Usaha Kesenian Sepatu Lukis Tidak Lekang Untung

Profil Pengusaha Dhani Iskandar 



Menjadi pengusaha harus merasakan pahit- manisnya. Walau kamu tidak pernah rugi sekalipun. Masalah itu akan datang lewat cara mana saja. Dari pegawai yang tidak berkualitas dan susah diajarkan. Atau seperti kisah pengusaha bernama Dhani Iskandar. Wanita satu ini pernah melihat sendiri bisnisnya "hangus" habis.

Dhani bersama suami ingat betul semua berawal. Mereka sejak awal memiliki toko sepatu, berbisnis sejak 1986. Dua toko sudah ditangan di kawasan Pasar Turi. Tetapi pada 2007, toko mereka hangus terbakar dan hanya menyisakah puing- puing.

Mereka rugi ratusan juta. Mereka kamudian membuka usaha pakaian tetapi gagal. Ujungnya mereka lalu mencoba berbisnis sepatu kembali. Dua tahun tanpa pekerjaan resmi pengangguran. Kemudian Dhani lihat anaknya tengah melukis sepatu. Lukisan anaknya ternyata disukai teman- teman sekolah.

Bermodal Rp.600 ribu dibelikan enam pasang sepatu. Dhani ikutan melukiskan sepatu polos. Enam pasang tersebut lantas dijualnya. Alhasil, kini, mereka menghasilkan 400 pasang sepatu lukis. Harga antara Rp.100 sampai Rp.300 ribu per- pasang. Omzetnya mencapai angka Rp.16 juta dalam sebulan.

Menjual ke teman, kemudian keberuntungan datang. Dhani sempat menyelipkan sepatunya buat dilirik ibu Gubernur. "Ternyata ibu Gubernur sukam," kenangnya. Dengan respon tersebut ia membranikan diri ikutan ke aneka pameran. Tahun 2009 akhir lahirlah toko sepatu lukis karya Dhani.

Menurut Dhani, dulu sewaktu usaha sepatu biasa, banyak pelukis memesan sepatu polos ke dia. Kebetulan sang anak melukis diatasnya. Kemudian Dhani mulai mempelajari bagaimana cara melukis sepatu. Hambatan terbesar adalah masih kurangnya sumber daya manusia berkualitas.

Sampai pernah sekali waktu dia mendapatkan pesanan dari Amerika. Lantaran permintaan pesanan sampai sekontainer, Dhani berat hati melepaskan. Tetapi tenang, karena usaha dijalankan Dhani ini telah berhasil merambah berbagai daerah di Indonesia. Semua berkat kekuatan internet menjual lebih mudah sekarang.

Dulu Dhani mampu mengantungi omzet Rp.20- 24 juta per- bulan. Kini dia cuma mengantungi Rp.6 juta per- bulan. Semua karena pengaruh ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, dia memaklumi lantaran harga bahan baku naik, dan lain- lain. "Lumayan lah mas jutaan rupiah bisa saya kantongi," tandasnya.

Bank Mempersulit Pengusaha Keluhan Pengusaha Peci Lontar

Profil Pengusaha Mulyadi 



Menjadi pengusaha terkadang tidak ada dibenak. Apa yang dilakukan kita terkadang menjadi rejeki. Seperti kisah Mulyadi, melihat bagaimana daun lontar dapat dibentuk sedemikian rupa. Ujungnya dia menciptakan peci lontar karyanya sendiri. Selain peci dia juga membuat aneka topi berbahan daun lontar nan- elok.

Produk buatannya sudah berkelana sampai Amerika dan Korea. Manfaatnya sedemikian rupa sampai orang NTT menyebutnya pohon kehidupan. Buahnya bisa dirubah menjadi minuman segar bernama nata de nira/ lontar. Buahnya setengah tua dapat dijadikan bahan pakan. Kalau sudah tua dapat menjadi bahan make up.

Pria 31 tahun ini sudah mendesain topi dan peci sejak 1992. Menurutnya pohon lontar kok mirip pohon kelapa. Lalu dia berkesimpulan serat pelapahnya dapat menjadi bahan. Kini harga jual serat lontar yang ia telah rubah menjadi topi atau peci antara Rp.25 ribu sampai Rp.50 ribu.

Sebulan dia memproduksi paling sedikit sampai 1.000- 3.000 buah. Omzet penjualan Mulyadi juga lumayan sampai Rp.30 jutaan.

Produknya menyebar tidak cuma Sulawesi, tetapi sudah Jakarta dan Surabaya. Namun tidak berhentik, ia menjualnya sampai ke Jepang, Korea, Malaysia, dan Amerika Serikat. Itu sudah berkurang jumlah negara tujuan ekspor. Ia mengaku sangat kesulitan untuk memenuhi pasar ekspor.

"Sekarang enggak ekspor lagi," keluhnya. Sulitnya menghimpun dana buat berproduksi. Sulitnya mengajukan dana dari Bank membuat Mulyadi berkecil hati. "..dipersulit, jadi malas," sanggahnya.

Pusat Pembuatan Pupuk Organik Sederhana Sleman

Profil Pengusaha Haryo Muyono.dkk 



Kotoran sapi dapat dijadikan pupuk. Fakta sederhana mampu mengangkat harkat peternak lokal. Contoh kisah kelompok ternak bernama Sedyo Makmur asal Dusun Ngemplak I, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman. Mereka yang tidak cuma beternak sapi sekarang dikenal berjualan pupuk organik.

Secara mandiri mereka membangun usaha aneka macam. Semua berkat sosok Pak Haryo Muyono, yang mana menjadi penggagas aneka usaha. Berkat kerja sama pintar mereka tumbuh signifikan. Dari memelihara cuma 13 ekor menjadi 143 ekor dalam kandang komunal seluas 2.600 meter persegi.

Saking banyaknya usaha mereka terbaru untung. Yakni usaha pembuatan pupuk berkilo- kilo. Kalau tidak ia akan membersihkan kotoran yang per- sapinya menghasilkan 25kg sehari. Kalau dulu mereka akan langsung kirim ke petani buat dibikin sendiri, sekarang tidak.

Sejak 2011, usaha mereka termasuk mengolah pupuk, kalau mentah dijadikan siap dipasarkan. Dikomandoi oleh Wiharjo membuat pupuk lewat komposer. Pada area seluas 14x5 meter kotoran sapi diolah menjadi pupuk kemasan. Mereka meyakinkan produk mereka sama kualitasnya dengan hasil pabrikan.

"Setiap kilo kami jual Rp.600," ujar Harno, sebagai penanggung jawab produksi pupuk Kelompok Ternak Sedyo Makmur.

Selain usaha tambahan juga berguna mengurangi limbah. Memang sudah dikenal lama usaha peternakan memang menghasilkan limbah tidak tertangani. Haryo.dkk menjual selisih seratus rupiah dari pupuk milik pemerintah. Alhasil mereka mendapatkan banyak pesanan pupuk sampai kwalahan ketika musim tanam.

Karena banyaknya pesanan, dan lahan pengolahan dan mesin masih terbatas, maka Harno.dkk tak jarang mengirim mentahan karean takut mengecewakan. Pupuk diolah 40 persen dulu lantas dikirim ke petani agar diolah di sawah. Soal pengiriman, petani akan datang sendiri ke pusatnya, belum ada marketing khusus.

Pembuatan pupuk kandang cukup kapur, ketes tebu, serta bahan pengurai. Per- tahun mereka memproduksi selama tiga kali. Mereka fokus berproduksi ketika musim tanam. Kan petani tidak setiap waktu butuh pupuk kandang. Hasil penjualan akan dibagi buat kelompok sebesar 80:2.

"Dalam sebulan kami memproduksi 2,3 ton pupuk organik," jelas Harno. Untuk proses pembuatan meski terlihat mudah tetapi butuh waktu.

Bisnis bersama


Butuh waktu sampai pengurai bereaksi. Prosesnya tergantung cuaca juga loh. Tiga pekan dibutuhkan dalam proses penguraian, jika tidak musim hujan. Kalau musim hujan, ia mengatakan mebutuhkan waktu sampai enam pekan. Kesuksesan ini berkat penyuluhan dan pelatihan Dinas Pertanian setempat pada 2011 silam.

Berawal pelatihan tersebut kelompok peternak ini mantap. Mereka mencoba sendiri memproduksi pupuk organik. Sayangnya pembuatan pupuk terkendala mahalnya peralatan produksi.

Atas saran pihak Dina, Harno bersama kawan- kawan, mengajukan proposal ke pusat dan ternyata mereka kabulkan. Mereka memberikan bantuan alat penggiling, kandang komunal, rumah produksi, serta motor roda tiga. Bantuan diberikan pemerintah senilai Rp.340 juta buat memproduksi pupuk organik.

Pertama pembuatan dia mencampur kotoran dengan pengurai, tetes tebu, kapur. Campuran tersebut maka didiamkan beberapa hari sampai mengurai. Proses penguraian juga harus dibolak- balik. Sekali seminggu kalau musim kering. Dua minggu sekali kalau musim hujan tiba.

"Untuk pembalikan ini dilakukan tiga kali," imbuhnya.

Sudah terurai maka akan digiling kemudian dikemas. Buat lebih bagus dilakukan pengayakan agar tidak ada gumpalan. Namun karena dia belum memiliki mesin pengayak, yah, terpaksa bisa langsung dikemas agar cepat. Walau tekstur bagus dibutuhkan waktu tidak kurang lima jam.

Sebulan mereka mampu mengolah 2,3 ton pupuk. Mereka juga menjual di toko pertanian. Atau petani yang terdekat dapat membeli langsung ke mereka. Total sapi 143 ekor berbagai jenis termasuk limusin, metal, peranakan ongle.

Semuanya merupakan milik dari 38 anggot kelompok tersebut. Dari segitu cuma 60% nya dijadikan pupuk sisanya dijadikan langsung sebagai pupuk kandang. Hasil penjualan dibagi 20% untuk anggota pengembang kelompok tani dan 80% buat pemilik sapi. Hasilnya berhasil menunjang penghasilan masing- masing kepala.

Harno sendiri dibantu Wiharjono, pensiunan guru yang banting stir menjadi peternak sapi. Demi uang pensiun mereka banting tulang bekerja keras. Menurutnya merawat sapi seperti merawat siswa. Kalau mereka lapar ya mereka minta makan, saat kenyang yah kenyang. Kadang mereka suka rewel butuh penanganan khusus sendiri.

