. Ia menyadari tubuhnya cocok denga sistem makan dijus. Ia lantas berpikir memperkenalkan cara tersebut. Secara jujur dia menjadi sehat dan terobsesi akan hidup di vegertarian. Dari remaja sampai dewasa dia menikmati makanan dijus lalu menjadi passion sampai dia sadar.

Bisnis baru

Dia bertemu Eric Ethans, juga menyukai kesegaran, utuh, dan tentu organik. Semua yang Annie suka ya di Ethans. Mereka bersama membuat campuran jus dari rumah mereka. Membeli semua buah organik dari pasaran yang ada bahkan dengan harga penuh. Lalu mereka menjual jus itu ke teman komunitas yoga.

Jadi Suja merupakan kolaborasi dua orang. "Kami bertemu di studio yoga," kenang Annie. Ethans awalnya yang membawa sendiri jus hijau buatan dia. Mereka berdua lantas minum bersama ketika jeda. Lantas jadi pembicaraan serius tentang berbisnis jus buah organik.

"Kami bertemu dalam satu pembicaraan dan menemukan cinta kami sama akan kesehatan, nutrisi, membuat jus, dan organik," Annie bercerita.

Mereka berpikir bagaimana jus dingin dapat diakses semua orang, teman dan keluarga. Mereka lantas mulai berbisnis kecilan berbasis di San Diego dengan pengiriman langsung ke rumah.

Permintaan tumbuh cepat. Sampai seorang suami dari seorang kostumer, James Brennan, menawarkan diri ikut nimbrung dalam bisnis mereka. Kebetulan dia merupakan pengusaha sukses. Ia melihat potensi di Suja. Awalnya, merasa skeptis akan bantuan, tetapi mereka berpikir pengalaman James mungkin bisa membantu.

James lalu mengajak CEO NIKA Water, Jeff Church, bergabung membangun Suja. Mereka akhirnya bisa membawa Suja sebagai bisnis jus organik non- GMO. Karena menggunakan teknik dingin maka jus akan bertahan tiga hari. Suja mengalami beberapa kendala ketika mencoba menasional sebagai startup.

Maka Suja mulai memanfaatkan teknologi perusahaan lain. Yakni teknik high- pressure processing (PHP) yang membawa kemungkinan menghancurkan bakteri pada Suja. Itulah kenapa kini Suja memiliki jus yang bisa bertahan sampai 30 hari dan siap dipasarkan nasional.

Di September 2012, setelah satu tahun berjuang keras, maka Suja melahirkan bisnis grosir makanan sehat non- GMO. Mereka kini telah memiliki 10.000 outlet dan menghasilkan $80 juta- $90 juta per- bulan. Di Agustus tahun sama, Annie setuju dengan rekan- rekan menjual 30% sahamnya ke perusahaan Coca- Cola.

Nilai penjualan sampai $90 juta dan menjual 20% lagi ke Goldman Sachs untuk $60 juta, yang kemudian itu bernilai $300 juta. Bekerja sama dengan Coca- Cola memberikan suplie dengan biayan rendah, kemudian diberikan fasilitas, dan rantai distribusi lebih luas.

Inilah kisah Annie, wanita berumur 30 tahun, yang lulus menjadi entrepreneur selama bertahun- tahun. Dia pun dikenal sebagai penulis blog BLAWNDE.

Inspirasi kamu

Memang secara kasat mata bahwa mereka tidak perlu mencari. Soal pendanaan inilah kelebihan Suja, kamu juga bisa meniru apa yang Annie lakukan: Temukanlah niche dalam bisnis menohok tradisi. Ketika orang lebih memilih makanan sembarangan, dan kesadaran akan hidup muncul, maka Suja merupakan solusi kita.

Bagi Annie bekerja sama dengan orang lain ialah tentang belajar. Dia bekerja sama dengan orang yang kerja dibalik permodalan. Annie belajar banyak tentang nilai. Berapa banyak kamu menaruh hubungan personal dalam bisnis.

"...bertanyalah banyak pertanyaan, dan pahami apa yang kamu tengah masukim," ujarnya bijak.

Selain sebagai pengusaha juga seorang blogger. Sebuah tantangan karena dia menulis blog -nya sendirian atau 100% dirinya. Blog bernama BLAWNDE dikerjakan setiap hari. Ia mencintai blognya, mulai mengisi serangkaian foto, melakukan desain grafis, mengedit foto, ataupun menciptakan konten buat sosial media.

Dia benar- benar mencinati Suja dan blog -nya. Meski telah memiliki akar tetap memasuki semua pikiran orang satu per- satu sangat sulit. Tidak semua orang menyukai Suja ataupun beberapa orang akan berharap lebih dari produk Annie.

Apa dilakukan Suja ialah berbagi passion dan mengkoneksikan kostumer ke brand. Mereka seolah akan jadi bagian dari misi Suja menjadi produk sehat.

Soal marketing apakah Annie memanfaatkan blog. Dia secara terus terang blog muncul selepas bisnis Suja. Ia sendiri lebih menikmati menaruh apa yang dia makan, pakaian dia kenakan, atau restoran dia kunjungi ke sosial media, Instagram khususnya.

Sedangkan blog akan lebih ke tulisan dan berbagi cerita tentang hidup. Tidak ada marketing khusus, namun ia selalu mengintegrasikan dirinya dalam brand. Ia akan mengajak pengunjung blog agar memahami apa lebih dari sebotol jus Suja. Ia memilih blog sebagai behind- scane perjalanan bisnis Suja serta pemikirannya.

