Bagaimana Caranya Berbisnis Fasion eCommerce

Profil Pengusaha Sherlyn Tan 



Lulusan terbaik dibidang keuangan Multimedia University. Sherlyn Tan langsung bekerja untuk Groupon. Di waktu itu, Groupon masih dikenal sebagai startup hebat, dan Sherlyn menjadi yang berkontribusi membuka departemen baru. Dalam 10 hari masa target dia membuka peluang lain salah satunya, ekspansi ke Penang, Malaysia.

Sherlyn mampu menjadi eksekutif, Business Development Director, hanya dengan waktu satu tahun setengah sejak bekerja. Disela- sela pekerjaanya, ia menuliskan nama situs Twenty3, menunjukan ambisi di umurnya 23 tahun bahwa kelak dia akan memiliki bisnis online sendiri. 

Twenty3 sendiri tidak jelas mau berbisnis apa. Sheryln cuma mau memiliki sesuatu yang mampu mensuport ambisinya. Sesuatu yang mensuport ambisinya menjadi artis. Dulu dia pernah mempunyai blog fasion hanya lantas dijualnya. 

Ia memiliki mata jeli tentang apa kesukaan wanita Malaysia. Jadi, dia memilih berbisnis ecommerce fasion.

"Saya cuma mau sesuatu yang bisa mensuport mimpi saya sebagai artis panggung. Saya pernah menjual satu blog fasion melalui blog lama itu dan memiliki cita rasa akan sesuatu disukai oleh gadis Malaysia, jadi saya memutuskan merubah Twenty3 menjadi toko ecommerce fasion," tuturnya.

Awal sekali, tanpa bekerja kembali, Sherlyn akan mengerjakan Twenty3 seharian dan menyanyi di kafe di malam hari. Itu semua berjalan selama tiga tahun agar tetap bisa makan. Kurun waktu tersebut Twenty3 bisa menjadi bisnis besar, menjadi salah satu brand fasion terbesar di negara, kini pendapatan mencapai RM10 juta.

Di bisnis tersebut ada 20 orang pegawai, dua toko retail, dan melalui toko onlinenya itu mampu melayani pengiriman barang 40.000 ke berbagai negara.

Brand tangguh


Buat kalian yang tidak mengenal brand ini. Bukanlah perkara mudah baginya mencapai titik disini. Twenty3 telah memiliki 400.000 'like' di Facebook. Pastilah pencapaian tersebut tidak mudah. Dari menjual pakaian wanita, kemudian menjaul pakaian pengantin atau pakaian keseharian, Twenty3 telah menoreh nama di bisnis fasion.

Dia bukanlah seorang berpendidikan fasion seperti kita bicarakan diatas. Tetapi berkat pendidikan keungan banyak membantu tentang berbisnis. Pengalaman lah yang mendorong dia menjadi pengusaha sukses. Dia ini menyukai menciptakan bisnis dan oleh karenanya, Twenty3 merupakan hal natural dalam kehidupan dia.

Akar bisnis Twenty3 memang sudah cukup lama. Dimulai sejak mendaftarkan domainTwenty3 pada tahun- tahun lalu. Dia terbiasa bereksperimen dengan pakaian sejak muda. Kini, diusianya yang matang, dia lebih memilih pakaian gym. "Ini mendorong saya untuk berolah raga," candanya.

Memotivasi lewat olah raga membentuk brandnya merupakan prinsip bisnis. Dengan pakaian yang tepat, dan ditambah filosofi tentang brand dapat menyuntikan kekuatan, percaya diri dan kekuatan kepada pemakainya. Oleh karena itulah Sheryln lebih ke filosofi brand dibanding sekedar menjual pakaian.

"..dan kami berharap untuk menginspirasi wanita dimanapun agar tidak mau menyerah akan mimpinya," ia melanjutkan.

Sheryln selalu melihat kedepan. Tidak pernah kehilangan arah tujuan. Itu dia dedikasikan lewat kerja keras dan berolah raga. Olah raga baginya merupakan tempat mencek kesehatan. Termasuk kesehatan mental di dalam berbisnis mendatang. Ia mengakui inilah caranya terlepas dari depresi. Hanya lima menit sudah cukup baginya.

Lima menit melalukan dorongan keras sudah cukup, mendorong lebih jauh dan kamu bisa melihat apapun itu mungkin. "Saya belajar melihat setiap masalah hidup seperti lima menit itu," ucapnya. Dan masalah pasangan adalah penting baginya memiliki kekasih yang mengerti. Dimana mau mengajaknya ke gym memulai satu sesi fitnes.

"Itu merupakan fital untuk memiliki seseorang yang mengetahui diri mu dan dimana kamu percayakan dimana bersama kamu memulai perjalanan," jelas Sheryln mengenai kekasih idaman.

Depresi terbesarnya perasaan kurang percaya diri sejak kecil. Maka selama hidupnya jadi pendorongnya agar tidak lekas puas. Contohnya, ya ketika dia bekerja keras untuk sekedar mendapatkan pengakuan tetapi tidak pernah cukup. Mukin terlihat kegilaan, tetapi ini menjadi pendorong dia ke dalam entrepreneurship.

Dia pun sembuh dari perasaan tersebut ketika membagi perjalanannya. Mungkin seperti sebuah pengalaman dia hampir mati. Dimana sejak itu pola pikir tentang kehidupan Sherlyn berubah. Ia mulai melihat kencatikan di setiap benda dan merasakan bahwa dirinya tidak pernah rasakan sebelumnya.

"Saya mulai menghargai pemandangan cantik dari kondominium saya setahun setelah saya pindah! - Dan saya menyadari apa yang benar-benar saya inginkan dan tidak ingin keluar dari kehidupan," dan hari ini, Sherlyn lebih berfokus pada apa yang penting -dan itu adalah kehidupan .

Prinsip hidup mendorong dirinya mencapai tingkat tertinggi. Baik dalah kehidupan berbisnis maupun dalam personal. Ini akan sangat mendukung kamu, apalagi ketika tidak ada satupun percaya padamu, tidak ada satupun pintu terbukan bagi mu. Kamu harus tetap memiliki kepercayaan diri tentang visi kamu tersebut.

Ia mengaku sulit membangun bisnis dan keluarga bersamaan. Apalagi ketika dia harus merawat bayi mungil tetapi dia menikmati hal tersebut. Pencapaian baginya tidak mencoba membangun sesuatu buat orang lain, rasa kepemilikan akan entrepreneurship adalah keberuntungan dan menikmati melihat anaknya tumbuh.

Bisnis kuat


Twenty3 merupakan platform bagi desainer muda. Mereka menjadikan ini tempat belajar tentang fasion. Dan bagaimana berkreatifitas dengan efisiensi karena fasion berubah cepat.

Sheryln memulai bisnis dengan modal RM 15.000 (ringgit Malaysia) di akun bank. Dia mengeluarkan uang sebesar RM.10.000 untuk berbagai developer website agar sesuai keinginan. "Saya menemukan satu orang bisa memenuhi spesifikasi saya."

Dengan uang sisanya, dia pergi ke Bangkok, dan membeli pakaian dijual lagi. Pimikirannya bagaimana bisa untung paling tidak RM 10.000 agar tetap hidup, dan beruntung dia berhasil. Ia menjelaskan lagi masalah ada utama yaitu arus kas.

