Blog Fasion Dunia We Wore What Dari Hobi

Profil Pengusaha Daneille Bernstein 


 
Berawal sebuah blog bernama We Wore What. Yang mana dia harapkan, awalnya, menjadi sebuah tempat buat foto- foto fasion miliknya. Dia menyukai foto. Dan bermaksudkan menangkap gaya anak muda aslinya New York seperti dirinya. Talenta Danielle Bernstein ternyata lebih dari sekedar memfoto saja.

Selera berpakaian miliknya membawa dia ke depan kamera. Wanita kelahiran 28 Mei 1992 ini memutuskan untuk memperdalam hobinya. Dia adalah mahasiswi Fashion Institute of Technology -jurusan periklanan dan marketing-, yang hobinya memfoto teman satu kampus fasion nya.

Mahasiswi rajin


Ketika dia pindah ke kampus FIT. Dia menemukan dunia berbeda. Bayangkan sebagai kampusnya para desainer atau ahli fasion. Banyak hal menarik perhatian Danielle dimata kamera. "Saya membawa kamera saya dan segera memfoto para mahasiswa fasion," ujarnya kepada Barneys.com

We Wore What mengambil nama unik dari www (internet) itu sendiri. Blog tersebut menangkap fasion para anak muda New York. Dalam perjalanannya dia kemudian diundang memfoto gaya urban buat acara New York Fashion Week. Dia malah tertangkap difoto oleh banyak fotografer karena gayanya.

Dalam perjalannya blogging, Danielle menyadari bahwa fasion tentang personal style lebih menarik. Banyak pembaca lebih tertarik apa yang dia pakai sendiri. Pakaian apa, make- up apa, sepatu apa, dari ujungnya kepala sampai kaki Danielle.

Akhirnya dia merubah gaya blognya. Dia lebih fokus ke gaya fasion dia sendiri. Berkeliling Kota New York, Danielle berpetualang mengenakan fasionnya sendiri.

"Hubungan paling penting dalam hidup kamu ialah hubungan kamu dengan diri mu sendiri. Karena apapun yang terjadi, kamu akan selalu menjadi diri kamu sendiri," singkatnya.

Dimulai sejak enam tahun lalu semuanya bermula. Dari hobi berubah menjadi full- time blogger dan menjadi bisnis. Membangun brand diri sendiri sebagai sosok fasion stylist. Dia selalu mencoba jujur dengan gayanya berpakaian sendiri.

Selain melalui blog, Danielle lantas masuk ke ranah sosial media. Ia merambah Instagram langsung melejit dengan 1,4 juta pengikut. Dia juga aktif posting di Snapchat. Tugasnya hanyalah menunjukan apa yang dia lakukan keseharian. Inilah penggabungan antara blog dengan segala artikel dan di kehidupan pribadi sosial media.

Tahun 2012, Refinery29 menamakan dia salah satu blogger stylist masa depan, dan menjadi awal membuka mata dunia. Maka tidak salah jika Macy's -sebuah brand- mengajak Danielle bekerja sama. Dia kemudian mempromosikan dirinya dalam lebel mereka. Gaya Danielle pribadi tercetak melalui kerja sama tersebut.

Memasuki Desember 2016 Danielle berubah. Dia mulai mengerjakan tentang topik interior design dan juga pakaian pria. "We Wore What menjadi brand gaya hidup," tuturnya. Danielle juga mulai mengerjakan brand sepatu sendiri. Juga membuka bagian lain blog seperti We Traveled Where dan We Ate What.

"Saya ingin bisa membagi bagian lain saya tidak hanya soal fasion," ungkap Danielle. Juga termasuk menulis buku dibalik kisah sukses blognya.

Meski sosial medianya besar. Faktanya dia memiliki tim kerja masih kecil. Seorang fotografer profesional akan mengambil gambar buat blognya satu kali seminggu. Dan tim inti kerjanya hanya ada dia, manajer proyek, dan intern. Dia sih berharap dapat mempekerjakan lebih banyak orang lagi.

Barapa dia dapat dari blog fasionnya. Antara $5.000 sampai $15.000 buat postingan bersponsor. Nilanya bisa naik atau turun tergantung jeda waktu kontrak dan fokus produknya.

Nulis Kata- Kata Menjadi Kaos Yajugaya Omzet 50 Juta

Profil Pengusaha Randhy Prasetya dan Teman 


 
Ini kisah seorang dosen yang menjadi pengusaha. Namanya Randhy Prasetya, adalah pengusaha muda yang sukses berkat kaos kata- kata. Usaha yang dijalankan sejak 2010 dan akhirnya mampu menghasilkan omzet sampai Rp.50 juta. Padahal menurutnya dia memulai cuma bermodalkan Rp.50 ribu.

Alkisah pria 31 tahun ini mulai iseng di Facebook. Mulai membuat kata- kata sastra elok di tahun 2010 -an. Nah, kemudian seorang teman nyeletuk, namanya Tiwi bilang ke Randhy kenapa tidak memanfaatkan kata- kata tersebut menjadi peluang bisnis.