"Jangan khawatir akan apa orang lain pikirkan! Saya sebenarnya terbiasa begitu, dulu datang ke sekolah hukum, karena mau keluarga dan teman bangga atas saya dan berpikir saya adalah orang di dalam benak mereka," ia menerangkan.

Dan pada akhirnya dia pernah merasakan tidak mau mengecewakan. Padahal perjalanan dirasanya terdapat di entrepreneurship. Sebuah kegundahan berubah menjadi depresi. "Saya belajar keras agar mengikuti jalur saya tidak memiliki passion... Jika kamu kacau dan tidak bahagia, orang lain sanjungkan dan terima tidak penting."

3 Pelajaran Hidup (Bisnis) Kamu Tidak Akan Pernah Pelajari di Sekolah

Bagaimana Belajar Hal Baru Apapun Dengan Cepat



Pernah kah kamu merasakan bertahun belajar sesuatu di sekolah hanya untuk menemukan bahwa semuanya itu tidak berguna, ataupun lebih parah dari itu, semuanya salah?

Tidak ada hal mengecewakan kecuali menyadari bahwa apa yang kamu pelajari di sekolah atau di pelatihan tidak berguna di dunia nyata.
.
Selepas hidup dan bekerja di 6 negara berbeda, dan membiayai startup dari nol menjadi bisnis jutaan dollar hanya dalam 2 tahun.

"Saya menyadari bahwa ada strategi khusus kamu belajar 10x lebih cepat sambil meyakinkan kamu tidak akan membuat waktu belajar sesuatu yang sia- sia," tambahnya.

Kamu dapat belajar tiga hal berikut bagaimana kamu dapat dengan cepat belajar apapun dari nol:

1. Pelajaran #1: Hanya belajar apa yang paling kamu butuhkan

Menurut Heather R. Morgan, Pendiri Salesfolk, ia tidak pernah belajar khusus mengenai sejarah soal Mesir. Karena dia belajar tentang Arab ketika berkuliah. Dia ingin belajar tentang Mesir. Sejarah Mesir, terutama tentang ekonomi negara Spinx ini.

Bagaimana belajar mengenai pertumbuhan ekonomi di Mesir. Menurut Heather belajar tentang Arab bukan berarti akan membantu kamu belajar tentang Mesir loh.

Kamu tidak akan mampu masuk ke daerah pinggiran Mesir tanpa bahasa Arab- Mesir (Amiya). Belajar pun kalau cuma bahasa Arab biasa tidak akan membantu. Daripada belajar bahasa Amiya lewat buku, maka ia memilih belajar langsung ke supir taksi ataupun penjual di pinggiran Mesir.

Jika dia tidak paham akan sesuatu. Ia akan menulisnya di buku. "Saya akan menulis itu jadi saya akan dapat melihat kata itu di kamus atau bertanya kepada seorang teman asal Mesir," Heather bertutur.

2. Pelajaran #2: Bangaun fondasi awal sedini mungkin

Hal pertama yang dia belajar alphabet Arab secara online. Belajar mengenai alphabet mampu membawa dia dapat melihat petunjuk jalan. Mencari tempat maka nyaman di tempat dia berkunjung. Dan yang terpenting adalah dia dapat membuka kamus lebih mudah.

Setelah belajar mengenai alphabet, maka dia dengan mudah mampu menulis puluhan kata, dan frase dia butuhkan untuk hidup, seperti memesan makanan, ngobrol dengan pemilik toko, dan bepergian kemanapun.

Dia juga berlanjut belajar tentang menyapa, sanjungan, dan frase buat menanyakan arah, sekaligus bertanya apa yang dia suka dan tidak. Maka frase inilah menjadi landasan baginya belajar gramer dan menggunakan itu langsung.

Intinya menurut penulis adalah kamu belajar dari hal kecil menurut kebutuhan, maka kamu secara konstan akan belajar keseluruhan.

3. Pelajaran #3: Membuat banyak keselahan menjadi lebih baik daripada menjadi perfeksionis yang tidak pernah mencoba

Ada banyak temannya yang belajar tentang bahasa Arab. Namun, ketika mereka tiba di Mesir, mereka tidak merasa nyaman berbicara Arab dengan orang lokal. Pasalnya dialek Mesir kental membuat mereka yang sudah belajar Arab kurang nyaman. Mereka terpaku kepada buku teks Arab mereka pelajari di sekolah.

Alhasil mereka tidak belajar apapun untuk beradaptasi. Bukannya mencoba sebaik mungkin, mereka malah memilih bertahan dengan kepintaran mereka dan duduk di comfort zone mereka. Mereka memang pintar tetapi tidak berkembang.

Lain hal Heather yang tidak peduli membuat keselahan. Semangat entrepreneurship membuatnya lebih berani dalam mengambil resiko. Tentu, dia berharap tidak akan membuat kesalahan sama sekali, tetapi ia lebih mau memilih berusaha meski mempermalukan diri sendiri daripada tidak sama sekali.

Tentu, beberapa orang lokal akan mentertawakan dia, justru menurutnya itulah ice breaker atau penghancur kekakuan terbaik agar menyatu dengan penduduk sekitar. Berbeda dengan temannya yang sudah belajar bahasa Arab lima tahun, Heather sudah bisa memesan makanan, menelepon taksi, bahkan bernegosiasi.

Dia bisa bernego dengan para pemilik tempat sewa ataupun toko penjual. Strategi inilah yang membantunya masuk ke dalam budaya lokal, tidak cuma di Mesir, tetapi termasuk ke Korea Selatan, Turki, dan negara manapun dia kunjungi.

