Biografi Inspiratif Robert Herjavec Shark Tank

Biografi Pengusaha Juri Shark Tank



Juri Shark Tank satu ini telah membuktikan fakta tentang imigran. Bahwa imigran siapapun mampu merubah nasib. Dan juga bisa merubah dunia tempatnya menetap tinggal. Kelahiran Kroasia, sebelumnya Yugoslavia, 14 September 1962 merupakan pemilik Herjavec Group. Yang nilai kekayaanya naik tetap dari angka $200 juta.

Dia adalah pengusaha asal Kanada. Seorang investor handal sekaligus penulis buku. Dia semakin terkenal ketika dia menjadi salah satu juri Shark Tank.

"Terkadang itu terasa kamu tidak layak masuk kesana," kutip Herjavec, merujuk kepada keadaanya sebagai orang imigran.

Herjavec tumbuh di Zbjeg. Namun terpaksa meninggalkan negeranya karena sang ayah. Ceritanya bahwa ayah Herjavec merupakan toko vokal. Alhasil, pada umur delapan tahun, tanpa tau sebabnya maka dia ikut dibawa keluarganya keluar dari wilayah konflik

Satu keluarga kemudian sampai di daerah bernama Halifax bermodal satu koper, dan uang $20. Bagianya ia merasa hidup sangatlah sulit. Waktu itu dia hanya bocah biasa, yang bahkan tidak bisa berbicara bahasa Inggris. Transisi hidup memang sulit dimana dia lantas tinggal bersama nenek di sebuah pertanian.

Merasakan hidup sebagai petani harus mengikuti tradisi sekitar. Diantara tetangga baru yang sama bekerja jadi petani, dia menemukan fakta bahwa keluarga Herjavec lebih miskin, dimana dia merasa minder akan hal tersebut untuk bersosialisasi sebagai masyarakat ekonomi lemah.

Dia mengenang sang ayah bekerja di pabrik. Menghasilkan kurang lebih $76 seminggu -atau setara $464,26 jika tidak terpengaruh inflasi- di 2015. Dia kemudian mengenang "bully" dirasakan ketika sekolah. Pernah ia mengadu kepada ibu karena diejek teman sekelas karena miskin.

Bayangkan ayah Herjavec bekerjanya jalan kaki. Dia mengumpulkan uang ongkos naik angkot, sampainya di rumah, ketika dia mendengar ucapan sang anak. Ayah Herjavec berkata,"jangan pernah mengeluh," yang mana menjadi kata bijaknya hidup sampai sekarang.

Dia sangat mengagumi sang ayah. Dia menjulukinya "pria tangguh, yang sangatlah tangguh." Perkataan sang ayah akan jangan mengeluh mendorong dia maju. Keinginan akan membangun kemapanan semakin tumbuh. Tambahan dorongan lain ialah ketika dia mendapti sang ibu ditipu mentah- mentah.

Bayangkan seorang salesman datang, mengajak ibunya membeli alat pembersih debu seharga Rp.500, dan itu setara gaji ayah seminggu. Kejadian tersebut mendorong Herjavec harus lebih cerdas. Pemikirannya ialah dia bersumpah tidak mau lagi orang tua ataupun dia dimanfaatkan orang lagi.

Tahun 1984, dia lulus kuliah dari University of Toronto, dengan latar pendidikannya Ilmu Bahasa Inggris dan juga Ilmu Politik. Dia bekerja agar mampu mencukupi keluarga. Dia mengambil aneka pekerjaan dengan gaji mepet upah minimum di 1990 -an, seperti menunggui meja, mengantar koran, menjadi sales, debt collector.

Imigran sukses


Dia mendeskripsikan dirinya sebagai "Imigran dalam kapal". Merujuk pada imigran Timur Tengah yang mulai masuk ke Eropa melalui kapal- kapal kecil. Umur delapan tahun dia merasakan sendiri ikut ayahnya masuk ke Kanda menghindari penjara.

Dia mengenang bagaimana dia tidur di basement. Cuma punya satu sepatu terpasang dikakinya. Mungkin ia merasakan kemerdekaan di negara baru. Namun perasaan emosional melanda transisi hidup Herjavec. Dia menginjak dunia baru berbeda. Herjavec bahkan dibully teman sekelas karena hidup miskin sebagai imigran.

Ia bahkan dipukuli karena memakai pakaian tidak keren. "Ketika saya berkata kepada ibu saya, dia lantas berkata, "Robbie, tidak ada seorangpun di dunia lebih baik dari kamu dan kamu tidaklah lebih baik dari siapapun di dunia"," ia berkata kepada majalah Entrepreneur bahwa mengeluh tidak ditolerir.

Tumbuh besar dia sempat merasa minder. Dia merasa semakin seperti orang asing di negeri asing. Sempat ia melihat ayah berangka kerja berjalan kaki. Ayahnya bekerja menjadi tukang sapu di sebuah pabrik. Lalu ia menjadi saksi ibunya ditipu tukang jual mesin penyedot debu.

"Saya menyadari bahwa dibandingkan orang lain, kami sangatlah miskin," kenangnya. Umur 14 tahun muncul rasa ambisi untuk menjadi multi- miliarder, karena ia ingin memberikan kehidupan keluarga lebih baik.

Ia ingin lebih dari bayangan kosong keluarga tentang "kembali ke Kroasia". Dia tidak mau keluarganya malah kembali kesana dan memulai dari nol (lagi). Herjavec menginginkan hidup diatas semua pikiran liar tersebut. Dia lantas berkata kepada orang tuanya bahwa dia akan menjadi bos.

Seseorang yang tidak akan dipecat dan bisa bersantai. Bukan hidup seperti pekerja pabrik bersama ayahnya dulu. Dia ingin menjadi seseorang yang bebas menentukan jadwalnya sendiri. Dia mau menjadi entrepreneur. Bekerja seadanya seperti cerita diatas, dia mulai bekerja lebih keras agar menjadi sosok seperti di citakan.

Karir bisnis


Karir di bidang perfilman dimulai sejak dini. Dia bekerja di belakang kamera di berbagai rumah produksi. Ia kemudian menjadi asisten direktor, filmnya seperti Cain and Abel dan The Return of Billy Jack. Karirnya di bidang ini mengalami puncak sebagai produser siaran langsung Olympic Musim Dingin XIV untuk Global TV.

Herjavec mendapatkan penghargaan termuda meliput Olympic. Mencari pekerjaan dibidang produksi, ia lantas mendaftar ke perusahaan Logiquest menjual produk IBM, namun karena tidak sesuai pengalaman maka dia ditolak. Herjavec tidak putus asa malah menawarkan bekerja selama enam bulan tanpa gaji.

Karena dia bekerja gratis maka Herjavec mencari sambilan. Bekerja keras lalu naik pangkat sangat jauh yakni menjadi Jendral Manajer di Logiquest. Di 1990 -an, dia dipecat oleh perusahaan, lantas mendirikan perusahaan sendiri bernama BRAK Systems, perusahaan keamanan internet Kanda, berkantor di basement rumah.

Kemudian BRAK Systems sendiri dijual ke AT&T Canada di Maret 2000 senilai $30,2 juta. Dan setelah tiga tahun pensiun, serta menumpang tinggal di rumah ayahnya bersama tiga anaknya, akhirnya Herjavec menemukan satu lagi perusahaan bernama Herjavec Group di 2003.

Bisnisnya meliputi keamanan jaringan internet, menjual dan memanajemen layanan provider, dimana dia jadi CEO perusahaan. Perusahaan ini tumbuh sangat cepat dan menjadi provider IT terbesar Kanada, menurut Branham Group. Herjavec Group (THG) memiliki tiga pegawai di 2003 jadi 150 pegawai pada tahun 2013.

Total pertumbuhan perusahaan 630% dari 2007- 2014 lalu. Dari penjualan yang cuma $400 K pada 2003 menjadi $125 juta masuk 2012. Perusahaan mencapai target penjualan lebih dari $500 juta.

Mimpinya menjadi imigran sukses telah tercapai. Dia selalu percaya akan hidup sukses dan akhirnya sukses melebihi imajinasi terliar. Hidup baginya terbagi dua, orang yang sudah ditakdirkan Tuhan sukses sejak lahir dan mereka yang menjangkaunya kesuksesan.

"Saya salah satu diantara orang yang sukses karena menanggung luka di kehidupan mereka, yang tau bahwa mereka tidak akan mampu bertahan lagi dan mau merubah nasib," imbuhnya kepada Entrepreneur.com

Menjadi imigran, kemudian mendapatkan kewarganegaraan Kanada tidak mudah. Dia tidak seketika jadi warga negara karena entrepreneur. Butuh waktu contoh saja entrepreneur salain dirinya. Mereka harus siap menghadapi perbedaan budaya dan bahasa, dan norma hidup sementara tetap berusaha agar sukses.

Menurutnya tidak sangatlah sulit menjadi entrepreneur imigran. Susah buat mencampur di tempat tinggalnya sekarang. Namun tidak berarti menghentikan kamu mencari tempat menjadi sukses. "Tidak masalah siapapun kamu atau darimana pun kamu," Herjavec menambahkan lagi.

Pada dasarnya dalam hati terdalam orang tidak peduli. Tidak peduli warna kulit. Tidak peduli tentang apa agama ataupun jenis kelamin. Mereka cuma peduli berapa nilai kamu taruh dalam kehidupan.

Hidup biasa


Pilihan terbaik seorang Herjavec bukanlah memilih berbisnis awal. Bukanlah belajar bahasa baru agar bisa menyatu dengan lingkungan. Bukanlah pula menjual perusahaan ke AT&T untuk jutaan dollar. Adalah dia memutuskan untuk menolak virus dia sebut hidup biasa. Menolak hidup biasa saja dalam bentuk apapun itu nanti.

