Biografi Pengusaha Wahyu Aditya Yang Hobi Menggambar

BiografiPengusaha.com - Setiap orang tentu memiliki aktifitas yang ia senangi yang disebut denga hobi. Bagi Wahyu Aditya kegiatan yang paling menyenangkan adalah mencoret-coret pada kertas sehingga menjadi gambar yang menarik. Ia bahkan lebih menyukai menggambar dibandingkan pelajaran matematika bahkan ia tak mau masuk jurusan yang ada pelajaran tersebut.

Akhirnya pun hobinya itu bisa mengantarkan Wahyu mencapai keberhasilan dalam hidupnya. Dia mendirikan perusahaan dengan hobi menggambarnya itu. Pria kelahiran 1980 pada 4 Maret ini terinspirasi dari tayangan “Gemar Menggambar” di TVRI. Hobi itu menjadikan ia sebagai ahli pada desain grafis serta animasi di tanah air. Ia menjadi incaran para perusahaan besar untuk menggarap iklan mereka.

Langkah awal yang menjadikan Wahyu seperti ini adalah prestasi juara dari International Young Screen Entrepreneur of the Year 2007. Kegiatan tersebut diadakan di Apollo Theatre West End London oleh British Council. Di usia muda, 27 tahun itu ia mendirikan sekolah film HelloMotion serta menjadi salah satu pemrakarsa dari festival ilm Hellofest dengan keberhasilan 10 ribuan penonton.

Indonesia termasuk negara yang mengalami keterbatasan animasi kreatif namun itu bukan menjadi halangan Wahyu. Ia bisa menciptakan pasar sendiri dan tidak sia-sia, ia pernah menangani beberapa brand komersial seperti PLN, Pertamina, Bushway, Jakarta Internasional Film Festival (JIFFEST), serta Kampanye Pemilu. Semua berbagai prestasi itu didapatkan Wahyu sejak kegemarannya menggambar pada kelas 1 di SD Cor Jesu 1 Malang.

Di usia itu, ia mendapatkan juara pada lomba menggambar dan ia mulai sering mengirimkan gambarnya ke “Gemar Menggambar”. Tetapi sayang, gambarnya tidak pernah terpilih supaya ditayangkan. Bakatnya pun semakin terlihat dengan keseringan Wahyu mengisi buku tulis dengan gambar. Bahkan ia pun memilih membeli kertas dibandingkan mainan.

Hal in terus berlanjut ke tingkat menengah pertama dan menengah atas. Di SMP ia mendapatkan kepercayaan untuk mengisi rubrik keadaan sekolah khusus pada majalah sekolah. Sedangkan di SMA, Wahyu menjadi siswa pertama yang diizinkan untuk mencoret dinding sekolah. Buku pelajarannya pun menjadi korban hobinya itu.

Buku pelajaran diubahnya menjadi strip komis. Temannya pun mengaku banyak yang terhibur dengan karya Wahyu. Putra kedua dari pasangan Sanarto Santoso dan Tri Astuti inipun memilih melanjutkan sekolah di Advanced Diploma of Interactive Multimedia – KvB Institut of Tech, Sydney Australia. Prestasi pun terus berlanjut saat kuliah yang ia toreh dengan menggambar.

Liburan kuliah digunakannya untuk magang di beberapa tempat yang bisa ia manfaatkan dalam mengeksplor hobinya itu. Dari tempat sablonan kemudian di Broadcast Desain Indonesia pada kawasan Jakarta Selatan. Setelah kuliah ia mulai dengan menjadi desainer kreatif di Trans TV pada 2000-2002. Namun ia tidak puas, lalu ia mendirikan sekolah animasi HelloMotion Inc, School of Animation and Cinema. Wahyu menginginkan bahwa warga Indonesia tidak perlu keluar negeri untuk belajar animasi.

Profil Lengkap Wahyu Aditya

Nama Lengkap : Wahyu Aditya
Profesi : Seniman
Agama : Islam
Tempat Lahir : Malang
Tanggal Lahir : Selasa, 4 Maret 1980
Zodiac : Pisces
Warga Negara : Indonesia

PENDIDIKAN

  • KvB Institute of Technology , Sydney Australia
  • SMA Negeri 3 Malang

KARIR

  • Comic Artist Freelancer, Sydney, 1998-1999 
  • Creative Director, Adikarna Visual Propaganda, Malang, 1999-2000
  • Creative Designer & Animator, Trans TV, Jakarta, 2000-2002
  • Founder, Director, Creative Director, DemiKamu Creativeworks, Jakarta, 2002-2004
  • Founder, Principal, Creative Director, Hello;Motion Inc., Jakarta, sejak 2004
  • Foreign Affair, AINAKI/ Indonesia Animation Industry Association, sejak 2004
  • Wakil Presiden, ASIFA/ Animation Association, Indonesia Branch, sejak 2004
  • Pembicara Seminar, sejak 2002

PENGHARGAAN

  • Lulusan Terbaik, KvB Institute of Tech, Major Interactive Multimedia, 2000
  • Animasi Terbaik, Indonesia's Comic & Animation Festival, 2000
  • Animasi Terbaik, Indonesia's Independent Video & Film Festival, 2000
  • Best Video Clip of The Month, Video Music Indonesia, 2002
  • People Choice Award, Video Music Indonesia, 2002
  • Best Short Movie, Jakarta International Film Festival, 2004
  • Finalist Short Shorts Film Festival, Tokyo, Jepang, 2004
  • Finalist Asiana Film Festival, Korea Selatan, 2005
  • Pemenang 8 Awards in Indonesia Animation Festival, 2005
  • Best Concept for Future Film, Jakarta International Film Festival & Hubert Bals Foundation, 2005
  • Best 3, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Indonesia, 2006
  • Scholarship, Animation & Cinema Industry by AOTS, Jepang, 2006
  • Special Achievement Award, FAN / National Animation Festival, 2007
  • Finalis British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Design Category, Indonesia, 2007
  • Pemenang British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Film Category, Indonesia, 2007
  • World Winner of British Council, International Young Creative Entrepreneur of The Year, Film Category, 2007
  • Australian Alumni Award, Finalist Creativity & Design Award, 2008
Demikian biografi Wahyu Aditya orang sukses Indonesia dengan keahlian seni yang dimilikiya. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mempelajari kisah perjalanan Wahyu Aditya.