Dalam 2 tahun dia menyadari pertumbuhan bisnis miliknya tidak dipelajari di sekolah. Menjadi penjual hebat justru datang ketika dia mampu belajar beradaptasi. Dia juga mengandaikan bagaimana developer belajar tentang kode sendiri dan mengaplikasikannya.

Aplikasi Berbagi Makanan Pengusaha Uber

Profil Pengusaha Komal Ahmad 




"Saya tidak berpikir saya akan mampu berpikir bahwa sebuah makan siang mampu merubah hidup saya selamanya, tetapi itulah yang terjadi," ungkap Komal Ahmad, 25 tahun, ucapnya kepada majalan People.

Tahun 2012, dia sekembali dari pelatihan musim panas untuk Angkatan Laut tahun seniornya di Universitas of California, Berkeley. Lalu dia berjalan melewati trotoar utama kampus, sampai melihat pria tampak pucat. Pria itu meminta sedikit uang buat makan sandwich.

Daripada memberikan beberapa dollar Ahmad malah mengajak makan. Bukannya memberikan beberapa dollar dan dia terus akan mengemis. Orang itu mau diajak Ahmad makan di sebuah restoran. Dia lalu mulai bercerita kepada Ahmad tentang kisahnya.

Ternyata dia adalah veteran perang Irak. Ketika dia berharap akan mendapatkan tunjangan. Faktanya dia malah dapat tidak ada. Maka dia tidak mempunyai uang dan dia tidak mempunyai makanan.

Jadi Ahmad sedang berbicara dengan seorang veteran. Sosok pengabdi negara hebat, yang seharusnya dia mendapatkan penghargaan. Padahal dia telah berkorban diri sebagaik mungkin. Komal Ahmad sendiri juga berminat menjadi seorang angkatan laut -jadi dia tau tugas seorang tentaran penuh tanggung jawab.

"Dan orang ini sekarang malah diam- diam di jalanan meminta makanan," Ahmad terkejut. Dalam waktu itu sekaligus dia terbuka matanya bahwa dunia itu bodoh.

Bodohnya kita mengalami masalah makanan. Lalu, ketika itu, wanita 21 tahun tersebut tergugah untuk aktif membuat perubahaan. Dia ingin menghilangkan kelaparan. Ahmad memulai dengan mendirikan program buat donasi makanan dari kampus ke jalanan.

Aplikasi sosial


Menemukan program hebat di kampus malah membuat "masalah". Pada suatu ketika dia menumak titik yang merubah hidupnya. Manajer makan- kampus mengundang dia datang berkenjung. Ternyata dia harus siap diri menyambut 500 makanan sisa -tidak dimakan, masih utuh- butuh disalurkan ke orang membutuhkan.

Dia lalu menyewa Zipcar -perusahaan rental online- berkendara dari ruang makan kampus sendiri. Sekitar 30 menit mengangkut makanan sisa berbentuk sandwich itu. Lalu dia mencari organisasi penyalur makanan itu ke orang tidak mampu.

Ada tiga yaitu Shelters, Boys and Girls Clubs, dan juga Salvation Army, pada akhirnya mereka tidak bisa menjawab. Dua pertama berkata mereka sudah punya cukup makanan. Yang terakhir cuma mau menerima 15 buah sandwich saja.

Ahmad pada akhirnya termenung di pinggir jalan mengangkut 485 makanan sisa. Akhirnya mereka rusak dan terbuang sia- sia. Satu dari enam orang mengalami kelaparan. Satu dari empat anak di Amerika Serikat itu kelaparan. Sayangnya Ahmed tidak mampu menemukan mereka dalam waktu sekejap.

"Jadi saya di dalam mobil di pinggir jalan sambi menangis," kenang Ahmed. "Saya sangat frustasi karena saya mencoba melakukan suatu kebaikan. Itu seharusnya tidak sesusah ini kan melakukan kebaikan. Itu sangatlah membuat frustasi dan sangat sulit mencari orang membutuhkan makan."

Akhirnya dia sadar akan satu hal: Bahwa banyaknya makanan sampai 356 juta (menurut penelitian) makanan sisa Amerika tidak tersalurkan bukan karena pelit. Bukan pula karena orang tidak pedulia membuang- buang makanan atau membuat orang kelaparan. Cuma saja, mungkin mereka kesusahan menyalurkan seperti dia.

Tiga tahun kemudian dia menjadi pendiri dan CEO Feeding Forward. Yaitu perusahaan sosial yang memiliki aplikasi menyalurkan makanan. Mereka mengkoneksikan para pemilik usaha dengan makanan sisa mereka dengan banyak organisasi sosial pemberi makan orang kelaparan.

Bisnis sosial


Berbicara tentang berbisnis sosial bukan soal untung. Bukanlah soal menghamburkan uang untuk brand milik kamu. Setidaknya hal itulah yang dipikirkan Ahmed. Feeding Forward telah mampu membantu pengusaha mendonasikan hasil usahanya berupakan makanan kepada orang membutuhkan.

Ahmed berhasil menyalurkan 722.000 pound makanan segar, kualitas tinggi restoran yang mungkin saja akan terbuang sia- sia.

"Saya tidak berpikir tentang branding atau menunjukan apa yang kami lakukan, saya berpikir pendekatan kami ialah melalui membuat segalanya jadi mudah," jelas lagi Maen Mahfoud, manajer opersional perusahaan Feeding Forward.

Pendekatan termudah adalah merubah lingkupan mereka. Bagaimana kita memudahkan mereka agar dapat solusi tepat bersosial.

Mereka menawarkan solusi berbasis internet. Semua proses donasi cuma butuh dua menit. Kamu tinggalah masuk ke halaman. Membuat akun, tulis nama kamu, berapa banyak sandwich kamu punya akan dijadikan sumbangan. Lalu kamu bisa menaruh dimana Feeding Forward bisa ambil cukup taruh kontak info disana.