Wiharjono sendiri juga membuka usaha penggemukan sapi. Sapi dua tahun dibeli Rp.15 juta, digemukan olehnya sampai 4- 6 bulan. Nilai bertambah sekitar Rp.1 jutaan atau nilai jual sampai Rp.20 jutaan. Lalu dia potong bermodal biaya produksi Rp.400 ribu.

"Ibaratnya saya sekarang digaji oleh sapi," candanya. Selain usaha pembuatan pupuk organik. Termasuk mereka mengerjakan usaha pembuatan pupuk cair dan biogas.

Kisah Penjual Susu Jahe Kota Jakarta

Profil Pengusaha Muda Riman



Persaingan ketat bisnis kuliner bukan masalah. Usaha sederhana dijalankan Riman terbukti berjalan baik. Ia sama sekali tidak takut. Padahal nih, di tempatnya berjualan sudah berjejer aneka jualan. Dia tetap semangat berjualan susu jahe. Baginya tidak ada batasan dalam berwirausaha apapun usahanya.

Dikisahkan Riman dulunya seorang office boy. Sebuah perusahan di bilangan Jakarta mempekerjakannya. Ia berkisah susah menjadi pegawai kontrak. Dalam dua tahun bekerja ujung- ujungya Riman tidak mendapat kontrak lagi. Banting stir, dia bertekat menjadi wirausahawan muda dibidang kuliner sendiri.

Cuma berbekal kemauan keras, serta rasa percaya diri bahwa usaha apapun selama kamu puny kreatifitas akan berhasil. Sebuah kesederhanaan berpikir pemuda 21 tahun ini. "Yang penting asal mau usaha aja," ujar Riman.

Dia juga mengajukan kreatifitas sebagai bekal. Karena ingin wirausaha banyak usaha dijalankan Riman. Ia sibuk mondar- mandir ke warnet mencari tau bisnis apa. Bagaimana membuat usaha berbeda. Tiba- tiba ia menemukan susu jahe. Usaha sederhana yang dijalankannya digeluti untuk dilakukan selepas bekerja.

Hendaknya memang kita mengikuti perkembangan jaman. Ikuti apa passion kamu. Kalau kamu mau jadi wirausaha perbanyak kosa kata sukses di benak kamu. Carilah sumber bacaan kewirausahaan di internet, jangan terus membaca soal politik yang tidak ada juntrungannya.

Bisnis sederhana untung


Ia cuma punya uang tabungan ketika bekerja menjadi OB dulu. Uang seadanya digunakan berbagai bahan yaitu susu cair dan jahe, kemudian membeli gerobak, spanduk buat dekorasi, serta perlengakapan lain. Dia menyebut gampang usaha dijalankan ini.

"Perlengkapannya juga dapetnya gampang, paling gelas ama gerobak," tutur dia. Pemasaran Riman gampang tetapi tidak sembarangan. Riman memilih memasang sepanduk di gerobak saja. 

Menunjukan bahwa dia siap menerima pesanan susu jahe. Cukup dibentangkan ke sisi gerobak agar terlihat jelas. Dia memasang digerobak menghadap ke jalanan. Memang dia memperhitungkan penggunaan gerobak lebih murah. Dibanding dia harus menyewa ruko, dan gerobak mudah dipindahkan.

Sudah memiliki gerobak sekarang butuh tempat. Riman harus melihat jeli lokasi berjualan. Lokasi memang sangat menentukan kesuksesan usahanya. "Nah tinggal kita harus jeli nentuin titik tempat kita dagang, jadi bisa keliatan," ujarnya. Dia sendiri memilih berjualan di pinggir jalan Lenteng Agung.

Alasan lain kenapa tidak ruko. Dia menyebut jualan susu jahe mana keliatan. Apalagi kalau dijejerkan sama usaha lain. "...kalau ruko tu kan modelnya berjejer gitu," jelasnya sambil terkekeh. Selain rasa, jualan susu jahe juga menyangkut soal harga, dia mematok harga Rp.3000 per- gelas.

Pengendara motor tinggal meripit membeli susu. Kebanyakan mereka yang mau ke Depok akan berhenti sejenak menyeruput susu jahe. Melalu mereka lah pengunjung makin banyak. Pasalnya mereka tidak ragu buat datang lagi alhasil gerobak Riman selalu terlihat ramai.

Waktu berjualan dibuatnya tidak panjang yakni pukul 5 sore sampai jam 10 malam. Dia menyetok 2 galon wedang jahe serta berkaleng susu kental manis. Tetapi dia menyatakan tidak selalu ramai kok. Ada kalanya gerobak Riman sepi dan baru tutup pukul 12 malam.

Berjualan begini saja, dia mangaku mengantongi omzet Rp.600 ribu per- hari atau Rp.18 juta. Dimana ia menyebut bisa untung berlipat jika hari libur.

Contoh Sukses Warung Pecel Bu Wied Barokah

Profil Pengusaha Wiedyanti 


 
Tidak semua usaha keluarga berjalan lancar. Beberapa anak memilih membuka usaha sendiri, tidak maunya meneruskan usaha keluarga. Beberapa orang terpaksa menjalankan amanah tersebut. Namun tidak sedikit orang ikhlas menjalankan usaha keluarga sebagai bakti maupun passion.

Panggilan hati Wiedyanti melanjutkan usaha keluarga. Wanita 56 tahun ini merupakan anak pemilik usaha pecel asli Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Nama usaha Warung Pecel Bu Wied, karena dijalankan penuh ikhas oleh Wiedyanti alhasil usaha tersebut makin moncer.

"Ya, saya pilih pecel karena disamping tradisional juga sayuran kan lebih banyak peminatnya," ujar dia jelas singkat.

Meneruskan usaha ibu bukan berarti tanpa modal. Berkisah dia mengeluarkan uang Rp.500 ribu. Ibu empat putra ini telah mampu mengantungi Rp.7 juta sampai Rp.10 juta per- bulan. Untung memang banyak yah ia menyebut karena harga sayur tidak terlalu mahal.

Kualitas bumbu kacang pecel Bu Wied memang legit. Itulah kenapa pelanggan akan kembali apalagi harga murah. "Yang penting semuanya senang, pelanggan balik lagi," tandasnya.

Dia sendiri tidak mau untung sendiri. Wied mendapatkan bantuan banyak orang. Saking ramainya ketika hari libur dia dibantu lima orang. Kalau hari biasanya Bu Wied cuma dibantu dua orang karyawan. Kalau di hari biasa memang tidak begitu ramai. Tetapi karena enak pelanggan pastilah akan balik lagi.

Rahasia bisnis pecel


Sebagai pengusaha perjalanan Wied memang tidak gampang. Dia berkisah pernah mengalami masa dimana tidak ada pembeli. Susahnya mencari pelanggan pernah dirasakan dia. Wied cuma berdoa kepada Allah agar diberi kesabaran serta kesuksesan nanti. Bertahap usaha sederhana itu mulai membenahi diri mengikuti arus.

Warung Pecel Bu Wied terkenal rasanya. Berkat kegigihan dan selalu menjaga pelanggan, membuat Bu Wied mampu menguliahkan dan menjadikan putra- putranya pegawai negeri. Dia begitu terharu dari cuma jualan pecel mampu menghantarkan anak- anaknya mapan.

Tiga putra Bu Wied menjadi pegawai negeri sipil. Sementara satu lagi memilih membantu ibunya berjualan. Mungkin yang satu ini lebih berminat ke dunia wirausaha. Mereka yang menjadi PNS bertempat di Medan, Kalimantan dan Jakarta. "Mereka suka pulang kesini," tuturnya terharu.

Prinsip usaha Bu Wied adalah demi keluarga. Dia bekerja sekuat tenaga agar anaknya jadi orang. Tidak apa jika dia tidak bersekolah tinggi asalkan anaknya sukses. "...anak- anaknya bisa kuliah semua, bisa sukses. Saya kadang- kadang enggak percaya, kok bisa ya," imbuhnya.

Ia mengingatkan pengusaha muda bahwa tidak ada usaha sia- sia. Terpenting bagi pengusaha menurut dia adalah harus ulet, ikhlas, dan jujur, maka akan dimudahkan segalanya. Menurut Wied tidak ada usaha sia- sia. Asal kita mengikuti tiga kunci diatas -ulet, ikhlas, dan jujur- maka usaha akan berjalan sesuai arahnya.

"Kalau moda bisa dicari kan, kalau kitanya ulet," imbuh dia.

Usaha sederhana untung banyak

Pelanggan Wied kabanyakan warga sekitar. Jadilah pastikan usaha kamu dekat dengan tempat keramaian. Ia menuturkan usaha buka pukul 08.00- 09.00 wib kalau dihari biasa dan pukul 06.00 kalau akhir pekan. Untuk konsep bisnis ditawarkan Bu Wied terbilang unik dan modern.

Dia menawarkann konsep prasmanan. Tujuan dia agar pelanggan tidak ribet dan dia enak. Pembeli sesuai selera bisa memilih sesuai selera. Kalau ia pilihkan terkadang malah dibuang. Mubazir katanya,  terbukti dari konsep prasmanan membuat usaha Bu Wied lebih menonjol.

Pembeli tidak mengeluh sampai saat ini. Kualitas masakan Bu Wied memang jos gandos. Kebanyakan sudah jadi pelanggan tetap pecel Bu Wied. "Saya menjaga mutu, harga naik tidak apa- apa yang penting mulutnya terjaga," imbuhnya. Biarkan saja produk kamu naik sesuaikan modal tanpa mengurangi cita rasa.

Takaran bumbu tidak berubah meski harga cabe naik, misalnya. Wied tidak pernah mengurangi takaran dari bumbu pecelnya. Namun dia tetap berharap harga tetap stabil tidak berubah. Tujuannya agar memudahkan dia menentukan harga tidak merepotkan.

Kadang naik- kadang turun membingungkan Wied. Dia sendiri susah menaikan meski kenaikan tidak dapat dihindari -kualitas merupakan nomor satu. "Kalau jualan gini kan enggak bisa naiki harga sembarangan," ia menutup.