"Dunia tidak menghargai kebiasaan," ujar Herjavec. Kamu harulah menjadi hebat untuk sesuatu. Tidak ada namanya cukup baik. Cuma ada terbaik ataupun kata lebih hebat. Pengusaha besar bermata biru savir, sekarang berumur 52 tahun, kini menduduki posisi sebagai pemilik perusahaan keamanan internet.

Dengan sagala macam masalah dilalui. Dia pernah bekerja menjadi penjual koran loh. Juga pernah bekerja menjadi kolektor utang. Dia pernah bekerja menjadi pembersih lantai bergaji $76 per- minggu. Herjavec memang hidup berkecukupan tetapi dia ingin lebih.

Umur 14 tahun dia "digigit" serangga entrepreneurship. Dia lantas menyatakan keinginan menjadi pengusaha kepada kedua orang tua. Ayahnya lantas memberikan saran. Ayah Herjavec menunjuk jabatan tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja. Tetapi sosok tersebut tidak membuat Herjavec berpuas.

"Bagi orang tua saya, orang itu adalah sosok paling sukses mereka tau karena dia adalah sosok yang tidak akan dipecat dan pekerja keras."

Tanpa adanya mentor membuat dia cukup kesulitan. Dia ingin menjadi orang yang tidak peduli akan gajinya ataupun sewa. Ingin menjadi seseorang sukses dan besar. Dia kemudian menyasar buku- buku menjadi sang mentor. Sasarannya tidak lain adalah kisah- kisah biografi pengusaha.

Dari sanalah dia menemukan tidak seorang pun peduli akan orang biasa. Kesuksesan adalah bisa dihitung. Ia mau menjadi sukses dan menghasilkan banyak uang. Atau apapun yang mendefinisikan kesuksesan tersebut. "Lakukan satu hal dan lakukan itu lebih baik dari siapapun," jelasnya. "Lakukaan apapun buat menjadi paling hebat."

Jika tidak mau, maka kamu tidak akan pernah melihat titik potensi kamu. Kamu tidak akan pernah sukses buat menghidupkan mimpi kamu.

"Temukan talenta kamu, jadilah hebat dan lakukan hal hebat dari telanta kamu sendiri. Jika kamu lakukan, tidak cuma kamu akan sukses, kamu akan mendapatkan kepuasan pribadi dan mencukupi sesuatu uang tidak dapat beli."

Catatan: foto diatas adalah fotor Robert Herjavic di rumah lamanya

Pemilik PornHub Sejarah Situs Porno Dunia

Profil Pengusaha Dibalik Situs Porno 



Sudah pernah mendengar MindGeek. Tidak, bagaimana kalau kamu mendengar nama PornHub. Yap inilah perusahaan dibalik situs porno populer tersebut. MindGeek sendiri memiliki PornHub. Sayangnya, mereka tidak memiliki dua situs porno nomor 1 dan 2 di dunia. Apalagi kalau bukan kamu tau lah XVideo dan juga XHamster.

Sejarah porno gratis


Kita tidak akan membahas mengenai isinya. Kita akan membahas sedikit terntang sejarang pornografi situs seperti YouTube. Berawal dari YouTube waktu itu, pada tahun 2005, muncul lah ide membuat satu situs yang mirip tetapi berisi konten dewasa.

Dimulai kurang lebihnya, pada musim panas 2006, muncul tiga situs porno sejenis: PornoTube, RedTube, dan YouPorn. Tetapi mereka bukanlah milik MindGeek. Mereka datang entah dari mana tetapi PornHub berbeda. Menurut informasi PornHub didirikan pemilik MindGeek -sekaligus pemilik studio film Brezzer.

Munculnya YouPorn (terutama) membuat gaduh studio film porno mapan. Konten yang diupload gratis telah sampai membuat pemilik Brezzer gerah. 

Bisnis situs porno gratisan ini menjual iklan dan terbukti menghasilkan jutaan dollar. Kegerahan studio ingin menjatuhkan situs porno terutama situs YouPorn. Termasuk Ouissam Youssef pemilik studio porno pertama berbasis internet ini. Disaat bersamaan Vivid menuntut YouPorn ke pengadilan dan Youssef memilih peluang lain.

Disaat bersamaan dia berteriak tentang anti- pembajakan. Disisi lain, bersama rekannya lain sesama pendiri Brazzer, Matt Keezer, mereka mendaftarkan atas nama domain PornHub untuk $2.750. Mereka diam- diam mencoba berbisnis di bisnis situs porno gratis. Sementara Youssef duduk santai menuntut anti- pembajakan.

PornHub berdiri dibelakang perusahaan InterHub, dibelakang sekali Brezzer. Bahkan kalau bisa dibilang ia, Ouissam, tidak memegang PornHub langsung bahkan Brazzer seolah anti kepada itu. Menelisik lebih jauh berdirinya Brazzer empat tahun kebelakang. Nama mereka tidak setenar Vivid Entertainment sang Rajanya Bokep.

Mereka merupakan ahli teknologi asal Montreal. Mereka hobi berdiskusi dewasa di bar. Youssef dan juga Stephane Manos yang memulai pornografi. Ide bisnis tersebut kemudian mengajak Kazzer, yang sama- sama alumni Concordia University. Untuk awalan, mereka bersama saudaranya Youssef membuat bisnis TGP dan MGP.

Isitilah ini dipakai buat situs gambar porno. Yang kemudian mereka beri nama antara lain Jugg World, Ass Listing, KeezMovie, dan XXXRated Chicks. Mereka lantas memilih fokus ke wanita dewasa buka lagi soal dada besar.

"Mereka terkajut, wow, pasar dada besar sangat besar," ujar Feras Antoon, CEO perusahaan sekarang. Lalu mereka menyadari pasaran wanita dewasa lebih menggairahkan. Maka dari itulah mereka mulai terkenal akan konten porno wanita dewasa aka MILF.

Mereka menghasilkan banyak uang. Hasilnya kelihatan sangat mudah membuat bisnis perusahaan tumbuh. Antoon bahkan menyebut mereka tumbuh super pesat. Mereka lantas membuat berbagai situs afiliasi porno dari Jugg Cash dan tentunya studio porno sendiri Brazzers.

Mereka merubah pornografi selamanya. Untuk memperkuat bisnis berbayar mereka Brazzers. Youssef serta teman bahkan menyewa produser dari Los Angles, dan Las Vegas. Brazzers dikenal sangat prefeksionis dalam hal pembuatan konten dewasa. Mereka juga dikenal yang memperkenalkan implan payudara kesini.

"Mereka tidak pernah berpikir akan tumbuh sangat besar," ujar Antoon, yang dikenal sebagai pendiri tetapi dibalik dia masih ada lagi. Siapa sangka akan sukses. Mereka lantas meluncurkan aneka situs lain seperti hal JugFuckers, DoctorAdventures, RacksAndBlacks dan lainnya. Sebagai tambahan maka Brazzer punya satu saudara.

Situs berbayar lainnya muncul, Mofos, fokus kepada wanita yang mau melakukan hubungan seks ekstrim. Ia menyebutkan mereka pekerja keras. Mulai dari tidur di kantor, bekerja di akhir pekan, kemudian akhirnya mampu beli rumah di pinggiran kota Montreal. Mereka semakin membesar butuh banyak lagi tenaga agar kuat.

Bisnis keluarga


Butuh lebih banyak tenaga orang. Mereka tidak perlu jauh mencari pengikut setia. Cukup keluarga, teman, tetangga, teman sekolah -para loyalis yang dapat belajar seiring waktu. Sebut saja Antoon yang ternyata kakak ipar Manos.

Setiap tahun perusahaan tumbuh dua kali lipat. Dari 80 orang pegawai di 2007, 150 di 2008, dan 250 orang di 2009, bahkan menurut Wikipedia jumlahnya sekarang 1.000+. Youssef pemimpin dikenal sebagai sosok visioner berbisnis apapun. Manos seorang penjual dan motivator. Keezar ahlinya dalam hal search- engine optimization.

"Dia masternya," tutur Antoon. Contoh bukti kehebatan mereka dalam hal SEO terlihat nyata. Untuk kata kunci sex dan porno mereka jagoan. Meski tidak nomor satu, dalam situs Google, mereka mampu bertahan sampai puluhan tahun posisi 2 atau 3.

Mereka berbisnis menghasilkan banwitch paling tinggi. Bahkan melebihi Twitter, Facebook, atau Amazon. Lucunya meski berbisnis dengan nama MindGeek. Mereka menyebutkan sebagai pioner masa depan dalam hal pengunjung. Mereka sama sekali tidak menjelaskan darimana datangnya pengunjung sebegitu banyaknya.

MindGeek menyebut diri sebagai perusahaan periklanan maupun SEO. MindGeek adalah provider porno global. Atau secara kasarnya mereka raja bokep internet. Bahkan disebutkan mereka memonopoli komditi porno. Bahkan mereka mampu menempatkan industri studio porno dalam kontrol konten mereka tidak lain.

Mereka melakukan pembajakan tetapi "dilegalkan". Bahkan sudah menjadi tabu buat membahas MindGeek sebagai monopoli konten porno. Seolah akan ada masalah jika kamu membahas mereka. Mulai dari situs lain selain PornHub, mereka sudah mempunyai RedTube, YouPorn, yang menghasilkan iklan miliaran dollar.

Kembali ke Desember 2007, ketika Vivid menuntut PornoTube. Rumor tentang kepemilikan Brazzers akan situs PornHube berkembang. "Kedok" mereka tidak lagi serahasia kamu bayangkan. Tetapi masih tabu jika membahas mereka disini. Ketika mengkoneksikan nama domain dan nama perusahaan tercantum munculah.