Algoritma khusus merancang bagaimana menentukan jenis makanan, kuantitas, serta dimana tempat paling dekat untuk menerima makanan kamu. Lalu ada pengemudi yang akan mengambil makanan serta menaruh itu kepada orang yang tepat. Agar terpercaya Feeding Forward menaruh foto dan juga testimoni langsung.

Salah satu organisasi yang bekerja sama dengan Feeding Forward. Menyatakan bahwa perusahaan sosial ini memberikan makanan sisa berkualitas. "Mereka memberikan kami makanan yang sangat bagus kualitasnya," ujar Eric Venable, Direktur City Team, organisasi menaungi orang- orang kelaparan dan tidak punya rumah.

Kepada majalan PEOPLE menerangkan bahwa perusahaan semacam ini berbeda. Sebuah bisnis startup berbasis makanan sisa -dan disalurkan kepada orang membutuhkan. Uniknya karena diambil dari restoran ataupun hotel maka layanan Feeding Forward menyuguhkan makanan bergizi tinggi.

Ketika orang seperti ini mendapatkan uang sedikit. Dimana lagi mereka bisa makan kalau tidak di tempat- tempat makan junk food. Semacam burger atau hotdog tentu tidak sebanding dengan harga makanan milik Feeding Forward meski sisa bisnis.

Perusahaan ini benar membantu orang buat makan setiap hari, bahkan sampai dua kali dalam sehari. Dalam hal perkembangan perusahaan masih dalam fase boothstrap. Perusahaan berharap akan banyak orang yang mau meniru gerakan mereka.

"Seperti halnya Uber yang dipuja, anda seharusnya dapat mendonasikan makanan secara beberapa menit," Ahmad menambahkan. Mimpi Ahmad ialah menyebarkan Feeding Forward tidak cuma ke seluruh Amerika. Bahkan seluruh kontingen harus merasakan hidup tanpa kelaparan.

4 Pelajaran Marketing dari Marketing Jenius DJ Khaled

Artikel Bisnis Pelajaran Marketing



Snapchat lagi ngetrend terutama bagi marketer membangun brand. Pelajar marketing berikut ini merupakan pelajaran dari selebriti DJ Khaled -seorang produser recording Amerika, host radio, DJ, dan label recod. Ia memilih menggunakan Snapchat agar lebih dekat dengan fans, membangun brand, serta menunjukan jati diri.

Ia menunjukan bagaimana merubah pola pikir haters. Bagaimana menggaet penggemar baru lewat segala dia soroti di apalikasi ini.

Tentu ada pelajar dapat diambil. Dia adalah marketer bagaimana membangun brand. Sebuah pelajaran yang diulik oleh Chirag Kulkarni, Co- Founder dan CEO Insightfully, melalui Inc.com. Ada empat hal bisa kamu pelajari dari cara marketing DJ Khaled. Bagaimana dia membangun brand besar lewat aplikasi Snapchat.

1. Kuasai satu media

Pernah kah kamu bertanya entrepreneur, murid, ataupun remaja siapa orang paling mereka favoritkan ikuti di Snapchat?

Maka DJ Khaled mendominasi hal tersebut. Dia menggaet segala kalangan lewat Snapchat, bahkan segala akan entrepreneurship. Jika kamu melihat sosial media lainnya, kamu tidak akan melihat selengkap Snapchat DJ Khaled.

Faktanya bahwa banyak teman mengajak dia agar bangun dan segera menulis hal baru untuk inspirasi setiap hari.

2. Jaga pesannya konsisten

Hal kesalahan dari seorang marketer lewat sosial media adalah merubah pesannya kesehari- hari.

Ketika orang berpikir tentang DJ Khaled maka pesanan topiknya adalah soal "we the best" ataupun soal hal- hal berhubungan dengan Hip- Hop yang dia produseri. Apakah mungkin dia akan merubah pembicaraan jadi musik lainnya? Mungkin tetapi dia tidak melakukannya, orang tidak akan tahu brand apa yang diangkatnya.

Seperti kamu harus memarketing diri kamu maka bicaralah satu bahasa, konsisten. Janganlah coba berbicara tentang sosial media sekarang dan billboard selanjutnya. Tetaplah konsisten, macam DJ Khaled.

3. Menjaga kata kunci atribut dan sinyal spesifik akan brand

Ketika Chirag pertama kali mendengar tentang DJ Khaled, mengikuti Snapchat -nya, maka ia menyadari hal banyak kata- kata memiliki kata kunci bertautan kuat, seperti "Kunci kehidupan", "Terberkahi", dan "Ayo kita lihat apa untuk makan pagi."

4. Tunjukan sisi sebenarnya kamu

Menunjukan diri kamu sebenarnya adalah karakeristik yang orang tidak banyak tunjukan. Utamanya seperti apa sih kehidupan entrepreneur, sekaligus selebriti, rapper, penghibur kesehariannya. 

DJ Khaled selalu aktif memposting sarapan dengan putih telur, sosis, dan air putih, ditambah status yang bulat utuh, kamu akan melihat dia bekerja keras untuk menulis yang memotivasi kita lebih bekerja keras. Paling baik dari seorang DJ Khaled ialah dia tidak lupa berkomunikasi dengan fansnya.