Kisah Nyata Anak Yatim Piatu Menjadi Pengusaha

Profil Pengusaha Abdulrochman 



Pengusaha yatim piatu begitulah julukan disematkan kepada Abdulrochman. Jika pengusaha lain hanya punya beberapa masalah maka dia memiliki lebih dari masalah. Namun, berjalannya waktu justru dia bisa dibilang adalah sosok paling pas untuk apa itu bekerja keras. Semangatnya berganda untuk dapat mencapai apa cita- citanya.

Siapa masa lalu bukanlah alasan masa depan kamu. Tetapi pilihan dimasa lalu akan berefek ke masa depan. Maka Arman atau Abdulrocham memilih tetap bekerja keras. Selepas SMA dia sudah bekerja dan darisana Arman belajar tentang membuat obat herbal.

Perjalanan hidup


Ia ingat samar seperti apa wajah ayah. Umur 3 tahun, dia sudah ditinggal sang ayah, dimana ibu pun sudah tidak ada. Arman tinggal bersama saudara. Samar- samar wajah sang ayah akan terkenang. Ia masih ingat pagi dimana ayah akan mengayuh sepeda ke Kota Pemalang. Sejak itu hidup mereka berubah drastis tanpa dia.

Keluarga harus hidup prihatin. Agar menghemat pengeluaran maka maka nasi aking. Nasi kering sisa yang kemudian dimasak lagi. Untuk lauk cukup urab dari daun pepaya, singkong, ataupun kangkung. Daun- daun itu diparut diberi partuan kelapa.

Dimana sang ibu?

Masuk kelas 3 SD, maka disusul lah ibu meninggal dunia menyusul sang ayah. Rasa sedih bercampur haru seketikan menyelimuti keluarga itu kembali. Arman bersama tiga saudara hidup bersama. Ia sejak kecil harus dipaksa mandiri.

Mau makan daging saja susah. Barang mewah bagi mereka berempat di rumah. Kalau makan daging maka harus dipotong kecil supaya dibagi semua keluarga. Senyum Arman jarang bahkan sampai memasuki umur 7 tahun. Urat kerja keras justru yang nampak baik di tangan dan wajahnya. Ia masih kecil tidak tau kematian itu apa.

Ia hanya tau rumah semakin sepi. Dia tidak lagi temukan peluk cium ibu. "Jika saya ingat ibu, saya cuma bisa menangis saat akan tidur," ucapnya.

Agar terbebas dari himpitan ekonomi Arman diadopsi. Oleh mereka keluarga bercukupan asal Kota Tegal. Sempat beberapa hari tinggal bersama mereka. Namun kakak- kakaknya membawa pulang Arman kembali ke rumah. Ketika mulai beranjak dewasa, rumah semakin sepi karena kakak- kakaknya mulai merantau.

Mereka bekerja ke Jakarta untuk menyekolahkan Arman. Meskipun saban bulan sudah dikirimi uang saku; hampa terasa tanpa keluarga. Arman hidup sendiri. Berhemat menjadi cara hidup ketika itu agar uang kiriman tidak terhamburkan. Menanak nasi sendiri bukan membeli. Makan telur tetapi cuma dua kali.

"Setiap hari cuma makan dua kali pagi dan malam," Arman menerangkan. Di siang hari terpaksa berpuasa saja untuk menghemat uang.

Semangat bekerja keras membawa Arman menemukan kemungkinan. Sedikit keberuntungan menghinggapi hidupnya yang dipandang kasihan. Ia menemuka tetangnya ternyata memiliki usaha jualan telur. Arman lantas ditawari ikut kerja bersama mereka. Ia mulai menjual telor dari kampung ke kampung.

Upah jerih payah Arman adalah telor tidak laku. Telor retak ataupun pecah yang layak makan akan diberi ke Arman. Jadilah hampir setiap haria dia bisa makan telor enak. Diberinya garam, digoreng, lalu dimakan pakai kecap. Telor menjadi hidangan istimewa Arman setiap kali makan malam.

"Sampai sekarang saya hobi makan telor untuk mengingat masa- masa sulit kala itu," tuturnya. Masa SMA pun datang dimana ia memutuskan bersekolah di Jakarta.

Ia ikut kakaknya yang sudah lama di Jakarta. Arman membantu kakak yang punya bisnis penerbitan dan juga obat herbal. Pekerjaan dia kedua adalah menjadi wartawan. Sekalian dia kuliah di Insitut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.

Belajar banyak dari bisnis sang kakak. Arman memiliki kesempatan membuka usaha sendiri. Fokus bekerja ia mengumpulkan uang modal sedikit- demi sedikit. Berdirilah satu perusahaan bernama PT. Zonah Sehat Khatulistiwa, yang berkembang mulai dari bisnis klinik herbal, perikalanan, dan desain interior.

Ia sendiri condong ke klinik terapi herbal. Usaha semakin besar melahirkan Zona Group pada 2009. Dalam waktu relatif singkat usahanya melesat. Jujur dia merasakan betul bagaiman ditolak proposal bisnisnya oleh perusahaan- perusahaan besar sana. Pernah pula merasakan kalah tender dengan pesaing besar di sana.

Arman tidak minder. Justru ia semakin fokus berbisnis di bidang herbal. Pernah pula loh dirinya ditipu orang sampai puluhan juta. Tetapi dia tidak patah arang. Alhasil usahanya semakin banyak saja. Jangan salah ya, ia mampu menghasilkan puluhan juta dari semua usahanya.

Pegawainya sudah ada 50 orang. Mempunyai dua rumah seharga miliaran rupiah. Tidak cuma itu lima mobil mewah menghiasi garasi rumahnya. Kekayaan tidak membuat dia lupa. Melanjutkan pendidikan menjadi satu hal contohnya. Arman sempatkan melanjutkan jenjang S2 di bidang ekonomi dan masih akan terus belajar.

Jualan Bahan Scrapbook Sampai Desain Puluhan Juta

Profil Pengusaha Eugenia Selvia 


 
Hobi bisa jadi bisnis. Buktinya ada di Buku Unik, bisnis yang dijalankan oleh Eugenia Selvia. Berawal dari hobi bernama scrapbook. Yaitu seni menempel berbagai hal diatas kertas scarp. Termasuk menempelkan pita diatas buku. Unik karena fungsi tidak cuma buat menulis, tetapi menggambar, dan hiasan tentunya.

Buku cantik berjejer di rak menawarkan konsep lucu. Ada berkesan feminim ataupun berkesan maskulin. Ia menunjukan scrapbook tidak cuma buat wanita. Berawal membuat sampul buku buat catatan ketika kuliah. Sampul unik karya sendiri berbahan gambar, atau foto berhias pita atau batik. 

"Hanya saja memang belum terarah," ungkapnya.

Belum menjadi bisnis hanya hobi pada tahun 2008 silam. Dia memulai sejak kuliah D- 4 di Trisakti Institute of Tourism. Semasa tingga di Riau hobi mengumpulkan gambar ditempel. Semua Pia -begitu orang akrab memanggilnya- lakukan hanya menganut ilmu otodidak. 

Berlanjut hobi miliknya berarah ke daur ulang. Dia melihat bagaiman scrapbook terpajang di sebuah etalase toko. Mulai dari gambar majalah bekas, digunting dan dilem, ditempel dengan kancing, pita, stempel, agar jadi lebih kreatif.

Mulai berbisnis


Pia melawan arus teknologi. Ternyata buku catatan masih memiliki selera. Dimata masyarakat apalagi yang ia hadirkan memiliki cita rasa seni. Semua dikerjakan dari nol berawal workshop kecil di kamar tidur. Lambat laun hasil karyanya diliri orang sekitar dan minta dibuatkan buku catatan scrapbook.

"Saya bergerak membuat karya sendiri," Pia menambahkan. Menengok kesuksesan berbisnis scrapbook di Amerika. Maka dia mencoba menawarkan usahanya lewat online. Sampai dia bisa memasok untuk mal- mal di Jakarta.

Beda sekarang ketika ia memulai masih awam. Orang Indonesia masih belum melirik scrapbook. Kalau pun kamu bertanya tentang scarpbook, mungkin ada yang tau?

Pia berjualan online lewat www.bukuunik.com menjual 2 ribu buku scrapbook sampai omzet Rp.100 juta. Ia yang awalnya membuatkan cuma- cuma, lantas dibuatkan kusus buat komersil. Hasilnya ternyata sangatlah bagus memuaskan. Peminat mulai anak- anak, remaja, dan dewasa menyukai hasil karya Buku Unik ini.

Untuk menambah penjualan maka Pia memiliki cara. Yakni buku bertema, dari scrapbook bertema masakan untuk buku resep, bertemakan aneka kartun atau princess untuk diary, adapula bertema pendidikan yang ia khususkan buat para guru. Memang scrapbook memiliki aneka kegunaan mulai hiasan, catatan, diary, atau resep.

Dulu lewat situs kemudian dia memasarkan lewat bazar. Disana lah pelua membuka lebar, mulai toko buku terkenal dan sampai retail terkemuka menjadi tempat. Hingga Pia sampai memasarkan sampai ke penjuru daerah lewat sana.

Bukan buku biasa


Fungisnya macam- macam mulai diary sampai album foto. Utamanya sih buat diary interaktif, contoh kamu bisa menempelkan tiket traveling kamu dan diberikan komentar, atau menjadi album foto perjalanan seorang anak, menjadi buku resep interaktif dengan foto, jurnal hamil, dan sebagainya.

Pia menjelaskan bahwa bisnis ini pasar luas. Scapbook fungsional dan lebih mudah jika diakses dibanding ke sosial media. Tidak kalah dengan bentuk blog bahkan lebih kreatif karena kancing, pita, atau apapun yang unik. Margin untung mencapai 20% jadi kalau harga jualnya Rp.75.000 sampai Rp.129.00 hitung sendirilah.

Karena bukanlah produk hasil masal. Maka keunikan disetiap buku berbeda satu sama lain. Oleh karena itu pembeli akan lebih gaya personal, menunjukan jati diri. Kesan inilah dihasilkan Pia sampai menghasilkan omzet jutaan rupiah. Produksi pun dilakukan secara manual, dengan tangan, sehingga bukan pabrikan.

Kini, Pia dibantu oleh enam karyawan, kalau dulu dia bekerja sendiri karena memulai dari hobi sih. Pia juga turun tangan sendiri ketika mengerjakan. Wanita 32 tahun ini telah memproduksi 2.000 buku. Dimana ia telah memiliki desain sendiri dan akan bertambah 1- 2 desain per- bulan.