Kecurigaan bahwa Brazzer merupakan bagian dari aneka tube tersebut. Dengan percaya diri mereka tidak mau menerima itu. "Itu akan 100 persen bertolak belakang dengan inti bisnis utama kami (studio porno.red)," tuturnya.

Mereka telah berhasil mengurangi pengunjung situs porno berbayar lain sampai 50%. Disisi lain, mereka juga menjaga serta membuat aneka akuisisi bisnis sejenis. Bisnis lendir mulai dari gratisan dan berbayar dimiliki oleh MindGeek menjadi monopoli. Banyak perusahaan studio porno merasakan betul adanya monopoli ini.

Tidak mau kalah, bahkan Brazzers memanjakan kita lewat situs porno gratisan lain. Sebut saja nama Tube8, ExtremeTube, menambah kekacauan. "Kami menyebut mereka kesatria keyboard," ujar Antoon.

Bisnis porno terbesar


Mereka memiliki banyak situs porno dan delapannya masuk 10 besar (bersaing ketatnya dengan Xhamster dan Xvideo). Meski perusahaan memberikan layanan pelaporan. Dimana studio porno bisa melaporkan pengupload yang mengupload film ilegal, faktanya tidak semua perusahaan memiliki waktu buat mensortir itu.

Bayangkan dalam sehari upload video porno mampu menembus jutaan. Efeknya penjualan DVD porno telah turun 50%, produksi film turun 75%, puncaknya pada 2008 dimana pembajakan besar- besarnya terjadi oleh situs tube ataupun torrent, dan tambah banyaknya porno buatan sendiri atau porno sendiri.

Efeknya banyak artis porno menjadi prostitut. Mereka nyambi menjadi panggilan sementara produksi film jadi terhenti tidak tumbuh.

Jatuhnya studio porno membuat MindGeek menjadi produser. Mereka membeli banyak studio dengan harga miring contohnya DigitalPlayground di 2012. Bersama nama besar Hustler, Vivid, maka nama MindGeek menjadi pemain juga di porno tradisional. Tetapi tidak sehat buat ekosistem bisnis porno itu sendiri jadinya.

Bayangkan produser membuat film buat diupload gratis. Meski dari perusahaan sama tapi sakitnya tuh disini. Produser mengeluh ini layaknya jebakan vampir saling menghisap darah. Produser nanti diupah kecil dibajak sementara MindGeek menghasilkan besar. Pemain bokep tidak mempunya pilihan lain kecuali bekerja untuk MindGeek.

Masa lalu MindGeek sendiri penuh intrik layaknya cara bisnis mereka. Dulu, di 2009, perusahaan masih dibawah Manos dan Youssef, dan Secret Service (polisi Amerika.red) menangkap akun bank MindGeek sneilai $6,4. Akibatnya asetnya dijual ke investor asal Jerman, Fabian Thylam, dimana namanya menjadi Manwin.

Kemudian di April 2011, Manwin mendapatkan utangan rahasia dari Wall Street Colbeck Capital, senilai $362. Dengan berbiaya hutang perusahaan mulai ekspansi besar- besaran dengan akusisi situs tube lain. Mereka juga mulai memproduseri film porno mandiri. Thylman menafaatkan bebas pajaknya Belgium atas Jerman.

Ia mendapatkan banyak keuntungan untuk memutar modal. Akhir 2013, ia membawa kembali nama Ferras Antoon dan David Tassilio, pemain lama yang kini bekerja di pusatnya Montreal. Apakah MindGeek dapat dihentikan? Hampir mustahil, kecuali menyangkut porno anak, dan mereka sadar akan tidak masuk kesana.

"Itu bisa menyeret semua pamain industri porno jika terjadi (MindGeek jatuh)," tutur blogger Lux Alptraum.

Cari Barang di Situs Sulit OXL Nya Filipina

Profil Pengusah RJ dan Arianne David 


 
Tahun 2006 mereka tengah menikmati liburan mereka di Tagtay, Filipina. Mereka lantas berbincang tentang bisnis website. RJ David seorang teknisi mekanik. Ia hanya developer website dan seorang freenlancer bisa otodidak. Sementara itu pacarnya Arianne delos Reyes bekerja di UCPB departemen teknologi, belajar ilmu komputer.

RJ tengah menangani klien asal Korea. Tujuan RJ adalah menciptakan banyak website untuk tujuan komersil. Ia menemukan lewat trafik, makin banyak pengunjung datang, mereka bisa menawarkan iklan. Dimana pihak klien yang memintakan dibuatkan website menjual iklan ke luaran sana.

Ternyata banyak orang butuh mengiklankan di internet. Sejak paham akan hal itu, RJ memutuskan mencoba menciptakan lompatan bisnis. Dalam perjalanan membuat website buat sendiri RJ dan Arianne didukung oleh keluarga soal apapun. Sampai mereka benar mampu hidup mandiri dan menghasilkan uang karena resign.

Untuk awalan mereka akan menjual iklan gratis. Memberikan tempat buat kamu menjual produk lama kamu. Orang bisa jual atau membeli barang apapun. Orang pun dapat mengklasifikasikan produk berdasarkan apa kategori disiapkan, dari aksesoris, furnitur, pakaian bahkan rumah ataupun mobil bisa.

Namanya "Sulit" memberikan makna worth it atau berharga -diambil dari bahasa Filipina sulit na sulit. Lantas namanya ditaruh di website bernama Sulit.com.ph. Mereka secara terbuka bersaing dengan Ebay, Buy&Sell, 88DB, dan Auction.ph. Berkat pengalaman ditambah keberuntungan Google membuat RJ menemukan titik.

Bisnis online


Waktu tepat ditambah pemilihan kata hebat. Ditambah lagi keahlian RJ dalam hal SEO membuat situsnya gampang ditemukan mbah Google. Uang modal untuk domain sebesar Rp.600 ribuan dan hosting senilai kalau dirupiahkan Rp.170 ribuan untuk sewa selama enam bulanan, atau totalnya sampai Rp.800 ribuan.

Dimana mereka, RJ dan Arianne, sepakat bekerja bersama di kamar RJ. Total RJ serta pacarnya dapatkan makan gratis, listrik gratis, sampai mereka benar- benar menghasilkan. Untuk pertama- tama soal marketing RJ membuat software. Tujuannya menangkap alamat email dari situs lain buat dikirimi email viral.

Dia mendapatkan 100.000 email lantas mengirim ajakan. Ajakan bagaimana jika mereka mengecek website buatan mereka. Dari jumlah email tersebut, hanya 22 orang mendaftar, dan 50 orang lagi disetiap email yang terkirim. Lantas dibuatlah program Nokia 3210 dimana menangkap nomor hp ketika menscan iklan disana.

Waktu itu tidak ada smartphone, jadi tidak salah jika dia mendapatkan banyak pengunjung dan banyak orang terheran- heran.

Iklannya gratis cuma terbatas 65.000 karakter dimana pesain miliki 160 karakter. Bulan pertama berlalu, ia mendapatkan iklan pihak ketiga senilai $5, kemudian naik $25 dan seterusnya sampai $125. Bulan ketiga sampai melonjak trafiknya mencapai angka tidak terduga.

Bukan hanya bertahan akan kategori, mereka justru membuka kategori lain hingga mencapai 100 kategori. Kemudian kategori kemudian mencapai 300, tetapi hilang tinggal 200 -an. Pasalnya beberapa kategori bisa menyulut masalah seperti guns & ammo atau barang personal, dimana tidak ada lisensi atau keamanan yang terjamin.

Mereka bekerja sendiri. Dua orang ini mulai menjadi marketing, developer, menjadi programer bersama. Mereka pun menikah pada tahun 2008. Nama Sulit lantas menjadi Netpreneur Connection Enterprise.Inc, dimana memiliki 90 pegawai bekerja di gedung dua lantai di Ortigas.

Sulit.com.ph lantas mengadakan kerja sama dengan Myriad Investment Holding pada Agustus 2009.

RJ menjelaskan siapa pemakai situs mereka: Umur antara 18- 35 tahun, dimana 57% adalah pria sedangkan sisanya 43% adalah wanita. Kategori populer mulai mobil dan real estate. Dimana 85% merupakan warga Metro Manila, diikuti warga Cebu, Rizal, Bulacan, dan Davao.

RJ David menyebutkan Sulit.com.ph memiliki 2 juta member terdaftar, 2 juta pageview, dan memiliki jumlah pengunjung rata- rata 700.000 pengunjung unik. Pengunjung lewat mobile bertambah dimana waktu itu ia menyebutkan 1,8 juta pageview dan 112.000 pengunjung unik.

Bisnis miliaran

Setiap saat website milik mereka akan mencari saran. Feedback diminta agar mengetahui pola belanja dari warga Filipina. Mendaftar disini gratis, tetapi buat kamu yang mau iklannya lebih menonjol dan tampi setiap kali bisa membayar langganan. Melalui cara ini pula RJ mencoba mengelimansi penjual nakal memasang iklan palsu.

Sulit juga memberikan feedback kepada penjual. Dimaksudkan untuk mengindentifikasi dokumen penjualan agar lebih melegalkan.

Disini merupakan tempat terbaik menurut RJ bagi para pengusaha online. Bagaimana mereka menjual lebih banyak. Tujuan RJ melalui website nya adalah agar orang Filipina tidak menyimpan barang. Bagaimana jika menjualnya untuk membantu orang lain dan diri sendiri.