4 Pelajaran Marketing dari Marketing Jenius DJ Khaled

Artikel Bisnis Pelajaran Marketing



Snapchat lagi ngetrend terutama bagi marketer membangun brand. Pelajar marketing berikut ini merupakan pelajaran dari selebriti DJ Khaled -seorang produser recording Amerika, host radio, DJ, dan label recod. Ia memilih menggunakan Snapchat agar lebih dekat dengan fans, membangun brand, serta menunjukan jati diri.

Ia menunjukan bagaimana merubah pola pikir haters. Bagaimana menggaet penggemar baru lewat segala dia soroti di apalikasi ini.

Tentu ada pelajar dapat diambil. Dia adalah marketer bagaimana membangun brand. Sebuah pelajaran yang diulik oleh Chirag Kulkarni, Co- Founder dan CEO Insightfully, melalui Inc.com. Ada empat hal bisa kamu pelajari dari cara marketing DJ Khaled. Bagaimana dia membangun brand besar lewat aplikasi Snapchat.

1. Kuasai satu media

Pernah kah kamu bertanya entrepreneur, murid, ataupun remaja siapa orang paling mereka favoritkan ikuti di Snapchat?

Maka DJ Khaled mendominasi hal tersebut. Dia menggaet segala kalangan lewat Snapchat, bahkan segala akan entrepreneurship. Jika kamu melihat sosial media lainnya, kamu tidak akan melihat selengkap Snapchat DJ Khaled.

Faktanya bahwa banyak teman mengajak dia agar bangun dan segera menulis hal baru untuk inspirasi setiap hari.

2. Jaga pesannya konsisten

Hal kesalahan dari seorang marketer lewat sosial media adalah merubah pesannya kesehari- hari.

Ketika orang berpikir tentang DJ Khaled maka pesanan topiknya adalah soal "we the best" ataupun soal hal- hal berhubungan dengan Hip- Hop yang dia produseri. Apakah mungkin dia akan merubah pembicaraan jadi musik lainnya? Mungkin tetapi dia tidak melakukannya, orang tidak akan tahu brand apa yang diangkatnya.

Seperti kamu harus memarketing diri kamu maka bicaralah satu bahasa, konsisten. Janganlah coba berbicara tentang sosial media sekarang dan billboard selanjutnya. Tetaplah konsisten, macam DJ Khaled.

3. Menjaga kata kunci atribut dan sinyal spesifik akan brand

Ketika Chirag pertama kali mendengar tentang DJ Khaled, mengikuti Snapchat -nya, maka ia menyadari hal banyak kata- kata memiliki kata kunci bertautan kuat, seperti "Kunci kehidupan", "Terberkahi", dan "Ayo kita lihat apa untuk makan pagi."

4. Tunjukan sisi sebenarnya kamu

Menunjukan diri kamu sebenarnya adalah karakeristik yang orang tidak banyak tunjukan. Utamanya seperti apa sih kehidupan entrepreneur, sekaligus selebriti, rapper, penghibur kesehariannya. 

DJ Khaled selalu aktif memposting sarapan dengan putih telur, sosis, dan air putih, ditambah status yang bulat utuh, kamu akan melihat dia bekerja keras untuk menulis yang memotivasi kita lebih bekerja keras. Paling baik dari seorang DJ Khaled ialah dia tidak lupa berkomunikasi dengan fansnya.

Marketing Sederhana Paling Ampuh Jualan Camilan

Profil Pengusaha Sukses Farida



Menjadi karyawan sewasta tidak menjamin hidup. Itulah kiranya dirasakan seorang wanita bernama Farida, warga Medan, kelahiran 17 Maret 1978 yang memilih wirausaha. Dulu dia pernah bekerja sebagai pegawai di sebuah hotel. Lantas ia memilih mengundurkan diri dan mulai berjualan aneka cemilan.

Usaha bermodal Rp.120 ribu, ya, pengusaha berhijab ini memang terlihat modal nekat. Tetapi dia sadar akan kemampuannya mengolah masakan. Maka sejak 2011 dimulailah perjalanan Farida berbisnis cemilan. Soal memasak bersyukur dia sempat bekerja di dapur meski pekerjaan utamanya di purchasing.

Alasan utama keluar dari pekerjaan hotel karena pendapatan tidak tetap. Jam kerja juga sangat menguras tenaga hingga sampai larut malam. "Kok sepertinya begini- begini saja ya, lama- lama makin jenuh," kenang Farida.

Berhenti bekerja di hotel, dia langsung tancap gas memulai usaha. Meski minim modal tetap itu dikerjakan ia penuh semangat. Anak ketiga dari empat bersaudara membobol uang tabungan seadanya. Usaha pertama ia cuma membuat dua jenis camilan, yaitu kue bawang original dan jagung. 

Selesai dia langsung menjajakan langsung dari pintu ke pintu. Pertama menjual, Farida menjelaskan dia jual di kawasan Lapangan Merdeka. "Alhamdulillah, waktu itu saya mendapatkan hasil Rp.290.000," kenang dia lagi. Dia menyebutkan untung dia dapat sampai dua kali lipat! Waktu itu langsung uang diputar kembali jadi modal.

Sukses tidak cuma dibeli tetapi mendapat pesanan acara tertentu. Juga merambah pesanan kantor ataupun dari instansi pemerintah.

Inovasi bisnis


Total delapan jenis cemilan lantas dikembangkan Farida. Tentu itu belum cukup, dalam perjalanannya usaha yang bernama Savira ini terus berkembang. Ada delapan kue: Kue bawang ubi ungu, kue bawang wortel, kue bawang kentang, kue bawang labu, kue mercu, kue ketawa, peyek teri, peyek kacang tanah, dan peyek kacang hijau.

Termasuk abon nangka khas buatan Farida. Harga bervariasi dari Rp.45 ribu sampai Rp.75.000 per- kg. Ia menjelaskan awalnya melihat produk orang lain. Namun, dia tidak meniru malah memperbaikinya lewat gaya olahan sendiri.

"Alhamdulillah, lama- lama produk saya bisa diterima di pasaran," ujarnya. Mungkin karena latar pendidikan SMK membuatnya selalu inovatif dan berani.