Bisnis ini memang berlandaskan seni. Melalui seni daur ulang pula membantu lebih banyak lingkungan kita. Pia memanfaatkan kertas majalah. Tetapi dia juga menggunakan bahan baru seperti didesain lewat komputer dan diprint. Sampai sekarang Pia masih mengembangkan desain agar masyarakat tidak bosan.

Cara membuatnya tidak sulit kok. Tekniknya standar dapat kamu pelajari. Kalau menggunting dan tempel kan semua orang bisa. Tinggal bagaiman kreatifitas pembuatnya saja. Ini ado yang gak malu- maluin karena spesial khusus. Mulai menjual tanpa orang tau apa itu Buku Unik, hingga, brand milik Pia kini sudah dikenal luas.

Berawal dari menjual ke teman kampus. Dia mengembangkan sendiri. Tetapi dia masih sebatas hobi belum fokus karena masih kuliah. Tidak cuma satu kelas melebar ke kelas lain satu kampus. Sempat membuat dia pernah tidak fokus berkuliah. "Itu sebabnya, saya kemudian menghentikan meski banyak teman memesan."

Modal minim


Tamat kuliah barulah dia berbisnis kembali. Karena memulai dengan hobi maka tanpa modal. Pia hanya mulai mengalari mengikuti arus. Bermodal menempel- nempelkan kertas dari majalah bekas. Itu dijadikan sampul scrapbook dibikin di kamar. Dibuat sendiri, dipakai sendiri, hingga teman menimpali ingin memiliki hasil karya dia.

Hingga ia menyeriusi di tahun 2008, karena permintaan membludak dan menganggu kuliah, maka Pia memilih berhenti sejenak. Hobi menjadi bisnis ini kemudian didukung sang pacar, Willy. Dia memodali Pia sebesar Rp.500 ribu."Belum ada mesin- mesin gitu masih standar juga lah," kenangnya.

Uang tersebut digunakan berbagai bahan kertas. Setelah selesai dia lantas menjajal berjualan di forum- forum termasuk Kaskus. "...kaya kaskus jadi mesti up, up terus," jelas Pia. Kebetulan sosok pacar -yang kini jadi suami- adalah pendukung berbekal kemampuan komputer.

Melalui itulah dia mendapatkan toko online. Jika sebelum itu Pia kerjakan semuanya sendiri. Lambat laun, ia memiliki karyawan sejumlah 6 orang. Tidak lagi sekedar hobi maka ada desain dari desainer.

Pia pun mulai memperkenalkan kepada masyarakat melalui bazar di Lapiaza, Bulog, pameran handicarft di mal, Indcraft, Icra, Inacraft, Charity Women Internasional Club, Crafina, lalu Bobo Fair. Semula orang tidak paham BukuUnik, kini, mereka menyadari ada sebuah produk unik bikinan anak Indonesia, membanggakan.

Berkat mengikuti bazar jugalah BukuUnik masuk mal- mal di Jakarta. Cara pemesanan Buku Unik cukuplah buka www.bukuunik.com, kemudian lakukan pemesanan, melakukan pembayaran, setelah dikonfirmasi, ia akan memastikan dalam 1- 2 hari buku kamu sampai. Tidak puas? Kamu dapat datang ke galeri miliknya sendiri.

"...kemudian diliput stasiun TV baru dari situ mulai booming," tambah Pia. Ia menjadi pemasok tunggal buat Gramedia, Stroberi, Sogo, Living World di Jakarta, lalu merembet ke Medan, Jogja, Makassar, Surabaya, dan Pia mulai fokus memproduksi masal.

Bermula workshop bermodal rumah sendiri. Lantas terus mencicil kesuksesan Pia mulai terlihat. Sekarang ia sudah memiliki mesin jilid sendiri, mesin laminating sendiri, dari membuat di rumah sekarang dia sudah bisa menyewa ruko. "Jadi ada step by step -nya sih karyawan sudah 10 orang," ungkapnya bangga.

Namanya berbisnis pastilah ada pasang surut. Karena berdasarkan hobi, bisnis dijalankan Pia ternyata tidak membosankan jadi dia terus berusaha. Penjualan memang bisa up and down tetapi menurut dia masih bisa diatasi. Selama respon masyarakat baik maka semua bisa diatasi. Pia sendiri rajin menggali ide tidak cuma di buku catatan.

Pia mulai mendengar permintaan konsumen. Maka setiap model melambangkan keinginan pelanggan. Tetapi ia menyebut tema traveling lebih diminati. Tidak cuma menjual buku catatan, Buku Unik miliknya juga siap menjadi pilihan bagi traveler mengabadikan foto lawat album.

Konsumen mulai anak- anak sampai ibu- ibu. Kebanyakan memang perempuan. Scrapbook dijadikan media anak bersemangat menulis.

Buku tulis langka

Katika dunia digital menulis digantikan mengetik. Buku Unik masih tetap memberikan tangan kita banyak waktu untuk menulis. Bisnis ini juga sudah merambah bisnis souvenir. Tidak sedikit perusahaan memesan sampai ratusan untuk acara mereka. Tidak sedikit pula pasangan membeli souvenir berbentuk scrapbook ini.

Semua dibuat tangan meski sudah dibantu mesin. Disaat menikah, di tahun 2009, Pia menggunakan produk miliknya sendiri menjadi souvenir juga. Ini memang berkesan unik dimata tamu undangan. Apalagi itu dibuat secara handmade pasti sangat ekslusip.

Harga jual Buku Unik antara Rp.50 ribu sampai Rp.95.000. Dimana untuk pesanan bersifat khusus personal, dibuat melalui tangan -gambar digunting satu persatu dengan tangan, sesuai dengan teman kamu sendiri, maka Pia menawarkan harga Rp.200.000. Seperti hal kalau kamu mau menjadikan scrapbook jadi souvenir pernikahan.

Percaya diri merupakan ciri- ciri pengusaha. Inilah Pia yang menawarkan buku handmade atau buatan tangan. "Konsepnya fungsional," tambah Pia. Tidak cuma mereka yang paham scrapbook menikmati hasil karya Buku Unik. Mulai anak SD, SMP, SMA, dan bangku kuliah tau diary, note, sketchbook, itulah Buku Unik.

Varian produk ada 12 varian mulai New Recycle Notebook, Creative Book, Palm Creative Book, Phrase Book, Kartu, Tag, Refill, Stamp, Lace Flower, Buttons, Flowers, serta Mini Charms.

Kemudian Buku Unik juga merambah menjual aneka bahan seni scrapbook. Ide muncul ketika Pia ingin agar toko ramai pembeli. Pernah membuka stand di Mal Taman Anggrek tetapi malah tutup. Kemudian toko di Gading Serpong difokuskan menjadi gerai distributor, toko, sekaligus workshopnya.

Nah, disini konsumen kreatif akan beli bahan, lalu mencoba rangkai sendiri. Sekala produksi Buku Unik sudah mencapai 1.000 produk per- bulan. Untuk omzetnya diakui Pia mencapai Rp.60 juta- 100 juta. Kalau ikut event bisa naik omzetnya berkali lipat.

Kendala terbesar berbisnis scrapbook menurutnya adalah SDM. Meski dibantu karyawan Pia masih turun tangan mendesain konsep dan tema. Jika dulu dia menjadi pemain satu- satunya kini sudah banyak pemain. Bahkan produk kreasinya tidak lolos penjiplakan. Maka itulah dia terus berkreasi menciptakan tema varian produk baru.

Kalau dijiplak berarti bagus tinggal tingkatkan produk lain.
 
Soal ide sekali lagi datang dimana saja. Pia memang rajin mencari ide dan didapat dari sekitar. Seperti hal dia suka traveling maka dibuat yuk scrapbook bertema traveling. "...bisa untuk jurnal tiketnya di tempel- tempel gitu jadi kita kasih ide saja kan kadang enggak tahu bukunya buat apa," tutur dia.

Desain juga datang menurut permintaan konsumen, seperti balet, olahraga, pesawat, dan lain- lain. Pia cuma berusaha memenuhi keinginan pembeli. Pemesanan mulai perusahaan buat souvenir karyawan, ada logo dari perusahaan, ditambah kolom buat foto karyawan.

"Butuh waktu mengerjakannya... beda dengan percetakan yang bisa lebih cepat karena memakai mesin," ia lanjut.

Kunci bisnis sukses di industri kreatif?

Pia menyarankan kita agar selalu memunculkan ide baru. Ikuti pola di masyarakat terutama pasaran kamu. Kalau bicara anak sekolah contohnya, maka buatlah berdasarkan apa mereka butuhkan sebut saja buku tahunan. Pasar masih luas tidak terbatas umur. Pia sendiri tengah fokus buka distributor dan reseller.

Bisnis Lampion Benang Menjanjikan

Profil Pengusaha Marta Afrianto 



Marta Afrianto tidak pernah menyangka dirinya adalah pengusaha. Pria asal Banyumas, Jawa Tengah, jadi pengusaha lampion ternama. Waktu itu ia menjelaskan awal mula membuat lampion karena iseng. Kini, dia sudah memiliki 5 orang karyawan menghasilkan aneka bentuk lampion cantik.

Iseng- iseng saja berbisnis. Berawal dari sang istri yang mendadak sakit. Karena istri sakit kan kalau malam jadi tidak mengerjakan apa- apa. Anto lantas membuat lampion sendiri. Dia mencontoh kakak yang seorang pengrajin lampion tetapi cuma satu macam.

Maka Anto berinovasi melepas zona nyaman. Invosai dimaksud adalah membuat aneka bentuk kartun anak- anak. Mengejutkan aneka lampion berbentuk Angry Bird, Hello Kitty, Mickey Mouse, Donald Bebek, kini dapat menjadi hiasan gantung lucu.

Bisnis Anto merambah tidak cuma lampion tetapi juga lampu gantung. Uniknya semua terbuat dari benang yang digulung- gulung. Ia juga tidak lupa mengikuti tren karakter yang tengah naik daun.

"Dulu saya buat polos," ujarnya. Cerdiknya dia merasakan kendala pemasaran terjadi. Mungkin juga telah ia pelajari pengalaman sang kakak. Maka dia mencari- cari sesuatu di internet. Lantas ia mulai mendownload aneka gambar. 