Ini termasuk membantu mereka merapikan rumah. Dengan menjual beberapa barang bisa menghemat tempat kan? "Item ini bisa dijual untuk menghasilkan uang buat keluarga," imbuh RJ.

Sekarang ini, perusahaan Sulit telah menjadi bagian dari OXL. Menjadi satu bagian perusahaan besar yang menyebar bahkan ke Indonesia. OXL fokus mengakuisisi atau memerger situs sejenis dan mengklasifikasi mereka menjadi satu brand. Merubah nama dari Sulit ke OXl menurutnya punya keuntungan juga kerugian.

Penginvastasi merupakan Naspers di tahun 2009. Perusahaan asal Afrika ini memang sudah minat di bidang internet. Salah satunya juga termasuk ikut masuk ke saham OXL tahun 2010. Untuk pertama kali RJ sempat berpikir akan menjadi brand global dengan Sulit. Ingin kayak Google ataupun Facebook, tetapi ia sadar sulit.

Menurutnya ketika nama Sulit sudah berarti beda di Indonesia. Semuanya menjadi sulit bagi perusahaanya untuk menjadi brand global. "Kami menyadari merubah nama akan memberikan efek jangka panjang dan akan memberikan sakit sebentar," tutur dia.

Ia sendiri menyimpan rahasia berapa OXL membayar untuk merger. Tetapi sumber menyatakan mereka bisa menghasilkan jutaan peso dari iklan. Sulit mendominasi industri iklan disana. RJ menyebutkan ada dua jenis pengusaha online: Mereka yang punya potongan besar dari pie kecil, atau memiliki potongan kecil dari pie besar.

"Kami merupakan terakhir, kami tidak masalah menjadi bagian kecil dari perusahaan global," ia tambahkan.

Banyak cara bagi startup buat tumbuh seperti sekarang. RJ menjelaskan waktu awal mereka harus siap buat berjaga bergantian. Ada banyak tugas seperti menyeleksi iklan, menjawab pertanyaan, dan banyak sekali hacker mencoba menyusup. Mereka bekerja bergantian karena Arianne masih bekerja di Bank waktu itu.

Ketika setahun berlangsung, dimana iklan dari pihak ketiga mulai berdatangan dan menghasilkan uang cukup, maka Arianne memilih berhenti. Dari berbisnis cuma berdua, mereka lantas memiliki 129 pegawai, dimana mereka memiliki kantor di Manila dan Cebu dengan situsnya sendiri www.cebu.oxl.ph, dengan 5000 listing tiap hari.

Banyak penghargaan diraih RJ di bidang teknologi bisnis. Termasuk Technopreneur Award of the Second Go Negosyo Technoentrepreneurship Summit tahun 2013, dan banyak lagi. Ia sangat senang menjadi sosok inspirasi bagi pengusaha teknologi. "Mereka semakin mudah setiap tahun," imbuhnya.

Awal Aplikasi Hotel Airbnb Menyewakan Tempat Kamu

Biografi Pengusaha Brian Chesky 



Ia berpikir bahwa orang seperti dirinya normal masuk kampus seni. Tetapi tidak normal baginya selepas dia kuliah, menjadi pengangguran, dan dalam lima sampai enam tahun kini berubah menjadi miliarder. Di tahun 2008, Brian Chesky tidak paham teknologi ataupun situs TechCrunch. Apa yang ia lakukan spontanitas dari rasa ingin.

Orang tua mana yang mau anaknya jadi pengangguran. Seorang sarjana Arsitektur Industri, masuk 1999, di Rhode Island School of Design dimana dia memang sangat tertarik akan arsitektur landscape ataupun desain. "Bisnis kami bukanlah (menyewakan) rumah," ujarnya. "Bisnis kami adalah keseluruhan perjalanan."

Chesky adalah seorang Yahudi. Kelahiran 29 Agustus 1981, tumbuh di Niskayuna, New York, merupakan anak laki- laki Deborah dan Robert H. Chesky. Dimana kedua orang tuanya merupakan pekerja sosial. Dia punya seorang kakak perempuan Allison.

Ketika muda, dia sudah tertarik akan seni, membangun replika dari lukisan, dan desain, lebih tepatnya dia mendesain ulang sepatu dan mainan.

Bisnis dari mana saja


Mencari identitas hingga ia menemukan sekolah desain industri. Dia sempat berpikir disini belajar tentang apa empati dan menjadi CEO kelak. Metodenya adalah bagaimana menaruh diri kamu di sepatu orang lain. Yah dimana jika sekolah lain berbicara tentang analisa data, maka, Chesky menyebut disini kamu belajar terbalik.

Selepas kuliah sempat bekerja di perusahaan desain industri di Los Angeles. Hanya saja, dalam setahun dia menyadari menjadi pegawai selamanya bukanlah apa keinginan dia. Dalam hati kecilnya, perasaan untuk ia memulai entrepreneurship mengemuka meski dalam batasan proyek kecil- kecilan. Dan dia berpikir sejenak:

"Kenapa mereka yang melakukan bukanya saya?" pikirnya. Hal mendasar menurutnya hasil mengamati ialah mereka melakukan sesuatu sementara dia tidak.

Chesky ingin mengambil resiko juga kan. Ia menyebutnya satu momen atau dua ketika seseorang akan siap melangkah ke masa entrepreneurship. Sebuah pilihan besar dan akan merubah masa depan seorang pria di masa mendatang.

Semuanya merupakan rantai panjang sebuah pilihan. Dimulai suatu ketika dia bersama seorang kawan tidak mempunya uang karena pengangguran. Memilih merentalkan rumah sewa mereka di San Fransisco karena telat bayar uang sewa. Kala itu bertepatan dengan sebuah pristiwa konfrensi desain internasional, dan semua hotel penuh.

Tidak lagi bekerja, membawa Chesky berkendara dengan mobil Honda Civic -nya. Sampai dia "tersesat" di San Fransisco. Bertemulah dia dengan teman lama Joe Gebbia, yang kemudian saling berbagi uang sewa. Ya tetapi ternyata dikantung Chesky hanya $1.000 dimana dia harus membayar $1.150 ke Gebbia.

Padahal sudah dibagi dua loh. "Jadi saya punya masalah matematika -dan saya seorang pengangguran," ia berujar. Sudah dua minggu berada di kota tersebut belum menemukan titik temu. Di Oktober 2007, katanya akan ada konfrensi internasional desain, dan semua hotel ditawarkan pihak panitia sudah sangat penuh.

Jadi dia dan Gebbia memutuskan, kenapa tidak merubah rumah sewa mereka jadi kamar dan memberikan satu layanan sarapan untuk uang sewa?

Masalahnya mereka tidak punya cukup kasur. Hanya ada tiga matras dimiliki Gebbia. Jadilah mereka lalu memberi nama bisnis mereka Airbed and Breakfast. Akhirnya ada tiga orang menyewa matras mereka dan berbagi ruangan. Semua berkat website sederhana yang agar dipaksakan keberadaanya.

Mereka membayar $80 per- malam mendapatkan sarapan di pagi hari, siap makan. Chesky menawarkan menjadi guide. Alhasil uang dikumpulkan mampu menutupi biaya sewa mereka. "Ini tidak akan menjadi bisnis; hanyalah cara untuk membayar sewa apatemen," Chesky memberi satu penekanan.

Ketika seseorang terlalu akademis memberi layanan, mereka meberi kebutuhan langsung.

"Bagi kami, masalah kami adalah kami tidak tau bagaimana menyewakan, kami punya ruang lega dan kami mau bertemu orang baru. Jadilah kami membuat ide ini," jelasnya sederhana tentang bisnis awal Airbnb.

Apa yang dilakukan mereka mendapatkan perhatian sebuah blog desain. Mereka menjadi sorotan singkat di tengah konfrensi internasional itu. Beberapa bulan kemudian satu lagi pendiri Airbnb mulai bergabung. Pada Februari 2008, seorang teknisi arsitektur, Nathan Blecharczyk ambil bagian di perusahaan belum jelas ini.

Nathan sendiri memang seorang teknisi handal. Maka pada Agustus 2008 lahirlah situs sederhana bernama Airbedandbreakfast.com. Yang pada akhirnya menjadi platform online menyewakan rumah lebih gampang. Chesky adalalah pemimpin atau CEO, sementara Gebbia fokus di desain dan tentu Nathan untuk teknologi.

Untuk mendapatkan dana maka berbagai marketing dilakukan. Yang paling menarik ialah Chesky bersama dengan rekannya membuat marketing sereal. Bersamaan mereka memperkenalkan bisnis mereka sebagai Airbed & Breakfast, dalam acara pemilihan calon presiden kala itu untuk Partai Demokrat.

Mereka lantas membuat sereal berkardus gambar calon, yaitu Obama O's dan Cap'n McCains. Mereka lalu menjualnya seharga $40 per- bok. Mereka berhasil menjual 500 boks dan menaruh itu menjadi modal bagi Airbed & Breakfast. Sayangnya, bisnis mereka kurang menarik, dan mereka harus makan sisa sereal setiap hari.

Karena berniat tidak berbisnis. Jadi sereal cuma menjual dua jenis sereal saja. Banyak ahli asal Silicon Valley meremehkan Airbnb pertama kali. Namun, ide mereka cemerlang, hingga ia bersama pendiri lain dipanggil tampil di Y Combinator, diman mereka bertemu dengan investor ternama yaitu Paul Graham.

Mereka memotong nama menjadi "Airbnb" di musim semi 2009 dan meluaskan pasaran. Tidak cuma rumah, apartemen kamu, kastil, kapal, bahkan rumah pohon boleh dipajang di situs mereka. Mereka juga mendapatkan pendanaan tambahan $20.000 dan dari Sequoia Capital, dan akhirnya mereka berhenti makan sereal lama.