Bisnis mepet


Prinsipnya, "karena kata- kata tidak bisa dipegang, maka kita kaoskan." Maka dimulailah perjalanan dia dan dua orang temannya berbinsnis kaos. Modalnya cuma Rp.50 ribu dibelikan bahan kaos sederhana. Cetak kata- katanya pakai peralatan sablon sederhana. Biaya murah tetapi tulisan dikaos benar- benar menyentil.

Kata- katanya cerdas kemudian dibungkus dalam Yajugaya. Kenapa sih tidak membuat tulisan bahasa asli kita menjadi sekeren bahasa Inggris. Walaupun sudah dijalankan sejak 2010 -an. Butuh waktu sampai tahun 2013- 2014 menjadi bisnis sebenarnya menghasilkan untung.

Tiwi menyebut semua orang mengekspresikan lewat kata. Yajugaya merupakan kalimat berbahasa Indonesia tetapi memiliki kebijakan seperti kata asing lainnya. Untuk menaikan pamor bahasa Indonesia ketiganya lalu membuat dari tulisan menyindir, tetapi berkelas, dan mahal kesannya.

Ketiganya tidak memiliki latar belakang fasion. Tetapi nekat membuka usaha fasion bermodal beberapa ribu. Kenekatan mereka didukung keseriusan buat belajar. Mereka mencari tau cara menyablon. Mereka aktif mencari tempat belajar menyablon yang berkualitas.

Tiwi, istri Aga, sahabat Randhy bukanlah sembarangan. Randhy adalah seorang produser. Sedangkan Tiwi sendiri adalah trader saham. Kemudian suaminya memiliki pekerjaan di agensi periklanan. Kalau soal kreatif dua orang lelaki ini memiliki jiwanya. Dibantu Tiwi sebagai manajar ketiganya mencoba peruntungan sendiri.

Bisnis 50 ribu


Randhy ingat betul cuma megang uang selember warna biru. Kaos pertama dari selember digunakan menjadi pancingan gratisan. Ketika orang pesan dua maka dapatlah kaos itu. Istilah dipakai Randhy yakni jualan ala per- satuan. Atau sistem lebih jelasnya jualan berdasarkan pesanan atau meet the order pembeli.

Mereka memesan bisa minta dibuatkan berdasarkan status Instagram @Yajugaya. Randhy sendiri sudah siap 500 kalimat tinggal orang pesan dulu dan dibuatkan. Hasil untungnya digunakan sebagai modal mengikuti aneka bazar atau pop- out market.

Uniknya mereka tidak ngoyo memproduksi kaos. Karena orang dibuatkan ketika memesan katanya dari Instagram mereka. Lain ceritanya jika mereka mengikuti bazar sudah disiapkan dulu. Ratusan potong bisa terjual habis lewat acara bazar produk. Kalau online cuma menjual 20- 30 bajuan per- minggunya.

Awal mereka memasarkan lewat Facebook berbentuk gambar. Karena responnya semakin baik Randhy makin bersemangat membuat aneka tulisan. Dia juga menuliskan kata- kata sastra indah. Ketika booming Instagram, maka ia memindah jualannya melalui Instagram tersebut.

Harga jualnya mungkin Rp.190 ribuan. Buat produk bantal seharga Rp.250 ribu dan frame kata seharga Rp.150- Rp.250 ribu, dan mereka mengantungi Rp.50 juta ketika mengikuti acara. Ketiganya tidak punya latar belakang bisnis jadi usahanya cuma untung- untungan.

Ide dibalik kenama kata diatas kaos. Randhy menyebut fenomena garuda di dadaku. Kalau gambar saja bisa dijadikan kaos dan memberika semangat. Maka Yajugaya juga dapat mempresentasikan motivasi bagi kita anak muda. Kaos Yajugaya uniknya lagi cuma memberikan dua warna baik tulisan atau kaosnya: hitam putih.

Total ada 200 kata selah satu contohnya Se(n)iman, Mampu(s) Tanpamu, dan lainnya. Penjualan kaos milik mereka penjualannya semakin baik. Usaha yang dirintis sejak enam tahun silam sudah memiliki pasar. Dia menyebut setiap hari sudah bisa 30 kaos dipesan. Tidak cuma lokal, dari Malaysia bahkan sampai Jerman.

Bagi kamu mau memesan atau mau menjadi agen langsung kunjungi Instagram mereka.

Situs Resep Makanan Jepang Terbesar Cookpad

Profil Pengusaha Akimitsu Sano



Tidak banyak diketahui tentang seorang Sano. Ialah dibali situs aneka resep terbesar Jepang, Cookpad.com, yang sudah memulai sejak bangku kuliah. Pria 42 tahun ini jarang berbicara kepada media masa. Ia memiliki sedikit biodata bisa disusuh oleh media, bahkan sekelas Forbes.com

Kuliah di kampus terkenal Jepang, Keio University, asik mengerjakan Cookpad. Tahun 2012 meninggalkan tugas sebagai CEO mengerjakan aneka akuisisi. Ia mengakuisisi Minanno Wedding, situs review buat tempat pernikahan Jepang, dan Cucumbertown, blog platform buat aneka makanan asal Amerika, untuk nilai tidak diketaui.