Selanjutnya menjadikan gambar tersebut rujukan dijadikan bisnis. Hasil penjualan meningkat bahkan sampai membuat dia keteteran. Ternyata pangsa pasar ditargetnya bagus menarik perhatian. "...saya keteteran," tutur dia.

Walau terlihat sepele tetapi ternyata sulit juga. Anto menyebut meski sudah diajari beberapa pegawai masih merasa kesulitan. Aneka macam lampu lampion memang sulit dibuat. "Baru saya yang bisa membentuknya," Anto menambah. Para pegawai cuma ditugasi menggunting, menggulung, pasang mata dan telinga.

Bahan pertama yaitu balon dipompa gas. Lantas diberikan lem kayu digulungi benang sesuai motif. Balon pompa biasa bukan balon khusus. Benang gulung dibuat dua lapis agar tebal timbul. Setelah dikasih lem, lalu dia kasih benang sampai tiga lapis, terus sampai empat lapis kemudian dijemur.

Kalau sudah kering benang dan lem kayu, tinggal dikeluarkan balonnya dan jadilah bentuk. Tinggal dikasih mata dan telinga sesuai dengan motif karakter. Kerangka itulah yang lantas ditempeli lampu serta kabel untuk dinyalakan.

Sukses penjualan lewat online membawa produknya sampai di Jember, Kalimantan, Jakarta, Bandung, Bali, sampai Banymas. Harga lampu dipatok Rp.50 ribu sampai Rp.120.000 tergantung bentuk dan ukuran. Ia menyebut pesanan terbanyak ialah dari Jember, pesanan dua minggu sekali 50 buah lampu tidur berbagai ukuran.

Kerepotan memenuhi pesana dirasakan Anton. Karena kerepotan bahkan Anton memberikan tugas  dibawa pulang ke rumah.

Nama bisnis Alin Light Craft, Perum Pasir Indah Blok G.4 Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, di Banyumas, Jawa Tengah.

Susu Kegemaran Mama Muda Soya Foya

Profil Pengusaha Dimas Saputra 



Cuma modal beberapa lembar uang bisnisnya jadi. Dimas Saputra tak menyangka ide sederhana itu menjadi satu bisnis menjanjikan. Ia hanya tertarik akan kedelai. Panganan berbahan kedelai selalu dia sukai. Karena dia suka maka dibuatlah susu. Dimas memang suka memasak, terutama mengolah kedelai menjadi susu.

Lambat laun kreasinya go public dikenal masyarakat. Sejak Januari 2016 mulai terdengar suara agar dia mau mengkomersialkan susu buatannya. Nah, terkadang memang bisnis datang tiba- tiba, ketika Dimas berawal cuma mau berbagi kini permintaan bisnis datang sendiri.

Berdasarkan rekomendasi teman jadilah bisnis Soya Foya. Agar tidak sekedar berbisnis susu kedelai butuh sentuhan berbeda. Dimas mulai mencari resep unik. Susu aneka rasa menyajikan rasa seperti susu kemasan minimarket. Dimas akan bersaing dengan bisnis susu sejenis di jalan.

Yakni tanpa bahan pengawet serta aneka rasa nikmat. Kemasan dibuat semodern mungkin dia lakukan. Dia pun sukses membuat susu kedelai menjadi bertahan empat hari di lemari es.

Pemuda Balikapapan kelahiran 25 April 1993 mengaku cuma punya satu juta. Uang tersebut lalu digunakan membeli bahan baku. Dari membeli kedelai baik ditambah kemasan unik. Produk Soya Foya mulai aktif mengikuti aneka bazar serta dijual di media sosial.

Menjadi wirausaha bukan hal baru bagi Dimas. Pernah dia memiliki usaha kue cubit di Balikpapan. Namun ketika kuliah semakin keras membuat dia berhenti berusaha. Wirausaha dilanjutkan kembali setelah selesai dia berkuliah di Samarinda. Sudah banyak varian susu kedelai disajikan Soya Foya memanjakan kita.

Meski masih berumur jagu produknya sudah terkenal. Dimas tipikal pengusaha muda tidak lekas puas. Dia mulai dengan manyasar pangsa pasar anak muda. Mereka ditarget masyarakat menengah keatas yang butuh minuman premium di Balikpapan. Untung dicapai sampai sekarang lumayan apalagi cuma bermodal 1 juta.

"Sekarang pelangganya banyak anak muda dan mama- mama muda," tuturnya. Menggunakan promosi di sosial media memberikan biaya marketing murah. Minuman Soya Foya minuman sehat, menyehatkan kulit, apalagi buat anak- anak mama muda.

Cowok Muda Keren Pengusaha Kerasukan Ceker

Profil Pengusaha Ocky Boy Darwis 



Ceker ayam sering dianggap sampah limbah komoditas ayam. Padahal tidak sedikit orang menyukai cita rasa ceker ayam diolah. Ditangan Ocky Boy Darwis rasanya mantap karena dibikin kerasukan. Omzet bisnisnya melonjak tajam sampai mengahasilkan ratusan juta rupiah.

Diawali berbisnis pertama yaitu Pondok Boy. Sebuah restoran sederhana di Balikpapan, sukses tetapi dia tidak berpuas diri sampai mendirikan Kerasukan Ceker Ayam. Pelebaran sayap bisnisnya mengambil sudut berbeda memanfaatkan bahan baku enak tetapi kurang disukai karena pengolahannya.

Cabang baru usaha dimaksudkan agar meraup lebih banyak untung. Startegi membangun bisnis di tempat yang berdekatan dijalankan pemuda berkacamata ini. Bahan dasar ceker ayam, diolah sedemikian rupa oleh Ocky menciptakan aneka sensasi berbeda. Kamu harus mencobanya jika bertandang ke tempatnya.

Anak muda yang akrab dipanggil Ocky memang bukan pengusaha kali pertama. Darah wirausaha seolah itu mengalir dalam dirinya. Bulan pertama launching sudah menghasilkan ratusan juta. Apasih rahasia sukses dari pengusaha muda tampan ini.

Ternyata bukan sekedar rasa atau kualitas tetapi promosi gencar. Namun, Ocky juga mengingatkan bukan sekedar promosi, tetapi promosi kreatif agar menarik lebih banyak pelanggan baru.

"Itu merupakan jawaban," tuturnya. Jawaban dari insting bisnisnya tentang lezatnya ceker ayam terbukti. Dan itu terlihat dimana warga Balikpapan berbondong datang.

Bisnis sederhana


Setiap hari ribuan porsi sekarang laris manis dalam kedai sederhananya, di Pasar Segar Balikpapan Baru ini. Mulai anak, remaja, sampai orang tua doyan ceker ayam. Ocky memang berhasil mengangkat harkat dan martabat ceker ayam masyarakat.

Padahal dulu ceker ayam kerap dibuang. "Kebanyakan orang memandang ceker ayam ini dengan sebelah mata," imbuhnya.

Dibuang karena dianggap ceker kurang sedap. Entah kurang selera atau sebenarnya mereka cuma butuh satu resep ampuh mengolahnya. Ocky menawarkan itu dengan aneka racikan ciamik Kerasukan Ceker. Dia juga menambahkan kalau ceker itu banyak gizinya.

Kalau diolah dengan benar akan menghasilkan kelezatan loh. Bisa dijadikan makanan lezat menjadi bisnis kuliner menghasilkan untung jutaan rupiah. Kerasukan Ceker milik Ocky setidaknya mengolah lebih dari 6.000 ceker ayam. Pas akhir pekan ataupun hari libur nasional naik sampai dua kali lipat.

Untuk mengatasi stok ceker Balikpapan habis. Mau- tidak mau Ocky mengakalinya lewat membeli ceker dari Jawa. Olahar ceker disajikan Ocky juga tidak monoton di ceker bakar ataupun goreng. Mulai dari sup ceker, ceker gepeng, bubur ceker, sampai nasi kari ceker, dimana semuanya dipatok Rp.12 ribu per- porsi.

Tidak berhenti disana, Ocky sudah ancang- ancang menciptakan menu baru. Yang kreatif dan unik selalu ia coba suguhkan kepada pelanggan. Ia tidak memungkiri menghadirkan menu bebek atau ayam kampung. Dia sendiri memberikan prioritas pada aneka masakan ceker ayam. "Karena judulnya ceker," ia lanjutkan lagi.

Pemuda kelahiran 5 Agustus 1980 ini kedepannya mencoba mewaralabakan. Ia percaya diri usahanya ini tidak akan merugikan. Dibuktikan di Balikpapan menjadi ikon kota. Ocky juga sangat terobsesi menjadikan pengusaha muda Balikpapan masuk kancah nasional. Menunjukan bahwa kotanya juga punya kuliner unik.

"Kalau kamu bekerja keras kamu pasti juga bisa mencapai kesuksesan," tutur Ocky bijak.

Dia pernah kehilangan restoran pertamanya, yang bernama Pondok Boy. Padahal ia menjadi pengusaha sukses seperti sekarang berkat tempat itu. Waktu itu tempatnya "harus" digusur bertempat di bekas gedung bioskop Gelora Jalan Sudirman. Padahal Pondok Boy sudah dikenal sebagai tempat nongkrong anak muda Balikpapan.

Beruntung dia sudah membuka Kerasukan Ceker sebelum digusur. Sebelum Pondok Boy digusur, dia juga sudah membuka restoran ketiga bernama Pendekar Monyong. Memang salah satu strategi bisnis yang dia jalankan ialah membukan persaingan sendiri.

Dia juga mengajak warga lokal memberdayakan mereka. Restoran Pendekar Monyong terletak di kawasan Pasar Segar. Jaraknya berdekatan Kerasukan Ceker. Ramai pengunjung, Ocky tak segan turun tangan menghantarkan langsung, bahkan dia akan ikut membersihkan meja, mengepel lantai restoran sendiri.

Sukses memanjakan masyarakat Balikpapan, kini, Kerasukan Ceker sudah masuk ke Samarinda. Agar lebih menggila Ocky membuka konsep 24 jam. "Artinya, sepanjang waktu kami siap buka," imbuhnya.

Yang paling digandrungi oleh masyarakat adalah ceker pedas. Tidak cuma warga Balikapapan, tetapi juga Samarinda, Bontang, Tenggarong, menjadi pelanggan tetap. Berhasilnya usaha tergantung kepada promosi, itulah dia percaya, jadi percaya diri saja menjalankan rencanan usahanya.