Bisnis menebak masa depan


Bukan perkara mudah berbisnis online. Pada musim panas 2009, Chesky dan kawan memutuskan untuk siap menarik fee. Biaya tambahan berupa booking fee, Airbnb meminta persentasi kecil dari pemilik tempat dan lebih besar sedikit untuk pelanggan.

Beruntung hitungan mereka cocok. Jadi situs mereka tumbuh pesat, dan membawa 15 orang baru menjadi karyawan mereka. Jika berbicara tentang bisnis apa dimiliki Chesky adalah kepemimpinan sendiri. Dia tidak memiliki kemapuan manajemen menonjol. Hanya saja, beda dengan kita semua, dia tau dimana dia harus memulai.

"Itu seperti istilahnya, apa yang saya tau?," dia berkata. Tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain tetapi terus masuk lebih dalam. Chesky belajar dua cara: pertama lewat trial and error, atau kedua ialah dia mau tidak mau harus belajar akan satu aspek lebih dalam lagi.

Daripada memilih topik spesifik. Dia memilih mencari sumber utama yang membahas satu topik secara jelas dan terperinci, lalu langsung bertanya ke orang berkaitan. "Jika kamu mengambil sumber tepat, kamu akan melangkah lebih cepat," dia melanjutkan. Gaya ini diulang oleh Chesky terus- menerus sampai mampu.

Sebelum memiliki kantor, Chesky lebih memilih tempat yang disewakan oleh aplikasinya. Dia tinggal di dalam Airbnb. Memang prinsip bisnis Chesky adalah merasakan sendiri layanan atau produk kita miliki dulu sendiri. Hingga ia menemukan arti penting sebuah kantor, terutama bagaimana informasi dapat masuk langsung.

Akan tetapi satu hal hilang. Dua orang lantas berangkat ke New York. Mereka mencoba strategi baru agar listing naik drastis. Lewat layanan door- to- door fotografi memberika perbedaan. Mereka memfoto tempat di berbagai sudut New York. Hasilnya pemesanan khusus kota tersebut naik 2x- 3x dari pemesanan biasa.

Dalam setahun, 2011 -an, perusahaan naik 800 persen untuk pemesanan malam, dengan jumlah pesanan yang tersebar di 89 negara. Sampai akhir 2011 telah menembus angka satu juta pemesanan. Airbnb lantas memberikan Social Connections, memberikan kamu tempat berbagi pengalaman menyewa di Airbnb.

Ini termasuk verifikasi tambahan buat penyewa dan pemberi sewa. Di titik inilah, perusahaan melaju pesat dan membuat Airbnb menjadi pilihannya. Airbnb melalukan akuisisi pertama dengan membeli situs yang sama seperti mereka di Jerman, Accoleo. Wow, Airbnb masuk ke jajaran perusahaan senilai $1 milair, dan terus naik.

Airbnb memang fokus membuat ekositem. Melalukan serangkain pendekatan ke kebutuhan. Bahkan ketika ada masalah kriminal di rumah Airbnb. Secara sigap Chesky membuat tim costumer service 24 jam, melepas beberapa staf dipindahkan menangani keluhan vandalisme, pencurian, atau masalah narkoba.

Tahun 2011, selebriti dunia, Ashton Kutcher bergabung dengan perusahaan sebagai penasehat.

Masalah utama Airbnb muncul. Ketika seorang pemilik tempat berinsial EJ mendapati rumahnya dirampok oleh penyewa. Semua hilang kosong tidak berbekas. Ia pun komplain ke perusahaan. Layaknya perusahaan yang sejenis seperti Uber, maka itu dianggap kesalahan sendiri oleh perusahaan Airbnb. Sayang ini malah berbalik.

Menolak membantu EJ malah berujung hujatan. Sampai perusahaan akhirnya meminta maaf kepada EJ dan mau membantu apapun agar hidupnya lebih mudah. Tidak berhenti hal serupa kembali terjadi. Dan, Airbnb akhirnya mengeluarkan dana $50.000 sebagai garansi bagi pemilik tempat agar tetap nyaman menyewakan tempat.

Airbnb membuat gebrakan lewat aplikasi Android. Waktu itu mereka sudah memiliki 2 juta pemesan telah menggunakan layanan mereka, dengan 120.000 pemesanan di situs.

Airbnb pun menjadi salah satu sponsor Olimpic musim panas di Londong, Inggris, pada 2012. Disaat yang bersamaan perusahaan melakukan akuisisi Crashpadder. Komunitas Airbnb juga tumbuh pesat hingga butuh pengamanan akhirnya lahir garansi pemilik tempat senilai $1 juta.

Ketika terjadi bencana angin topan Sandy, membuat ratusan rumah rusak, Airbnb meminta pemilik tempat sewa di New York menurunkan harga sewa. Tahun 2012, secara tertulis, Airbnb telah mengalahkan hotel berbintang lima Hotel Hiltons, dalam hal pemesanan mencapai 300.000 permintaan di 192 negara berbeda.

Saran untuk lulusan kuliah baru?

"Saya akan berkata, jangan dengarkan orang tua. Mereka adalah hubungan paling penting di dunia, tetapi seharusnya anda jangan mengambil saran karir mereka, dan saya menggunakan mereka menjadi jembatan untuk semua tekanan di dunia."

Satu hal lagi dia menjelaskan. Apapun karir kamu maka berasumsi lah kamu akan gagal total. Maka itulah, kamu tidak akan bekerja berdasarkan obsesi sukses, uang, dan karir cemerlang. "Kamu hanya akan lakukan itu berdasarkan apa kamu cintai."

Pelopor Wirausahawan Muda IT Ridwan eBdesk

Profil Pengusaha Ridwan Prasetyarto



Dia dikenal sebagai pengusaha era 2000 -an. Namanya sempat disebut sebagai pengusaha muda dibawah 35 tahun. Kala itu entrepreneurship masih dalam ketidak pastian. Menjadi pengusaha bukan pilihan utama, internet tidak melaju pesat seperti sekarang, maka inilah kisah Ridwan Prasetyo.

Tidak banyak kisah dapat ditemukan ketika dicari. File artikel diantara tahun 2000- 2009 ditelusuri. Yang pasti dia dikenal sebagai CEO eBdesk. Sebuah perusahaan software perintis bagi masyarakat Indonesia.

"Saya tidak bergaya seperti bos," tuturnya. Hanya orang biasa yang mengambil kesempatan. Berani kah kamu mengambil resiko. Juga bagaimana memasukan gaya berbisnis kamu. Dijamannya sudah menggunakan metode bisnis ala startup yang tidak terikat susunan hirarki.

Yang terpenting pekerjaan harus selesai tegas Ridwan. Sebaik mungkin bagaimana mereka mendeliver setiap produk mereka ke pasaran.

Bisnis software


Mendirikan perusahaan ketika umur 35 tahun. Dia bersama tiga kawannya sejak 1999. Barulah pada tahun 2001 mereka baru masuk ke ranah komersil. Bayangkan mereka memiliki banyak pelanggan besar, antara lain PT. Astra International, Telkom, PT. Rekayasa Industri, Satelindo, PT. Rajawali Nusantra Indonesia juga Pertamina.

Kebanyakan pelanggan dari Indonesia, juga Amerika Serikat, Arab Saudi, dan Malaysia. Didirikan oleh anak- anak alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Kantornya sejuk karena berpusat di Bandung, dimana berhawa dingin sejuk, sebuah rumah dan perkantoran jadi satu memiliki pekarangan luas.

Dari Amerika Serikat, pelanggan bonafitnya adalah Interim Healthcare, jasa outsourcing kesehatan. Kinerja mereka baik dan mampu mengantungi pendapatan Rp.4,5 miliar. Pada tahun 2002 membukukan laba bersih sampai 30%.

Perusahaan software yang melaju mengikuti perkembangan jaman. Dimulai dari perusahaan bernama Optima Infocitra Universal (OIU). Perusahaan perangkat lunak berbasis Microsoft dan Oracle. Dimana mereka ini mengembangkan software costumized. Fokus menangani bisnis khusus, maka eBdesk melepas diri dari OIU.

Sejak pertengahan 1997, Ridwan bersama kawan fokus membangun eBdesk, dimana merupakan jawaban atas ketidak puasan akan perusahaan software kala itu. Perusahaan dimasanya berorientasi proyek dan jasa konsultasi saja.

"Ini menjadikan kita pemakai software bikinan pemain besar dari luar," ujar M. Iqbal Noor, Chief Strategic Alliance eBdesk.

Dorongan memisahkan diri tersebut membuat mereka fokus. Mengerjakan software masal komersil pertama mereka. Namun tidak mudah mendesain perangkat lunak menjadi produk siap pakai. eBdesk butuh waktu sampai satu tahun sebelum akhirnya memasarkan produknya ke halayak.

Mereka bekerja melalui trial and error. Ridwan selaku CEO, mengaku pernah mengalami "salah" desain, yang terjadi karena tidak mampu mengikuti perubahan pasar. Ketika arah pasar berubah maka Ridwan juga harus mengarahkan perusahaan harus berubah. Padahal perusahaanya itu tengah giat mengerjakan software pertama.

"Kami pun terpaksa mengubah lagi desain yang telah kami buat sehingga investasi yang telah dilakukan kami stop," Ridwan menambahkan.

Analisa pasar tajam dilakukan oleh perusahaan. Belajar lewat keselahan mengakat hasil software mereka ke ranah internasional. Akhirnya produk pertama mereka jadi pada tahun 2001 dan telah terjual sampai 500 lisensi lebih. Sebuah software hasil rekayasa seharga $1.000 buat 25 pengguna, atau $40 per- pengguna.