Menurut Wikipedia semua dimulai dari perusahaan bernama Coin Ltd pada Oktober 1997. Kemudian ia meluncurkan Kitchen@coin tempat berbagi resep makanan. Kemudian namanya berubah menjadi Cookpad pada 1999 dan tahun 2002 mulai membuka ruang bagi pengiklan masuk.

Bisnis memasak


Tiga tahun situs milik Akimitsu Sano telah mencapai 12 kali lipat. Dia mampu merubah Cookpad masuk jajaran 55 situs paling dilihat di Jepang. Usahanya memang ambisius. Sejak awal dia sudah melihat diluar apa orang lihat sebagai situs resep masakan Jepang.

Data dihimpun menyebutkan situs ini dikunjungi setangah wanita di Jepang. Umur antara 20 -an sampai 30 -an, dimana penghasilan diperkirakan $122 juta dan tahun 2016 mencapai $150 juta. Kemenangan situs ini ternyata merupakan cerminan wanita Jepang, yakni banyak ibu rumah tangga kesukaran bersosialisasi.

"Banyak ibu rumah tangga memiliki kekurangan dalam koneksi ke sosial -and Cookpad memberikan satu link - jadi disanalah banyak peluang," ujar Takahiro Kazahaya, pakar analisis dari Deutsche Bank di Tokyo, Jepang.

"Itu bukan berarti orang sekarang tidak mau memasak," Sano menambahkan dalam wawancara bersama Japan Times, tahun 2008 silam. 

Lanjut dia bahwa ibu muda sekarang tidak memahami cara memasak. Bukan karena tidak mau memasak tapi tidak mendapatkan ilmunya dari generasi sebelumnya. Sano sendiri meyakini memasak membantu satu keluarga menyatu. 

Sano sendiri suka memasak atau dimasakan oleh istrinya. Di kantornya juga ada sebuah dapur raksasa yang seukuran industri buat seluruh pegawai. Ia sendiri tidak mau makan kecuali orang dikenalnya membuatkan ia makanan.

Percaya diri, Cookpad.com masuk ke bursa efek Jepang, dimana sahamnya naik 80% semenjak diluncurkan dulu. Dimana saham dipasarkan mencapai 20% saham. Sementara Sano memiliki saham mencapai 44% yang membuatnya memiliki kemampuan merubah susunan eksekutif Cookpad.com, dan disinilah masalahnya.

Cookpad.com memiliki 58,8 pengguna -dan menyimpan 2,1 juta resep masakan khas Jepang- contohnya saja pancake sotong khas, tetapi tidak juga menafikan masakan khas Jepang layaknya Bolognese ataupun Cheesecake.

Kegaduhan bisnis


Ia mengejutkan semua pemilik saham. Sebagai pemilik 44% saham membuatnya memiliki kuasa. Pada bulan Januari 2016 dia membuang semua jajaran direksi utama. Alasanya Sano merasa perusahaan mulai tidak lagi fokus di bisnis utama. Akibatnya saham jatuh 23% dalam satu hari dan kabarnya ada pertarungan hebat di dalam.

Sebagai situs yang memiliki pengguna 85 juta hal ini menganggu. Jalannya roda bisnis Cookpad dibutuhkan tetap dalam jalur. Pada Februari, Sano setuju tidak mengusik beberapa orang, dimana ini merupakan hasil dari perpinjangan panjang pertemuan pemilik saham.

Ia sendiri ingin kembali menjadi direktur. Sayangnya, banyak staf merasa tidak mau jika ia kembali ke bagian tersebut. Banyak orang percaya direksi sebelumnya telah menjalankan tugas bagus. Harga saham semakin turun karena ributnya perusahaan di dalam.

Pada 10 Mei, pendapatan turun sampai 73%. Bahkan mereka mencoba menjual bagian dari perusahaan itu. Sebuah kekecewaan kenapa Sano melontarkan proposal tersebut. Sebuah proposal yang berisi kekecewaan pribadi Sano terhadap kinerja perusahaan dan mencoba mengambil alih.

Meski coba diganjal, Sano tetap mendapatkan kedudukan direktur kembali, di dalam proposalnya terdapat rasa kecewa sebagai pendiri bahwa perusahaan mulai melupakan bisnis utama. Ia juga menambahkan lagi mereka yang bekerja di kantor diluar Jepang memiliki visi kurang.

Ia menginginkan kembali bisnis mereka di memasak. Dia berpikir bahwa manajemen dulu tidak cukup dalam hal berpikir ekspansi keluar.

Masalah sebenarnya


Dimulai sejak 1998, Cookpad menjadi pemain sentral situs berbagi resep, dan memiliki lebih dari 60 juta pengguna lokal, yang mana kebanyakan wanita. Tidak cuma masakan Jepang, mereka juga memiliki resep khas Amerika sentuhan Jepang, yang aneh. Mereka punya burger hitam dari kacang atau mufin kelapa.