Usaha dijalankan Farida tidak mulus. Faktanya ada masa jatuh bangun termasuk ketika memasarkan. Coba kamu bayangkan dia membawa bungkusan cemilan banyak, dan dia harus berjalan kaki dan tak jarang dia malah diusir keamanan. Hal tesebut tidak membuat Farida patah semangat loh.

Kegigihan ditunjukan olehnya tanpa memiliki toko sendiri. Semakin banyak olahan camilah ditunjukan Savira menggugah selera. Total produksi perhari mencapai 1kg sampai 3kg, naik sampai 400 hingga 450kg per- bulan atau 100kg per- hari. Untuk kemasan lebih baik hingga lebih berwarna menarik perhatian.

Pemasaran sudah mencapai pasar retail. Sudah masuk ke supermarket, minimarket, plaza, dan kedai kue. Ia bersemangat karena didukung Dinas Koperasi Provinsi, Disnaker Medan, Diskop Deliserdang, Cikal USU, pernah membantunya soal permodalan. Kini, Farida sudah memiliki toko sendiri, seperi cita- citanya awal.

Ia masih menjual door-to-door. Dan perputaran uang disebutnya sangat cepat dibanding menunggu pembeli datang. Resiko barang sisa pun lebih minimal dibanding cuma nongkrong di toko. Ditemui oleh pewarta MedanBisnis, tokonya Jl. Citarum VII, Medan Krio Kab. Deli Serdang, ia tampak bersemangat menata camilan.

Ia mengisahkan pernah sekali salah sasaran. Pernah nyasar masuk ke Dinas Koperasi, eh, ia malah diajak buat mengikuti pameran di PRSU. Terus cara marketing sederhana tersebut dilakukan mulai kantor, pasar, ataupun sarana publik. "Enaknya promosi langsung sama orang," tuturnya.

Terus berbisnis


Banyak feedback didapatkan ketika berjualan keliling. Farida tanpa sungkan mengajak bicara pembeli. Dia menanyakan selera mereka serta apa kekurangan dalam produknya. Bertemu konsumen banyak masukan ia terima. Inovasi pun mengikuti selera pasar namun tetap mengedepankan inovasi.

Dirintis 6 tahun silam, usahanya telah beromzet Rp.10 juta per- bulan. Margin untung Farida mengaku bisa mencapai 30% hingga 40%. Susahnya berjualan door- to- door ialah ketika dia disangka pedagang asongan. Dicemooh calon pembeli seperti pedagang asongan sudah menjadi makanan sehari- hari.

Tetap dia tidak mau merubah gaya berjualannya. Agar pelanggan percaya tidak lupa dibawa taster, agar para pelanggan langsung mencoba di tempat. Kalau sudah tau rasanya maka orang tidak lagi akan mencemooh Farida lagi. "Enak jualannya kayak kacang goreng. Tapi, capek pasti," paparnya.

Kalau ada acara besar keagamaan usahanya meledak. Seperti 2013, ia menyebut angka produksinya sudah naik sampai 300kg camilan dalam dua minggu. Meski sudah laris manis, Farida kekeh tidak menaikan harga jualan aneka camilan Savira.

Sukses aneka camilan, Savira mulai melirik olahan abon, tidak sekedar abon tetapi abon nangka. Untuk satu hal ini tidak membutuhkan modal yang besar. Ia menyebut Rp.140 ribu sudah menghasilkan abon nangka.

Ia mewujudkan visinya menciptakan abon berbahan nabati. Waktu itu Farida kepikiran nangka juga karena tidak sengaja. Awalnya dia berencana memakai jantung pisang. Ketika dia mencari, eh, malah dia ketemu nangka. Mencari malah menemukan nangka lagi. Begitu seterusnya itu hingga seperti jadi tanda dari langit.

Keinginan membuat abon nabati karena dirasa belum ada. Farida lantas mencari tau lagi agar meyakinkan. Ia menemukan di internet bahwa baru di Pula Jawa ada abon nangka. Kenapa tidak membuat berbahan buah atau sayuran inilah ide bisnisnya.

Agar beda dari abon nangka Jawa, maka Farida menambahkan ikan teri khas Medan. Itu dipelajari Farida secara otodidak melalui serangkaian percobaan. Baru satu pekan diluncurkan, respon masyarakat ternyata sangat baik. Cara membuatnya mudah seperti abon biasa, "dikeringkan, dan ditumis kering dan kemudian digoreng.

Dalam seminggu sejak peluncuran, yang sebelumnya produksi 4kg bahan baku naik 5kg. Harga jualpun dia patok seharga Rp.12.000. Untuk marketing masih sama yaitu jemput bola atau door- to- door. Dia optimis apalagi menjelang musim lebaran. "Karena bisa dimakan sama lontong," tuturnya.

Biografi Pengusaha Rachmat Gobel Sosok Direktur Panasonic Gobel Group

Biografi Pengusaha Sukses - Nama Rachmat Gobel sudah sering terdengar di industry hiburan Tanah Air. Rachmat Gobel lahir di Jakarta 3 September 1962 dari pasangan Alm. Drs. H. Thayeb Mohammad Gobel dan Almh. Annie Nento Gobel. Saat ini Rachmat Gobel mendapatkan amanah dari Presiden Joko Widodo untuk menduduki jajaran menteri dalam pemerintahannya. Rachmat yang merupakan Direktur PT. Gobel International di tunjuk untuk menempati posisi menteri perdagangan. Jauh sebelum menjadi menteri Rachmat Gobel sudah disibukkan dalam menjalankan bisnis dari kelompok usaha Gobel.

Keberhasilan dalam memimpin sebuah perusahaan membuat Rachmat Gobel banyak menginspirasi orang sehingga terbit berbagai buku biografi tentangnya. Rachmat Gobel adalah suami dari Retno Damayanti, dari pernikahannya Ia dikarunia dua orang anak Nurfitria Sekarwillis Kusumawardhani dan Mohammad Arif Gobel. Ia merupakan keturunan nomor dua dari silsilah keluarga Gobel.

Garis keturunan sebagai pengusaha ulung didapatkannya dari keluarga ini sehingga Ia mampu memimpin dan memajukan bisnisnya. Karakternya yang tidak pernah putus asa membuat Rachmat mampu berdiri ditengah keterpurukan ketika usahanya sempat mengalami krisis ekonomi. Namanya semakin ramai di perbincangkan setelah keberhasilannya mengeluarkan bisnis dari krisis ekonomi.