Kalau diceritakan dia pernah sewaktu- waktu bertahan hidup hanya makan roti. Inilah kenapa dia harus berstrategi ulang tentang keuangan bisnis beradaptasi pasar.

Pertengahan tahun pertama dia menyadari hal. Dia harus mendesain sendiri produknya agar lebih terlihat. Ia mendapatkan banyak pesanan, jadilah Sherlyn mengalihkan produksi ke China. Hanya saja pabrikan China mengisaratkan pemesanan minumun besar. Untuk itulah dia harus mampu menyesuaikan permintaan dan pesanan.

Di tahun ketiga, Sherlyn memutuskan mendesain sendiri -dimana bisnis fasion ecommerce penuh penjiplakan desain. Orang baru akan mengkopi desain miliknya. Dia lantas mempekerjakan desainer sendiri, membuat peragaan busana di KL Fashion Week, brandnya semakin stabil, bukan lagi pabrik fasion cepat ataupun reseller.

Beruntung banyak majalah fasion mulai melirik brand miliknya. Menjadi sebuah transisi dari sekedar blog shop menjadi fasion label. Bisnis modelnya tumbuh dan diakui oleh costumer sebagai brand bukan penjual pakaian. Sherlyn pun memenangkan pengakuan Alliance Bank SME Innovation Challange 2015.

Ada perasaan begetar ketika orang keluar dari toko dan memakai pakaian Twenty3. Meski bisnis di bidang fasion sangat ketat, dia percaya diri dengan filosofi serta kekuatan brand -dimana desain mudah ditiru tapi tidak nama baik.

Sosial media merupakan hal fital dalam hal marketing pakaian wanita, tetapi penuh ranjau. "Salah menginjak bisa meledak, jadi perlakukan hati- hati," saran Sherlyn.

Bisnis fasion memang tentang industri ketahahan. Dimana kedepan tidak ada kepastian dalam soal fasion. Ia menjelaskan tidak ada loyalitas dalam membeli pakaian. Maka dibutuhkan brand kuat bagaimana merasakan tentang brand kamu.

Kesulitan di bisnis fasion ketika kamu tumbuh maka orang dan pabrikan akan lepas kendali. Pada akhirnya ini cuma soal ketekunan. Ketika kamu sudah diatas, maka percayalah bekerja keras akan mampu membawa ketidak kontrolan menjadi terkendali. Pemerintah juga kendala, ketika kamu berlari, mereka sangat lambat menanggapi.

Sukses bagi pengusaha menurutnya menciptakan batasan diri. Sejujurnya, ketika kamu telah mencapai satu pencapaian, kamu akan menciptakan pencapaian lain karena ini tidak akan pernah berakhir. Kunci sukses di entrepreneurship ada dua: jadi keras kepala dan ketekunan. Itu tidak akan sempurna ketika kamu memulai sesuatu.

"Jadi jangan membuang waktu cuma merencanakan bisnis sempurna," ia tambahkan lagi. Karena kamu akan mulai terjebak dalam kebekuan analisis. Jangan terlalu banyak berpikir tetapi mulailah. Meloncat lah belajar bagaimana membangun pesawat ke tujuan mu.

"Memaksakan diri, menantang diri sendiri, lakukan saja sekarang dan berpikir tentang hal itu kemudian - yang terbaik dan tercepat untuk belajar tentang bisnis anda. Ide dapat datang mudah, itu adalah eksekusi yang membuat atau mendobrak bisnis," tutupnya kepada Asianentrepreneur.org.

Facebook: Facebook.com/Twenty3my
Situs: Twenty3.my

Tas Bungkus Kopi Ebibag Berbisnis Lingkungan

Profil Pengusaha Edy Fakar Prasetyo 



Sampah menjadi masalah sekaligus berkah. Pasalnya mereka dibuang seenaknya di jalan. Siapa mau ambil mereka maka gratis. Dan salah satunya yang ikut mengambil mereka adalah Edy Fakar Prasetyo. Mengambil jurusan Agribisnis, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Pengusaha muda satu ini terobsesi akan masalah sampah. Sisanya Edy terobsesi akan UKM. "Saya, inginya menulis skripsi tentang pembiayaan UKM," paparnya. Maka tidak heran jika dirinya menjadi pengusaha. Ia kebetulan termasuk pemerhati lingkungan.

Ia ingin merubah sampah menjadi berkah. Ditangan kreatifnya bungkus kopi, teh, dan sampah plastik lain, ia rubah menjadi gantungan kunci, dompet, dan yang terindah dompet wanita. Tahun 2013, dimulailah ide bisnis tentang merubah sampah di sekitaran lingkungan kampus, bagaimana ya agar sampah bisa dijual.

Lantas pemuda berkacamata ini menemukan konsep upcycle. Jika sampah plastik dibuang maka akan dia rubah menjadi barang jadi. Daripada dibuang ke sungai, terus mengalir ke laut, sampah plastik bisa- bisa merusak ekosistem kelautan. Karena kamu tau sampah bisa termakan ikan atau menghalangi sinar matahari.

Edy jujur tidak mudah. Uang modalnya memang cuma satu jutaan. Tetapi dia tidak berkembang sampai di tahun 2014. Setahun sudah Edy mencoba merintih usaha pengolahan sampah, hanya kok sepertinya gagal. Ia tidak berputus asa dan terus berjuang.

Masalah dianggapnya adalah bagaimana meyakinkan orang. Edy berusaha bagaimana meyakinkan sampah plastik dapat diolah menjadi bahan bernilai jual. Anak muda kelahiran September 1992 ini terus berusaha ya dengan terus mengedukasi serta memberikan contoh.

Bisnis fasion sampah


"Prosesnya tidak gampang, kita awalnya tidak mendapatkan antusias," ujar dia.

Akhirnya dia mampu mengajak ibu- ibu sekitar berkreasi. Dengan ketekunan mampu mengajak keluarga di sekitar kampus masuk. Bersama mereka mengerjakan bisnis fashion sosial mereka.

Mereka membayar warga Rp.50- 80 persaset. Tidak sedikit cuma mau diberikan produk karya Edy. Total ada 10 orang ibu membantu. "Kami tidak menyebutnya pegawai," tegasnya. Prinsip bisnis Edy ialah Women Empowering untuk menuhi pesanan datang. Edy juga memberdayakan mereka menjadi trainer ketika sukses.

Sukses ia mampu menciptakan produk fasion. Produk terkenalnya mulai dompet, tas, dan souvenir dengan corak menarik. Siapa menyangka bahwa produk tersebut dulunya plastik bekas kopi. Dalam sebulan dia mampu memproduksi 30 sampai 50 item. Untuk menembus pasar maka ia rajin mengikuti pameran selain toko online.

Tidak cuma di dalam negeri, tetapi produknya sudah sampai ke luar negeri. Melalui berbagai ajang pameran termasuk di Malaysia. Produk bernama Ebibag memiliki selera fasion. Maka tidak salah jika menjadi satu produk laris hingga memenangkan penghargaan juara tiga kategori sosial.

Omzetnya dibilang lumayan sampai jutaan. Edy tidak menyebut angka pasti. Tapi dia memberi sinyal angka 14 juta mampu dikantongi.