Sejak membuka diri melalui IPO, perusahaan telah tumbuh berkali lipat sejak 2009. Dan nilai iklan bisnis dari situ resep ini mencapai $1,5 miliar. Pada tahun 2012 Sano memutuskan mundur sebagai presiden, dan digantikan mantan pemilik Kakaku.com, yang diakuisisnya, yaitu Yoshiteru Akita, untuk menyendiri sendiri.

Tidak banyak diketahui apa dilakukan oleh Sano. Namun Akita sukses berekspansi ke bisnis review layanan pernikahan, dimana memperlebar dari tujuan semula Sano. Sementara itu Sano dikabarkan tengah membuka cabang di Amerika, dan mengakuisi Cucumbertown sebagai satu aset perusahaan.

Tiba- tiba Sano mendadak "berilusi" bahwa para eksekutif tengah bermain. Mereka tidak fokus mengerjakan fokus bisnis mereka yakni di bidang masakan. Padahal Sano sendiri mengambil keputusan untuk mengakusisi beberapa usaha diluar resep.

Ia meminta merubah susunan direksi perusahaan. Aneh, memang dia bisa, namun akan menjadi masalah utama jika dia lakukan. Apalagi Sano dianggap tidak jelas dalam kebijakannya. Padahal banyak perusahaan besar memegang saham di Cookpad.com, sebut saja Citigroup.Inc, Seven & I Holding.Co, Sharp Corp.

Sano mulai propektif akan pemilik saham minoritas. Dia telah mengambil orang dari luar perusahaan, yang disebut sebagai independen, tetapi tidak seindependen itu. Memang sebagai pemilik saham 44% Sano sudah menunjukan kekuatannya. Meski begitu akan menjadi masalah jika sampai dia salah mengambil keputusan.

"Mereka (pemilik saham utama) bisa melakukan apapun mereka suka (jika serius)... tetapi kasus seperti ini sangat langka," ujar Ishida, pengamat ISS, karena bisa membuat pemilik saham melepas saham dan untung karena pemegang saham utama ketiga masih melihat potensi Cookpad.com

Guru Menanam Jamur Tiram Asal Pekalongan

Profil Pengusaha Sukses Kasnawi 



Dia pernah bekerja menjadi pegawai usaha jamur. Sebuah usaha kecil- kecilan yang dilakukan tetangganya sebelah rumah. Lama kelamaan Kasnawi mulai jago soal merawat jamur tiram ini. Ujung- ujungnya pria asal Pekalongan, warga Dukuh Nolo, Desa Kalirejo, Kec. Talun, Kab. Pekalongan ini, memilih membuka usaha sejenis.

Kasnawai mengaku ternyata tidak semudah dibayangkan ketika bekerja. Walau sudah pengalaman berbisnis itu ternyata susah butuh keseriusan. Tidak sedikit kegagalan dilalui dia sampai menempati posisi sekarang. Ia telah dikenal sebagai salah satu pengusaha jamur ternama.

Keuletan dan pantang menyerah menjadi andalan pria 24 tahun ini. Berlanjut usaha budidaya jamur di rumah sendiri berkembang. Dimulai sejak tahun 2013, munurutnya dibutuhkan modal sekitaran Rp.3 jutaan. Awalan berusaha sudah termasuk menyediakan rak bambu. Untuk membangun ruangan seluas 2m x 5m di samping rumah.

Rak bambu tersebut digunakan untuk menempatkan baglog. Untuk awalan, ia menjelaskan, kamu siapkan baglog siap panen. Tinggal pelajari lebih dalam bagaimana memanen bibit sendiri. Lama- lama Kasnawai jadi lihai dalam hal membuat tempat menanam sendiri. "Pernah 700 baglog gagal semua. Sebab salah membuat media."

Sebenarnya mudah membuat media tanam sendiri. Namun dibutuhkan takaran tepat. Itulah kenapa diawal, ia sering mengalami kegagalan padahal bahan bakunya mudah. Dia sendiri sekarang mahir membuat sendiri itu baglog.

Bisnis jamur


Ketika akan menanam bibit, ingat buat mencuci tangan pakai alkohol atau spirtus. "...begitu juga stiknya," ia menjelaskan caranya. Lokasi harus kamu pastikan steril. Untuk bibit dia beli dari Purwokerto seharga Rp.9 ribu per- botolnya dan memakai 60 baglog. 

Perhatikan ketika warna putih pada baglog. Jika putih bersih maka berhasil atau jamur tumbuh sehat. Spora akan turun dalam tempo 40 hari selepas ditanam. Kemudian kamu menaruhnya ke ruang budidaya. Nanti ditunggu saja seminggu maka akan berbuah. "...dan seminggu kemudian siap dipanen," tutur dia.

Panen rata- rata mencapai 10kg. Tidak pasti 10kg loh. Biasanya antara 9- 12 kg juga bisa. Dia sendiri dapat bantuan dari istrinya, Rohyati, wanit 30 tahun yang telaten membantu memanen. Dia menyebutkan jumlah segitu masih kecil bahkan dibanding murid Kasnawi.

Perkilogram disebutkan dihargai Rp.9.000- Rp.10.000. Dalam sebulannya mereka mengantungi untung bisa mencapai Rp.2 juta- Rp.3 juta. Kasnawi bersyukur dan tidak jumowo (tinggi hati). Bersyukur hasilnya cukup buat menyekolahkan dan ngasih makan anak- istri.