Prestasi yang Ia raih juga tidak hanya di bidang ekonomi. Terbukti pada bidang akademikpun kemampuannya tidak dapat disepelekan. Rachmat Gobel juga dikenal berkat bakat dalam menggeluti bidang olah raga pencak silat. Setelah menjadi menteri perdagangan, Rachmat Gobel memberikan kemampuan maksimal untuk menjalankan amanah tersebut.

Pengusaha cendekiawan ini merupakan salah seorang yang berpengaruh dalam kemajuan Indonesia. Melalui statmentnya yang mengatakan bahwa departemen perhubungan akan lebih baik bila dipimpin oleh departemen perindustrian, membuat pandangan yang berbeda tentang bidang ini. Menurut Rachmat Gobel, apabila kedua department tersebut digabungkan maka aka nada efek yang lebih jelas berupa kemajuan Indonesia bertumpu pada sektor otomotif.

Rachmat Gobel pernah menuntut ilmu di beberapa universitas seperti di Universitas Chuo, Tokyo, Jepang Ia mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Perdaganan Internasional (1987) serta gelar Doktor Kehormatan (2014). Kemudian Ia juga menimba ilmu di Universitas Takushoku Jepang dan mendapatkan gelar Doktor Kehormatan (2002). Terakhir Ia pernah mengikuti On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, di Osaka Japan (1988/1989).

Dalam karirnya Rachmat Gobel merupakan orang yang mampu total dalam menjalankan berbagai jabatannya. Rachmat Gobel merupakan Direktur Utama di PT. Gobel International, Komisaris di PT. Panasonic Manufacturing Indonesia, Komisaris Utama pada PT. Panasonic Gobel Energy Indonesia, Komisaris Utama dari PT. Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia, Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Infrastruktur Kamar Dagang dan Industri Indonesia dan Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI). Tidak hanya beberapa jabatan diatas, Rachmat juga memiliki banyak jabatan lagi di berbagai bidang.

Profil Lengkap Rachmat Gobel

Nama Lengkap : Rahmat Gobel
Agama : Islam
Profesi : Pengusaha
Tempat Lahir : Jakarta
Tanggal Lahir : Senin, 3 September 1962
Alamat : Jalan Prof Supomo SH No 55 A, Tebet Barat, Jakarta 12810
Zodiac : Virgo
Warga Negara : Indonesia

PENDIDIKAN

  • Doktor Kehormatan dari Chuo University, Tokyo, Jepang (2014)
  • Doktor Kehormatan dari Takushoku University, Tokyo, Jepang (2002)
  • On-the-Job Training, Matsushita Electric Industrial Co., Ltd. Headquarters and Divisions, Osaka, Japan (1988/1989).
  • Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional, Chuo University, Tokyo, Jepang (1987).

KARIR

Jabatan dalam perusahaan :
  • 1994 – sekarang : Direktur Utama, PT. Gobel International (holding company Kelompok Usaha Gobel).
  • 2002 – sekarang : Komisaris, PT. Panasonic Manufacturing Indonesia (d/h PT. National Gobel),
  • 1993 – 2002 : Wakil Direktur Utama, PT. National Gobel,
  • 1991 – 1993 : Direktur Perencanaan, PT. National Gobel,
  • 1989 – 1991 : Assisten Direktur Utama, PT. National Gobel.
  • 2004 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Indonesia(d/h PT. National Panasonic Gobel),
  • 1993 - 2004 : Direktur Utama, PT. National Panasonic Gobel,
  • 1992 – 1993 : Wakil Direktur Utama, PT. National Panasonic Gobel.
  • 1998 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Energy Indonesia (d/h PT. Matsushita Gobel Battery Industry),
  • 1994 - 1998 : Direktur, PT. Matsushita Gobel Battery Industry.
  • 1994 - sekarang : Komisaris Utama, PT. Panasonic Gobel Eco Solutions Manufacturing Indonesia(d/h PT Matsushita Gobel Electric Works Manufacturing).
  • 1994 - sekarang : Komisaris Utama, PT Panasonic Gobel Eco Solutions Sales Indonesia(d/h PT Matsushita Denko Gobel).
  • 1995 - sekarang : Komisaris Utama, PT Panasonic Healthcare Indonesia (d/h PT Matsushita Kotobuki Electronic Industries Indonesia).
  • 2000 - sekarang : Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing,
  • 1999 - 2000 : Wakil Komisaris Utama, PT Nusantara Parkerizing.
  • 2002 - sekarang : Wakil Komisaris Utama, PT Parker Metal Treatment Indonesia.
  • 2013 – sekarang : Komisaris Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara,
  • 2006 – 2013 : Direktur Utama, PT. Gobel Dharma Nusantara.
  • 2004 - sekarang : Komisaris, PT. Smart, Tbk.
  • 2008 - sekarang : Komisaris, PT. Indosat, Tbk. (Agustus 2008, ditunjuk Qatar Telecomm (Qtel) sebagai mitra strategis, sekaligus mewakili kepentingan Qtel dalam jajaran Komisaris PT. Indosat, Tbk.).
  • 2014 – sekarang : Komisaris Utama, PT Visi Media Asia, Tbk.
Jabatan dalam organisasi :
  • 2014 - sekarang : Menteri Perdagangan Kabinet Kerja
  • 2013 - sekarang : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum, Koord. Bid. Infrastruktur
  • 2012 - 2015 : METI (Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia) sebagai Ketua Umum
  • 2012 – sekarang : Anggota,mewakili dunia usaha di Majelis Wali Amanat (Board of Trustees) Millenium Challenge Account Indonesia (MWA MCA-Indonesia)
  • 2011 – 2013 : DPN APINDO (Asosiasi Pengusaha Indonesia) sebagai Ketua
  • 2010 – sekarang : Anggota Komite Inovasi Nasional
  • 2010 – sekarang : FGABEL (Federasi Asosiasi-asosiasi Industri Berbasis Telematika & Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 2010 – 2013 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Dewan Penasehat
  • 2010 : 6th ECO PRODUCT INTERNATIONAL FAIR /2010 – Jakarta sebagai Ketua Panitia Penyelenggara
  • 2009 – sekarang : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Dewan Penasehat
  • 2008 – 2010 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum Koord. Bid. Industri, Riset & Teknologi
  • 2008 – 2010 : Kadin Indonesia Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia – Jepang (IJEC) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2004 – 2008 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Wakil Ketua Umum Koord. Bid. Industri, Teknologi & Kelautan
  • 2004 – 2008 : Kadin Indonesia Komite Kerjasama Ekonomi Indonesia – Jepang (IJEC) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2003 – 2009 : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 2002 – 2004 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Ketua Koord. Bid. Industri, Logam, Mesin, Kimia & Elektronika
  • 1999 – 2001 : Kamar Dagang dan Industri Indonesia sebagai Ketua Kompartemen Elektronika
  • 1998 - 2003 : GABEL (Gabungan Perusahaan Industri Elektronika) sebagai Ketua Umum
  • 1997/1998 : Anggota Tim HLNS (Hutang Luar Negeri Swasta )/Tim Radius
Jabatan dalam sosial kemasyarakatan :
  • 2011 – sekarang : PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang) sebagai Ketua Umum
  • 2009 – sekarang : PMI (Palang Merah Indonesia) sebagai Ketua, Koord. Bid. Penggalangan Dana
  • 2007 – 2011 : PERSADA (Persatuan Alumni dari Jepang) sebagai Ketua Umum
  • 2006 – sekarang : PPIJ(Perhimpunan Persahabatan Indonesia – Jepang) sebagai Ketua Umum
Jabatan dalam olah raga :
  • 2011 : 26th SEA Games/2011 - Jakarta & Palembang sebagai Ketua Harian Panitia Pelaksana
  • 2010 – sekarang : PB FORKI (Federasi Olah Raga Karate-do Indonesia/the Indonesian Karate-do Sport Federation) sebagai Anggota Dewan Penasehat (Council of Advisory)
  • 2010 – sekarang : PB. PERPANI (Persatuan Panahan Indonesia/the Indonesian Archery Sport Association) sebagai Anggota Dewan Penasehat (Council of Advisory)
  • 2008 : 1st Asian Beach Games/2008 - Bali sebagai Wakil Ketua Panitia Pelaksana
  • 2007 – 2011 : KOI (Komite Olimpiade Indonesia) sebagai Wakil Ketua Umum
  • 2004 - 2008 : PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antar Bangsa/the International Pencak Silat Federation) sebagai Ketua Harian
  • 2003 - 2007 : PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia/the Indonesian Pencak Silat Sport Association) sebagai Ketua Harian
  • 1999 – 2003 : PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia/the Indonesian Pencak Silat Sport Association) sebagai Bendahara Umum
Jabatan dalam dunia pendidikan :
  • 2007 - 2012 : MWA – UI (Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia) sebagai Anggota
  • 2007 - sekarang : YMS (Yayasan Melati Sakura) sebagai Ketua Umum
  • 2004 – sekarang : YMG (Yayasan Matsushita Gobel) sebagai Ketua Dewan Pembina
  • 2002 – 2007 : MWA – UI (Majelis Wali Amanah Universitas Indonesia) sebagai Anggota