Survei Online Untung Berkat Bekerja Bersama

Profil Pengusaha Ryan Smith



Bisnis survei online itu mudah. Kamu tinggal mencari orang, lakukan survei, lalu menjual informasi tersebut ke para pemilik usaha besar. "Itu semuanya apa survei itu sendiri -itu merupakan wujud komponen analisis," jelasnya, Ryan Smith, CEO perusahaan paling menjanjikan di Amerika, Qualtrics.

Ia merupakan salah satu nama besar di bisnis survei online. Ryan sebenarnya mendirikan perusahaan sejak 2002, bersama sang ayah tapi tidak menemukan investor manapun selama dekade. Hingga Qualtrics lahir memanfaatkan booming era digital. Dimana perusahaan menghasilkan pendapatan sendiri senilai $50 juta.

Menurut cerita Ryan lewat Techcrunch. Dia mengatakan perjalanan panjang memodali sendiri lumayan asik. Ryan menceritakan bagaimana mereka datang ke pameran. Termasuk mencari tau bagaimana agar tidak ikut membayar masuk.

"Itu tertanam di DNA bahwa mereka sebenarnya menjalankan bisnis kuat," ujar Bryan Schreir dari Sequoia Capital. Dari sana melalui tekanan kuat, keterpaksaan (kepepet.red), mereka menjadi lebih kreatif dalam hal melihat kesempatan.

Termasuk memfokuskan diri dulu dibidang pendidikan. Selama tiga tahun, Qualtrics bertahan membangun diri bersama prospek bidang pendidikan. Bayangkan seorang Sarjana S3 mendatangi kamu, menjadi satu dari ribuan pelanggan selanjutnya, memintaan bantuan bagaimana mengadakan penelitian lewat survei.

Tidak mudah karena anak sekolahan selalui meminta upah. Mereka susah diajak kerja sama. Dimana ketika kamu mengadakan survei tradisional: Mereka akan fokus di tempat lain ketika pertanyaan pertama datang. Qualtrics memberikan aspek pemikiran tersebut, berpindah dari pendidikan menjual survei kepada pebisnis.

Survei sekolah


Mereka menjual kecil- kecilan. Sebagai perusahaan software apa yang mereka dapat kecil. Hanya saja, Ryan memiliki kepandaian dalam hal mengatur keuangan. Fakta kakak tertuanya, Jared, merupakan nama besar di teknologi -menjadi teknikal operator Google China- yang lantas ikut terjun bersama Ryan menjadi teknisi.

Lalu ayahnya merupakan profesor marketing di BYU's School of Business. Maka sang ayah, Sam Smith, jadi tumpuan Qualitrics masuk ke pendidikan. "Kami masuk ke Universitas bisnis dimanapun kami mau," jelas Ryan. Para mahasiswa marketing lantas membeli Qualtrics ketika mereka sudah diterima di perusahaan.

Salah satu klien yang bangga menggunakan software ini adalah JetBlue. Mereka kesulitan untuk mengukur opini konsumen soal penerbangan pribadi, dibanding sebagai perusahaan. Untuk inilah pendekatan online jadi krusial bagi Qualtrics mengangkat feedback dari penumpang JetBlue.

Bagaimana mengukur jam berapa penumpang berangkat ke Philadelphia, dimana selalu saja ada kesulitan ya karena banyak orang sibuk. Mereka selalu kepepet untuk mendapatkan kopi pagi. Maka perusahaan seperti JetBlue diharapkan mampu memberikan kopi gratis dan donat. Fleksibilita menjadi andalah dari software survei ini.

JetBlue sendiri pernah mengalami pengalaman buruk. Maka CEO JetBlue, Kyle Groff, kembali ke masa dia menggunakan software Qualtrics. Dia ingat betul menggunakan software familiar tersebut ketika lulu kuliah. Dan inilah kelebihan perusahaan yang telah membangun nama dari kecil.

Ryan sendiri mengaku permodalan panjang dibagi dua. Dia dan sang ayah, membagi keuangan sebanyak 50- 50, jadi keduanya lantas bekerja sama menjadi tim solid. Sebagai keluarga mereka memiliki visi sama akan software survei sekarang dan mendatang.

"Kamu harus seperti orang buta, makan apapun yang kamu bunuh (usahakan.red)," ujar Ryan.

Pertumbuhan pendapatan naik sejalan berbagai perbaikan. Qualtrics mengaku mengantongi 6.000 pengguna dan 550 pegawai bekerja bersama. Perusahaan asal Utah, Amerika Serikat ini, baru- baru saja membuka kantor di Dublin, menjadi yang selanjutnya dari kantor di Sydney, Seattle, dan Washington DC.

Dan Ryan menolak tawaran pembelian perusahaan senilai $500 juta, waktu itu, dia sudah berumur 33 tahun selama satu dekade menjalankan usaha tanpa bantuan investasi.

Kerja seimbang


Bagaimana menolak uang sebanyak itu?

Mungkin suatu saat, kamu akan menjadi pemilik sebuah perusahaan, dan ada orang yang berminat membeli perusahaan kamu. Maka Ryan Smith memberikan pencerahan bagaimana agar tetap bertahan bekerja tanpa berputus asa -jadilah seimbang antara kerja dan keluarga. Ia ingat bagaimana dia berkonsultasi bersama istri.

Jumlah segitu lebih banyak dibanding apa yang dihasilkan perusahaan. Lebih besar dibanding pendapatannya ketika itu menjalankan perusahaan. Dalam waktu 30 detik sebelum memutuskan, dia dan istri berbalik arah dan menolak menjual. Alasannya simple karena menganggap bisnis ini adalah bagian dari keluarga mereka.

Selama satu dekade mereka telah bekerja untuk perusahaan. Dia sudah nyaman menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Menjadi entrepreneur bukanlah masalah dalam keluarga mereka; sudah kebal soal masalah itu sendiri. Menjadi perusahaan prifat berarti semua modal merupakan hasil pembiayaan sendiri, ini susah sekali.