Mungkin karena pasarnya masih terbatas. Jadi meski Edy membuat tidak dalam jumlah banyak hasil dari penjualan tinggi. Edy sendiri lebih memilih mengedukasi dibanding sekedar untung. Salah satunya lewat satu program bernama Petaka atau Pemberdayaan Tenaga Kreatif. Dia mengedukasi lalu memberi bantuan dalam pemasaran.

Harga murah untuk souvenir yakni Rp.5000, sampai Rp.350 ribu buat tasnya ukuran besar. Untuk penjualan lewat toko online www.ebibag.com. Walaupun khan berjualan di luar negeri besar, prinsip edukasi yang ia tengah tonjolkan. Jadi dia memilih mengedukasi pasar dan memasarkan produknya di dalam negeri.

Ambil contoh ada seorang mahasiswa Belgia, tengah melakukan kegiatan musim panas, dan memborong banyak sekali buat dijual kembali. Pasar internasional diakui olehnya memang masih besar.

Bisnis komunitas


Dia tidak berorientasi bisnis semata. Buktinya mahasiswa semester 7 ini mengajak teman sekampus. Lewat satu program bernama Eco Business Indonesia (EBI). Komunitas bisnis kecil berbasis lingkungan. EBI ialah bisnis hijau atau green business dimana memiliki konsep sendiri. Mengusung tema 3P, yaitu People, Planet, dan Profit.

Penjabarannya People berarti berbisnis pemberdayaan manusia. Tidak ada namanya pegawai tetapi semua orang bekerja bersama. Planet sendiri berarti fokus pada kepedulian akan lingkungan. Bagaiman upaya yang besar berkontribusi akan pelestarian lingkungan. Upaya mengurangi limah plastik memperpanjang daya guna.

Melalui daya upcycle menjadi kerajinan tangan, dari tas aneka ukuran, dompet, soft case, dan masih banyak lain.

Kalau Profit apalagi kalau bukan menghasilkan komersialisasi. Bagaimana memutar roda bisnisnya melalui pengembangan pemberdaya luas. Tidak sekedar menghasilkan keuntungan sebesar- besarnya. Tapi juga satu sinergi dengan Planet dan Peoplenya. Bagaimana melestarikan lingkungan serta membedayakan manusia.

Edy sendiri aktif memfasilitasi pelatihan pengusaha. Lewat GEO atau Green Entrepreneur Organizer bagi mereka pengusaha muda bidang lingkungan. Menjadi wirausaha merupakan jati diri seorang Edy. Meski ini bukanlah usaha beruntung tinggi. Tetapi dia menyadari bisnis hijau merupakan sebuah bentuk sedekah lingkusngan.

Dulu, sejak bangku sekolah dasar, menjadi wirausaha merupakan hal biasa. Ia pernah menjual stiker ketika bersekolah dasar. Masuk SMP, Edy tidak malu menjual kopi dan gorengan di sekolah. Ketika masuki ke masa SMA dia menjadi penjual nasi uduk di kelas. Maka di SMA dirinya didaulat menjadi siswa berprestasi berwirausaha.

Anak kelima dari enam bersaudara sempat tidak ingin jadi pengusaha. Orang tua tidak mendukung secara finansial. Jadi lepas SMA dia berharap menjadi pegawai bergaji biasa. Apalagi menjadi wirausaha banyak ketidak pastian. Ditambah dia masih punya banyak saudara. Hidup Edy mencoba lebih realitis dikedepan hidup.

Masuk Ujian Nasional, Edy mulai ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Dia mengaku tidak memiliki persiapan khusus. Selepas lulus SMA, perlu kamu tau dia sudah bekerja dan berniat masuk kuliah sambil kerja. Jadi dia tidak punya waktu buat seleksi masuk perguruan tinggi; Edy sibuk kerja.

Dia tidak ikut bimbel. Mengakali keadaan maka Edy belajar dari teman yang ikut bimbel. Bermodal itulah ia berharap bisa lulus. Agar peluang makin besar maka dia mengambil jurusan yang jarang. Menurutnya jurusan itu sangat jarang dilirik mahasiswa. Tidak disangka dia diterima di UIN Jakarta.

Tahun 2012, dia menyabet juara Bank Indonesia Green Entrepreneur. Tahun sama menjadi juara Wirausaha Mapan diadakan oleh Pemkot DKI Jakarta. Dia juga masuk dalam finalis Social Entrepreneur Academy tahun 2014. Walapun sukses begitu masalah SDM dan modal menghantui kinerja usahanya.

"Secara teknik, kami masih butuh tenaga ahli," ujar dia. Edy bersama empat rekan bersama sibuk juga soal pelatihan ibu- ibu PKK. Hingga berdirilah E- bi Institute dan kaderisasi ISIS (istri sukses idaman suami). Ia mencetak ibu menjadi kaum kreatif berwirausaha mandiri.

Untuk hitungan masih belum gaji. Ia menyebut upah, atau insentif berupa produk sama bagi hasil. Nilainya 30:70 merupakan penghasil beberapa produk. "...kita tambah upah," ujarnya. Insentifnya tergantung pada hasil produksinya. Dengan sumber bahan baku banyak dan tidak jarang gratis, maka omzetnya berlipat.

Mungkin masalah utamanya diedukasi bagaimana menjual. Penjualan memanfaatkan Instagram dan Twitter yaitu @Ebi-bag. Kemudian ada website edukasi bernama www.menebarmanfaat.com. Hasil karyanya tidak cuma produk, termasuk edukasi hijau, praktik prakarya limbah, "per-bulan 2- 3 juta," imbuhnya.

"Fluktualif, pemasukan lebih besar dari edukasi, sekitar 60:40," ungkap dia. Masalah pertama dia hadapi yaitu mencari bungkus kopi dan SDM buat produksi.

Raja Mahar Bangkalan Madura Selalu Berbisnis

Profil Pengusaha Devriansyah Kurniawan



Berbekal kesuksesan semata tidak lah cukup. Dia sempat merasa iri akan pengusaha kota karena dukungan pemerintah pusat. Meski sama- sama mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Teman- teman Devri diajak makan malam dan bonus oleh pemerintah daerahnya, karena mengharumkan nama daerah.

"Sementara saya, biasa- biasa saja. Iri sih," tuturnya. Berkat perasaan tidak pernah puas membuatnya terus berbisnis bahkan berekspansi. Sebagai pengusaha 28 tahun ini berbisnis merupakan hidupnya. Berbekal jiwa seni tinggi mendulang uang puluhan juta.

Dimulai 2010 silam, ia mempunya hobi melukis diatas kenvas, dan menjalar sampai ke sepatu. Devri jujur mengaku menjadi pelukis di kanvas lukis tidak menjanjikan. Sulit menjual lukisan biasa jika dijual langsung ke masyarakat. Tidak semua masyarakat paham akan nilai seni, mereka membutuhkan produk nyata dipakai.

Sempat menyabet banyak penghargaan. Dari sebelumnya mewakili Madura, kini, dia dikenal sebagai salah satu pengusaha ternama membanggakan Jawa Timur. Sang istri, Syahfitri Tika Suci, mengaku bangga akan ketekunan sang suami. Yang kini dikenal sebagai Raja Mahar Bangkalan,  cerita selengkapnya akan dibahas disini.