Food Blogger Khusus McDonald James McGowan

Profil Pengusaha James McGowan


 
James McGowan tidak tertarik makanan McDonald's biasa. Tidak tertarik Big Macs, juga dia tidak tertarik akan McNuggets. Jangan bicarakan soal McMuffin juga. Bagianya dia berbicara tentang McSpecial's. Ini kisah seorang food blogger khusus McDonald.

Pria berumur 28 tahun bekerja sebagai developer software juga blogger, asalnya dari Amherstburg, Canada. Dimana hidupnya ialah soal makan. Sebagai food blogger fokusnya menulis di blog Travelling McD's, yang mana dia berburu menus spesial McDonald ke berbagai negara.

Sebagai tambahan kami memberikan sedikit informasi. Bahwa perusahaan McDonald memiliki menu spesial di setiap negara dimana franchise -nya berada. Selama lebih dari lima tahun, dia bersama seorang wanita, yang mana istrinya telah berkunjung ke 53 negara berbeda dan mereview 300 menu spesial- regional milik McD's.

Sebagai catatan dia tidak lupa mereview McDonald Jepang, dimana sedang booming McChocolate Potato, itu loh kentang goreng berbalut cokelat yang baru- baru ini diluncurkan. Dia memberikan nilai binta 3,5 dari lima. "Terhormat. Ada drama yang layak antara, garam, dan lemak utuh dalam penggorengan," ia jelaskan.

McGowan juga menikmati Curry Crab Stick Pie khas McD's Thailand. Dia memberikan nilai bintang empat meski penulis Metro.co.uk menyebutnya kurang menggugah selera.

"Saya masuk mengharapkan bahwa itu akan terasa seperti sedikit bubuk kari ditaburi dengan kepiting, tapi itu benar- benar pasta kari kuning bagus dengan bahkan sedikit cabai," tulisnya.

Dia agak tidak suka Chicken Teriyaki McRice dari McDonald. McGowan menyebut kurang menakjubkan. Ia tidak merasakan sesuatu spesial -maka dia memberikan bintang 2,5.

Menurutnya paling horor ialah Aloha Heat Burger dari Hong Kong. Dimana deskripsikan sebagai nanas yang yang dicampur keju sampai pedasnya jalapeno. Tetapi McChurros khas Korea sangat enak. Lalu ada juga dari Singapura yaitu Bubblegum McFizz yang "too blue" (menyedihkan.red).

Dia berbicara kepada The Wall Street Journal bahwa ada sekitar dua juta orang mengunjungi blognya, untuk alasan apapun.

Orang asing pernah berbicara kepadanya kenapa jauh- jauh ke Thiland tidak memotret kuil. Atau apapapun yang hubungannya dengan keindahan Thailanda bukan McDonald. Secara gamblang McGowan menyebut itu memang. Banyak orang berharap melihat kuil indah. Mereka tidak mengharapkan nasi salmon di McDs.

Tapi dia menambahkan, "Saya tidak merokok. Saya tidak minum. Inilah keburukan saya". Ia menikmati tiap menu McDonald di setiap negara. Meski junk food tidak baika buat kesehatan. Dengan PD -nya dia berkata berat badannya malah turun.

Lucunya ternyata meski menikmati McDonald, McGowan lebih memilih makanan sehari- hari yang dimasak oleh sang istri. Jadi jangan salah, apa yang dilakukannya sekedar hobi bukan kebutuhan konsumsi sehari- hari. "Kami juga menghindari makanan goreng kering semampu kami coba," imbuhnya.

Ia tidak dibayar ketika menikmati McDonald. Bahkan dia jarang menggunakan pesawat terbang untuk aktif berpergian. Dan, anehnya McDonald, dia masih "lovin' it". Dia berencana pergi ke Oman, Mongolia, Qatar, dan Vietnam.

Blog: www.travellingmcds.com

Wirausaha Tanpa Usaha Kisah Dapur Tulis

Profil Pengusaha Agoeng Widyatmoko 



Gara- gara diPHK perusahaan, hidup Agoeng Widyatmoko berubah 180 derajat. Beruntung bekal jurnalistik itu mampu dia gali kembali. Jika kebanyakan orang akan mencari kerja. Maka Agoeng lebih memilih menulis buku. Dia terbilang nekat tidak mau bekerja lagi. Padahal uang pesangon cuma cukup buat beberapa bulan saja.

Lelaki kelahiran Yogyakarta memilih berwirausaha. Selepas dia diberhentikan oleh perusahaan media tempat dia bekerja sebelumnya.

Wirausaha tanpa usaha


Menjadi penulis dirasa tepat menjadi langkah awal. Berwirausaha tidak melulu menghasilkan produk untuk konsumsi. Namun, membangun bisnis apapun jenisnya, pastia akan menemui kesukaran begitupula Agoeng merasakan. Dimulailah rancangan tulisan atau portfolio karangan, lalu Agoeng segera menulis dalam bentuk buku.

Hanya ternyata tidak semudah membalik telapak tangan. Buku pertama miliknya gagal di pasaran. Agoeng tak patah arang mencoba. Buku pertama diterbitkan di tahun 2005, berjudul "Cara Jitu untuk Mendapatkan Kredit di Bank -Panduan untuk UMK". 

Menarik bukan?

Fakta bahwa dia tidak pernah berwirausaha tidak diketahui. Ia nekat menulis buku tersebut dan gagal. Buku kedua juga bertema kewirausahaan, pada 2006, Agoeng meluncurkan buku ke dua langsung meledak. Buku yang berjudul "100 Peluang Usaha" tersebut, lantas sukses besar menjadi best seller.

Waktu itu dia bertemu momen tepat karena belum sebanyak sekarang. Kalau sekarang kamu tingga buka di internet akan berjejer aneka buku kewirausahaan. Sukses buku tersebut bahkan diminta cetak tujuh kali. Ia pun lantas diundang menjadi pembicara wirausaha.

"Ada yang bertanya, dari 100 peluang itu, saya sudah coba usaha apa aja?" kenang Agoeng. Seolah sadar bahwa dia butuhkan lebih dari sekedar menulis tetapi mempraktikan.

Semenjak menikah dengan Anita Marfi, tahun 2007 menjadi titik baliknya masuk ke dunia wirausaha yang sesungguhnya. Dia bersama istri lantas membuka jasa penulisan bernama DapurTulis. Istrinya sendiri bahkan rela keluar dari pekerjaan untuk berjualan. Sedangkan Agoeng bertugas sebagai pengontrol kualitas tulisan.

Pada masa itu memang masih belum banyak jasa penulisan. Untuk mendapatkan klien, Agoeng rela berjalan jauh mencari klien. Mereka harus kemana- mana menjajakan layanan. Jasa paling banyak diminta dari klien adalah jasa pembuatan annual report, buku biografi, atau juga mengisikan situs perusahaan atau perorangan.

Usaha tersebut dijalankan bermodal rumah kontrakan sepetak. Di rumah tersebut tempatnya sempit, tidak memungkinkan ia mengajak klien ke rumah. Justru dari tempat tersebut, pasangan suami- istri ini, sepakat untuk saling menghibur dalam keterbatasan.

Keseriusan berkah


Serius mengerjakan bisnis jasa penulisan. Dari sekian puluh klien ditemui, maka datanglah klien pertama dari rekomendasi teman sang istri. Inilah menjadi titik bangkitnya usaha mereka. Cuma bermodal obrolan ringan di kampus Depok.

"Pertama dapat klien Alhamdulillah langsung disuruh ngisi konten website lembaga wisata internasional, Singapore Tourism Board" terangnya.

Menjadi klien pertama sekaligus membuka referensi pekerjaan sejenis. Agoeng mulai mendapat pekerjaan lebih banyak lagi. Mulai juga mengakat karyawan dan beberapa karyawan lepas. Usaha DapurTulis berjalan menjalankan beragam layanan jasa menulis.

Paling membanggakan ialah dua buku biografi yang sempat dia bantu, kemudian masuk serta dibahas khusus di acara Kick Andy.

Pencapaian tertinggi DapurTulis ketika diberikan kepercayaan pemerintah menangani yang namanya Annual Report ASEAN Secretariat, yang kemudian digunakan dalam pertemuan ASEAN Summit 2011 di Bali oleh Presiden Amerika, Barack Obama.

Berkat usaha jasa penulisan dirinya sekarang membangun rumah kantor di Depok, Jawa Barat. Menurutnya itu senilai nilai usahanya selama setahun setengah saja. Tetapi perlu ditekankan, namanya usaha berbasis kreatifitas sukar dihitung nominal. "Sebab, bisnis berbasis kreatifitas tidak ada patokan harganya," tuturnya.

Agar omzet tetap, Agoeng memilih menyasar LSM dan yayasan, disinalah pasar dianggapnya banyak serta itu memiliki nilai sosial. Sekarang tim DapurTulis aktif membagikan ilmu menulis, secara formal maupun lewat seminar, wujud lain yakni lewat lembaga pelatihan menulis.

Ia mengingkan orang semakin banyak paham soal nilai tulisan. Karya tulis merupakan mendidik, menjadi satu cara mewariskan ke anak cucu. "Bukan semata soal uang," tandasnya. Agoeng pun bersyukur karena pernah diphk, karena disanalah jiwa wirausahaanya menemukan tempat dan berkembang seperti sekarang.

Kunci sukses Agoeng, "...lakukan apa yang kita bisa semaksimal mungkin, pasti ada jalan."

Pengusaha Lebih Jago Urusan Seks di Ranjang

7 Alasan Daya Seksualitas Mereka Tinggi 



Sosok entrepreneur memiliki kepercayaan diri luar biasa. Dikutip dari situs Elitdaily.com, entrepreneur itu sebenarnya lebih seksi dibanding sosok profesional, seperti dokter, selebriti, misalnya. Mereka entrepreneur merupakan sosok lebih radikal mengolah impian mereka. 

Mereka juga bisa kombinasi menakutkan pengambil resiko -menggabungkan pionir dan kreatif original- itu sangat langka. Mereka juga mampu merubah fantasi terdalam mereka menjadi kenyataan.

Dan meski mungkin pandangan kita berbeda tentang kata "seksi", kita tidak bisa menolak mereka "langka" yang juga berarti "seksi".