PENGHARGAAN

  • "Anugerah Dharma Cipta Karsa", sebagai tokoh promosi warisan budaya dan ekonomi kreatif, atas karsa atau tindakannya yang telah mendorong terbentuknya ekonomi kreatif. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (2014),
  • "ANTARA Achievement Award", sebagai tokoh penting atas terbinanya hubungan baik Republik Indonesia-Jepang. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2013),
  • "Tokoh Standardisasi Indonesia", atas prestasi dan kontribusi dalam pengembangan standar nasional di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional (BSN) (2013).
  • "Special Achievement Award for Extraordinary Leadership and Personal Commitment to Energy Saving and Industry", atas prestasi dan kontribusi positif dalam memasyaratkan kegiatan hemat energi, serta pemanfaatan energi baru dan terbarukan. Majalah bisnis dan ekonomi WARTA EKONOMI, Jakarta (2012}.
  • "The Jewel of Muslim World Award", atas kerja keras dan kontribusi dalam pengembangan ekonomi Islam. Majalah bisnis dan investasi OIC Today Magazine, Organisasi Kerjasama Islam/Organization of Islamic Cooperation, Kuala Lumpur 2012.
  • "Anugerah Olah-raga Indonesia", atas kepedulian terhadap pengembangan olah-raga nasional. Tabloid olah-raga BOLA, Kompas-Gramedia Group, Jakarta (2012).
  • "Man of the Year- Seputar Indonesia Award", atas prestasi dan kontribusi bagi bangsa, khususnya dalam menyukseskan pelaksanaan 26th SEA Games/2011- Jakarta & Palembang. RCTI – Rajawali Citra Televisi Indonesia, Jakarta (2012).
  • "Asian Productivity Organization Regional Award", atas kontribusi dalam mendorong peningkatan produktivitas sektor industri di Indonesia, serta peranan yang signifikan sebagai pemimpin sektor swasta dalam memperkenalkan pembangunan berkelanjutan melalui produktivitas hijau dan mendorong terjalinnya kemitraan strategis di Asia – Pasific. Asian Productivity Organization (APO), Tokyo, Japan (2011).
  • "ANTARA Award" , atas kontribusinya sebagai nara sumber yang mudah diakses untuk pemberitaan yang seimbang tentang kegiatan perekonomian nasional. Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA, Jakarta (2010).
  • "Perekayasa Utama Kehormatan dalam Bidang Teknologi Manufaktur", atas konsistensi dalam mendarmabaktikan pikiran dan tenaga pada bidang teknologi manufaktur, yang berimplikasi pada peningkatan perekonomian, kesehjateraan, martabat dan kemandirian bangsa. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) (2009).
  • "BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) - Competency Award", atas peran yang signifikan sebagai tokoh masyarakat dalam menggerakkan, membangun dan meningkatkan kompetensi bangsa. Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI (2009).
  • "Bakti Koperasi dan Pengusaha Kecil, atas peran aktif, kesungguhan sikap dan upaya menyukseskan pembinaan serta pengembangan Koperasi dan UKM." Departemen Koperasi dan Pembinaan Pengusaha Kecil RI (1997).
Demikian Biografi Rachmat Gobel "Direktur Panasonic Gobel Group" di Indonesia. Semoga dengan penjelasan biografipengusaha.com anda dapat mengetahui pengusaha sukses yang ada di indonesia.