Untuk kendala tidak ada kendalah berarti terangnya. Hanya kalau musim kemarau, dia harus rajin menyirami air ke tanah agar tetap lembab. Kalau sudah masuk musim penghujan sih tidak perlu. Soal perawatan cukup dilakukan empat bulan sekali. Tujuannya mengganti baglog yang tidak produktif lagi. Diganti baru buat ia tanami lagi.

"...kami ganti 800 baglog setiap 4 bulan," paparnya. Kalau baglognya sudah tidak terpakai dapat dijadikan bahan pupuk organik.

Masalah lainnya yakni pemasaran jamur. Awal sekali dia harus memasarkan sendiri. Kini, sudah banyak yang jadi pengepul. Orang dulu taunya semua jamur beracun. Kini orang sudah tau tidak semua. Dan beberapa jamur dapat dikonsumsi.

Mereka bersyukur mampu berkembang seperti sekarang. Namun masalah modal menjadi kendala keduanya berekspansi. Kalau mau menambahkan modal, Kasnawi siap bekerja keras lebih tetapi tidak modal dari bank. Alasan masih takut menjadi kendala dirinya mencoba bank. Pemkab sendiri pernah coba bantu tetapi kurang.

"Beberapa kali sudah ditawari bank, tapi saya tidak berani. Pemkab pernah bantu, tapi hanya alat untuk ngepres baglog. Tapi kalau dana belum pernah," tutupnya.


Seperti penulis ceritakan diatas, Kasnawi punya murid, tidak cuma satu tetapi banyak berkat sosial media. Ia senang berbagi kesuksesan. Tidak cuma berbisnis sendirian. Kasnawi rajin menyapa orang melalui Facebook miliknya. Para pembudidaya asal Doro, Petungpkriyono, dan Kandangserang belajar jamur dari Kasnawi disana.

Muri- muridnya lah yang bersama membuatkan akun. Akun Facebook berisi bagaiman kiat berbudidaya jamur. Tidak terbatas kalangan biasa, anak sekolahan juga, bahkan Sekolah Dasar pun aktif mencari tau budidaya jamur. Mereka calon pengusaha muda yang ingin memulai berbisnis budidaya jamur tiram.

"Siapa saja mau belajar saya terbuka," ia jelas.

Dua tahun sudah dia menjalani bisnis jamur. Soal pembuatan media tanam maka dia ahlinya. Bahan membuat baglog dia ajarkan kepada murid- muridnya: Serutan kayu sampai 3 kuintal, bekatul 15kg, kapur 2kg, dan pupuk TS 1kg. Itu dapat menjadi 800 baglog.

Namun tidak semudah itu membuat baglog sendiri langsung sukses. Ia kan pernah bercerita dulu gagal 700 baglog. Pernah gagal lagi nih gagal sampai 400 baglog. Hingga mampu membuat sampai 2.500 baglog berhasil dan panen setiap hari. Memang sterilnya media termasuk proses menanamnya mempengaruhi.

Gaya Lukis Inai di Instagram Keke Carelsz

Profil Pengusaha Ikke Faulisa Carelsz 



Punya cita- cita membuka usaha rias pengantin sendiri. Alumni FKIP Jurusan Tata Rias, UNIMED ini, tidak mudah berputus asa. Namanya Ikke Faulisa Carelsz fokus di jasa lukis inai dan rias pengantin. Sudah lebih dari lima tahun perjalanan karirnya. Sedikit banyak sosial media memberikan efek sendiri dalam usaha ini.

Untuk awalan dia mengumpulkan modal. Agar usahanya terus membesar, wanita yang akrab disapa Keke ini memberikan jasa rias pengantian langsung. Jemput bola Keke meraih sebanyak mungkin pelanggan. Tidak lupa dia menyasar pasaran anak muda -merias untuk acara wisuda.

"Saya menjalani usaha lukis inai dan make- up pengantin," paparnya kepada Medan Bisnis. Tidak mau cuma segitu rencana kedepan ialah usaha bridal house sendiri.

Soal sosial media, cara marketing Keke meliputi blog, Facebook dan Instagram @keke_carelsz, yang mana itu cukup mendorong usahanya. Pelanggan disuguhi foto- foto hasil karya lukis inainya. Maka mereka dapat menghubungi Keke langsung di sosmed.

Bisnis ini ternyata berjalan dalam ketidak sengajaan. Ia bercerita asal mula berbisnis rias pengantin. Khusus buat inai dia memang suka karena film India. Berkat itulah dia jadi sering menggambar inai. Ia bermula dari menggambar iseng di kertas.

Keahlian makin terasah ketika masuk bangku kuliah. Seorang dosen mau mengajari Keke cara membuat inai. Ini terjadi pas semester empat kuliah. Segala sesuatu tentang lukis inai sebenarnya sudah dipelajari. Tapi dia belum mampu mengaplikasikan ke kulit. Lalu Keke nekat mencoba lukis inai melalui kulitnya sendiri.