Bisnis sederhana


Mulai berbisnis sepatu lukis. Tangan kreatif Devria tertoreh di kanvas berbentuk sepatu. Ini lebih menjual ia mengakuinya. Pemuda kelahiran 8 Desember 1989 ini mulai memasarkan produk sepatu lukisnya itu. Modal ia dapatkan lewat pinjaman koperasi. Dari pinjaman koperasi mahasiswa sebesar Rp.1 juta dibelikan sepatu polos.

"...dan bahan- bahan lukis lainnya," tambahnya. Walaupun bisnis dijalankan tidak sesuai dengan pendidikan yang ia tekuni kala itu.

Mahasiswa Teknik Industri lulusan Universitas Trunojoyo Bangkalan, Jawa Timur, ini tetap berkarya dengan penuh kecintaan. Berkat hobi mampu mempekerjakan sembilan orang karyawan. Berkat bantuan mereka jadi usahanya berkembang pesat merambah berbagai bisnis.

Ia mampu menembus ke pasar luar negeri. Semua berkat strategi marketing online dan offline dijalankan dia. Untuk bisnis sepatu lukis waktu itu masih menjadi bisnis utamanya. Alumnus SMK 2 Bangkalan tersebut mau belajar sebagai pengusaha secara otodidak. Ia ingin merubah pola pikir mahasiswa lulusan baru.

"Lulus nanti tidak selalu harus mencari kerja. Tetapi membuka pekerjaan bagi orang- orang di sekitarnya," ia berujar.

Produk bikinan Devria berkembang. Fokus usahanya lebih ke aneka souvenir serta mahar pernikahan. Kita sebut saja lukisan dari bahan uang logam atau kertas, kaca, toples fanel berbentuk kue tart, membuat toples kartun, serta bentuk lain yang cocok dijadikan hadiah.

Intinya dia cuma menyalurkan bakat melukisnya ke bisnis. Kamu pun dapat melakukannya tinggal mencari media tepat saja. "Dan ini harus diasah dan dilatih terus- menerus," katanya.

Berawal dari pengalaman kesulitan membayar uang sekolah. Keterpaksaan ini membuat hobi menjadi bisnis serius. Istilah terkenalnya adalah the Power of Kepepet. Dimulai sejak 2009 bisnis terus berkembang hingga ia melegalkan bisnis menjadi PT. Devri Art Production bersiap bersaing dengan kompetitor.

Dia hanya melakukan perubahan. Menaruh lukisan dalam media non- konvensional sampai dijual dan terjual menghasilkan jutaan.

Tahun 2013 memang menjadi titik awal perkembangan bisnisnya. Dia melihat prospek kedepan bisnis mahar. Dan ia langsung mengeksekusi dengan gayanya sendiri. Pengusaha muda asal JL. Jokotole G.III No.2 Kel. Kraton, Bangkalan Madura. Mampu mengembangkan bisnis mahar sampai tiga cabang.

Cabangnya meliputi Sumenep, Sampangan, dan Pamekasan.  Tetapi tetap pusat bisnis mahar miliknya ya di Bangkalan. Produk andalan Devria adalah mahar berbentuk masjid. Untuk produk satu ini sudah dipesan bahkan oleh orang Kalimantan Barat hingga Sumatra.

Ia membuat harga mahar terjangkau. Modelnya variatif dan motifnya menyesuaikan. Bisnisnya juga menjamin tidak akan butuh waktu lama pengerjaan. Harga mulai Rp.250 ribu sampai Rp.1 jutaan. Penjualan utama ya melalui penjualan online.

Peluang mahar


Kreatifitas tersebut berakhir ditempat yang tepat. Devrian kini dikenal sebagai pemilik usaha Raja Mahar. Ia memang bukan pemain baru di bisnis souvenir. Pengusaha muda asli Bangkalan ini telah mampu mengantongi omzet mencapai Rp.17 juta per- bulan. "...dan akan meingkat saat musim kawin," imbuhnya.

Raja Mahar fokus berpromosi online dan offline. Pengembangan bisnis offline melibatkan agen, yang sudah tersebar di empat kabupaten Madura. Promosi online meliputi website juga Facebook. Bentuk pelayanan optimal terus ditingkatkan agar Raja Mahar semakin terkenal.

Kunci sukses menurutnya adalah kejujuran dalam bisnis. Bentuk kejujuran contohnya kesanggupan suatu hari, Raja Mahar mendapatkan pesanan uang mahar Rp30 juta dengan uang pacahan Rp.100 ribu. Devrian mengaku sempat terkejut dan takut. Uang tersebut tergolong nominal besar selama dia mengerjakan mahar.

Kepercayaan memegang uang sebanyak itu bukan main. Bisa saja dia memanfaatkan bisnisnya buat mencari untung lebih. Bayangkan uang Rp30 juta tetapi jasa merangkainya cuma Rp.300 ribu. Meski begitu dia tetap senang karena Raja Mahar makin terkenal. Kedepan ia berharap penjualan mencakup penjuru Jawa Timur.

"Di Madura sendiri belum ada kompetitor, kami satu- satunya," akunya.

Geliat bisnis mahar Devri mulai terdengar. Menjual aneka mahar seperti mahar pernikahan berbahan dasar uang kertas atau logam bermotif Masjidil Haram, Mekah, ataupun minatur Suramadu, bentuk ikan arwana, atau kamu bisa memesan minatur kamu dan pasangan kamu, yang contohnya tertata rapi di etalase.

Paling menarik perhatian adalah lukisan siluet Walikota Surabaya, Tri Risma, dan juga Presiden RI, Jokowi, yang terbuat dari bahan uang logam. Menurut Devri untuk produk satu ini tengah hit. Membuat aneka siluet tokoh nasional menjadi pekerjaan sehari dia dan pekerjanya.

"...hanya membutuhkan waktu sehari," Devri berujar.

Musim nikah menjadi berkah, dibulanan Juli, maka ia bersama perusahaanya CV. Devri Art Production akan dicari. Julukan Raja Mahar -sekaligus brandnya- sudah melekat disosok pengusaha muda ini.Setiap hari 10- 12 pesanan mahar dikerjakan. Jika hari biasanya (diluar musim nikah) maka cuma bisa mengerjakan 1-2 per- hari.

September 2015, Devri melepas masa lajangnya, dimana maharnya ia menyebutkan mahar empat dimensi berbahan uang kertas. Promosi pun dilakukan bersamaan berupa panflet untuk Kantor Urusan Agama (KUA), Kantor Kecamatan, dan Salon.

Mulai berbisnis dengan sepatu lukis yang laris dijual di hari valentine. Agar tetap menghasilkan, Devri lantas putar haluan berbisnis toples flanel berbahan kain bludru bermotif bunga. Toples- toples tersebut lantas dia jual pas bulan Ramadhan 2011 lalu, sampai Idul Fitri. Disusul bisnis siluet wajah pada 2015 yang merembet ke mahar.

Melihat peluang di Madura ada. Maka dia mantap berbisnis mahar dan terbukti pesanan sudah setiap hari. Ia bahkan jarang tidur kalau musim pengantin. Berkat bisnis mahar, putra sulung empat bersaudara ini telah mempekerjakan empat orang, yang ternyata teman kuliahnya dulu.