Itu tidak semudah atau kosong berbicara sekedar kebabasan finansial. Mereka entrepreneur bukan cuma satu permainan tentang uang saja. Tetapi karena rasa kekaguman kita bahwa mereka mampu membawa nilai lebih jauh. Semuanya adalah bahwa uang tidak seberapa, tetapi nilai visioner merupakan hal termahal milik mereka.

Intinya kamu berhubungan dengan pengusaha bukan soal uang. Pandanglah jauh, mereka memiliki visi yang menggerakan mereka dari bawah seperti penari dan aktor. Mereka seksi langka diantara sosok pria atau wanita lain yang pernah kamu temui.

Itulah kenapa Elit Daily menyimpulkan bahwa pengusaha jago urusan ranjang. Berikut tujuh poin penjelasan lebih lanjut apa yang kita bahas diatas.

1. Mereka adalah pengambil keputusan terbesar

Pengusaha atau entrepreneur merupakan pengambil resiko keras. Mereka keras kepala membangun bisnis, juga menginvestasikan pemikiran mereka yang meluap dan memiliki kepercayaan diri asli tentang visi yang jadi kekuatan mereka.

Menemukan sesuatu yang biasa didepan kamu hal biasa. Bayangkan diri kamu bersama mereka yang tidak monoton, tidak bercinta di tempat sama, waktu yang sama, malam demi malam. Akan ada perasaan hebat ketika sosok didepan kamu memiliki hidup menakjubkan memiliki seksual menggebu dan berbahaya.

Helo, pengusaha adalah sosok tanpa beban, mereka adalah orang sukses mengendalikan diri mereka dan juga keuangan mereka -pengusaha sejati tau kapan mereka berhenti sejenak.

Seks merupakan hal tentang menggabungkan rasa kejut dan merinding sebanyak mungkin. Itu sudah sangat mengakar dalam diri pengusaha. Maka pengusaha akan memberikan kamu pengalaman seksualitas yang juga menembus batasan diri mereka sendiri.

Bayangkan seksi di ruang konfrensi, tempat umum ataupun di kamar mandi -tidak ada tempat tidak cukup bagi pengusaha sejati.

2. Mereka ambisius dalam hidup juga di ranjang

Kamu harus benar- benar ambisius agar selamat hidup dalam entrepreneurship. Akan sangat sulit jika hidup dalam ketidak pastian butuh tenaga dan akar menguat -mengakar bahwa kamu percaya kamu bisa. Satu hal buruk tidak akan cukup menjatuhkan pengusaha di tengah jalan.

Maka sifat ini, ambisi yang tidak terbendung, yang meliar dalam ketatanya kompetisi maka akan diadaptasi di kehidupa seksual.

Etik kerja baik dibawa sampai ke urusan ranjang. Tidak ada yang menghentikan bahkan ketika jam itu mulai menunjukan waktunya malam, dan dia akan bangun sangat pagi besok. Pokoknya sampai ia mencapai titik klimak tertinggi, seks menyenangkan, pengusaha akan tetap berlanjut melanjutkan. Mereka menjadi bintang seksual.

3. Mereka tidak takut meminta apa yang mereka inginkan

Sangat sulit mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan di dunia yang kejam, dingin, serta berputa liar, maka adalah pengusaha merupakan seseorang yang berterus terang.

Pengusaha sadar kita hidup sendiri di kehidupan, dan tidak satupun akan memberikan semua keinginan kamu di tangan kamu. Pengusaha punya keberanian "memaksa" keinginan mereka. "SAYA MAU INI. BISAKAH KAMU BERIKAN ITU KE SAYA".

Banyak orang terlalu malu meminta, terlalu khawatir dan terlalu harga diri soal meminta sesuatu, maka jadilah hidup mereka dalam ketidak kepuasan. Perasaan tidak mampu menerima kepahitan kehidupan sepanjang hidup merupakan hal tidak seksi. Itu sangat menjauhkan ke sifat erotisme seksual.

Seorang pengusaha akan mengatakan apa yang mereka akan lakukan agar membuat pasangannya menjadi bersemangat bercinta.

"Saya tidak tahu tentang anda, tapi bagi saya sendiri, seks adalah aktivitas kolaboratif. Saya mendapatkan bersemangat tentang prospek mengubah anda horny seperti yang anda lakukan balik ke saya jadi horny. Ini sangat menakjubkan , contoh utama dari kerja sama tim membuat pekerjaan impian," tulis Zara Barrie.

4. Mereka menikmati proses seperti halnya hasil

Mereka mulai dari menemukan bisnis, menjadi CEO sendirian dan memiliki daya kreatifitas yang tinggi dalam dunia bisnis panjang, melelahkan, dan sangat tidak bisa ditolak mendorong kamu keluar. Kesuksesan mereka sangat jarang terjadi dalam semalam.

Pengusaha harus mengikuti alur perjalanan, menikmati proses, menikmati proses mencintainya sama halnya mereka mencintai hasilnya.

Maka itu akan tercermin dalam seks. Itu tidak cepat, tidak berarti, bukan perjalanan tanpa emosi mencapai apa itu klimaks seksual ketika kamu berhubungan dengan pengusaha.

Seorang pengusaha atau entrepreneur akan meluangkan waktu terbaik menelusuri keindahan bak kuil setiap sisi tubuh pasangannya, mendekati dan menikmati jalan panjang seksualitas.

5. Mereka memancarkan rasa percaya diri yang melekat

Itu sangat absolut, akan jatuh rasanya bercinta dengan orang yang tidak percaya diri. Sama halnya tidak rasa tidak mungkin rasanya dengan ambisi tak tertahankan, keberanian, dan daya dorong entrepreneurship jika pengusaha tanpa rasa percaya diri.

Itu bukan masalah bagaimana fisik kamu atau juga six pack kamu bentuk; percaya diri adalah daya rangsang tidak terelakan.

Kepercayaan diri sejati mampu memberikan daya tarik dimanapun, istilahnya kamu tanpa ragu membuka baju (dalam arti positif) karena terangsang oleh daya pikatnya (pengusaha) karena daya kepercayaan diri terpancar sangat menyegarkan seksi.

6. Mereka rela meninggalkan agenda mereka

Pengusaha sangat adaptif soal perubahan pasar dan tumbuh dengan segala model bisnis. Pengusaha bukanlah anak kecil keras kepala, memiliki formula bagaiman cara kamu mencapai kesuksesan- ketika itu tidak lagi berhasil.

Pengusaha sukses punya paham bahwa meski menenangkan punya rencana, tetapi seorang pengusaha mau saja untuk merubah rencana menyesuaikan ritme di dunia tidak terprediksi ini.

Maka sama halnya soal seks. Pengusaha harus mau meninggalkan ide bagaimana jalan dimana jalan menuju seks terbaik, dan bukanya, menyerah dalam tekanan, momentum panas menekan.

7. Pengusaha tau bagaimana mengendalikan situasi

Entrepreneur merupakan pemimpin, bukan sekedar pengikut. Mereka ditakdirkan memimpin keabu- abuan, tempat kerja tanpa karakter dari nilai 9 sampai 5.

Mereka lapar akan independensi diri -tanpa masalah mengambil isu tentang memerintah atau bahkan menjadi sosok besar, bos "jahat".

Bagaimana orang seksi tidak khawatir akan kekuatan dirinya? Di dunia dimana kita menunjukan usaha kita ke banyak orang -mulai tampang, karir, keluarga, teman- itu sama sekali tidak fucking SEKSI untuk orang yang orang lain mengontrol hidupnya kan?

Pembuat Minatur Harley Dari Jam Bekas

Pengusaha Dewantoro Setyo Purnomo 



Dengan telaten jari- jari Wawan merakit karya seni. Ia merubah tumpukan jam bekas jadi lebih bermakna. Pemuda 21 tahun tersebut lantas menjual karyanya. Siapa sangka, mesin bekas jam tangan dapat diubah jadi Harley Davidson. Berawal sekedar iseng kini bisnisnya mampu menghasilkan jutaan rupiah.

Satu Harley Davidson dijual antara harga Rp.200 ribu sampai Rp.500 ribu. Berawal dari keisengan melihat jam arloji sang kakak yang rusak. Dalam benak pria bernama lengkap Dewantoro Setyo Purnomo ini sayang kalau diperbaiki. "Daripada servis mahal saya buat karya seni," jelasnya singkat.

Akhirnya jadilah miniatur Harley Davidson. Soal penjualan memanfaatkan banyak media. Seperti sosi media untuk menggaet pelanggan. Faktanya berhasil menjual sampai kelur Jawa, seperti Pulau Kalimantan dan juga Bali. Seiring waktu keisengan tersebut menjadi hasrat untuk menjual lebih banyak.

Bahkan hasil karyanya menghasilkan uang buat kuliah. Kendati demikian proses pembuatan yang susah jadi halangan tersendiri.

Pantang menyerah


Awal berbisnis barang karyanya belum diapresiasi. Sambil berjalan jemari Wawan semakin lihat merangkai jam bekas. Maka ketika dia sudah jago, pesanan mengalir sendiri sampai memasan aneka minatur lain selain Harley Davidson. Kebanyakan mereka memasan spesifik khusus seperti mobil, motor jenis lain, dll.

Konsistensi Wawan memang patut diacungi jempol. Dia tidak tergoda menekuni bisnis lain. Masa sulit diawal bisnis dianggap proses biasa. "Pasti ada masa sulit... asal kita konsisten aja dengan apa yang kita kerjakan," Wawan memberi semangat.

Soal bahan baku didapatkan dari pasar loak. Untuk lem dan bentuk dipelajari lebih dahulu hingga dia mampu menemukan. Wawan mengaku membutuhkan 2 jam sampai 5 jam mengerjakan satu miniatur Harley. Kalau bahan baku tidak ada maka dia siap berburu arloji bekas kemanapun.

Mulai dari mengoleksi jam tangan lantas mendaur ulang jam tangan. Namun sayangnya, ternyata tidak semua jam tangan dapat dirakit menjadi miniatur. Maka ketika ia mencoba jam tangan lalu, hasilnya tidak bisa jadi miniatur.

"Saya awalnya tidak tahu untuk apa jam- jam yang sudah mati ini," utas Wawan kembali.