Nah, lama- kelamaan, Keke mampu membuka usaha lukis Inai sendiri. Modal bisnis lukis inai sekitaran Rp.100 ribu. Dibayar pertama kali juga seharga Rp.100 ribu. Uang modal tersebut bukan dari kantungnya sendiri. Tetapi diberi oleh pelanggan buat membeli bahan ke sejumlah pasar di Medan.

Perlengkapan lain dibeli setelah usahanya berjalan. Dia menggunakan uangnya sendiri. Asik berbisnis sempat membuat Keke memilih cuti kuliah loh. Agar lebih ahli, dipelajarinya tutorial melukis inai dari situs Youtube. Meski tidak punya tempat usaha sendiri, Keke sudah bekerja sama dengan dua perias pengantin kenamaan Medan.

Di akhir pekan, Keke mengantungi pemasukan Rp.3 juta per- bulan. Itu cuma melukis inai saja. Untuk rias pengantin ataupun make- up, Keke menghasilkan juga Rp.3 juta per- bulan lain. Sayang semenjak tidak lagi membeli bahan di Medan, tatapi membeli di Poso, usahanya jadi lebih mahal. Tetapi kualitas bahan inai lebih bagus.

Soal omzet rutinnya yaitu antara Rp.5 juta sampai Rp.6 juta. Uang digunakan sebagai kebutuhan sehari- hari juga perputaran modal, termasuk menabung.

4 Pelajaran Marketing dari Marketing Jenius DJ Khaled

Artikel Bisnis Pelajaran Marketing



Snapchat lagi ngetrend terutama bagi marketer membangun brand. Pelajar marketing berikut ini merupakan pelajaran dari selebriti DJ Khaled -seorang produser recording Amerika, host radio, DJ, dan label recod. Ia memilih menggunakan Snapchat agar lebih dekat dengan fans, membangun brand, serta menunjukan jati diri.

Ia menunjukan bagaimana merubah pola pikir haters. Bagaimana menggaet penggemar baru lewat segala dia soroti di apalikasi ini.

Tentu ada pelajar dapat diambil. Dia adalah marketer bagaimana membangun brand. Sebuah pelajaran yang diulik oleh Chirag Kulkarni, Co- Founder dan CEO Insightfully, melalui Inc.com. Ada empat hal bisa kamu pelajari dari cara marketing DJ Khaled. Bagaimana dia membangun brand besar lewat aplikasi Snapchat.

1. Kuasai satu media

Pernah kah kamu bertanya entrepreneur, murid, ataupun remaja siapa orang paling mereka favoritkan ikuti di Snapchat?

Maka DJ Khaled mendominasi hal tersebut. Dia menggaet segala kalangan lewat Snapchat, bahkan segala akan entrepreneurship. Jika kamu melihat sosial media lainnya, kamu tidak akan melihat selengkap Snapchat DJ Khaled.

Faktanya bahwa banyak teman mengajak dia agar bangun dan segera menulis hal baru untuk inspirasi setiap hari.

2. Jaga pesannya konsisten

Hal kesalahan dari seorang marketer lewat sosial media adalah merubah pesannya kesehari- hari.

Ketika orang berpikir tentang DJ Khaled maka pesanan topiknya adalah soal "we the best" ataupun soal hal- hal berhubungan dengan Hip- Hop yang dia produseri. Apakah mungkin dia akan merubah pembicaraan jadi musik lainnya? Mungkin tetapi dia tidak melakukannya, orang tidak akan tahu brand apa yang diangkatnya.

Seperti kamu harus memarketing diri kamu maka bicaralah satu bahasa, konsisten. Janganlah coba berbicara tentang sosial media sekarang dan billboard selanjutnya. Tetaplah konsisten, macam DJ Khaled.

3. Menjaga kata kunci atribut dan sinyal spesifik akan brand

Ketika Chirag pertama kali mendengar tentang DJ Khaled, mengikuti Snapchat -nya, maka ia menyadari hal banyak kata- kata memiliki kata kunci bertautan kuat, seperti "Kunci kehidupan", "Terberkahi", dan "Ayo kita lihat apa untuk makan pagi."

4. Tunjukan sisi sebenarnya kamu

Menunjukan diri kamu sebenarnya adalah karakeristik yang orang tidak banyak tunjukan. Utamanya seperti apa sih kehidupan entrepreneur, sekaligus selebriti, rapper, penghibur kesehariannya. 

DJ Khaled selalu aktif memposting sarapan dengan putih telur, sosis, dan air putih, ditambah status yang bulat utuh, kamu akan melihat dia bekerja keras untuk menulis yang memotivasi kita lebih bekerja keras. Paling baik dari seorang DJ Khaled ialah dia tidak lupa berkomunikasi dengan fansnya.

Wak Doyok Dicaci Maki Makin Banyak Rejeki

Profil Pengusaha Mohd. Azwan Md. Nor


 
Mungkin nama Mohd. Azwan Md Nor itu terdengar asing. Pria 34 tahun ini memang lebih dikenal bernama Wak Doyok. Menurut berbagai sumber, kisah awal hidup Azwan memang penuh kesukaran. Di tahun 2010 katanya dia pernah menjadi kuli bangunan. Dan, satu foto membuktikan kegetiran hidupnya itu, benar- benar susah.