"Kendalanya ya modal. Belum ada bantuan dari pemerintah," ia menyebut. Bantuan baru sebatas memberi tau kalau ada event atau pelatihan wirausaha. Disaat dia memanangkan lomba tingkat nasional dapat juara I tetapi ketika tingkat daerah cuma juara II.

Karung Goni Bekas Diubah Menjadi Duit

Profil Pengusaha Khrina Fitriyanto 


 
Karung goni memang masih dipandang sebelah mata kita bahkan di dunia. Diantara pandangan pesimis itulah muncul beberapa orang pengusaha sukses. Mereka yang mampu melihat peluang diantara tumpukan kain kucel bau tersebut. Salah satu pengusaha tersebut bernama Krisna Fitriyanto, entah apa dibenaknya tetapi berhasil.

Dia merubah karung kucel bau tersebut menjadi produk. Menariknya bukan sekedar dijadikan karya yang sederhana. Krisna mampu merubahnya mengikuti perubahan jaman. Kerajinan tangan berkelas itulah definisi usaha dijalankan pria asal Bantul, Yogyakarta ini, usaha yang sudah ditekuni sejak 2010.

Awal sekali dia hanya pengusaha sablonan biasa di 2009 -an. Tentu akan banyak pesaing jika kamu memilih berbisnis kaos sablon. Uniknya tekstur karung goni dirasakan Khrisna memiliki cita rasa. Darah seninya jadi mengalir ingin memanfaatkan karung tersebut menjadi sesuatu.

Ide pertama merubah kain goni menjadi kerajinan sablon. Untuk mewujudkan ide tersebut dibeli lah karung goni seharga Rp.100 ribu. Dijahitnya karung goni menggunakan masin lama punyanya. Jadi modal awal cuma Rp.100 ribuan bersih tanpa membeli bahan baru. Produk pertama adalah alasa makan, alas buat piring atau gelas.

Agar tidak monoton, serta menutupi kekucelan karung goni maka ditambahkan aksen diatasnya. Khrisna lalu menyablon gambar diatas produk tersebut. Gambar- gambar sablon hasil karya Khrisna sendiri. "Kebetulan saya hobi membuat desain gambar," ujarnya singkat.

Coretan tersebut dibuat sendiri. Usaha tersebut lantas diberi nama Innside. Kini menjadi usaha memproduksi aneka produk berbahan goni. Produknya mulai alasa makan, wallpaper di dinding, tempat majalah, goodie bag, dan lainnya. Produk tersebut dijual antara Rp.90 ribu sampai 150 ribu per- buah.

Untuk produk termahal Khrisna menyebut wallpaper dinding. Karena memang buat mendekor dan butuh banyak bahan karung goni. Proses pembuatan aneka karung goni membutuhkan tahapan. Pertama adanya desain khusus disablon diatas karung. Disini kalau ada pesanana besar, perusahaan bisa menyablon logo diatasnya.

"...dibuat khusus custom, sesuai logo atau gambar yang diinginkan pemesan yang biasanya perusahaan," ia menambahkan.

Karung lantas dipotong mengikuti pola. Mengikuti benda apa yang akan dibuat olehnya. Bisnis ini menjual tempat majalah. Kalau tempat majalah sebelumnya ada rangka dari karton dulu. Fungsinya agar lebih keras dan kekar. Karung goni lantas disablon dijahitkan mengikuti rangka yang telah disiapkan.

Pembeli berdatangan dari berbagai daerah seperti Bali, Jakarta, Malang, dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia. Khusus di Bali serta Yogyakarta sudah memiliki pelanggan khusus membeli dalam jumlah banyak. Tidak jarang pembeli mengekspor produknya ke Amerika Serikat.

Permintaan akan produknya sudah banyak. Khrisna mampu menjual 2.000 buah produk aneka jenis. Kalau ditanya omzet ya mencapai puluhan juta per- bulan. Agar tidak monoton maka Khrisna getol membuat variasi produk agar tetap berjaya.

Awal Aplikasi Hotel Airbnb Menyewakan Tempat Kamu

Biografi Pengusaha Brian Chesky 



Ia berpikir bahwa orang seperti dirinya normal masuk kampus seni. Tetapi tidak normal baginya selepas dia kuliah, menjadi pengangguran, dan dalam lima sampai enam tahun kini berubah menjadi miliarder. Di tahun 2008, Brian Chesky tidak paham teknologi ataupun situs TechCrunch. Apa yang ia lakukan spontanitas dari rasa ingin.

Orang tua mana yang mau anaknya jadi pengangguran. Seorang sarjana Arsitektur Industri, masuk 1999, di Rhode Island School of Design dimana dia memang sangat tertarik akan arsitektur landscape ataupun desain. "Bisnis kami bukanlah (menyewakan) rumah," ujarnya. "Bisnis kami adalah keseluruhan perjalanan."

Chesky adalah seorang Yahudi. Kelahiran 29 Agustus 1981, tumbuh di Niskayuna, New York, merupakan anak laki- laki Deborah dan Robert H. Chesky. Dimana kedua orang tuanya merupakan pekerja sosial. Dia punya seorang kakak perempuan Allison.

Ketika muda, dia sudah tertarik akan seni, membangun replika dari lukisan, dan desain, lebih tepatnya dia mendesain ulang sepatu dan mainan.

Bisnis dari mana saja


Mencari identitas hingga ia menemukan sekolah desain industri. Dia sempat berpikir disini belajar tentang apa empati dan menjadi CEO kelak. Metodenya adalah bagaimana menaruh diri kamu di sepatu orang lain. Yah dimana jika sekolah lain berbicara tentang analisa data, maka, Chesky menyebut disini kamu belajar terbalik.

Selepas kuliah sempat bekerja di perusahaan desain industri di Los Angeles. Hanya saja, dalam setahun dia menyadari menjadi pegawai selamanya bukanlah apa keinginan dia. Dalam hati kecilnya, perasaan untuk ia memulai entrepreneurship mengemuka meski dalam batasan proyek kecil- kecilan. Dan dia berpikir sejenak:

"Kenapa mereka yang melakukan bukanya saya?" pikirnya. Hal mendasar menurutnya hasil mengamati ialah mereka melakukan sesuatu sementara dia tidak.

Chesky ingin mengambil resiko juga kan. Ia menyebutnya satu momen atau dua ketika seseorang akan siap melangkah ke masa entrepreneurship. Sebuah pilihan besar dan akan merubah masa depan seorang pria di masa mendatang.

Semuanya merupakan rantai panjang sebuah pilihan. Dimulai suatu ketika dia bersama seorang kawan tidak mempunya uang karena pengangguran. Memilih merentalkan rumah sewa mereka di San Fransisco karena telat bayar uang sewa. Kala itu bertepatan dengan sebuah pristiwa konfrensi desain internasional, dan semua hotel penuh.

Tidak lagi bekerja, membawa Chesky berkendara dengan mobil Honda Civic -nya. Sampai dia "tersesat" di San Fransisco. Bertemulah dia dengan teman lama Joe Gebbia, yang kemudian saling berbagi uang sewa. Ya tetapi ternyata dikantung Chesky hanya $1.000 dimana dia harus membayar $1.150 ke Gebbia.