Wanita Berbisnis Properti Hj. Harfana Alwi

Profil Pengusaha Harfana Alwi 



Meski tidak mendirikan perusahaan dari awal. Harfana Alwi, masih sempat merasakan perjuangan mereka.: Kakek dan ayah Anha -begitu biasanya dia dipanggil- memang sosok visioner. Hingga mimpi mereka mampu terbawa merasuk ke diri Anha. Sejak sang kakek sudah memiliki mimpi menjadi wirausahawan.

Ayah Anha lantas melanjutkan mimpi tersebut. Berbisnis properti menjadi impian ayahnya, H. Muhammad Alwi, seorang dokter gigi yang hidup berkecukupan. Ayahnya menyisihkan uang sedikit- demi sedikit. Lalu ia menempatkan uang tersebut dalam tabungan.

Berbekal uang tabungan saja tidak cukup. Lantas kakek Anha yang hanya petani memberikan modal lagi. Ia menjual tanah agar putranya menjadi pengusaha. Berkat itulah, pada 1985, ia mendirikan perusahaan bidang properti bernama PT. Harfana Halim Indah. Ayah bertekat kuat agar menjadi pengusaha properti ternama.

Dalam perjalanan berbisnis banyak kendala. Termasuk kendala permodalan, maka M. Alwi membernikan diri meminjam ke Bank. Uang nekat tersebut lantas digunakan dengan penuh kepercayaan diri. Akhirnya dia mencapai apa visi mereka berwirausaha.

Hidup Anha telah melihat perjalanan penjang mereka. Maka gadis kelahiran 26 September 1990 asal Bone, Sulawesi Selatan ini, serta merta terjun berbisnis properti lewat usaha ini. Anak pertama dari tiga bersaudara terlahir di keluarga penuh jiwa kewirausahaan.

Ia masih melihat banyak potensi dapat digali lebih. Sebagai anak muda tentu darah mudanya mengalir, juga daya pandang jauh melalui aneka inovasi.

Berbisnis bersama


Dia ikut nimbrung dalam perjalanan. Tetapi bukan tanpa ketidak tahuan. Sejak kecil dia sudah mendapatkan pengetahuan sejak kecil. Kini, Anha sendiri masih berstatus mahasiswi Kedokteran Universitas Hassanudin. Lainnya, ia juga memegang peran sebagai Direktur Utama di perusahaan.

Pengetahuan akan wirausaha modern membawa kemajuan. Ia memiliki strategi sendiri dalam hal bagaimana meningkatkan loyalitas. Sentuhan dalam sistem organisasi yang tidak didapat dari ayahnya. Strategi dalam hal pengembangan properti yakni meneropong lebih dalam.

Maksudnya ialah dia mencari tempat dengan sedikit pesaing. Disana dia juga melihat jumlah keramaian, jadi ia membidik tempat strategis, mengembangkan, dan memanfaatkan mobilitas. Anha termasuk memperhatikan soal akses kendaraan umum. Lingkungan yang nyaman, maka ia tinggal menggaet investor masuk kesana.

Fokus gadis bergelar Hajah ini ekpansi ke kawasan Sulawesi Selatan, juga kawasan Bombana dan Palopo. Proyek dikerjakan PT. Harfana Halim Indah, diantara lain BTN Harfana Halim Indah Permai, BTN Alam Indah Permai, Bomana Indah Permai, Perumnas Tibojong Indah Permai dan Palopo Harfana Indah Permai.

Anha memang membidik kawasan Sulawesi, bahkan ke Sulawesi lain seperti Sulawesi Tenggara dan Tengah. Menjadi pengusaha tidak berarti harus memiliki pendidikan ekonomi. Sosok ayah dan Harfana Alwi mampu menunjukan siapapun bisa menjadi pengusaha.

Berprilaku bijak dalam menjalankan bisnis keluarga penting. Ingatlah selalu visi orang tua ketika memulai membangun bisnis tersebut. Waktu masuk keluarkan segenap pengetahuan kamu disana. Ayah Anha menjadi sosok penutan karena mampu menularkan kewirausahaan. Jadilah sosok yang selalu memilik passion agar menular.

Pembatik Tulis Purbalingga Belajar Secara Otodidak

Profil Pengusaha Yoga Prabowo 


 
Nama Yoga Prabowo harum menjadi pembatik tulis termuda. Ternyata dirunut, perjalanan hidupnya panjang loh, mulai dari menjadi pegawai pabrik kayu di Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, Purbalingga, pada 2006. Dia lantas tak melanjutkan bekerja karena perusahaan krisis dan memilih keluar.

Menurut cerita bahwa pabrik labil. Alhasil pegawai diliburkan tanpa keterangan. Pegawai termasuk Yoga juga lebih sering tidak digaji. Yoga keluar dari pabrik kayu di tahun 2007. Pemuda kelahiran 17 Mei 1984 ini lantas bekerja sampai ke Bali.

Usut- punya usut disana dia bekerja sebagai penajag outlet. Dan ketika terjadi kejadian bom bali, makalah hilang sudah pekerjaan Yoga kembali. Dia lantas pulang tetapi mampir di Yogyakarta. Sambil bekerja pada sebuah perusahaan pembuatan batik; Yoga sempat mengenyam pendidikan di perguruan tinggi seni di Kota Yogya.

Disanalah, di Yogyakarta, pemuda asli Purbalingga meniatkan belajar batik. Motif ditekuninya adalah motif khas Purbalingga. Meski berhasil belajar "mbatik" motif Purbalingga secara otodidak, Yoga nyatanya malah jadi kebingungan bagaimana menjual.

Terkoneksi jaringan


"Saat itu saya bingung bagaimana mempromosikannya, maka saya hubungi teman saya di Semarang untuk titip batik Purbalingga," tuturnya. Nah, disanalah hanya dalam seminggu saja, Batik Purbalinggan karya Yoga mendapatkan pesanan dari Disperindag Semarang.

Lalu munculah Batik Tirtamas, dimana pesanan pertama datang dari kalangan dinas, khususnya Yoga lantas menjelaskan dari Desperindag Provinsi Jawa Tengah. Mereka pemasannya adalah Indra Hanafi dan Mukti Sarjono (Desperindag Tekstil) dan dari Staff Kementrian Perindustrian & Perdagangan, Tobing berminat.