Banyak pelanggan mengakui software mereka memang cost effective. Lebih rendah biaya dibandingkan hasil perusahaan lain. Produk bernama Corporate Portal Software versi 3. Dimana kamu bisa menggabungkan semua aplikasi perusahaan dalam satu interface atau layar. Sifatnya costumized dan gampang digunakan oleh siapapun.

Inilah kelebihan software karangan anak negeri ini. Berbasis internet membuatnya terkoneksi melalui sistem komunikasi per- komputer. Ridwan menyatakan faktor harga juga menjadi penentu penterasi produknya ke pasaran.

Sukses tanpa sorotan


Tentu tidak banyak orang Indonesia sadar akan keberadaan eBdesk. Lewat konsep matang serta harga yang bersaing, padahal, perusahaan ini telah sampai ke pasaran luar negeri. Nama Ridwan Prasetyo sempat ikut naik menjadi berita di media masa online.

Generasi pengusaha muda Indonesia pertama ini menjelaskan. "Produk kami memang tidak bisa menutupi semua kebutuhan suatu perusahaan, tapi produk kami buat ini mencukupi kebutuhan mereka, simple tapi efektif," jelas Ridwan.

Harga yang baik didukung kualitas baik. Ingat bukan menjual murah tetapi menjadikan terjangkau. Software bikinan eBdesk berbasis Linux membuatnya tidak terikat lisensi. Perusahaan mampu menciptakan perbedaan merebut pasaran. Cakupan pasar pun diperbatasi agar tetap unggul. Mereka menyasar perusahaan ukuran menengah.

Rata- rata pengguna adalah 25- 500 orang. Segmen tersebut memang sudah sejak awal. Jika dalam negeri sudah diserbu produk asing, maka eBdesk memilih pasaran luar negeri. Kecondongan ini memang sengaja mungkin menurut kami karena tradisi kita (mencintai produk asing.red).

Menembus pasar luar negeri memang tidak memudah. Tetapi mereka lebih menghargai value sebuah produk dibuat. Bukan soal branded nya tetapi kualitasnya. Meski begitu kualitas produk Indonesia khusus dibidang teknologi masih sederhana. Oleh karena itu dia meyakinkan kekuatan pelayanan agar dipercaya konsumen.

Untuk itu mereka membentuk jaringan di luar negeri. Sebuah kerja sama dalam hal teknologi, pemasaran, dan konsultasi.

Visi Ridwan serta pendiri eBdesk lain memang besar. Menjadikan perusahaan Software Corporate Portal yang memimpin pasaran di luar. Bukan sekala lokal tetapi sekala dunia. Mereka bahkan berani menargetkan negera- negara seperti Eropa, Singapura, Malaysia, dan Thailand.

Mereka memasarkan melalui distributor independen. Produk mereka didistribusikan melalui para vendor hardware, konsultan software, dan pihak ISP. Melalui mereka lah produk milik eBdesk mencoba memasuki pasar dengan lebih dipercaya.

Uniknya mereka mendanai sendiri, dengan jumlah keryawan 27 orang, yang 23 diantaranya adalah ahli IT. Ridwan mengatakan investasi awal senilai $500.000- 1 juta. Dialokasikan untuk riset dan pengembangan produk. Jika untung maka akan langsung diinvestasikan kembali ke pengembangan produk.

Ridwan lantas bercerita kembali tentang perusahaanya. Pernah mereka memasarkan produk, eh ternyata, di luar sana ada perusahaan yang lebih dulu memasarkan produk sama. Sebuah "kecolongan" ujarnya kepada pewarta. Inilah pengusaha, masalah akan selalu menghadang tetapi harus dilewati karena kita belajar.

Target keuntungan tahun 2001 adalah $1 juta, dimana target penjualan 25.000 lisensi. Walau ia dan kawan- kawan telah sukses ekspansi masih dibidang sama. Mereka berprinsip berbisnis di ruang lingkup teknologi industri. eBdesk fokus mengembangkan perangkat lunak. Kunci sukses menurutnya adalah fokus di satu bidang.

Aplikasi Berbagi Makanan Pengusaha Uber

Profil Pengusaha Komal Ahmad 




"Saya tidak berpikir saya akan mampu berpikir bahwa sebuah makan siang mampu merubah hidup saya selamanya, tetapi itulah yang terjadi," ungkap Komal Ahmad, 25 tahun, ucapnya kepada majalan People.

Tahun 2012, dia sekembali dari pelatihan musim panas untuk Angkatan Laut tahun seniornya di Universitas of California, Berkeley. Lalu dia berjalan melewati trotoar utama kampus, sampai melihat pria tampak pucat. Pria itu meminta sedikit uang buat makan sandwich.

Daripada memberikan beberapa dollar Ahmad malah mengajak makan. Bukannya memberikan beberapa dollar dan dia terus akan mengemis. Orang itu mau diajak Ahmad makan di sebuah restoran. Dia lalu mulai bercerita kepada Ahmad tentang kisahnya.

Ternyata dia adalah veteran perang Irak. Ketika dia berharap akan mendapatkan tunjangan. Faktanya dia malah dapat tidak ada. Maka dia tidak mempunyai uang dan dia tidak mempunyai makanan.

Jadi Ahmad sedang berbicara dengan seorang veteran. Sosok pengabdi negara hebat, yang seharusnya dia mendapatkan penghargaan. Padahal dia telah berkorban diri sebagaik mungkin. Komal Ahmad sendiri juga berminat menjadi seorang angkatan laut -jadi dia tau tugas seorang tentaran penuh tanggung jawab.

"Dan orang ini sekarang malah diam- diam di jalanan meminta makanan," Ahmad terkejut. Dalam waktu itu sekaligus dia terbuka matanya bahwa dunia itu bodoh.

Bodohnya kita mengalami masalah makanan. Lalu, ketika itu, wanita 21 tahun tersebut tergugah untuk aktif membuat perubahaan. Dia ingin menghilangkan kelaparan. Ahmad memulai dengan mendirikan program buat donasi makanan dari kampus ke jalanan.

Aplikasi sosial


Menemukan program hebat di kampus malah membuat "masalah". Pada suatu ketika dia menumak titik yang merubah hidupnya. Manajer makan- kampus mengundang dia datang berkenjung. Ternyata dia harus siap diri menyambut 500 makanan sisa -tidak dimakan, masih utuh- butuh disalurkan ke orang membutuhkan.

Dia lalu menyewa Zipcar -perusahaan rental online- berkendara dari ruang makan kampus sendiri. Sekitar 30 menit mengangkut makanan sisa berbentuk sandwich itu. Lalu dia mencari organisasi penyalur makanan itu ke orang tidak mampu.

Ada tiga yaitu Shelters, Boys and Girls Clubs, dan juga Salvation Army, pada akhirnya mereka tidak bisa menjawab. Dua pertama berkata mereka sudah punya cukup makanan. Yang terakhir cuma mau menerima 15 buah sandwich saja.

Ahmad pada akhirnya termenung di pinggir jalan mengangkut 485 makanan sisa. Akhirnya mereka rusak dan terbuang sia- sia. Satu dari enam orang mengalami kelaparan. Satu dari empat anak di Amerika Serikat itu kelaparan. Sayangnya Ahmed tidak mampu menemukan mereka dalam waktu sekejap.

"Jadi saya di dalam mobil di pinggir jalan sambi menangis," kenang Ahmed. "Saya sangat frustasi karena saya mencoba melakukan suatu kebaikan. Itu seharusnya tidak sesusah ini kan melakukan kebaikan. Itu sangatlah membuat frustasi dan sangat sulit mencari orang membutuhkan makan."

Akhirnya dia sadar akan satu hal: Bahwa banyaknya makanan sampai 356 juta (menurut penelitian) makanan sisa Amerika tidak tersalurkan bukan karena pelit. Bukan pula karena orang tidak pedulia membuang- buang makanan atau membuat orang kelaparan. Cuma saja, mungkin mereka kesusahan menyalurkan seperti dia.

Tiga tahun kemudian dia menjadi pendiri dan CEO Feeding Forward. Yaitu perusahaan sosial yang memiliki aplikasi menyalurkan makanan. Mereka mengkoneksikan para pemilik usaha dengan makanan sisa mereka dengan banyak organisasi sosial pemberi makan orang kelaparan.

Bisnis sosial


Berbicara tentang berbisnis sosial bukan soal untung. Bukanlah soal menghamburkan uang untuk brand milik kamu. Setidaknya hal itulah yang dipikirkan Ahmed. Feeding Forward telah mampu membantu pengusaha mendonasikan hasil usahanya berupakan makanan kepada orang membutuhkan.

Ahmed berhasil menyalurkan 722.000 pound makanan segar, kualitas tinggi restoran yang mungkin saja akan terbuang sia- sia.

"Saya tidak berpikir tentang branding atau menunjukan apa yang kami lakukan, saya berpikir pendekatan kami ialah melalui membuat segalanya jadi mudah," jelas lagi Maen Mahfoud, manajer opersional perusahaan Feeding Forward.

Pendekatan termudah adalah merubah lingkupan mereka. Bagaimana kita memudahkan mereka agar dapat solusi tepat bersosial.

Mereka menawarkan solusi berbasis internet. Semua proses donasi cuma butuh dua menit. Kamu tinggalah masuk ke halaman. Membuat akun, tulis nama kamu, berapa banyak sandwich kamu punya akan dijadikan sumbangan. Lalu kamu bisa menaruh dimana Feeding Forward bisa ambil cukup taruh kontak info disana.