Padahal sudah dibagi dua loh. "Jadi saya punya masalah matematika -dan saya seorang pengangguran," ia berujar. Sudah dua minggu berada di kota tersebut belum menemukan titik temu. Di Oktober 2007, katanya akan ada konfrensi internasional desain, dan semua hotel ditawarkan pihak panitia sudah sangat penuh.

Jadi dia dan Gebbia memutuskan, kenapa tidak merubah rumah sewa mereka jadi kamar dan memberikan satu layanan sarapan untuk uang sewa?

Masalahnya mereka tidak punya cukup kasur. Hanya ada tiga matras dimiliki Gebbia. Jadilah mereka lalu memberi nama bisnis mereka Airbed and Breakfast. Akhirnya ada tiga orang menyewa matras mereka dan berbagi ruangan. Semua berkat website sederhana yang agar dipaksakan keberadaanya.

Mereka membayar $80 per- malam mendapatkan sarapan di pagi hari, siap makan. Chesky menawarkan menjadi guide. Alhasil uang dikumpulkan mampu menutupi biaya sewa mereka. "Ini tidak akan menjadi bisnis; hanyalah cara untuk membayar sewa apatemen," Chesky memberi satu penekanan.

Ketika seseorang terlalu akademis memberi layanan, mereka meberi kebutuhan langsung.

"Bagi kami, masalah kami adalah kami tidak tau bagaimana menyewakan, kami punya ruang lega dan kami mau bertemu orang baru. Jadilah kami membuat ide ini," jelasnya sederhana tentang bisnis awal Airbnb.

Apa yang dilakukan mereka mendapatkan perhatian sebuah blog desain. Mereka menjadi sorotan singkat di tengah konfrensi internasional itu. Beberapa bulan kemudian satu lagi pendiri Airbnb mulai bergabung. Pada Februari 2008, seorang teknisi arsitektur, Nathan Blecharczyk ambil bagian di perusahaan belum jelas ini.

Nathan sendiri memang seorang teknisi handal. Maka pada Agustus 2008 lahirlah situs sederhana bernama Airbedandbreakfast.com. Yang pada akhirnya menjadi platform online menyewakan rumah lebih gampang. Chesky adalalah pemimpin atau CEO, sementara Gebbia fokus di desain dan tentu Nathan untuk teknologi.

Untuk mendapatkan dana maka berbagai marketing dilakukan. Yang paling menarik ialah Chesky bersama dengan rekannya membuat marketing sereal. Bersamaan mereka memperkenalkan bisnis mereka sebagai Airbed & Breakfast, dalam acara pemilihan calon presiden kala itu untuk Partai Demokrat.

Mereka lantas membuat sereal berkardus gambar calon, yaitu Obama O's dan Cap'n McCains. Mereka lalu menjualnya seharga $40 per- bok. Mereka berhasil menjual 500 boks dan menaruh itu menjadi modal bagi Airbed & Breakfast. Sayangnya, bisnis mereka kurang menarik, dan mereka harus makan sisa sereal setiap hari.

Karena berniat tidak berbisnis. Jadi sereal cuma menjual dua jenis sereal saja. Banyak ahli asal Silicon Valley meremehkan Airbnb pertama kali. Namun, ide mereka cemerlang, hingga ia bersama pendiri lain dipanggil tampil di Y Combinator, diman mereka bertemu dengan investor ternama yaitu Paul Graham.

Mereka memotong nama menjadi "Airbnb" di musim semi 2009 dan meluaskan pasaran. Tidak cuma rumah, apartemen kamu, kastil, kapal, bahkan rumah pohon boleh dipajang di situs mereka. Mereka juga mendapatkan pendanaan tambahan $20.000 dan dari Sequoia Capital, dan akhirnya mereka berhenti makan sereal lama.

Bisnis menebak masa depan


Bukan perkara mudah berbisnis online. Pada musim panas 2009, Chesky dan kawan memutuskan untuk siap menarik fee. Biaya tambahan berupa booking fee, Airbnb meminta persentasi kecil dari pemilik tempat dan lebih besar sedikit untuk pelanggan.

Beruntung hitungan mereka cocok. Jadi situs mereka tumbuh pesat, dan membawa 15 orang baru menjadi karyawan mereka. Jika berbicara tentang bisnis apa dimiliki Chesky adalah kepemimpinan sendiri. Dia tidak memiliki kemapuan manajemen menonjol. Hanya saja, beda dengan kita semua, dia tau dimana dia harus memulai.

"Itu seperti istilahnya, apa yang saya tau?," dia berkata. Tetapi dia tidak mempunyai pilihan lain tetapi terus masuk lebih dalam. Chesky belajar dua cara: pertama lewat trial and error, atau kedua ialah dia mau tidak mau harus belajar akan satu aspek lebih dalam lagi.

Daripada memilih topik spesifik. Dia memilih mencari sumber utama yang membahas satu topik secara jelas dan terperinci, lalu langsung bertanya ke orang berkaitan. "Jika kamu mengambil sumber tepat, kamu akan melangkah lebih cepat," dia melanjutkan. Gaya ini diulang oleh Chesky terus- menerus sampai mampu.

Sebelum memiliki kantor, Chesky lebih memilih tempat yang disewakan oleh aplikasinya. Dia tinggal di dalam Airbnb. Memang prinsip bisnis Chesky adalah merasakan sendiri layanan atau produk kita miliki dulu sendiri. Hingga ia menemukan arti penting sebuah kantor, terutama bagaimana informasi dapat masuk langsung.

Akan tetapi satu hal hilang. Dua orang lantas berangkat ke New York. Mereka mencoba strategi baru agar listing naik drastis. Lewat layanan door- to- door fotografi memberika perbedaan. Mereka memfoto tempat di berbagai sudut New York. Hasilnya pemesanan khusus kota tersebut naik 2x- 3x dari pemesanan biasa.

Dalam setahun, 2011 -an, perusahaan naik 800 persen untuk pemesanan malam, dengan jumlah pesanan yang tersebar di 89 negara. Sampai akhir 2011 telah menembus angka satu juta pemesanan. Airbnb lantas memberikan Social Connections, memberikan kamu tempat berbagi pengalaman menyewa di Airbnb.

Ini termasuk verifikasi tambahan buat penyewa dan pemberi sewa. Di titik inilah, perusahaan melaju pesat dan membuat Airbnb menjadi pilihannya. Airbnb melalukan akuisisi pertama dengan membeli situs yang sama seperti mereka di Jerman, Accoleo. Wow, Airbnb masuk ke jajaran perusahaan senilai $1 milair, dan terus naik.

Airbnb memang fokus membuat ekositem. Melalukan serangkain pendekatan ke kebutuhan. Bahkan ketika ada masalah kriminal di rumah Airbnb. Secara sigap Chesky membuat tim costumer service 24 jam, melepas beberapa staf dipindahkan menangani keluhan vandalisme, pencurian, atau masalah narkoba.

Tahun 2011, selebriti dunia, Ashton Kutcher bergabung dengan perusahaan sebagai penasehat.

Masalah utama Airbnb muncul. Ketika seorang pemilik tempat berinsial EJ mendapati rumahnya dirampok oleh penyewa. Semua hilang kosong tidak berbekas. Ia pun komplain ke perusahaan. Layaknya perusahaan yang sejenis seperti Uber, maka itu dianggap kesalahan sendiri oleh perusahaan Airbnb. Sayang ini malah berbalik.