Bahkan Tobing menyebut usaha dilakukan Yoga sangat hebat. Kalau saja ini dijual ke luar negeri maka akan laku keras. Akan tetapi Yoga sadar betul usaha batik tulisnya masih dalam proses berkembang; dia belum sanggup persyaratan berkas kwitansi dan lain- lain.

Perjalanan batik Purbalingga buatan Yoga unik. Ketika Pemprov Jawa Tengah membeli batik di Semarang, lalu mengadakan pertemuan dengan Pemkab Purbalingga, nama Yoga Prabowo terkenal seketika.

"...saat kunjungan kerja Pemprov menggunakan batik buatan saya yang dibelinya di Semarang lalu beliau meminta oleh- oleh batik yang coraknya seperti Batik yang dipakainya saat itu," jelas Yoga.

Nah, ketika itu, Yoga memberikan satu kodi Batik Tirtamas, yang lantas tersisa cuma empat sisanya malah dibeli oleh Bupati Prubalingga Bpk. Triyono. Lantas serta merta dia bertanya kepada Pemkab kenapa ada pengusaha seperti dia tidak ada yang sadar. Justru pemerintah Provinsi lebih tau ketimbang Pemkab sendiri.

Semenjak kejadian tersebut semua kepala dinas dikumpulkan. Mereka kemudian diminta membantu Yoga agar bisa mengembangkan batik Purbalingga.

Koneksi internet


Kelebihan Yoga ialah dia pembatik tulis. Dia bekerja lewat rasa serta estetika lebih kuat. Menjadi jutawan muda berkat batik Purbalingga. Warna alami memberikan efek terbaik serta terlihat elegan, eksotis, dan juga mewah. Batiknya diminati oleh kolektor batik tulis berbagai kota di Indonesia.

Ia menyebut ada kulit kayu, daging kayu, bunga serta dedaunan. Oleh karena itulah dia memilih Yogyakarta menjadi basis usaha. Menurutnya batik Yogya banyak memanfaatkan alam jadi cocok. Untuk penjualan juga melalui sosial media, website atau blog, jadilah batik kian laris manis.

Dia menjual antara Rp.300 ribu sampai Rp.3 juta. Awal mengenal internet sendiri berawal dari akun pribadi yang kemudian berkembang. Dari sekedar mengisi waktu luang, sembari itulah dia berjualan batik buatan dia sendiri. Pelanggan tetap batik Tirtamas sendiri datang dari luar Jawa. Melalui sosmed saja menyumbang 40% penjualan.

"...lumayan besar," ujar Alumni Angkatan 96', Jurusan Pariwisata dan Perhotelan di Akademi Pariwisata Yogyakarta.

Yoga juga bersyukur berkat adanya jasa paket terintegrasi teknologi. Penggunaan jasa pengiriman sudah jadi kebutuhan bagi bisnisnya. Para pelanggan pun menuntut pengiriman cepat khusus ke luar Jawa. Tidak sedikit permintaan datang dari tempat pedalaman seperti di Kalimantan; ia menggunakan jasa kargo yaitu JNE.

Menurutnya infrastruktur di daerah sekarang ini sudah lebih baik. Pengiriman dapat diandalkan, sementara ia dengan santainya memajang hasil karyanya di internet. Meskipun sukses berkat sosial media, ternyata ada juga sisi negatifnya, yakni perlindungan akan desain miliknya.

Ini dirasakan betul olehnya. Ekslusipan motif batiknya menjadi kritis. Siapa saja, bahkan bukan pembeli, bisa saja mengakses hasil karyanya. Tidak bisa dipungkiri karyanya dijiplak dan diproduksi masal. Pernah sih ia berpikir mematenkan motif, hanya mematenkan berarti mengeluarkan biaya tidak sedikit.

"Karena mematenkan satu biayanya sampai Rp.2 jutaan," jelas Yoga, yang kini sudah berkeluarga dan sudah punya anak dua.

Hingga Yoga sekarang lebih selektif hal menerima pesanan. Ia melihat sendiri mereka yang mengunjungi akun media sosial miliknya. Dia memberikan kontak BB atau nomor telepon buat mereka yang beritikad baik. Ia menyebutkan kalau pembeli serius akan langsung mengontak. "Dari situ baru saya tampilkan batik- batik saya."

Survei Online Untung Berkat Bekerja Bersama

Profil Pengusaha Ryan Smith



Bisnis survei online itu mudah. Kamu tinggal mencari orang, lakukan survei, lalu menjual informasi tersebut ke para pemilik usaha besar. "Itu semuanya apa survei itu sendiri -itu merupakan wujud komponen analisis," jelasnya, Ryan Smith, CEO perusahaan paling menjanjikan di Amerika, Qualtrics.

Ia merupakan salah satu nama besar di bisnis survei online. Ryan sebenarnya mendirikan perusahaan sejak 2002, bersama sang ayah tapi tidak menemukan investor manapun selama dekade. Hingga Qualtrics lahir memanfaatkan booming era digital. Dimana perusahaan menghasilkan pendapatan sendiri senilai $50 juta.

Menurut cerita Ryan lewat Techcrunch. Dia mengatakan perjalanan panjang memodali sendiri lumayan asik. Ryan menceritakan bagaimana mereka datang ke pameran. Termasuk mencari tau bagaimana agar tidak ikut membayar masuk.

"Itu tertanam di DNA bahwa mereka sebenarnya menjalankan bisnis kuat," ujar Bryan Schreir dari Sequoia Capital. Dari sana melalui tekanan kuat, keterpaksaan (kepepet.red), mereka menjadi lebih kreatif dalam hal melihat kesempatan.

Termasuk memfokuskan diri dulu dibidang pendidikan. Selama tiga tahun, Qualtrics bertahan membangun diri bersama prospek bidang pendidikan. Bayangkan seorang Sarjana S3 mendatangi kamu, menjadi satu dari ribuan pelanggan selanjutnya, memintaan bantuan bagaimana mengadakan penelitian lewat survei.

Tidak mudah karena anak sekolahan selalui meminta upah. Mereka susah diajak kerja sama. Dimana ketika kamu mengadakan survei tradisional: Mereka akan fokus di tempat lain ketika pertanyaan pertama datang. Qualtrics memberikan aspek pemikiran tersebut, berpindah dari pendidikan menjual survei kepada pebisnis.