Algoritma khusus merancang bagaimana menentukan jenis makanan, kuantitas, serta dimana tempat paling dekat untuk menerima makanan kamu. Lalu ada pengemudi yang akan mengambil makanan serta menaruh itu kepada orang yang tepat. Agar terpercaya Feeding Forward menaruh foto dan juga testimoni langsung.

Salah satu organisasi yang bekerja sama dengan Feeding Forward. Menyatakan bahwa perusahaan sosial ini memberikan makanan sisa berkualitas. "Mereka memberikan kami makanan yang sangat bagus kualitasnya," ujar Eric Venable, Direktur City Team, organisasi menaungi orang- orang kelaparan dan tidak punya rumah.

Kepada majalan PEOPLE menerangkan bahwa perusahaan semacam ini berbeda. Sebuah bisnis startup berbasis makanan sisa -dan disalurkan kepada orang membutuhkan. Uniknya karena diambil dari restoran ataupun hotel maka layanan Feeding Forward menyuguhkan makanan bergizi tinggi.

Ketika orang seperti ini mendapatkan uang sedikit. Dimana lagi mereka bisa makan kalau tidak di tempat- tempat makan junk food. Semacam burger atau hotdog tentu tidak sebanding dengan harga makanan milik Feeding Forward meski sisa bisnis.

Perusahaan ini benar membantu orang buat makan setiap hari, bahkan sampai dua kali dalam sehari. Dalam hal perkembangan perusahaan masih dalam fase boothstrap. Perusahaan berharap akan banyak orang yang mau meniru gerakan mereka.

"Seperti halnya Uber yang dipuja, anda seharusnya dapat mendonasikan makanan secara beberapa menit," Ahmad menambahkan. Mimpi Ahmad ialah menyebarkan Feeding Forward tidak cuma ke seluruh Amerika. Bahkan seluruh kontingen harus merasakan hidup tanpa kelaparan.

Wanita Berbisnis Properti Hj. Harfana Alwi

Profil Pengusaha Harfana Alwi 



Meski tidak mendirikan perusahaan dari awal. Harfana Alwi, masih sempat merasakan perjuangan mereka.: Kakek dan ayah Anha -begitu biasanya dia dipanggil- memang sosok visioner. Hingga mimpi mereka mampu terbawa merasuk ke diri Anha. Sejak sang kakek sudah memiliki mimpi menjadi wirausahawan.

Ayah Anha lantas melanjutkan mimpi tersebut. Berbisnis properti menjadi impian ayahnya, H. Muhammad Alwi, seorang dokter gigi yang hidup berkecukupan. Ayahnya menyisihkan uang sedikit- demi sedikit. Lalu ia menempatkan uang tersebut dalam tabungan.

Berbekal uang tabungan saja tidak cukup. Lantas kakek Anha yang hanya petani memberikan modal lagi. Ia menjual tanah agar putranya menjadi pengusaha. Berkat itulah, pada 1985, ia mendirikan perusahaan bidang properti bernama PT. Harfana Halim Indah. Ayah bertekat kuat agar menjadi pengusaha properti ternama.

Dalam perjalanan berbisnis banyak kendala. Termasuk kendala permodalan, maka M. Alwi membernikan diri meminjam ke Bank. Uang nekat tersebut lantas digunakan dengan penuh kepercayaan diri. Akhirnya dia mencapai apa visi mereka berwirausaha.

Hidup Anha telah melihat perjalanan penjang mereka. Maka gadis kelahiran 26 September 1990 asal Bone, Sulawesi Selatan ini, serta merta terjun berbisnis properti lewat usaha ini. Anak pertama dari tiga bersaudara terlahir di keluarga penuh jiwa kewirausahaan.

Ia masih melihat banyak potensi dapat digali lebih. Sebagai anak muda tentu darah mudanya mengalir, juga daya pandang jauh melalui aneka inovasi.

Berbisnis bersama


Dia ikut nimbrung dalam perjalanan. Tetapi bukan tanpa ketidak tahuan. Sejak kecil dia sudah mendapatkan pengetahuan sejak kecil. Kini, Anha sendiri masih berstatus mahasiswi Kedokteran Universitas Hassanudin. Lainnya, ia juga memegang peran sebagai Direktur Utama di perusahaan.

Pengetahuan akan wirausaha modern membawa kemajuan. Ia memiliki strategi sendiri dalam hal bagaimana meningkatkan loyalitas. Sentuhan dalam sistem organisasi yang tidak didapat dari ayahnya. Strategi dalam hal pengembangan properti yakni meneropong lebih dalam.

Maksudnya ialah dia mencari tempat dengan sedikit pesaing. Disana dia juga melihat jumlah keramaian, jadi ia membidik tempat strategis, mengembangkan, dan memanfaatkan mobilitas. Anha termasuk memperhatikan soal akses kendaraan umum. Lingkungan yang nyaman, maka ia tinggal menggaet investor masuk kesana.

Fokus gadis bergelar Hajah ini ekpansi ke kawasan Sulawesi Selatan, juga kawasan Bombana dan Palopo. Proyek dikerjakan PT. Harfana Halim Indah, diantara lain BTN Harfana Halim Indah Permai, BTN Alam Indah Permai, Bomana Indah Permai, Perumnas Tibojong Indah Permai dan Palopo Harfana Indah Permai.

Anha memang membidik kawasan Sulawesi, bahkan ke Sulawesi lain seperti Sulawesi Tenggara dan Tengah. Menjadi pengusaha tidak berarti harus memiliki pendidikan ekonomi. Sosok ayah dan Harfana Alwi mampu menunjukan siapapun bisa menjadi pengusaha.

Berprilaku bijak dalam menjalankan bisnis keluarga penting. Ingatlah selalu visi orang tua ketika memulai membangun bisnis tersebut. Waktu masuk keluarkan segenap pengetahuan kamu disana. Ayah Anha menjadi sosok penutan karena mampu menularkan kewirausahaan. Jadilah sosok yang selalu memilik passion agar menular.

Survei Online Untung Berkat Bekerja Bersama

Profil Pengusaha Ryan Smith



Bisnis survei online itu mudah. Kamu tinggal mencari orang, lakukan survei, lalu menjual informasi tersebut ke para pemilik usaha besar. "Itu semuanya apa survei itu sendiri -itu merupakan wujud komponen analisis," jelasnya, Ryan Smith, CEO perusahaan paling menjanjikan di Amerika, Qualtrics.

Ia merupakan salah satu nama besar di bisnis survei online. Ryan sebenarnya mendirikan perusahaan sejak 2002, bersama sang ayah tapi tidak menemukan investor manapun selama dekade. Hingga Qualtrics lahir memanfaatkan booming era digital. Dimana perusahaan menghasilkan pendapatan sendiri senilai $50 juta.

Menurut cerita Ryan lewat Techcrunch. Dia mengatakan perjalanan panjang memodali sendiri lumayan asik. Ryan menceritakan bagaimana mereka datang ke pameran. Termasuk mencari tau bagaimana agar tidak ikut membayar masuk.

"Itu tertanam di DNA bahwa mereka sebenarnya menjalankan bisnis kuat," ujar Bryan Schreir dari Sequoia Capital. Dari sana melalui tekanan kuat, keterpaksaan (kepepet.red), mereka menjadi lebih kreatif dalam hal melihat kesempatan.

Termasuk memfokuskan diri dulu dibidang pendidikan. Selama tiga tahun, Qualtrics bertahan membangun diri bersama prospek bidang pendidikan. Bayangkan seorang Sarjana S3 mendatangi kamu, menjadi satu dari ribuan pelanggan selanjutnya, memintaan bantuan bagaimana mengadakan penelitian lewat survei.

Tidak mudah karena anak sekolahan selalui meminta upah. Mereka susah diajak kerja sama. Dimana ketika kamu mengadakan survei tradisional: Mereka akan fokus di tempat lain ketika pertanyaan pertama datang. Qualtrics memberikan aspek pemikiran tersebut, berpindah dari pendidikan menjual survei kepada pebisnis.

Survei sekolah


Mereka menjual kecil- kecilan. Sebagai perusahaan software apa yang mereka dapat kecil. Hanya saja, Ryan memiliki kepandaian dalam hal mengatur keuangan. Fakta kakak tertuanya, Jared, merupakan nama besar di teknologi -menjadi teknikal operator Google China- yang lantas ikut terjun bersama Ryan menjadi teknisi.

Lalu ayahnya merupakan profesor marketing di BYU's School of Business. Maka sang ayah, Sam Smith, jadi tumpuan Qualitrics masuk ke pendidikan. "Kami masuk ke Universitas bisnis dimanapun kami mau," jelas Ryan. Para mahasiswa marketing lantas membeli Qualtrics ketika mereka sudah diterima di perusahaan.

Salah satu klien yang bangga menggunakan software ini adalah JetBlue. Mereka kesulitan untuk mengukur opini konsumen soal penerbangan pribadi, dibanding sebagai perusahaan. Untuk inilah pendekatan online jadi krusial bagi Qualtrics mengangkat feedback dari penumpang JetBlue.

Bagaimana mengukur jam berapa penumpang berangkat ke Philadelphia, dimana selalu saja ada kesulitan ya karena banyak orang sibuk. Mereka selalu kepepet untuk mendapatkan kopi pagi. Maka perusahaan seperti JetBlue diharapkan mampu memberikan kopi gratis dan donat. Fleksibilita menjadi andalah dari software survei ini.

JetBlue sendiri pernah mengalami pengalaman buruk. Maka CEO JetBlue, Kyle Groff, kembali ke masa dia menggunakan software Qualtrics. Dia ingat betul menggunakan software familiar tersebut ketika lulu kuliah. Dan inilah kelebihan perusahaan yang telah membangun nama dari kecil.