Menolak membantu EJ malah berujung hujatan. Sampai perusahaan akhirnya meminta maaf kepada EJ dan mau membantu apapun agar hidupnya lebih mudah. Tidak berhenti hal serupa kembali terjadi. Dan, Airbnb akhirnya mengeluarkan dana $50.000 sebagai garansi bagi pemilik tempat agar tetap nyaman menyewakan tempat.

Airbnb membuat gebrakan lewat aplikasi Android. Waktu itu mereka sudah memiliki 2 juta pemesan telah menggunakan layanan mereka, dengan 120.000 pemesanan di situs.

Airbnb pun menjadi salah satu sponsor Olimpic musim panas di Londong, Inggris, pada 2012. Disaat yang bersamaan perusahaan melakukan akuisisi Crashpadder. Komunitas Airbnb juga tumbuh pesat hingga butuh pengamanan akhirnya lahir garansi pemilik tempat senilai $1 juta.

Ketika terjadi bencana angin topan Sandy, membuat ratusan rumah rusak, Airbnb meminta pemilik tempat sewa di New York menurunkan harga sewa. Tahun 2012, secara tertulis, Airbnb telah mengalahkan hotel berbintang lima Hotel Hiltons, dalam hal pemesanan mencapai 300.000 permintaan di 192 negara berbeda.

Saran untuk lulusan kuliah baru?

"Saya akan berkata, jangan dengarkan orang tua. Mereka adalah hubungan paling penting di dunia, tetapi seharusnya anda jangan mengambil saran karir mereka, dan saya menggunakan mereka menjadi jembatan untuk semua tekanan di dunia."

Satu hal lagi dia menjelaskan. Apapun karir kamu maka berasumsi lah kamu akan gagal total. Maka itulah, kamu tidak akan bekerja berdasarkan obsesi sukses, uang, dan karir cemerlang. "Kamu hanya akan lakukan itu berdasarkan apa kamu cintai."

Raja Mebel Indonesia Pernah Hutang Miliaran

Profil Pengusaha Frans S. Pekasa 



Kondisi gagal total dalam berwirausaha pernah dialaminya. Keterpurukan tidak menghentikan langkah pria ini, malah semakin bersemangat karena pengusaha adalah hidupnya. Gambaran nyata perjalanan hidup Frans Satrya. Dan dia mampu membalikan kegagalan menjadi kesuksesan berulang.

Pernah mengalami titik kebangkrutan total ketika memasuki tahun 2005. Frans, pria berkacamata ini punya hutang menumpuk. Waktu itu dirinya sempat terpikat oleh batubara. Padahal jiwa wirausaha dalam dirinya ya tidak lain hanya di mabel.

Alhasil dia tidak lagi fokus di furnitur. Ujungnya dia kehilangan perusahaan yang dulu telah ia rintis.

"Bisnis baru itu membuat saya tak lagi fokus pada furnitur," tuturnya. Makanya kamu harus fokus pada satu usaha dulu. Terkadang pengusaha bisa memilih untuk tidak berekspansi. Perhitungan matang harulah kamu lakukan jika di titik tertinggi.

Cermati usaha kamu fokuslah di ancaman mendekati mu. Bermodal nekat dan kuat ia kembali berbisnis di bidang sama.

Bisnis keluarga


Berawal dari bisnis sang ayah yang terseok- seok. Hutang menumpuk membuat usaha konstruksi ayah jatuh bangkrut. Untuk itulah Frans menjadi sosok lebih prihatin. Cara membantu ayahnya adalah dengan ikut jadi pengusaha. Frans yang waktu itu masih duduk di bangku SMA, memilih menjadi makelar mebel.

Selepas lulus kuliah tahun 1998 usahanya semakin getol. Apalagi dia mendapatkan pengalaman langsung dari tempatnya bekerja. Ya Frans pernah menjadi pegawai perusahaan furnitur. Pekerjaan magang tersebut telah memberi gambaran tentang bisnis mebel.

Disisi lain perusahaan ayah diambil alih Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Secara bertahap ia ikut membantu hutang ayah yang masih menumpuk. Memulai usaha makeler mebel ternyata tidak terlalu sulit pikirnya. Usaha serius baru dirintis bersama teman bermodal Rp.25 juta. Hasil gadai mobil Honda Civic 1989 miliknya.

Menjadi makelar berarti dia menjadi agen furnitur. Fokus Frans kala itu adalah produk rotan dan kayu jati. Satu tugas pasti seorang makelar furnitur ala Frans ialah mencari order. Mencari pesanan kepada agen dan lanjut memberikan pesanan tersebut ke pengrajin. Ia harus turun tangan sendiri menyambangi sentra mebel.

Karena menjadi makelar itu sulit. Maka ia memutuskan membanting stir. Jika mencari orang membeli barang furnitur sulit, tidak untuk orang asing. Pasar itu ditangkap oleh jiwa muda Frans. Berbekal pemahaman akan internet dirinya mulai bergeriliya. Ia membuat puluhan situs menawarkan mebel rotan dan jati melalui situs.

Dia dibantu dua orang karyawan. Salah satunya teman SMA -nya sendiri. Perjalanan bisnis mereka cukup berjalan baik. Sejak 2001 berbekal jaringan dibangun mereka berbisnis sampai ke luar negeri. Bayangkan ia berhasil mengirim mebel rotan dan kayu jati sampai tiga kontainer setiap bulan. Maka hutang sang ayah pun lunas.

Bermodal kesukses besar membuat Frans percaya diri. Tahun 2004, dia berekspansi berbisnis properti dan batu bara. Sayangnya, malang tidak dapat ditolak, maka kedua bisnis tersebut bangkrut menyisakan hutang buat dia. Ditambah lagi, teman SMA -nya itu ternyata menusuk dari belakang, malah membawa kabur uang perusahaan.

"Saya dapat pinjaman Rp.11 miliar dari perajin yang dulu bekerja dengan saya," tutur dia. Rugi total tetapi untung dia menemukan jalan.

Menanggung utang besar membuat aset pribadi dinego. Baik mobil ataupun rumah tidak bersisa dia miliki. Ia akhirnya menumpang rumah di mertua. Enam bulan berselang Frans memutuskan untuk kembali berbisnis. Ia mendekati pengrajin patner kerjanya sebagai makelar. Hasilnya dia mendapatkan pinjaman miliaran rupiah.

Bermodal cuma nama baik membawa kebangkitan Frans. Mencoba berbisnis dari awal lagi selepas gagal total. Dia memiliki semangat pantang menyerah. Dalam dua tahun bisnis Frans kembali ke jalur semula yaitu di mebel. Berdirilah perusahaan bernama PT. Gading Dempar Kencana, yang meraup omzet miliara rupiah.

Pria asli Cirebon, Jawa Barat, mampu mengelola usahanya sampai menembus pasar ekspor. Oleh karena itu, ia mendapatkan penghargaan bernama Primaniyatra menjadi eksportir terbaik tahun 2012 dan 2013 silam.

Dia berpesan jangan terburu- buru berekspansi. Sukses Frans mampu mengapalkan 30 kontainer mebel di setiap bulan. Dia menjadi pengusaha furnitur pertama sukses membuka showroom di China. Frans sudah sangat "ngelotok" akan bisnis mebel. Sejak dia menjadi mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Sepuluh November.