Survei sekolah


Mereka menjual kecil- kecilan. Sebagai perusahaan software apa yang mereka dapat kecil. Hanya saja, Ryan memiliki kepandaian dalam hal mengatur keuangan. Fakta kakak tertuanya, Jared, merupakan nama besar di teknologi -menjadi teknikal operator Google China- yang lantas ikut terjun bersama Ryan menjadi teknisi.

Lalu ayahnya merupakan profesor marketing di BYU's School of Business. Maka sang ayah, Sam Smith, jadi tumpuan Qualitrics masuk ke pendidikan. "Kami masuk ke Universitas bisnis dimanapun kami mau," jelas Ryan. Para mahasiswa marketing lantas membeli Qualtrics ketika mereka sudah diterima di perusahaan.

Salah satu klien yang bangga menggunakan software ini adalah JetBlue. Mereka kesulitan untuk mengukur opini konsumen soal penerbangan pribadi, dibanding sebagai perusahaan. Untuk inilah pendekatan online jadi krusial bagi Qualtrics mengangkat feedback dari penumpang JetBlue.

Bagaimana mengukur jam berapa penumpang berangkat ke Philadelphia, dimana selalu saja ada kesulitan ya karena banyak orang sibuk. Mereka selalu kepepet untuk mendapatkan kopi pagi. Maka perusahaan seperti JetBlue diharapkan mampu memberikan kopi gratis dan donat. Fleksibilita menjadi andalah dari software survei ini.

JetBlue sendiri pernah mengalami pengalaman buruk. Maka CEO JetBlue, Kyle Groff, kembali ke masa dia menggunakan software Qualtrics. Dia ingat betul menggunakan software familiar tersebut ketika lulu kuliah. Dan inilah kelebihan perusahaan yang telah membangun nama dari kecil.

Ryan sendiri mengaku permodalan panjang dibagi dua. Dia dan sang ayah, membagi keuangan sebanyak 50- 50, jadi keduanya lantas bekerja sama menjadi tim solid. Sebagai keluarga mereka memiliki visi sama akan software survei sekarang dan mendatang.

"Kamu harus seperti orang buta, makan apapun yang kamu bunuh (usahakan.red)," ujar Ryan.

Pertumbuhan pendapatan naik sejalan berbagai perbaikan. Qualtrics mengaku mengantongi 6.000 pengguna dan 550 pegawai bekerja bersama. Perusahaan asal Utah, Amerika Serikat ini, baru- baru saja membuka kantor di Dublin, menjadi yang selanjutnya dari kantor di Sydney, Seattle, dan Washington DC.

Dan Ryan menolak tawaran pembelian perusahaan senilai $500 juta, waktu itu, dia sudah berumur 33 tahun selama satu dekade menjalankan usaha tanpa bantuan investasi.

Kerja seimbang


Bagaimana menolak uang sebanyak itu?

Mungkin suatu saat, kamu akan menjadi pemilik sebuah perusahaan, dan ada orang yang berminat membeli perusahaan kamu. Maka Ryan Smith memberikan pencerahan bagaimana agar tetap bertahan bekerja tanpa berputus asa -jadilah seimbang antara kerja dan keluarga. Ia ingat bagaimana dia berkonsultasi bersama istri.

Jumlah segitu lebih banyak dibanding apa yang dihasilkan perusahaan. Lebih besar dibanding pendapatannya ketika itu menjalankan perusahaan. Dalam waktu 30 detik sebelum memutuskan, dia dan istri berbalik arah dan menolak menjual. Alasannya simple karena menganggap bisnis ini adalah bagian dari keluarga mereka.

Selama satu dekade mereka telah bekerja untuk perusahaan. Dia sudah nyaman menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga. Menjadi entrepreneur bukanlah masalah dalam keluarga mereka; sudah kebal soal masalah itu sendiri. Menjadi perusahaan prifat berarti semua modal merupakan hasil pembiayaan sendiri, ini susah sekali.

Satu keluarga sepakat membuat usaha Ryan tetap menjadi perusahaan keluarga. Itu tidak mudah menjadikan dia sukses di keluarga dan pekerjaan. Bagaimana dia tetap kompak dengan ayah dan saudara laki- lakinya. Ini bukan soal pendapatan minim mendadak kaya seketika; ini soal kerja bersama penuh kegembiraan.

Menjadi pengusaha sekaligus kepala keluarga sangat liar. Seperti pesawat yang bisa berubah arah seketika, ia harus mengetahui arah angin, maka dibutuhkan satu orang sebagai kemudi keluarga. Dan lainnya akan jadi bagian sistem pesawat. Kembali ke rumah dan menghabiskan weekend bersama anak, esoknya Ryan harus bersiap.

Ketika seseorang bertanya tentang tanggung jawabnya. Maka dia menjelaskan:

1. Seorang suami
2. Seorang ayah
3. Seorang anak laki- laki
4. CEO
5. Atasan
6. Saudara
7. Seorang cucu
8. Seorang teman

Dia mencatat jika dia membawa sang istri berkencan dan membawakan bunga banyak, menjadkan rasanya dia itu seperti suami baik. Dan jika dia mengajari putri kecilnya cara menaiki sepeda, dia menjadi sosok ayah yang lebih baik.

Berbeda dengan pengusaha yang hanya usaha, memiliki rencana masa depan tahunan adalah kelebihan. Tapi pengusaha sekaligus family man seperti dirinya butuh rencana mingguan. Dia mencatat semua hal bagaimana agar menjadi seimbang antara bisnis dan keluarga.

Pekerjaan mingguan Ryan adalah:

1. Sebagai suami -mengajak istri makan malam dan memberi bunga
2. Sebagai ayah -mengajar putrinya naik sepeda
3. Sebagai anak -mengunjungi orang tua. Menggabungkan poin 2 & 3

Ryan sadar bahwa orang akan berencana satu fase hidup. Tetapi dia memilih mebuat berbagai fase rencana jangka pendek. Karena menurutnya orang seperti -merencanakan saty fase hidup- akan jadi lupa langkahnya bagaimana mencapai tujuan utamanya, bahkan kalau sudah tercapai mereka bingun apa lagi selanjutnya.