Alumin Hukum Universitas Brawijaya ini memang pantang menyerah. Dalam sehari menggunakan bahan jam tangan Seiko tiga buah, dan dua jam tangan buatan Tingkok, hanya untuk satu David Harley Davidson. Lalu ketika sudah selesai tinggal diupload ke Facebook.

Nah ketika banyak yang nge- lika maka banyak pembeli. Ia yakin menekuini bisnis minatur tersebut. Sebagai pembeli pertama mereka kakak kelas Wawan di Jurusan Hukum. Mereka tertarik karena karya Wawan itu unik, langka, dan dikerjakan semirip mungkin.

Ruang pameran


Pria Kediri ini melanjutkan kisahnya kepada pewarta Surya Malang. Bisnis miniatur miliknya pasang surut, ia ingat pada awal berbisnis sempat menjual laptop miliknya. Padahal, kamu perlu tau nih data kuliah miliknya masih didalam.

"Ya, rela saja (menjual laptop). Sekalian mengisi waktu liburan," ujarnya lagi.

Uang tersebut lantas dibelikan banyak jam bekas. Jam bekas tersebut dibeli di Pasar Combrongan. Semua itu agar bisa memenuhi pesanan yang semakin banyak. Pembeli datang dari Bali, Surabaya, Bontang sampai Jakarta.

Kegiatan baru tersebut sangat didukung oleh pemilik tempatnya tinggal. Iwan, memperkenankan Wawan bisa menggunakan ruang tamu sebagai studio. Ditempat itulah pulalah dia menyimpan ribuan jam tangan bekas koleksi miliknya.

Tempat tersebut juga memajang aneka miniatur mulai Ducati Monster, Harley Davidson Street, atau Harley Davidson Iron.

Variasi produk serta tingkat kesukaran mempengaruhi harga jual. Tetapi tidak sampai menembus jutaan sih. Kebanyakan dijual dijadikan koleksi oleh pecinta motor gede. Hidup mandiri sekarang Wawan sudah bisa mengantongi penjualan Rp.1 juta per- bulan. Uang tersebut digunakan untuk menebus laptop yang digadai.

Ia sendiri tidak menyangkan bahwa produknya akan mendapat apresiasi. "Soalnya saya cuma iseng," celetuk Wawan.

Anak Penjual Kue Kini Juragan Kue Nasional

Profil Pengusaha Nurisana Tungga Dewi



 Waktu SMP sudah terbiasa membuat kue sendiri. Nurisana Tungga Dewi memang senang dunia memasak. Ia mencontoh ibunya yang juga pengusaha kue. Belajar semenjak kecil sentuhan tangan Ery, begitu dia biasa dipanggil, menggugah selera. Bahkan kabarnya nih, Ery berhasil mensuplai aneka kue di pagelaran olahraga PON.

Kue pertama dalam ingatanya ialah lapis legit. Hobi terus ditekuni ketika masuk sekolah menengah. Maka ia memilih berbisnis kue dibanding sibuk mencari pekerjaan. Disaat memasuki kuliah, bahkan dia sudah siap menjajakan aneka kue buatan sendiri. Tanpa malu wanita asal Muara Enim, Sumatra Utara ini, tidak pernah malu.

"Waktu SMP, saya sudah bisa bikin kue dan memanggang lapis legit," jelas Ery. Begitu lulus kuliah jurusan ekonomi pun tidak langsung bekerja. Dia memilih melanjutkan usaha sang Ibu sejak 1993. Sarjana ekonomi ini sama sekali tidak pernah menyentuh surat lamaran pekerjaan.

Tidak pernah terpikir menjadi pegawai sebutnya. Tidak bermimpi menjadi pegawai kantoran, malah sukses membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.

"Itu (membuka lapangan pekerjaan) yang membuat saya berbisnis," aku Ery. Keputusan berbisnis bukan lah tanpa masalah tetapi tidak salah. Berkat bekerja sesuai passion, melalui hobi membikin kue sejak kecil rasa itu mengalir memenuhi mulut pembeli.

Usaha tersebut berkembang pesat bernama Ery Cake. Dari kue tradisional, bahkan kue modern mampu dia buat dan rasanya enak, sebut saja risoles, lemper isi, roti sobek, roti cokelat keju, bahkan juga menyediakan kue ulang tahun. Semua dibabatnya, cuma seharga murah antara Rp.2000 hingga belasan ribu rupiah.

Usaha sederhana


Pada dasarnya menjadi pengusah memang mimpinya. Hanya saja, dia tidak pernah memikirkan tentang uang, tidak terbayang akan menghasilkan ratusan juta. Usaha yang dirintis oleh sang ibu, berjalan sangat "smooth" sejak tahun 1993. Tanpa masalah berarti tetapi menarik disimak perjalanan karirnya.

Ia modal bisnis Rp.100 ribu. Uang tersebut dibelikan oven baru, membeli beberapa peralatan kue. Setelah ia membuat kue akan dititipkan ke tukang sayur yang keliling komplek perumahan. Kue sederhana yang dijual Rp.150 laris manis menjadi idaman. Sukses perkomplek, dia menyasar sekolah, dimulai TK sampai SMA dimasuki.

Untuk mendukung brand awareness maka dia mengikuti pameran. Aneka bazar dilaluinya agar mengenalkan produk Ery Cake. Sukses orderan makin banyak setelah aktif mengikuti kegiatan semacam ini. Sayangnya, tidak semua mulus, tetapi dia tetap berusaha dan berhasil mengatasi masalah kembali ke jalan semula.

Hal utama menjadi masalah ialah kualitas pegawai. Cerita tentang pegawai yang sudah pintar membuat kue lantas mengundurkan diri, sudah biasa. Mereka membuka usaha kue sendiri. Maka kerepotan mengajari dari awal menjadi rutinitas menjari pekerja.

Masalah lain ialah pasokan listrik. Di tempatnya sering terjadi pemadaman listrik oleh PT. Perusahaan Listrik Negara. Merasakan betul sering kali listrik padam. Dia kerepotan karena usaha dijalankan tergantung energi listrik. Tambahan, ia tidak pernah sekalipun terpikirkan menurunkan kualitas, seperti bahan baku murah agar hemat.

Ketika terjadi kenaikan tarif dasar listrik maka hanya satu solusi. Ery akan memilih mengurangi besaran kue dibanding mengurangi kualitas ataupun menaikan harga. Kunci sukses kue ialah layanan serta kualitas yang tetap baik agar pelanggan tetap setia.

Kue dijual Rp.2000 sampai ratusan ribu. Pernah juga Ery membuat kue ulang tahun seharga Rp.1,5 juta. Semua berkat kegigihan menjadi pelopor kue modern di Palembang. Setiap harinya mampu membuat 10 kilogram roti serta 1.5000 aneka kue ke penjual toko. Setiap hari sudah menerima pesanan kue ulang tahun atau kue kotak.

Selalu invoatif


Guna meningkatkan dan mempertahankan keberlangsungan usaha; aneka variasi ditawarkan oleh Ery Cake. Dia sendiri meski sudah jago biki kue tetap belajar. Ery tetap mengikuti aneka pelatihan pembuatan kue. Dia menarget resep- resep baru untuk diolah. Istilahnya semakin variatif maka akan semakin bertahan dari para pesaing.

Dia pernah mengikuti pelatihan Koki Lin di Bandung. "...dan Yongki Gunawan," tambahnya. Ia lakukan itu semua ditengah- tengah kesibukan menerima pesanan. Jika selesai membuat kue lalu dipajang rapi di etalase toko, maka ia akan segera berangkat mengikuti pelatihan.

Membuat kue mulai pukul 03:00 WIB, kemudian dipasang di etalase pukul 06:00 WIB. "Pukul 07:00, saya mulai mengikuti kelas masak," terang Ery.

Walaupun lelah tetap dilakukan dengan senang hati. Meski begitu sekarang- sekarang ini, ia mengaku mulai kerepotan mengurusi bisnis, jadi tidak sesering dulu mengikuti kursus. Kursus berkesa ialah ketika ia mengikuti kursus pakar pastri asal Malaysia, Eugene Wong Chyi Yew di Jakarta.

Datang langsung meminta diajari pembuatan kue. Dia menjelaskan kue dipelajari waktu itu adalah membuat keu mangkuk (cupcake). Selain cupcake juga membuat tiramisu khas Itali atau kue modern lain. Semuanya untuk memberikan variasi agar tidak jenuh. Kue tiramisu sendiri menjadi hidangan andalan di kue tokonya.

Meski enak, perlu kamu ingat kue modern semacam tiramisu dibutuhkan perbaikan. Tidak semua bahan itu cocok di lidah orang Indonesia. Ambil contoh: Ia merubah keju mascarpone menjadi cream cheese. Semua kue merupakan hasil kreasi sendiri bukan meniru saja. "Setelah saya coba rasanya lebih enak," jelas Ery.

Sudah mahir membuat kue tidak pelit berbagi ilmu. Dia aktif menampung 10 anak SMK 6 Palembang untuk diajarkan membuat kue setiap tahun. Mereka diajarkan cara membuat kue, mulai memilih bahan, membuat kuenya, teknik penyiapan setelah matang. Dan program magang tersebut sudah berjalan selama 10 tahunan.

Kelak ia berkeinginan membuat baking center di rumah sebagai tempat pelatihan boga. Juga sudah termasuk mimpi menambah jumlah toko cabang baru. Dia ingin tetap eksis mewariskan ilmunya apalagi jumlah pesaing kian bertambah.

Berbagai kesempatan membuktikan kesuksesan Ery. Mulai pesanan Universitas Sriwijaya untuk berbagai acara. Disana mennghasilkan omzet Rp.100 juta per- bulan, apalagi kalau ada acara. Pencapaian terbesar mungkin pesanan dari SEA Games. Ajang olah raga masyarakat Asia Tenggara itu memesan 2.500 kue per- hari.

Untuk PON di Palembang, Ery membuat 2000 kotak kue per- hari. Keuntungan diperoleh pastilah besar, namun dirinya enggan menyebut nominalnya. Ia hanya memberikan gambaran bagaimana rumahnya dijaga 40 tentara membuat merinding. Hal lain, dia pernah mendapatkan pesanan dari Megawati ketika berkunjung ke Palembang.

Waktu itu, Megawati masih Presiden RI, jadilah rumahnya tidak dijaga tentara tetapi paspampres. Sungguh pengalaman luar biasa.