Mengambangkan bisnis selama ini adalah internet. Pengusaha satu ini memang mengikuti perkembangan di dunia teknolgi. Memanfaatkan website untuk promosi. Termasuk ikut gabung dalam aneka portal usaha seperti Alibaba dan Indonetwork mempromosikan usahanya.

Total ada 45 negara tujuan ekspor Frans di 3 benua. Yaitu benua Asia, Eropa, dan Amerika. Negara tujuan ekspor meliputi Israel, Guatemala, Nigeria, Italia, Turki, Inggris, dan Australia, dan lain- lainnya. Ekspansi di China menjadi puncak kejayaan Frans berbisnis mebel, di sana berdiri toko mebel yang bernama Teak123.

Omzetnya mencapai $5 juta atau setara Rp.57 miliar. Produksi Frans dibantu oleh 136 pengrajin dan 400 orang karyawan bekerj di empat pabriknya di Jepara.

Bisnis Kasur Berteknologi Mutahir Merek Casper

Profil Pengusaha Neil Parikh dan kawan 



Seorang salesman akan berbicara cepat. Dimana dia akan memberikan banyak pilihan. Hingga kamu akan membeli dengan harga telah mereka tentukan. Disisi lain butuh penyegaran di produk. Sedangkan beberapa produk membutuhkan sentuhan khusus layaknya matras. Inilah kisah sukses perusahaan matras bernama Casper.

Perusahaan senilai industri $14 juta, dimana Casper memberikan inovasi distrup industri matras biasa yang menjual secara tradisional. Bisnis Casper unik yakni menjual satu jenis matras, tanpa fee, dan masa coba selama 100 hari percobaan. Ini bekerja loh bisnis Casper menjual $1 juta dalam satu bulan pertama.

Kemudian perusahaan asal New York ini mendapatkan dukungan modal kapital senilai $70 juta. Apakah ada masalah ternyata menurut salah satu pendirinya, Neil Parikh, semua terletak dibawah kasurnya.

Jika menyebut bisnis Casper ingin merusak sistem bisnis permatrasan. Yah memang sejak awal inilah satu tujuan perusahaan startup ini. Namun, semenjak itu pula, para pendiri perusahaan ingin lebih ke bagaimana mereka menciptakan industri tentang tidur, bukan tempat tidurnya.

Bisnis matras atau kasur ini memang banyak model. Faktanya semua cuma menawarkan model dan semua pada dasarnya sama saja. Kamu tidak berharap 35 model berbeda tetapi tidur kamu tetap sama. Berbeda dengan membeli mobil, dimana kamu punya data tentang kekuatan, hemat bahan bakar, AC -nya, tetapi matras?

Ketika mencoba berbagai macam matras atau kasur. Pendiri Casper, Neil Parikh, membeberakan apa yang dibutuhkan masyarakat adalah backup. Produk memory foam memang penuh dukungan, tetapi panas dan tidak terlalu empuk. Jadilah mereka menambahkan latex dalam garis pinggirnya. "...dan memilik paten."

Luke Shewin, Chief Creative Office Casper dan salah satu pendiri, ia terbangun di kamar lantai empatnya dan mulai berpikir tidak sanggu membawa kasur berukuran besar ukuran queen's size. "Jadi bagaimana jika kita bisa mengkompres matras menjadi seperti bok sebesar lemari es?" jelas Luke.

Lalu bagaimana jika mereka bisa mengirim matras itu lewat jasa pengiriman biasa. Ditambah bagaimana jika kamu bisa mencobanya dulu di rumah. Jika tidak suka maka pihak Casper akan mengambil gratis. Memang beberapa perusahaan sudah melakukan itu. Tetapi berapa jumlah perusahaan meminta tambahan fee untuk pengembalian.

Bayangkan seorang pasangan yang memposting di Youtube tentang matras milik mereka. Mereka merasakan pengalaman menakjubkan dari pemesanan, pingiriman, dan layanan purna- jual. Inilah tujuan utamanya. Para pelanggan akan terus bicara positif lewat sosmed dan mungkin mereka akan membeli beberapa set dan bantal.

Pengembalian karena tidak puas sangat rendah. Mereka juga memberikan beberapa matras sebagai donasi kepada pihak badan amal. Ini akan lebih menguntungkan dibanding membersihkan dan menjual kembali yang mana memakan waktu antar negara bagian.

Bisnis teknologi


Membeli matras atau kasur biasanya setiap delapan sampai sepuluh tahun sekali. Perusahaan kasur tidak akan mikir siapakah kamu -produk mereka akan tetap dijual. Tetapi bagi Casper, bisnis mereka merupakan satu bisnis jangka panjang.

Berbeda perusahaan lain, Casper memberikan pertanyaan dan senang menanggapi hal tersebut. Sebut saja apakah mereka butuh bok. Atau apakah matras mereka cocok dengan dipan yang sudah siap. Casper akan melakukan kegiatan diskusi. Mereka bahkan tau siapa saja yang memakai dan atau jumlah anak, binatang peliharaan.

Mungkin aneh tetapi Casper fokus di kenyaman tidur kita. Bahkan mereka seolah ingin apa saja menganggu tidur kita. "Bagaimana saya mengubah orang ini menjadi advokat terbesar kami?" Ia menambahkan bahwa Casper Lab memiliki data pelanggan. Mereka berjumlah 15.000 orang dalam soal pengembangan produk sendiri.

Mereka (pelanggan) datang ke acara event Casper, mencoba matras baru berupa prototipe, dan mereka itu seolah menjadi terobsesi akan tidur. Mereka mengirimkan data tidur mereka. Lalu mencoba produk baru lalu Casper akan memberi tau mastras mana cocok buat kamu.

"Kami menganggap perusahaan kami perusahaan teknologi dulu," lanjutnya.

Mereka menciptakan software bagaimana materialnya. Kemudian komponen matras apa dan bagaimana itu divisikan dan kapan dibangun. Dan ketika orang belum mendapatkan matrasnya karena kurir pengiriman belum sampai. Maka mereka akan menghubungi langsung bahkan sebelum kamu mengecek nomor resi.

Mereka menjual langsung ke kostumer. Tidak ada struktur biaya bagia Casper. Mereka telah siap akan hal lebih besar yakni material dan nilai kembali. Dimana batas penjualan akan capai $1000 dimana pelanggan akan membeli kasur pertama mereka senilai $500.

Casper menyebutkan lingkungan tidur. Ya jadi ketika mereka mulai mengerjakan matras, maka tangan kreatif mereka masuk ke bantal dan aksesoris lain. Ketika kamu bertanya bagaimana mereka memproduksi itu. Mereka menyebut ada 100 ketebalan berbeda dalam bahan baik untuk matras, bantal, dan pelanggan sudah coba.

Butuh waktu 16 bulan buat satu bantal. Mereka menghitung jumlah bulu angsa bantal yaitu 90 persen dan 110 bahan lain. Mereka juga telah memperhitungkan kenyamanan melebihi perlengkapan tidur yang orang lebih merasa nikmat yakni hotel. Untuk mengecek kenyamanan pelanggan Casper menyediakan satu lampu tracker.

Ketika bisnis Whole Foods menawarkan gerakan makanan sehat. Maka Casper melakukan gerakan agar tidur sehat.