Kini dia dikenal sebagai usahawan Malaysia. Juga selebriti Instagram yang bergaya menggegerkan dunia. Itu semua berkat jambang unik serta gaya trendi. Dia dikenal memiliki berbagai usaha seperti krim jambang, kopi, krim pomade, sampai clothing line sendiri bergaya Inggris.

Dia dikenal akan gayanya di Instagram. Tampil trendi berpakaian ala gentleman, atau budaya mob lebih tepat kita mengartikan. Sukses menjadi ikon trend setter, usaha tempat cukurnya juga telah menyebar ke seantero Malaysia. Namun siapa sangka sosoknya pernah mendapatkan penolakan dari masyarakatnya sendiri.

Ketika penulis mengusut ternyata ada perasaan tidak cocok. Gayanya sempat dianggap tidak cocok akan budaya Malaysia. Padahal banyak anak muda berminat tetapi menafikan hal tersebut. Hanyalah Wak Doyok tidak mau sekedar bicara. Ia justru menunjukan itu ke halayak ramai dan siap menjadi bahan cemooh orang.

"Saya malas berpikir apa yang orang pikirkan mengenai saya. Apa yang paling penting saya tidak menganggu hidup orang lain," tandasnya.

Dia tetap menjalankan gayanya. Mengupload aneka foto bergaya bak selebriti berjaya. Padahal waktu itu, dia masih bukanlah siapa- siapa. Pokoknya Wak Doyok tidak mau hidup memuaskan hasrat orang banyak. Ia fokus membahagiakan diri sendiri dulu. "...itu lebih baik dan mendatangkan banyak faedah," ujarnya lagi.

Nama hoki



Siapa sangka adanya nama Doyok membawa keberuntungan. Semenjak bekerja menjadi kuli tahun 2000 -an, dia sudah dipanggil Doyok oleh kalangan teman. Lantaran tubuh kerempeng serta wajah culunnya mirip dengan artis asal Indonesia. 

"Kebetulan saya sendiri keturunan jawa," imbuhnya. Ya, pikiran kita memang benar, nama Azwan sekarang memang terinpirasi dari film Doyok dan Kadir. Waktu itu film Doyok dan Kadir tengah jaya- jayanya di Malaysia era 1980- 1990 -an. "nama itu tidak mendatangkan masalah bagi saya."

Bekerja sebagai kuli Azwan mengaku pernah tidak tidur selama tiga hari. Padahal dia digaji sangat kecil dan tidak sebanding akan kerja kerasnya. Dia bekerja di kawasan dermaga Port Klang. Setiap hari dia kenyang memandangai muatan diturunkan dari kapal.  

Sampai di tahun 2008, Azwan diberhentikan oleh tempatnya bekerja, pria kurus ini lantas mulai dijauhi oleh kawan- kawannya.

Hidupnya sukar dibuang teman karena pengangguran tanpa uang. Uang tidak cukup buat makan sehar- hari hilang. Padahal gajinya saja cuma 5 ringgit Malaysia per- jam. Diantara masa itulah dia mulai menumbuhkan rambut jambang. Berita gembira ketika dia bisa mendapatkan pekerjaan sambilan di Butik Ben Sherman.

Ia mendengar butik asal Inggris tersebut akan hadir di Malaysia. Azman segera bertolak ke sana, tetapi apa daya dia baru saja kehilangan kendaraan. Lantaran Azman gagal bayar cicilan maka jadilah dia berjalan kaki ke sana. "...kendaraan saya ditarik karena sudah lebih dari empat bulan tidak bayar," kenang Wak Doyok.

Dia berjalan lima kilo meter sampai ke tempat butik di Bangsar, Malaysia. Sesampainya disana malah ditolak karena penampilan tidak cocok. Maka Azman cuma pulang bertangan hampa kembali jadi kuli. Dia pernah bekerja menarik lori. Bahkan dia pernah bekerja menjadi montir serabutan demi kebutuhan hidup.

Tidak mau berputus asa, Azwan kembali ke butik tersebut kedua kalinya. Beruntung karena dia sudah mulai merubah penampilan. Semua berkat uang tabungan segala usahanya agar bergaya. Hasilnya, Azwan akhirnya mendapat keinginannya bekerja, dan mendapatkan gaji besar yakni 1200 ringgit Malaysia.

Masuk ke Ben Sherman ternyata sudah direncanakan sejak awal. Dia memang ngebet ingin memasuki dunia fashion. Memang butik ini dikenal akan gaya vintage mod -seperti dikenakan Wak Doyok sekarang. Mereka bekerja sejak 1963, menghasilkan produk seperti sepatu, pakaian, jas, dan aksesori lawas khas 50- 60 an.

Bekerja keras


Penampilan memang sangat mempengaruhi hidup Azwan. Pertama kali mendaftar Ben Sherman, dia ditolak seketetika karena penampilan. Dia langsung mencari tau segala sesuatu tentang fashion disana. Mengambil rujukan pria berjambang khas model perusahaan tersebut.