Ryan sendiri mengaku permodalan panjang dibagi dua. Dia dan sang ayah, membagi keuangan sebanyak 50- 50, jadi keduanya lantas bekerja sama menjadi tim solid. Sebagai keluarga mereka memiliki visi sama akan software survei sekarang dan mendatang.

"Kamu harus seperti orang buta, makan apapun yang kamu bunuh (usahakan.red)," ujar Ryan.

Pertumbuhan pendapatan naik sejalan berbagai perbaikan. Qualtrics mengaku mengantongi 6.000 pengguna dan 550 pegawai bekerja bersama. Perusahaan asal Utah, Amerika Serikat ini, baru- baru saja membuka kantor di Dublin, menjadi yang selanjutnya dari kantor di Sydney, Seattle, dan Washington DC.

Dan Ryan menolak tawaran pembelian perusahaan senilai $500 juta, waktu itu, dia sudah berumur 33 tahun selama satu dekade menjalankan usaha tanpa bantuan investasi.

Kerja seimbang


Bagaimana menolak uang sebanyak itu?

Mungkin suatu saat, kamu akan menjadi pemilik sebuah perusahaan, dan ada orang yang berminat membeli perusahaan kamu. Maka Ryan Smith memberikan pencerahan bagaimana agar tetap bertahan bekerja tanpa berputus asa -jadilah seimbang antara kerja dan keluarga. Ia ingat bagaimana dia berkonsultasi bersama istri.

Jumlah segitu lebih banyak dibanding apa yang dihasilkan perusahaan. Lebih besar dibanding pendapatannya ketika itu menjalankan perusahaan. Dalam waktu 30 detik sebelum memutuskan, dia dan istri berbalik arah dan menolak menjual. Alasannya simple karena menganggap bisnis ini adalah bagian dari keluarga mereka.

Selama satu dekade mereka telah bekerja untuk perusahaan. Dia sudah nyaman menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Menjadi entrepreneur bukanlah masalah dalam keluarga mereka; sudah kebal soal masalah itu sendiri. Menjadi perusahaan prifat berarti semua modal merupakan hasil pembiayaan sendiri, ini susah sekali.

Satu keluarga sepakat membuat usaha Ryan tetap menjadi perusahaan keluarga. Itu tidak mudah menjadikan dia sukses di keluarga dan pekerjaan. Bagaimana dia tetap kompak dengan ayah dan saudara laki- lakinya. Ini bukan soal pendapatan minim mendadak kaya seketika; ini soal kerja bersama penuh kegembiraan.

Menjadi pengusaha sekaligus kepala keluarga sangat liar. Seperti pesawat yang bisa berubah arah seketika, ia harus mengetahui arah angin, maka dibutuhkan satu orang sebagai kemudi keluarga. Dan lainnya akan jadi bagian sistem pesawat. Kembali ke rumah dan menghabiskan weekend bersama anak, esoknya Ryan harus bersiap.

Ketika seseorang bertanya tentang tanggung jawabnya. Maka dia menjelaskan:

1. Seorang suami
2. Seorang ayah
3. Seorang anak laki- laki
4. CEO
5. Atasan
6. Saudara
7. Seorang cucu
8. Seorang teman

Dia mencatat jika dia membawa sang istri berkencan dan membawakan bunga banyak, menjadkan rasanya dia itu seperti suami baik. Dan jika dia mengajari putri kecilnya cara menaiki sepeda, dia menjadi sosok ayah yang lebih baik.

Berbeda dengan pengusaha yang hanya usaha, memiliki rencana masa depan tahunan adalah kelebihan. Tapi pengusaha sekaligus family man seperti dirinya butuh rencana mingguan. Dia mencatat semua hal bagaimana agar menjadi seimbang antara bisnis dan keluarga.

Pekerjaan mingguan Ryan adalah:

1. Sebagai suami -mengajak istri makan malam dan memberi bunga
2. Sebagai ayah -mengajar putrinya naik sepeda
3. Sebagai anak -mengunjungi orang tua. Menggabungkan poin 2 & 3

Ryan sadar bahwa orang akan berencana satu fase hidup. Tetapi dia memilih mebuat berbagai fase rencana jangka pendek. Karena menurutnya orang seperti -merencanakan saty fase hidup- akan jadi lupa langkahnya bagaimana mencapai tujuan utamanya, bahkan kalau sudah tercapai mereka bingun apa lagi selanjutnya.

Lampu Skateboard Warna Warni Pengusaha Amerika

Profil Pengusaha Greg Rudolph



Terkadang pengusaha muda hanya iseng. Hanya saja, isengnya tuh menghasilkan sesuatu dibanding berdiam diri. Waktu itu tahun 2011, Greg Rudolph sekilas melihat sesama mahasiswa tengah bermain skateboard. Uniknya dia menempelkan lampu warna- warni dengan lakban. Skateboard itu menjadi warna- warni seperi lampu disko.

Iseng menghampiri mahasiswa Universitas Arizona tersebut. Rudoph adalah mahasiswa baru jurusan bisnis. Meski tidak bisa main skateboar, dia meyakini ide bisnis ini berlian dan akan berhasil. Hanya iseng dia mulai mengamati bagaimana cara kerjanya.

Dia tau bahwa skateboarders sangat memperhatikan penampilan. Kemampuan mereka mengkustom roda ataupun papan. Hanya saja tidak memperhatikan keselamatan terutama di malam hari.

"Kebanyakan kecelakaan bermain skateboard terjadi ketika bermain di jalanan, bukan di taman skater," dia berucap.

Rudolph membobol tabungan senilai $1.000. Dia bekerja sambil memikirkan di garasi. Ia mengamati setiap produk lampu buatan China. Mulai memasan online dikirimkan ke garasi kerja. Butuh waktu memang agar menemukan sesuatu. Empat bulan berlalu, beberapa ribu dollar dibayar dan tidak terhitung email dikirim ke dia.

"Saya beruntung karena satu set lampu pertama saya pesan sangat tepat apa yang saya pikirkan," tuturnya.

Uang digunakan untuk administrasi, pengembangan produk, dan marketing produk. Fokus strategi ialah dia mengeksekusi beberapa tingkat pencapaian. Fokus agar mencapai satu langkah Rudolph mengembangkan produk.

Sukses besar


Langkah pertama bisnis Rudolph menemukan ide bisnis tepat. Kedua merupakan meneliti pasar, mencari tau apakah ada produk sejenis.

"Seperti yang saya temukan, lambu bercahaya dibawah skateboard adalah sesuatu yang belum ditemukan belum. Saya terkejut, karena saya tidak berpikir ada sesuatu yang belum ditemukan belum," aku Rudolph.

Maka langkah ketiga ialah bagaimana dia mendesain produk. Dia tidak punya latar belakang teknisi. Maka dia cukup mengembangkan ide sederhana: Memesan produk dari orang lain. Maka, dia memesan lampu itu dari situs jual beli Alibaba.

Dia mencari banyak lampu LED asal Negeri China. Rudolph pun membagi tips membeli di Alibaba lewat situs Youngtrepmag.com:

1. Untuk memudahkan komunikasi gunakan bahasa Inggris sesederhana mungkin dan mudah dipahami
2. Dari pengalamannya, percayakan hal tentang seperti apa kemauan kamu diakhir dan soal pengiriman itu cukup serahkan ke mereka.

"Saya menjelaskan ke mereka tentang tipe lampu, gaya, dan beberapa perubahan, dan membiarkan mereka menyimpulkan."

3. Ketika pesanan kamu dibungkus dari China, maka cukupkan diri lebih banyak waktu luang (kapan saja produk bisa datang)

Berbaterai anti air, produk Board Blazers ditempel dibahan adesif, menyinari bagian bawah. Tersedia dalam delapan warna dan dijual perpaket $24,99, setiap lampu memiliki diameter seper- empat dan kurang dari satu inci ketebalan.

Uniknya dia membuat lampu tanpa tombol. Bayangkan kamu melompat, berputar, berjungkil balik, dan trik lainnya agar lampu mati atau hidup.

Sukses Board Blazers naik peringkat berkat penjualan laris manis. Dia telah mampu membawa produknya di acara SXSW 2013. Hari ini Rudolph, CEO perusahaan, sekaligus "sekertaris skate", sukses membawa lima kontraktor independen dari Tempe, Ariz, dimana dia mendapatkan kemenangan di acara startup.

Selain dijual www.boarblazers.com, ia menjual di Amazon dan dipajang berbagai toko California, Florida, dan Arkansas. Dia berkata menjual sepuluh ribu buah lampu untuk 15 negara. Kebanyakan pembeli berusia 14- 22 tahun. Agar mencapai pasaran digunakan Facebook dan demo langsung dalam acara Vans U.S. Open of Surving.

Uniknya dia juga mengkampanyekan keselamatan lewat blog perusahaan.

Kini, usia 23 tahun, dia telah lulus ASU. Meskipun menginginkan gelar MBA, dia tidak mau harus berhenti di Board Blazers saja. Selain mengembangkan aksesoris lain untuk skateboard, dia juga mendorong produknya masuk retailer Amerika. Dia mengembangkan partnership, mengundung pemain skate menjadi endors.

Salah satu skateboard terkenal, Ricky Rodriguez, mulai mengendors Board Blazers. Sebagai sosok yang ia sukses bersekolah serta entrepreneurship. Maka dia sering menjadi pembicara baik sekolah ataupun kuliah. Ia memang menemukan susah mengimbangkan kerja dan pendidikan.

"Saya tidak bisa mengaplikasikan pelajaran di kelas kedalam bisnis, dan begitu sebaliknya," ingat Rudolph, "itu merupakan hal terbaik soal kecakapan."