Satu keluarga sepakat membuat usaha Ryan tetap menjadi perusahaan keluarga. Itu tidak mudah menjadikan dia sukses di keluarga dan pekerjaan. Bagaimana dia tetap kompak dengan ayah dan saudara laki- lakinya. Ini bukan soal pendapatan minim mendadak kaya seketika; ini soal kerja bersama penuh kegembiraan.

Menjadi pengusaha sekaligus kepala keluarga sangat liar. Seperti pesawat yang bisa berubah arah seketika, ia harus mengetahui arah angin, maka dibutuhkan satu orang sebagai kemudi keluarga. Dan lainnya akan jadi bagian sistem pesawat. Kembali ke rumah dan menghabiskan weekend bersama anak, esoknya Ryan harus bersiap.

Ketika seseorang bertanya tentang tanggung jawabnya. Maka dia menjelaskan:

1. Seorang suami
2. Seorang ayah
3. Seorang anak laki- laki
4. CEO
5. Atasan
6. Saudara
7. Seorang cucu
8. Seorang teman

Dia mencatat jika dia membawa sang istri berkencan dan membawakan bunga banyak, menjadkan rasanya dia itu seperti suami baik. Dan jika dia mengajari putri kecilnya cara menaiki sepeda, dia menjadi sosok ayah yang lebih baik.

Berbeda dengan pengusaha yang hanya usaha, memiliki rencana masa depan tahunan adalah kelebihan. Tapi pengusaha sekaligus family man seperti dirinya butuh rencana mingguan. Dia mencatat semua hal bagaimana agar menjadi seimbang antara bisnis dan keluarga.

Pekerjaan mingguan Ryan adalah:

1. Sebagai suami -mengajak istri makan malam dan memberi bunga
2. Sebagai ayah -mengajar putrinya naik sepeda
3. Sebagai anak -mengunjungi orang tua. Menggabungkan poin 2 & 3

Ryan sadar bahwa orang akan berencana satu fase hidup. Tetapi dia memilih mebuat berbagai fase rencana jangka pendek. Karena menurutnya orang seperti -merencanakan saty fase hidup- akan jadi lupa langkahnya bagaimana mencapai tujuan utamanya, bahkan kalau sudah tercapai mereka bingun apa lagi selanjutnya.

Miliarder Seksi Ivanka Trump Membagi Rahasia

Negosiasi Ala Putri Cantik Donald Trump 



Meski terlahir di kalangan orang kaya. Ivanka Trump membuktikan bisnis sudah mendarah daging. Ia merupakan wakil presiden untuk pengembangan dan akuisisi Trump Organization. Dia juga berbisnis bidang fasion lewat Ivanka Collection. Dalam tulisanya menyebutkan Ivanka belajar banyak tentang bernegosiasi.

Ia mengambil beberapa kasus seperti halnya: Menegosiasikan pengembangan kembali Paviliun Kantor Pos dari Pennsylvania Avanue di Washington DC. Juga termasuk mengakuisi tempat ikonik seluas 800 kb dari Doral Resort & Spa -dilakukan selepas melahiran putrinya, Arabella, di tempat tidur.

"Berbicara tentang anak-anak, saya dapatkan tempat untuk mengasah kemampuan negosiasi saya setiap hari di rumah; tidak ada negosiasi lebih agresif dari anak -dan saya memiliki dua!" Trump menulis.

Dia memiliki atribut negosiasi yakni "persiapan teliti, memiliki temperamen, dan cinta sejati dari permainan itu, " dan ia berbagi sembilan aturan untuk negosiasi bahwa siapa pun dapat mengikuti, untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Dari sembilan tersebut, Business Insider memilih yang terbaik yaitu 6 hal, yaitu:

Periapkan tujuan mu kedepan

Apakah kamu mau mencari peningkatan ataupun menegosiasikan jadi lebih fleksibel secara waktu, maka dia  menjelaskan mengetahui apa yang ingin kamu capai sebelum melakukan negosiasi merupakan "aturan emas". Ivanka menyebut banyak orang mengabaikan hal tersebut ketika bernegosiasi.

"Tanpa rencana, anda telah mengizinkan pihak lawan untuk mendefinisikan tujuan anda, bukan sebaliknya," tulisnya.

Cobalah memahami tujuan orang lain

"Hal paling berharga yang anda dapat lakukan secara benar adalah mengidentifikasi prioritas utama orang lain," Trump menulis.

Sewaktu biasa saja tujuan utama orang tersebut tidak bersinggungan dengan punyamu. Mulai dari sana maka kamu bisa memberikan apa tujuan mereka jadi mereka merasa telah menang (padahal kamu lebih menang).

"Ya, negosiasi adalah tentang uang dan kelas bawah, tetapi banyak sekali, itu jauh lebih dari emosional dan kompleks dari itu," tulisnya.

"Menyadari bahwa hasil ekonomi mungkin tidak menjadi prioritas utama pihak lain memberi anda akan lebih banyak chip untuk bermain dengan dan akan memungkinkan anda untuk mencapai hasil yang lebih baik daripada anda mungkin telah mengantisipasi," paparnya lagi.

Bernegosiasi secara personal, lebih baik di wilayah sendiri

Jangan bernegosiasi melalui email, Ivanka mengingatkan.

"Ini (email) adalah bunuh diri yang menguntungkan pihak lebih lemah dengan memungkinkan mereka untuk menghindari konfrontasi langsung dan mengambil lebih banyak waktu untuk kerajinan respon yang kuat." Dan itu mudah untuk salah menilai nada melalui email, yang bisa menjadi masalah, katanya.