Dia mengambil rujukan jambang David Beckham. Azwan meski berjembang tetap saja tidak percaya diri. Alasannya karena merasa wajah tidak pantas berjambang. Ketika diterima malah dia mendapatkan banyak pujian. Sejak itulah, Wak Doyok percaya diri akan jambangnya dan mulai belajar merapikan jambangnya.

Cara merapikan jambang menurut Wak Doyok: Rapikan jampang dua hari sekali agar rapat. Rapikan agar tumbuh menyesuaikan struktur wajah. Ia juga mengikuti berbagai petuah orang tua. Termasuk mengelapnya dengan tangan kanan selepas makan. Menurut Wak Doyok inilah salah satu alasan jambang tumbuh subur.

Azwan merapikan jambang dua hari sekali. Terutama mencukur bulu dibawah dagu. Kumis lentik dipotong agar rapih tidak terlalu panjang. Perlu ketelitian begitulah penjelasan Wak Doyok. Maka dia lebih senang merawat sendiri di rumah dibanding ke salon. Semua agar jambang bersih tidak nampak kotor dan jorok.

Wak Doyok menjelaskan kotor akan terlihat utama selepas makan. Pertama kali menumbuhkan jambang itu dia mengalami sedikit kesulitan. Agar tidak gampang kotor, makan pun ditangani lewat sumpit atau garpu. Ia juga membuat produk perawatan sendiri. "Beberapa produk saya beli dari seorang teman di Singapura."

Salah satunya menurut dia adalah wax khusus pelentik kumis. Untuk jambangnya, dia membeli di salon milik penyanyi Joe Flizzow, Joe's Barbershop. Ia menjelaskan produk seperti ini sulit ditemui kecuali dari daratan Eropa. Bagi warga Malaysia gaya semacam itu masih baru, meski begitu banyak anak muda mau mencoba.

Sebagai anak muda tentu Wak Doyok sadar sosial media. Termasuk Instagram, makalah dia asik berselfi ria mengenakan pakaian disukainya. Banyak respon positif tetapi banyak juga negatif, bahkan mulai memaki Wak Doyok beraneka macam, seperti hal perusak generasi lewat seleberan di penjuru Bukit Bintang dan Malaysia.

Adapula bermunculan hastag #wakdogol atau #seranggaperosak. Tetapi justru inilah efek viral sehingga dia mendapatkan lebih banyak perhatian. Sebuah viral marketing tidak sengaja memantapkan kesadaran. Wak Doyok mulai menyadari akan potensi dibalik gaya unik berjambang.

"Sedikit banyaknya, insiden itulah yang memperkenalkan saya ke seluruh Malaysia meskipun berbaur dengan tanggapan negatif," kenang Azwan.

Dicaci maki malah semakin sukses. Itulah kira nasib Wak Doyok dituduh macam- macam. Selain dia sukses merambah dunia hiburan Malaysia. Dia merambah bisnis restoran Thailand bernama Dulang Mas Cafe, yang diresmikan Oktober 2015, bekerja sama dengan rekan bernama Fizul Nawi di Seksyen 7, Shah Alam.

Hal lain, bisnis Wak Doyok juga termasuk aneka produk, antara lain Kopi Lu- Wak Doyok, Pomade Wak Doyok, Krim Jambang Wak Doyok.dll. Yang mana itu menjadi bagian WD Holding (M) Sdn. Bhd. Dan, yang paling terkenal di Indonesia apalagi kalau bukan krim jambangnya.

Tumbuh termasuk ikut merambah bisnis salon VVIP Barbershop di Subang Jaya. Wak Doyok terbukti jadi contoh bagi wirausahawan asal Malaysia.

Keunikan jambang Wak Doyok memikat sutradara Syafiq Yusof. Ia lalu diajak main film Abang Long Fadil 2. Hanya saja dia tidak begitu fokus mengerjakan akting. Bukanlah fokus utama Wak Doyok, hanya mau mengisi waktu luang. "Khalayak ramai mengenal dia sebagai orang fashion, bukannya pelakon," tutur dia.

Paling penting ialah dia mendapatkan tokoh utama. Ataupun peran lain yang menantang dimainkan. Seperti di film Abang Long Fadil 2, dimana dia menjadi antagonis, tetapi masih ranah komedi. Dia berakting menjadi diri sendiri, anak Taji Semprit. Merupakan anak penjahat yang ingin menguasai kursi kepala gangster.

Menurut Wak Doyok yang paling sulit ialah skrip cerita. Dia harus menggunakan bahasa Melayu, Indonesia, juga Jawa. Dia juga harus belajar silat. Wak Doyok harus beradu akting dengan A. Galak yang berperan jadi ayahnya. "...mencoba merebut kursi sebagai ketua gangster dan menghianati bapak sendiri," tegas Wak.

Terdapat aksi pertarungan yang tidak sedikit membuat dia terluka. Wak Doyok nampak menikmati hidupnya sebagai aktor tetapi tidak berlebihan. Kisah menjadi pengusaha muda lebih menarik bagi hidup Wak Doyok, kini ingin menginspirasi banyak anak muda.