Perhatikan bahasa tubuh kamu

Cara pembawaan kamu meskipun tengah duduk itu penting. Dia memberi catatn kebanyak komunikasi kita merupakan non- verbal meyakinkan lewat ekspresi muka, gestur, postur, dan elemen suara, seperti pertanda.

Maka saran dia: Jangan gelisah. Jangan bermain dengan kuku atau mengetuk kaki. Janganlah duduk di tepian tempat duduk mu karena itu akan membuat kamu tampak canggung. Jangan beprasangka dulu dan mengetuk kuku jari karena itu menunjukan agesifitas atau juga kekhawatiran.

Jangan menyilangkan tangan mu secara protektif karena itu akan terlihat lemah dan terintimidasi.

"Terlepas dari seberapa cepat detak jantung andamengalahkan, duduklah tegak, buatlah kontak mata, dan fokus pada pernapasan merata," Trump menulis.

Mendengarlah lebih dari bicara

Ketika orang tidak nyaman, dan banyak orang ketika bernegosiasi, maka akan mulai bergumam jadi satu alat menutup kevakuman pembicaraan.



"Beberapa negosiator terkuat saya tahu hanya duduk dan mendengarkan. Semakin sedikit mereka terlibat, semakin besar kemungkinan orang lain untuk tergelincir dan menawarkan informasi yang mereka dinyatakan akan terus dijaga," katanya.

Beriaplah untuk mengikhlaskan

Jika segala sesuatunya menjadi memanas atau kamu tidak memiliki halaman sama tentang maksud tertentu, kamu selalu bisa menyarankan beberapa hari untuk berpikir tentang sesuatu dan terkoneksi.

"Negosiasi bisa kembali ke jalur cukup cepat ketika anda membiarkan orang memiliki waktu mendinginkan," tulisnya.

5 Jalan Meluncurkan Perusahaan Agar Tetap Kuat

Artikel Bisnis: Menumbuhkan Perusahaan 



Mencari tau elemen apa yang menumbuhkan bisnis kita. Scott Belsky, presiden direktur Adobe sekaligus pendiri startup Behance, memiliki sedikit banyak penjelasan mendetail. Dikutip dari situs Entrepreneur.com, apakah membuat kesuburan dalam binis: Kreatifitas seimbang, kolaborasi, serta pandangan yang dijalankan.

Berikut tips buat kamu pengusaha startup. Bagaimana meluncurkan perusahaan yang akan tumbuh subur. Bukan pendek dan berhenti ditengah jalan, tetapi panjang bahkan menjadi besar:

1. Sadari batasan

Pengusaha itu perfeksionis terkadang, tetapi ternyata menjadi pengusaha berarti menjadi master dalam halnya mendelegasikan. Kamu tidak bisa mengerjalan semuanya sendiri. Menyalahkan orang lain karena hasilnya tidak sesuai harapan kamu.

Bahkan pengusaha sekelas Calvin Klein juga punya delegasi. "Tidak satupun berkata tentang mereka, tetapi mereka memilik orang- orang tersebut," tutur Belsky.

2. Butuh melihat jauh sebelum mempekerjakan

Bagi Belsky, orang dalam startup lebih utama dibanding produk itu sendiri. Meluncurkan perusahaan adalah pelatihan panjang dalam ketidak pastian. Butuh penegasan berulang bahwa perusahaan berbasis pelayanan itu butuh pasak- pasak kuat untuk bertahan. Dalam hal ini agar sanggup menghadapai badai dibutuhkan kerja tim.

"Kamu pasti akan salah, ataupun paling tidak 50 derajat kesana," ucap Belsky. "Tetapi dengan penempatan orang- orang tepat, anda akan menaha itu -meski bersama beberapa orang tidak tepat."

3. Jangan biarkan strategi menggantikan eksekusi

Ketika memenuhi logistik penting, malah tim kerja kamu sibuk memikirkan bagaimana sampai di titik A ke titik B dibanding melakukan tugasnya nyata, maka kamu bermasalah.

"Saya tidak menyukai proses," jelasnya. Baginya mempelajari proses sebenarnya tidak cocok. Baginya itu bahkan nampak seperti kotoran dalam penetapan.

Ini dibuktikan 10 tahun lebih bekerja menjadi CEO Behance, menyimpulkan bahwa menetapkan strategi terlalu komplek terkadang menunjukan kurangnya kepercayaan diri. Dibanding kamu terlalu sibuk akan satu masalah dalam proses, kenapa tidak mundur selangkah, membuat ruang keputusan untuk kamu bernafas.

4. Jangan meniru kompetitor

Bagi kebanyakan entrepreneur, tugas meningkatkan layanan serta produk tak akan berhenti. Masuk waktu ketidak percayaan diri, penting bagi kamu percaya akan visi dan jangan membandingkan diri kamu dengan sosok kompetitor, saran Belsky. Apa yang bekerja bagi mereka belum tentu bagi kamu dan pasar spesifik kamu.

5. Ikuti blueprint kamu sendiri

Terkadang media masa cuma membahasa spektakuler entrepreneur atas pertumbuhan monster. Ini bukanlah cara adil menilai seorang entrepreneur sukses atau tidak. Semua perusahaan mengalami masa pertumbuhan berapapun kecepatannya.

Dalam pemikirian Belsky, entrepreneur yang berhati- hati, terkendali dan tidak khawatir untuk "membunuh rasa sayang mereka" akan berada di puncak. Ketika kamu cuma memandang bagaimana membuat uang. Maka kamu akan kehilangan pandangan apa yang lebih berharga, seperti halnya pegawai kamu.

"Anda hanya mulai khawatir tentang uang," katanya, "dan bukan tentang produk atau orang-orang."

Lampu Skateboard Warna Warni Pengusaha Amerika

Profil Pengusaha Greg Rudolph



Terkadang pengusaha muda hanya iseng. Hanya saja, isengnya tuh menghasilkan sesuatu dibanding berdiam diri. Waktu itu tahun 2011, Greg Rudolph sekilas melihat sesama mahasiswa tengah bermain skateboard. Uniknya dia menempelkan lampu warna- warni dengan lakban. Skateboard itu menjadi warna- warni seperi lampu disko.

Iseng menghampiri mahasiswa Universitas Arizona tersebut. Rudoph adalah mahasiswa baru jurusan bisnis. Meski tidak bisa main skateboar, dia meyakini ide bisnis ini berlian dan akan berhasil. Hanya iseng dia mulai mengamati bagaimana cara kerjanya.

Dia tau bahwa skateboarders sangat memperhatikan penampilan. Kemampuan mereka mengkustom roda ataupun papan. Hanya saja tidak memperhatikan keselamatan terutama di malam hari.

"Kebanyakan kecelakaan bermain skateboard terjadi ketika bermain di jalanan, bukan di taman skater," dia berucap.

Rudolph membobol tabungan senilai $1.000. Dia bekerja sambil memikirkan di garasi. Ia mengamati setiap produk lampu buatan China. Mulai memasan online dikirimkan ke garasi kerja. Butuh waktu memang agar menemukan sesuatu. Empat bulan berlalu, beberapa ribu dollar dibayar dan tidak terhitung email dikirim ke dia.

"Saya beruntung karena satu set lampu pertama saya pesan sangat tepat apa yang saya pikirkan," tuturnya.

Uang digunakan untuk administrasi, pengembangan produk, dan marketing produk. Fokus strategi ialah dia mengeksekusi beberapa tingkat pencapaian. Fokus agar mencapai satu langkah Rudolph mengembangkan produk.

Sukses besar


Langkah pertama bisnis Rudolph menemukan ide bisnis tepat. Kedua merupakan meneliti pasar, mencari tau apakah ada produk sejenis.

"Seperti yang saya temukan, lambu bercahaya dibawah skateboard adalah sesuatu yang belum ditemukan belum. Saya terkejut, karena saya tidak berpikir ada sesuatu yang belum ditemukan belum," aku Rudolph.

Maka langkah ketiga ialah bagaimana dia mendesain produk. Dia tidak punya latar belakang teknisi. Maka dia cukup mengembangkan ide sederhana: Memesan produk dari orang lain. Maka, dia memesan lampu itu dari situs jual beli Alibaba.

Dia mencari banyak lampu LED asal Negeri China. Rudolph pun membagi tips membeli di Alibaba lewat situs Youngtrepmag.com:

1. Untuk memudahkan komunikasi gunakan bahasa Inggris sesederhana mungkin dan mudah dipahami
2. Dari pengalamannya, percayakan hal tentang seperti apa kemauan kamu diakhir dan soal pengiriman itu cukup serahkan ke mereka.

"Saya menjelaskan ke mereka tentang tipe lampu, gaya, dan beberapa perubahan, dan membiarkan mereka menyimpulkan."

3. Ketika pesanan kamu dibungkus dari China, maka cukupkan diri lebih banyak waktu luang (kapan saja produk bisa datang)

Berbaterai anti air, produk Board Blazers ditempel dibahan adesif, menyinari bagian bawah. Tersedia dalam delapan warna dan dijual perpaket $24,99, setiap lampu memiliki diameter seper- empat dan kurang dari satu inci ketebalan.

Uniknya dia membuat lampu tanpa tombol. Bayangkan kamu melompat, berputar, berjungkil balik, dan trik lainnya agar lampu mati atau hidup.

Sukses Board Blazers naik peringkat berkat penjualan laris manis. Dia telah mampu membawa produknya di acara SXSW 2013. Hari ini Rudolph, CEO perusahaan, sekaligus "sekertaris skate", sukses membawa lima kontraktor independen dari Tempe, Ariz, dimana dia mendapatkan kemenangan di acara startup.

Selain dijual www.boarblazers.com, ia menjual di Amazon dan dipajang berbagai toko California, Florida, dan Arkansas. Dia berkata menjual sepuluh ribu buah lampu untuk 15 negara. Kebanyakan pembeli berusia 14- 22 tahun. Agar mencapai pasaran digunakan Facebook dan demo langsung dalam acara Vans U.S. Open of Surving.

Uniknya dia juga mengkampanyekan keselamatan lewat blog perusahaan.

Kini, usia 23 tahun, dia telah lulus ASU. Meskipun menginginkan gelar MBA, dia tidak mau harus berhenti di Board Blazers saja. Selain mengembangkan aksesoris lain untuk skateboard, dia juga mendorong produknya masuk retailer Amerika. Dia mengembangkan partnership, mengundung pemain skate menjadi endors.

Salah satu skateboard terkenal, Ricky Rodriguez, mulai mengendors Board Blazers. Sebagai sosok yang ia sukses bersekolah serta entrepreneurship. Maka dia sering menjadi pembicara baik sekolah ataupun kuliah. Ia memang menemukan susah mengimbangkan kerja dan pendidikan.

"Saya tidak bisa mengaplikasikan pelajaran di kelas kedalam bisnis, dan begitu sebaliknya," ingat Rudolph, "itu merupakan hal terbaik soal kecakapan."